BLACKMAN

BLACKMAN
28. PENYELAMATAN SARI


__ADS_3

aku pun menyuruh Aldi kembali ke parkiran.


lalu aku mengajaknya ke suatu tempat yang pas untuk berdiskusi.


Hingga sampailah di tempat yang kita tuju. Aldi hanya diam saja.


" hah, tempat apa ini?" tanya Aldi.


" ini kafe rainbow." jawab ku.


" ini kan khusus cewek saja." kata Aldi.


aku langsung menarik Aldi dan masuk kedalam kafe.


" ah, hai mba riri !" sapaku kepada Mba Riri.


" hai fira, lhoo udah sembuhan nih?" jawab Mba Riri.


" udah dari lama kali. ini mba , temen ku namanya Aldi. kita sekelompok mau diskusi."


" oh, hai .. saya riri." sapa Mba Riri kepada Aldi sambil bersalaman.


" hai, saya Aldi." balas Aldi.


" ya udah fir, kesana gih meja yang dipojok, supaya tidak terlalu menarik perhatian mas aldinya." kata mba Riri.


" oke mba." kataku.


aku berjalan menuju meja diyang dipojok ditunjukan Mba Riri tadi.


" silahkan duduk aldi." kata ku.


Aldi masih canggung dan bingung. lalu aku mengambil minuman botol yang ada di kulkas dekat meja kita. kuletakkan minuman itu di atas meja.


" udah gak usah canggung, ini tu kafe punya mamihku, tapi diserahin untuk mengelolanya sama aku. jadi aku manajer kafe ini. memang benar kafe ini khusus cewek, tapi kalau temenku ya gak papa. so, santai aja." jelas ku.


Aldi hanya diam mendengarkan sambil meminum minuman yang ku beri. lalu Aldi mengangguk-angguk sebagai tanda mengerti apa yang kujelaskan.


kita pun mulai berbincang mengenai tugasnya. tema apa yang akan kita ambil, dan bagaimana alurnya, serta objek yang kita ambil.


tiba-tiba ada Hana, Stefi dan Aisyah datang.


" eh fira !" sapa Hana.


" oh hai, kalian ?!" balasku ku.


" eh ada aldi, lagi bahas tugas ya?" sapa Aisyah.


lalu mereka ber tiga duduk di meja sebelah ku.


" iya syah. mumpung senggang." jawab ku.

__ADS_1


" kalian kok nggak ngajak aku?" tanya ku cemberut.


" hehe iya, fir. kita kesini kagak tau beneran deh, kita tujuannya cuma mau makan doang. eh taunya kamu disini juga." jawab Stefi.


"iya, kita mau ajak kamu tapi kata kamu mau ngerjain tugas. ya udah deh " ucap Hana.


" hm." jawab ku.


ketika itu, aku mendapat orderan, kali ini teman waktu smp ku yang memesan.


" 3 rainbow cake. hm .. okey!" gumamku sambil membaca orderan yang masuk lewat email.


Aku pun meminta untuk disiapkan 3 Rainbow cake untuk diantar. kali ini aku yang akan mengantarnya lagi, tentu saja ditemani Aldi.


" hati-hati ya fir." kata Aisyah.


"oke." jawab ku.


kita pun pergi menuju alamat rumah teman smpku yang memesan Rainbow cakenya.


selama diperjalanan, kita hanya diam saja. well karena ini baru pertama kali kita kenalan. jadi masih canggung.


" hm, kenapa sih harus sama aldi !" ucapku dalam hati.


ketika sampai, ternyata rumahnya masuk gang sempit.


" eeh aldi, aku turun disini saja, kan motornya gak bisa masuk. biar aku jalan kaki saja." ucap ku.


Tok Tok Tok !!! ku ketuk pintu rumahnya.


tak lama kemudian pintu itu dibuka. aku kira temanku yang keluar, ternyata yang keluar malah om-om. penampilannya kucel, rambutnya gondrong dan berkumis tebal, alisnya tebal dan matanya tajam. om itu menatapku tanpa kedip.


" loh, om ini siapa?" tanya ku.


" hm .. kamu ini yang nganterin roti ya?" tanya om itu.


" iya, tapi benar kok ini alamat rumahnya, atas nama sari. apa mungkin salah rumah ya, jangan- jangan rumah sebelah. ah, maaf om permisi." ucapku lagi.


" sari ada didalam." kata om itu.


" hm?"


lalu om itupun membukakan pintunya lebar-lebar dan menyuruhku masuk. lalu akupun masuk dengan ragu. ketika itu Aldi melihatku memasuki rumah itu, karena aku pun melihatnya. lalu aku masuk ke dalam rumah itu, yang gelap dan kotor seperti rumah yang tidak terawat. dan ketika kulihat keadaan sari, mataku terbelalak, mulutku langsung menganga dan cakenya terjatuh begitu saja.


Aku melihat sosok Sari yang menderita, kesakitan, penuh luka dan ditambah lagi dia sedang diikat diatas kursi. dia meronta-ronta melihat kearahku, seakan meminta bantuanku. kakiku mulai gemetaran, jantungku mulai berdetak kencang, nafas mulai sesak, lalu aku berjalan mundur pelan-pelan. aku langsung menuju pintu untuk keluar, tapi tanganku di tahan dan tiba-tiba mulut dan hidungku disekap. aku tidak bisa bernafas, aku berusaha melepaskan tangan om itu tapi yang ada aku malah semakin dipegang dengan erat.


" aldi, tolong !! aldiiiiii ... " teriakku dalam hati.


namun Aldi tidak mendengarnya, Aldi hanya menunggu. tapi dia mendapatkan firasat buruk.


" kenapa dia lama sekali?" gerutu Aldi.

__ADS_1


Aldi pun berniat untuk menjenguk ke dalam rumah. lalu dia menyangga motornya dan berjalan kaki menuju rumah yang aku masuki tadi. dia mengambil handphonenya.


Aku masih berusaha agar terlepas dari genggaman om itu.


" om lepasin aku, lepasin!!! " teriakku.


aku lalu menatap ke arah Sari yang diikat dan sedang menangis, lalu aku pun ikut menangis karena kulihat Sari yang dulunya cantik, putih, bersih, ramah, dan senyumnya manis, kini seperti gembel, senngsara, menderita dan . . . apa yang akan terjadi padaku. aku mulai kehilangan tenaga dan kehilangan nafasku karena disekap.


" aldi, tolong aku !" sekali lagi aku memanggil aldi dalam hatiku.


Aldi tanpa ragu langsung mendobrak pintu rumah itu, saat itu aku hampir saja pingsan.


Aldi melihatku, dia pun terkejut.


" brengsek !" ucap aldi sedikit keras.


" heh, siapa lo hah? lo siapa dobrak-dobrak pintu rumah orang!" teriak om-om itu.


dan ternyata ada 2 orang lagi muncul. dengan wajah sangar dan kejam, kulitnya hitam dekil dan rambutnya acak adul.


" lo siapa? berani nyulik .. pacar saya !!! BRENGSEKKKK !!!! " ucap Aldi.


Aldi langsung memukul wajah om itu, tapi tertahan dengan tangan om itu. lalu tangan kirinya berusaha memukul perut om itu dan tertahan lagi, lalu dengan cekatan Aldi menendang bagian sensitif om itu dan kali ini kena.


DUAGHK!!


" ahkk ... sialan. lo bocah tengik, harus gua habisi !"


lalu mereka pun mulai saling memukul, menendang, menangkis, mengelak.


Aldi berusaha untuk memukul dibagian-bagian yang tidak terjangkau dengan tangan. namun 2 orang yang lainnya malah ikut membantu, kali ini Aldi harus bekerja dengan keras.


untung saja pusingku cepat hilang, lalu aku berusaha menyelamatkan diri, aku langsung melepas ikatan di mulutku, dan aku membantu Sari untuk melepaskan ikatan yang ada badannya. setelah selesai aku dan Sari berusaha menuju pintu, tapi dihalangi sama om itu. tanpa ragu aku langsung menendang bagian sensitif om itu, dan kena.


" yes!" ucapku.


lalu Sari mengambil kursi dan menimpuknya dengan kursi itu. om itu jatuh tersungkur.


" ahhk, bocah sialan. kamprett !!" teriak om itu.


" ayo sari, kita keluar."


aku menggandeng Sari menuju pintu, ku lihat Aldi sedang berkelahi dengan 2 anak om itu.


" sari kamu tunggu disini, dan telepon polisi."


Sari hanya mengangguk-ngangguk saja. aku lalu masuk kedalam dan berusaha membantu Aldi. walaupun sedikit takut dan ragu. aku mengambil besi yang tergeletak, tidak besar tapi lumayan sakit kalau buat mukul orang.


" aldi, tangkap !" teriak ku.


aku melempar besi itu kepada Aldi dan Aldi menangkapnya. lalu aldi menggunakan besi itu untuk melawan mereka para penjahat. sementara om itu dia baru bisa bangun, lalu aku pukul dia lagi dengan kursi tadi. sampai dia pingsan. haha, aku merasa kasihan dan tidak tega tapi mau bagaimana lagi, dia penjahat dan harus dimusnahkan.

__ADS_1


tak lama kemudian, suara sirine mobil polisi datang. mereka pun langsung berusaha melarikan diri tapi Aldi berhasil membuatnya terkapar. lalu polisi segera mengevakuasi mereka, mereka diborgol, lalu Sari di bawa ambulance untuk diperiksa kesehatannya.


__ADS_2