
Malam ini Rey harus berbohong lagi pada Fira. hal ini terpaksa dia lakukan untuk menjaga perasaanya. Rey seakan menyesal sudah melakukan kebohongan pada Fira. Tapi bagaimana caranya supaya Fira tidak marah padanya, dan Rey sangat menyayangi Fira.
Rey sedang duduk dan melamun diatas tempat tidurnya. tangannya menyangga wajahnya yang terpancar rasa penyesalan. matanya menunjukkan seakan dia pasrah.
" maaf fira, aku nggak mau kamu marah." katanya lirih.
lalu dia segera membuyarkan lamunannya dan mengucek-ngucek matanya.
Rey pun meletakkan ponselnya di atas meja samping tempat tidurnya.
dia berbaring sambil meletakkan kedua tangannya dibawah kepalanya. matanya menatap langit-langit kamar itu hingga lama kelamaan diapun terlelap dalam tidurnya.
malam berjalan begitu sunyi dengan deringan jangkrik yang menandakan kalau tidak ada suara-suara lain lagi selain jangkrik.
malam semakin larut.
hingga tibalah sang pagi. Rey bergegas beres-beres dan mandi lalu bersiap-siap untuk berangkat sekolah.
Di sekolahan, Rey beraktivitas seperti biasanya. dia mencoba menemui Fira tapi dia tidak melihatnya hari itu. hingga pas ketika bel pulang sekolah sudah berbunyi Rey bergegas pergi ke toko bunga dan membeli seikat bunga mawar beserta coklat. Rey pun segera kembali kesekolaham dan menunggunya didepan gerbang sekolahan. terlihat fira bersama teman-temannya sedang berjalan ke arah luar gerbang.
" eh fir, tuh pacarmu nungguin ." kata Hana yang pertama kali melihat Rey.
lalu aku memperhatikan arah yang ditunjuk Hana, dan ternyata benar ada Rey sedang menungguku dan melihat ke arahku sambil tersenyum. akupun menghampirinya.
" rey . . kok kamu disini?" kata ku menyapanya.
" iya. aku nungguin kamu. aku mau pulang bareng sama kamu.😊" jawabnya.
seketika aku gembira.
" serius? kenapa nggak bilang dulu sih. aku kan dijemput mamih hari ini." kataku.
" hm? gitu yah? aku cuma mau bikin surprise ke kamu. ini aku ada bunga dan coklat buat kamu." kata Rey sambil memberikan seikat bunga mawar dan coklatnya.
" waah, ih kamu suka gini deh. bikin surprise mulu. hahaha. aku kan nggak ulang tahun rey." kataku sembari mengambil bunga dan coklatnya.
jujur aku senang sekali, punya pacar seperti Rey. Romantis dan penuh kejutan.
" ya udah, jadi kamu mau tetep pulang sama mamih?" tanya Rey.
melihat Rey sepertinya sedikit kecewa dan sedih aku tidak tega melihatnya. apalagi dia udah susah-susah siapin surprise seperti ini.
" hm . . . enggak deh, aku mau pulang sama kamu aja. tapi bentar ya, aku nelfon mamih dulu."
__ADS_1
" yess. oke." katanya senang.
akupun segera menelfon mamih, tapi ternyata mamih sudah di jalan. tapi tidak apa-apa karena mamih juga mau mampir kerumah temen arisannya.
lalu akhirnya akupun pulang bersama Rey. tapi kita mampir ke cafe ku dulu seperti biasa.
" eh mba fira pulang bareng pacarnya toh." sapa Mba Riri yang sedang mengelap meja.
" hehe iya mba riri, kenalin rey ini mba riri pelayan favorit aku. hehe." kata ku.
Rey dan Mba Riri pun berjabatan tangan.
" dan mba riri kenalin dia Rey. pacar aku." kataku lagi.
" hehe mba fira bisa aja." jawab Mba Riri.
"oh namanya mas rey toh. kenalin mas
saya Riri pelayan di cafe ini."
" saya rey. salam kenal mba. udah berapa lama mba kerja disini?" tanya Rey iseng.
" sekitar 3 tahunan sejak cafe ini pertama kali berdiri mas." jawab Mba Riri.
" wah lama juga yah. sayang, kamu berarti udah mengelola cafe ini dari kelas 1 sma?" tanya Rey padaku.
" waduh, kayanya mesra banget manggilnya pake sayang-sayangan. hehe." kata Mba Riri sambil tersenyum-senyum.
Aku dan Reypun hanya tersenyum kecil dan tersipu malu. kita berdua duduk didekat Mba Riri yang masih mengelap meja.
" mas rey tau nggak? mas ini cowok pertama yang masuk ke cafe ini." kata Mba Riri.
" hehe, masa sih?" tanya Rey.
" iya rey, sebenarnya kafe ini khusus buat cewek doang. tapi kalau atas izinku sih nggak papa. lagipula kamu kan pacarku jadi nggak masalah kalau sekedar mampir kesini." kataku memberikan penjelasan.
" oh gitu yah, wah unik banget. pantesan suasanya kayak girly banget. hahaha. " kata Rey.
lalu mba Riri pun memghampiri kami dan meletakkan minuman untuk Rey dan juga untuk ku.
" terus ini opennya jam berapa sampe jam berapa?" tanya Rey lagi.
" dari jam 4 sore sampai jam 10 malam." jawabku sambil menyruput es lemon yang dibuatkan Mba Riri tadi.
__ADS_1
Rey juga meminumnya.
" oh ya mba, hari ini ada berapa delivery?" tanyaku sambil melihat buku pesanan.
" ada 3 fir." jawab Mba Riri sambil menunjukkan buku daftar delivery nya.
aku segera mengganti baju seragamku dengan baju cadangan yang sudah kubawa dan merapikan rambutku, lalu menambahkan lip balm supaya bibirku tidak kering.
" kamu mau kemana?" tanya Rey.
" mau nganterin pesanan rey." jawab ku.
tiba-tiba Rey berdiri dari tempat duduknya dan menghampiriku yang sedang membungkus cakenya.
" em, gimana kalau aku yang nganterin aja. kamu disini aja sambil istirahat." katanya.
" hm? kok gitu? kamu beneran?" kataku.
" iya, aku beneran. sini biar aku aja yang nganterin pesenannya." katanya.
tapi aku ragu-ragu.
" hm oke deh. tapi aku ikut." kataku.
" ya udah, ayok." jawab Rey dan dan langsung menggandeng tanganku.
akupun berpamitan sama Mba Riri. Rey segera mengambil motornya dan memakaikam helmnya di kepalaku. dia so sweet banget dan sebegitu perhatiaannya sama aku. itu yang membuatku sayang padanya.
lalu kita melaju menuju alamat rumah yang memesan cake rainbownya Fira. ketika ditengah-tengah perjalanan, tiba-tiba ada keramaian yang menutupi jalan, sehingga tampak macet.
kita turun dan melihat ada kejadian apa sih? ternyata ada kecelakaan dan ada banyak sekali darah. sepertinya ada korban laki-laki yang selamat sambil menangisi korban cewek yang sepertinya tewas ditempat. dan pengendara truk yang tidak sadarkan diri.
melihat itu Rey seketika panik dan ingatan tentang kejadian itu melintas di pikirannya. dia memundurkan langkahnya, dan segera mengambil motornya yang diparkir di tempat itu. akupun menyusulnya dari belakang. tanpa basa-basi kita langsung bergegas menjauhi dari tempat kecelakaan itu.
Selama perjalanan itu Rey banyak diam, dan mungkin sedikit tidak fokus. tanpa sadar ada truk dibelakangnya dan membunyikan Klaksonnya.
TIIN! TIIN!
seketika Rey terkejut dan setirnya sedikit oleng, kami hampir terjatuh tapi untung kaki Rey segera menyangga motornya.
" rey? kamu kenapa?" tanyaku sedikit khawatir.
" eh. . aku nggak papa. tadi kaget aja, karena nggak fokus." jawab Rey.
__ADS_1
" kamu nggak fokus karena apa?" tanyaku lagi.
sambil melanjutkan perjalanan.