BLACKMAN

BLACKMAN
5. TEBAK-TEBAKAN


__ADS_3

Fira merasa bersyukur sekali karena tas dan handphone nya masih bisa kembali ke tangannya.


" terima kasih banyak yah pak, om. terima kasih." kataku sambil menundukkan kepala.


" sama-sama neng. lain kali jangan terlalu fokus sama hp ya neng. bahaya kalo dijalan raya." kata Bapak yang mengembalikan tas dan handphone ku.


" iya baik pak, terima kasih sudah mengingatkan saya." jawabku.


" ya udah neng, mau kemana?" tanyanya.


" nganterin pesenan pak, ini alamatnya pake gps." jawabku sembari menunjukan alamatnya.


" oh itu disitu ada gang, masuk kanan neng. mau bapak antar aja? kebetulan bapak juga ngojek." kata bapak itu.


" oh begitu ya pak, boleh deh pak." kataku setuju.


akhirnya akupun diantar sama bapak ojek itu dengan selamat sampai tujuan, dan pesananpun diantarkan tanpa cacat sedikitpun.


namun, ada hal yang membuatku terpikirkan. sosok laki-laki yang menjadi perkelahian dengan si jambret tadi.


Dengan hodie abu-abu, celana jeans hitam, memakai masker dan topi, sepatu kets putih.


sosok yang sepertinya tidak asing.


tak lama kemudian, akupun sampai di cafe, saat itu aku baru pulang sekolah seperti biasa. aku tidak langsung ke rumah tapi ke cafeku dulu untuk mengobati luka-luka kecilku karena sempat terjatuh tadi waktu tasku ditarik.


sembari minum air dingin, aku pun memasang plesteran pada lututku yang tergores aspal.


lagi-lagi aku penasaran dengan laki-laki yang menolongku tadi.


" kayaknya nggak asing. tapi aku tidak tau dia siapa?! kalau dilihat dari penampilannya sih masih muda." pikirku.


lalu karena penasaran akupun menghubungi Hana, Stefi dan Aisyah lewat video call.


aku mencoba menceritakan apa yang terjadi tadi kepada mereka agar mereka bisa membantuku, mungkin.


" apa dia oppa-oppa??" tebak Hana.


" issh dasar lu kepopers." jawab Stefi.


" apaan sih hana, mana mungkin ada orang korea tinggal disini." kataku.


" eh siapa tau. kan cuma nebak." jawab Hana cemberut.


" mungkin bisa jadi dia seumuran dengan kita." kata Aisyah berpendapat.


" hm bisa jadi sih. eh fir lu kenal suaranya kagak?" tanya Stefi.

__ADS_1


" aku nggak dengar. aku hanya lihat dari jauh saja. tapi sepertinya tidak asing." kataku.


" yang kemarin nolongin kamu kali, yang kata kamu pakaiannya serba hitam?" celetuk Hana.


seketika aku langsung teringat kejadi beberapa hari lalu.


" hm?? kalau dari tinggi badannya sih mungkin aja orang yang sama." jawabku.


" kira-kira siapa ya orang itu, misterius banget. semacam sosok pahlawan tak dikenal. jangan-jangan spiderman lagi hahaha." kata Stefi.


" hahah mana ada jaman sekarang pahlawan yang kaya gitu. itu hanya di film aja." jawab Aisyah sembari membetulkan jilbabnya yang miring.


" wah bener juga stefi. aaaw, kalau ada pahlawan beneran, aku mau dong ditolongin juga. em." ucap Hana sambil berkhayal.


" hahaha yang ada pahlawan kesiangan han." jawab Aisyah.


" hahaha, dasar hana hono." kataku sambil tertawa.


Dan semuanya pun ikut tertawa.


" apa mungkin dia satu sekolah dengan kita, bisa jadi dia kenal sama kamu fir, dan karena dia pemalu jadi dia nggak mau nunjukin mukanya." tebak Aisyah.


akupun mulai berpikir.


" bisa jadi sih. apa mungkin dia itu rey?" kata Stefi yang juga menebaknya.


" kalau rey itu aku tau postur tubuhnya gimana. lagipula rey nggak memakai tindik di telinganya." ucapku membenarkan.


" hm iya juga sih." kata stefi.


" coba kita lihat siapa di kelas kita yang memakai tindik?" kata Aisyah.


" ya elah, kalau disekolahan mah kagak boleh royal dah. mungkin aja disekolahan dia nggak pake tindik pas pulang sekolah dia pakai." celetuk Stefi.


" hm? betul juga ya stef. duh, jadi pusing." kataku sembari membersihkan kakiku dari debu kotoran.


" apa mungkin dia bagas, kan si bagas gayanya kaya preman banget tuh." tebak Hana.


" hm? kalau bagas itu dia tidak royal menurutku. dan dia juga paling mencolok dikelas karena dia ketua kelas kita. dan dia bukannya kaya preman, tapi tegas. supaya satu kelas kompak." jawab Aisyah membenarkan.


" ya elah, mentang-mentang dirimu naksir. di bela-belain terus dah. iya deh syah, iya." kata Hana sambil menyisir rambutnya.


lalu semuanya pun diam sesaat. mereka tidak tau siapa sosok laki-laki itu. sembari aku scroll info-info yang ada di instagram, tiba-tiba aku melihat video yang lagi viral. kubuka video itu, dan ternyata dugaanku benar.


kusimak video itu sampai habis tanpa skip.


aku lihat sebuah kejadian mobil menabrak trotoar didepan rumah sakit.

__ADS_1


" em gaes, kayanya kalian harus lihat video ini deh. coba kalian buka akun @videoviral di instagram."


lalu merekapun segera menuruti perkataanku.


" coba kalian lihat video yang terakhir di posting." ucap ku.


" ya terus kenapa fir?" kata stefi.


" video nenek diselamatkan dari mobil pemabuk. . . jam 14.58. ini kan sekitar 30 menit yang lalu." kata Aisyah.


" yap betul sekali, jam sebelum aku berangkat nganterin pesanan. dan liat ada cowok yang pake hodie abu-abu?!" kataku.


" wah iya, yang pake topi itu ya?" timbal Hana.


" iya, dia orang yang nolongin aku tadi." kata ku.


" wah ini nih ada satu video lagi dibawahnya, tapi ini pakaiannya hitam semua." kata Aisyah.


" wah coba kalian buka tag.nya deh @cowokhitam. " pinta Stefi.


lalu akupun membuka akun yang di tagar pada video itu. dan jreng jreng !!!


semua foto dan video adalah sosok cowok itu yang entah siapa sebenarnya.


" ternyata diam-diam ada yang jadi penggemar rahasia yah. aku juga follow ah. hihi." kata Hana.


" kok disini nama profilnya blackman ya?" tanya Aisyah.


" coba deh perhatikan, semua foto hampir memakai pakaian hitam. mungkin karena itu di sebutnya blackman atau si cowok hitam." tebak Stefi.


" hm? blackman?" pikirku.


" berarti kemungkinan dia satu orang yang sama fir." kata Aisyah.


" iya, mungkin." jawabku.


" wah pahlawan baru nih." kata Stefi.


" hm, kira-kira siapa yah orang yang sebenarnya? pasti dia cakep banget, hidungnya mancung, matanya sipit tajam, alisnya tebal dan bibirnya . . ouh seksi." tebak Hana sambil mengkhayal lagi.


Tanpa sadar haripun mulai sore dan senjapun datang.


pelangggan kafe juga berdatangan satu per satu. aku menyudahi obrolanku dengan mereka. lalu aku segera pamit sama mba Riri untuk pulang kerumah dan mengganti bajuku.


biasanya aku ke kafenya lagi malam hari jam 20.00 WIB atau besoknya lagi. hanya untuk mengecek laporan keuangan dan persediaan bahan baku.


Namun sebenarnya tidak setiap hari juga aku mengeceknya, hanya saja karena ini awal bulan jadi minggu pertama aku rajin mengeceknya.

__ADS_1


__ADS_2