
Siang itu Tante Diana tidur bersamaku sampai malam. Karena Om Iko yang akan menjemputnya.
keesokan harinyapun tiba, aku sudah lama menunggu kedatangan Rey untuk menjemputku. hingga akhirnya suara klakson motornya berbunyi. Rey sudah datang. lalu aku menghampirinya yang berhenti didepan gerbang rumah. sungguh aku bete banget karena semalam dia tidak menelfonku sama sekali atau sekedar membalas pesanku.
Tapi Rey hanya tersenyum padaku, dengan polosnya. aku bingung, memangnya dia nggak kangen sama aku?!
" kenapa kamu semalam nggak telfon aku?" tanyaku dengan raut wajah bete.
"iya, maaf ya." jawabnya singkat.
cuma itu yang Rey katakan, padahal aku berharap dia kasih penjelasan kenapa tidak mengabariku semalam. dia juga diam selama diperjalanan. aku jadi penasaran, ini pasti ada yang nggak bener. aku mulai curiga deh.
Tapi sesaat setelah pikiran negatif itu muncul dikepalaku, tiba-tiba Rey berbicara sesuatu padaku.
" maaf, semalam aku ketiduran." kata Rey.
lalu perlahan Rey menggenggam tanganku yang sedang berpegangan pada pinggangnya agar tidak jatuh dari motor. hangatnya genggaman tangan Rey membuatku diam sejenak dan menghempas semua prasangka-prasangka buruk itu. Aku sangat senang, tapi aku tahan dan aku cuma bisa senyum.
Dan tibalah di sekolahan.
Saat di kantin, aku biasa makan bakso sama teman-temanku. saat aku mau balik ke kelas, aku melihat Rey sedang berjalan sendirian di koridor, dia seperti lagi melamun. tiba-tiba ada laki-laki yang tidak asing menurutku, dia lewat berlawanan arah dengan Rey dan Rey seperti memanggilnya tapi Rey dicuekin.
" itu kan aldi? " pikirku.
mukanya judes banget dan tentu saja aku tidak suka kalau Rey di cuekin begitu. lalu aku terpaksa menghampirinya walaupun sebenarnya tadi tidak ada niat untuk menghampiri Rey.
" hei . . rey," sapaku.
Rey memandang ke arahku dan tersenyum padaku.
" mau kemana? kamu udah makan?" tanyaku.
__ADS_1
" mau ke . . toilet. udah kok, kamu udah makan?" tanyanya.
" udah. kamu disini ngapain rey?" tanyaku lagi.
" mau ke toilet sayang." jawabnya
" toilet arahnya kesana sayang. kamu gimana sih? kamu ngelamun ya?" tanyaku penasaran.
" hehe salah ya. duh, iya tadi pelajaran kimia bener-bener bikin pikiran putek. ya udah aku ke toilet dulu yah." kata Rey sembari bergegas menuju toilet.
aku bingung, tapi aku tidak terlalu memikirkannya. akupun segera menuju kelasku karena bel masuk sudah berbunyi sejak tadi. Hana, Stefi, dan Aisyah sudah jalan duluan.
sementara cowok yang kulihat tadi, itu Aldi, aku tidak tau ada hubungan apa dengan Rey. yang kutau Aldi adalah sosok laki-laki yang tidak banyak bicara dikelasku, sikapnya dingin dan wajahnya judes juga tidak banyak bergaul di kelas. bahkan aku sama sekali belum pernah berbicara padanya. entah kenapa aku sendiri juga merasa setiap kali berpas-pasan dia selalu membuang muka. aku tidak tau ketika diluar sekolahan seperti apa dirinya.
sudahlah, itu bukan urusanku.
###
Aldi sudah sampai di rumah sakit, tempat dimana adiknya terbaring dengan infus menancap di hidungnya. awalnya dia sedang menenangkan diri, karena setiap kali dia datang ke rumah sakit dia selalu terbayang kejadian yang membuat adiknya jadi begitu.
Tanpa sadar matanya bekaca-kaca, dia menangis namun segera disela air matanya itu. dia hendak mendengarkan musik. namun sepertinya earphonenya tidak terbawa.
" Headset gue dimana yah?" katanya dalam hati.
lalu dia keluar dari ruangan rawat itu dan menuju ke parkiran, barangkali tertinggal di rak motor. ternyata benar headsetnya ada di rak motor. Aldi melihat ke sekitar jalan yang menuju jalan raya, dia melihat sosok nenek yang sudah sepuh dari jarak 20 meteran dan ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang, dan tiba-tiba oleng hingga ugal-ugalan. Aldi bergegas lari kearah nenek yang mau nyebrang itu, dan dia langsung menarik tangan si nenek itu ke tepi jalan dengan sangat cepat, dan mobil itu semakin tidak karuan hingga akhirnya mobil itu oleng dan menabrak trotoar depan rumah sakit itu.
DUAGGH!!
Bunyi hantaman mobil yang menabrak tong sampah dipinggir trotoar itu. untung saja nenek itu sempat terselamatkan.
" nek, lain kali hati-hati ya." ucap Aldi kepada si nenek.
__ADS_1
" iya nak, terima kasih banyak yah." jawab nenek itu sambil mengelus-elus dadanya karena terkejut tadi.
Lalu Aldi pergi meninggalkan nenek itu, dan orang-orang membantu nenek itu mengantarkan ke tempat tujuan. Dan orang-orang sekitarpun mulai mengerumuni mobil itu sambil mengecek didalamnya apakah orangnya masih hidup atau enggak. satpam rumah sakit yang segera menelfon polisi agar segera mengamankan si pengendara itu yang ternyata memang sedang mabuk.
Aldi, Dengan mengendarai motor kesayangannya itu, dia mencari warung makan yang enak didekat rumah sakit untuk mengisi perutnya. dan Stop! Aldi melihat seseorang yang tidak asing baginya.
" fira?" pikirnya dalam hati.
Tanpa sengaja Aldi memperhatikan apa yang sedang fira lakukan di tempat itu. dilihatnya Fira sedang fokus dengan hpnya.
" sepertinya dia sedang mencari sesuatu." pikirnya lagi.
lalu Aldi segera mengacuhkannya, tiba-tiba Motornya terhenti setelah Aldi mendengar teriakan seseorang.
" Toloongg, jambret !!! toloongg!!! toloong!" teriak Fira ketakutan.
Ternyata Fira kejambretan dan dia kehilangan Handphone nya. Aldi langsung bertindak, motornya di tepikan dan langsung lari mengejar jambret itu. tapi lagi-lagi langkahnya terhenti.
Dia ragu untuk menolong Fira, gadis yang kini menjadi pacar dari mantan pacar adiknya.
namun, sekali lagi Aldi melihat raut wajah Fira yang butuh pertolongan.
ada 4 orang laki-laki yaitu 3 bapak-bapak dan satu masih om-om berusaha mengejar jambret yang mengendarai motor megapro itu. lalu akhirnya Aldi pun mengejarnya tapi dengan motornya sendiri. dia berencana untuk mencegahnya dari arah berlawanan.
Yap, Aldipun berhasil mendapati jambret itu, lalu langsung disambarnya dengan tendangan maut, motor si jambret itu oleng dan ambruk. Aldi segera mengambil tas dan handphone yang di curi itu. tiba-tiba Aldi dipukul dari belakang, dia merasa kesakitan tapi lalu dibalas dengan pukulan yang sama.
Akhirnya, mereka adu kekuatan Aldi dibantu sama bapak-bapak yang mengejarnya tadi.
pukulan demi pukulan sudah jatuh ke wajah jambret itu, hingga akhirnya mereka berduapun K-O dan polisi setempat pun langsung mengamankan jambret itu.
sementara Fira sudah mendapatkan handphone dan tasnya kembali. Fira merasa sangat bersyukur dan lega sekali saat itu.
__ADS_1