BLACKMAN

BLACKMAN
25. PENCURIAN MINIMARKET


__ADS_3

" aldi? " ucapku spontan.


Aldi menangkapku, dan dia sedang menatapku. apa yang terjadi ini. tunggu,


kenapa tiba-tiba ada aldi yang sekarang menolongku.


" kamu, megang perutku? " ucapku merasa risih.


" sorry. " ucap Aldi yang langsung melepaskan ku.


akupun terjatuh, dan pantatku sedikit sakit.


semua orang yang ditoilet melihatku dan tersenyum-senyum nggak jelas.


" duh, sakit tau ! heh aldi, kamu ngikuti aku ya? " tanya ku.


Aldi pun berhenti berjalan, dia lalu menoleh ke arahku.


" duluan aku yang ke toilet, seharusnya pertanyaan itu untuk mu? " ucap Aldi.


" enak aja, aku kebelet tau. " jawabku.


" ya udah, tuntaskan. " jawab Aldi.


Dengan wajah cueknya dan tanpa senyuman sedikitpun.


" dasar es batu. nggak punya terima kasih. eh . . seharusnya aku yang berterima kasih ya. hm, udah lah. lupakan. "


aku lalu menuntaskan hajatku yang ingin BAB.


Dan keadaan kembali normal.


aku kembali ke kelas dan mengikuti oelajaran lagi. hingga 4 jam kemudian, bel istirahat pertama berbunyi. kita berempat langsung menuju ke kantin. Aisyah yang sedang berhalangan, jadi dia tidak ke masjid. dalam perjalanan menuju kantin, aku berpas-pasan dengan Rey. aku tersenyum padanya dan dia membalas senyumanku.


" kenapa fir? " tanya Hana.


" em . . enggak papa kok." jawabku.


ini perasaanku saja atau bagaimana ya? aku merasa saat Rey membalas senyumanku, ada kesan sedih di wajahnya. dan Rey akhir-akhir ini juga menjadi sedikit pendiam.

__ADS_1


setelah satu hari itu tuntas, dan kini saat mereka beristirahat dari rumitnya rumus fisika dan kimia. bel pulang sudah berbunyi dari tadi. kitapun pulang. aku langsung menuju gerbang, karena Rey pasti sudah menungguku. pasti !


saat aku sampai depan gerbang sekolah, aku tidak melihat mobil Rey.


" hm, rey belum disini?" gumamku.


aku pun menunggu rey. cukup lama aku menunggu, mungkin sekitar 10 menitan dan dia baru keluar dari tempat parkir. aku sedikit kesal dengannya, tapi aku tidak tega lagi memarahinya. Dan kulihat wajah dia sedikit kusut.


" rey, kenapa kamu lama sekali? " tanya ku kepada Rey.


" ah iya, tadi . . ke toilet sebentar." jawab Rey sedikit pelan.


" oh. kamu kenapa, kok wajah kamu kusut gitu? " tanya ku lagi.


" iya, biasalah. kenapa fir? kamu gak suka cowok berwajah kusut gini? " ucap Rey sedikit emosi mungkin, tapi nada suaranya lemah.


" kamu berbeda rey." ucapku dalam hati.


lalu kamipun melanjutkan perjalanan pulang. sebelum ke rumah, aku ingin mampir dulu ke minimarket. karena ingin beli serangkaian lotion buat stock.


" rey, ke mini market dulu ya. "


" ah, mungkin rey ada masalah pribadi. positid thinking aja fira. " ucapku dalam hati.


###


Gista, Budhe Sonya alias Bunda sedang di minimarket. sepertinya Gista sedang membeli keperluan untuk sekolah.


" bunda, seragamnya ukuran L aja, biar gak kekecilan. takutnya gista makin gendut kan. hehe. " kata Gista.


" iya nak. " jawab Bunda Sonya.


Aldi hanya mengekor dibelakangnya sambip main game. tiba-tiba ada 2 orang laki-laki dengan memakai topeng berlari dengan terbirit-birit.


" PENCURI!!!!!" teriak seseorang.


" PENCURI!!! Tolong!!! dia pencuri emas di toko ku !" teriak seorang ibu separuh baya.


lalu semuanya ribut, dan ada beberapa orang yang mengejar pencuri itu.

__ADS_1


" eh bunda, aldi mau ketoilet dulu. " kata Aldi.


Aldi langsung pergi begitu saja. dia beralasan ingin ke toilet, padahal dia ingin menolong menangkap pencuri itu. dia segera memakai masker hitamnya, dan jaket hitamnya yang selalu dibawa dimobilnya. dengan cekatan Aldi langsung berlari, melalui jalan tikus, atau jalan pintas agar tembus di jalan dimana pencuri itu pasti akan melewati jalan itu.


kaki panjangnya berlalri dengan kencang, Aldi melompati pagar dan memanjati pohon lalu berlari menuju atap rumah warga. agar dia bisa memantau kemana pencuri itu pergi. sebab disitu daerah pemukiman warga jadi banyak gang-gang kecil.


yap! Aldi melihat pencuri itu, dia langsung berlari mengejarnya, ketika sudah didapati tepat didepan pencuri itu, Aldi langsung lompat dari atap rumah itu dan kakinya langsung menendang pencuri itu.


DUAGGHK!!


" ahh, sialan. " ucap salah satu pencuri itu.


lalu pencuri 1 itu mulai memasang kuda-kuda. Aldi pun siap untuk menangkis semua serangan. tapi karena kelamaan, Aldi langsung menendangnya. sementara pencuri 2 membantu pencuri 1, dia memukul Aldi dengan kayu yang diambilnya dipinggir jalan.


Aldi langsung menendang kayu itu dengan cekatan dan langsung patah.


KRAAKK!!! bunyi patahan kayu itu.


" wah, itu bukannya blackman ya? " ucap salah satu bapak-bapak yang ikut menolong menangkap si pencuri itu.


lalu Aldi meninju perut pencuri 2, dan memukul wajah pencuri 1. darah muncrat dari mulut si pencuri 1. sepertinya pencuri 1 mengeluarkan pisau. Aldi segera menangkis pisau itu, dan menahan angan pencuri yang memegang pisau. tangan itu lalu diputar dengan gerakan cepat. dan pisau itu terlempar. kemudian pisau itu diamankan oleh bapak-bapak yang sedari tadi menonton Aldi dan 2 pencuri itu beradu kekuatan.


hingga akhirnya, pencuri 2 juga telah tersungkur dan mereka berhasil dikalahkan oleh Aldi. lalu pak satpam segera mengamankan mereka dan memanggil polisi. sementara emas itu segera di kembalikan. semua orang yang menonton saat itu ada yang merekamnya dan ada yang hanya melihat saja. Aldi segera pergi dan menuju mobil. melewati jalan gang yang sempit agar tidak dilihat warga. dia sambil melepas jaket dan maskernya, dan lalu berlari menuju mobil dan segera diletakkannya jaket dan maskernya itu.


" waaahhh, . . . hebat. " ucap Gista dengan mata yang berbinar-binar.


tenyata Gista sedari tadi diam-diam mengikuti Aldi dan menyaksikan betapa hebatnya pertarungan kakaknya itu melawan 2 pencuri bertopeng. tapi kemudian Gista kehilangan kakaknya.


" kemana perginya, kok cepet banget ngilang. ah iya, aku harus kembali sebelum bunda sadar kalau aku tidak bersamanya. " kata Gista.


Gista lalu berlari kembali ke minimarket. sampailah Gista di toko yang tadi dikunjungi. tak selang beberapa waktu, tibalah Aldi dengan jalan kaki dan wajah santai nya. Gista memandanginya dengan senyum-senyum sendiri. tapi Aldi tidak menyadarinya kalau Gista tersenyum karena tau aksi kakaknya itu.


" hebat. " ucap Gista sambil mengacungkan jempol ke arah kakaknya itu.


" hm. apanya? " tanya Aldi terkejut.


" ayok, nak udah selesai. yuk kita cari perlengkapan alat tulis. " ucap Bunda.


" oke bu, sini belanjaannya biar gista yang bawa. "

__ADS_1


Gista lalu membawa plastik yang berisi seragamnya itu. diikuti Aldi dibelakangnya. Aldi bingung, kenapa Gista mengacungkan jempol dan seolah dia tau apa yang dilakukannya tadi.


__ADS_2