BLACKMAN

BLACKMAN
20. NOSTALGIA


__ADS_3

"ah, kenapa gista? kepalamu pusing?" Tanya Bunda yang melihatnya.


" aku . . sedikit ingat sesuatu bunda." jawab Gista sambil memijat kepalanya.


" benarkah, kamu ingat tentang apa?" tanya Bunda yang antusias.


kemudian Bunda duduk disebelah Gista sambil membantu memijatkan kepalanya.


" bunda tau siapa yang ngasih gelang ini padaku?" tanya Gista sambil menunjukan gelang yang ada ditangannya pada bundanya.


tiba-tiba Aldi berhenti makan dan memandangi Gista dengan tatapan marah.


" apa kakak tau, siapa yang ngasih gelang ini?" tanya Gista lagi.


tiba-tiba semua diam. Bunda menatap Aldi, sementara Gista hanya diam dan menunggu jawaban.


" kenapa kalian diam?" kata Gista.


" kamu suka gelang itu apa tidak? kalau kamu nggak suka atau risih lebih baik dibuang saja. sini berikan padaku." ucap Aldi.


" eh, enggak." jawab Gista.


" ah sudah - sudah. itu . . gelang dari seseorang sebagai hadiah dulu ketika kamu ulang tahun nak." jawab Bunda.


" ooh gitu. aku suka gelang ini. " ucap Gista sembari menatap sinis ke arah Aldi.


" ya sudah." kata Aldi yang kembali duduk dan melanjutkan makannya.


" kenapa kak aldi tiba-tiba marah tadi?" tanya Gista.


" kakak tidak marah." jawabnya ketus.


Bunda hanya diam saja melihat kelakuan kedua anaknya itu.


" ya sudah, gista mau dihabisin gak makanannya?" tanya Bunda.


" eh iya mau, bunda."


lalu Gistapun melanjutkan makan malamnya lagi. sementara Bunda menuju kebelakang untuk mencuci piring.


###


Pukul 05.10 WIB.


Tepatnya Rey sedang tidur disamping ranjang Fira, rupanya Rey ketiduran sambil duduk. lalu tiba-tiba dia terbangun karena suara adzan subuh. lalu dia melaksanankan sholat subuh.


Beberapa menit kemudian setelah selesai sholat subuh, Rey hendak pulang. tapi dia ada rencana lain. ketika dia sedang berjalan dikoridor rumah sakit, seharunya jalan untuk menuju parkiran motor yaitu lurus teru belok kiri. tapi Rey malah berbelok kekanan dan dengan berjalan perlahan-lahan. dia berhenti didepan ruangan rawat, tapi bukan ruangan dimana Fira dirawat. dilihatnya Rey seseorang didalam ruangan itu, wajahnya berubah sendu. matanya berkaca-kaca dan bibirnya bergetar.

__ADS_1


lalu Rey membuka pintu itu dengan pelan agar orang didalamnya tidak terbangun. yap benar ! orang itu adalah Gista. Rey mencoba masuk ke ruangan itu, karena Aldi sedang tidak ada di dalam.


Rey mulai manatapnya dengan tatapan sendu dan haru.


* aku sangat . . rindu padamu. .* kata Rey dalam hatinya.


matanya merah dan berkaca-kaca. air matanya sesekali menetes dipipinya. Rey tersenyum hingga terlihat barisan gigi putihnya.


* syukurlah . . tuhan masih mengabulkan doaku* ucapnya lagi dalam hati.


Rey lalu mengusap pipi gadis itu, dan tiba-tiba matanya terbuka. Rey sangat terkejut, mereka saling bertatapan, cukup lama. Rey terdiam bisu, dia terpaku dan masih sangat tidak menyangka.


" kamu siapa?" tanya gadis itu yang tak lain adalah Gista


mendengar ucapan Gista, membuat Rey semakin terkejut. matanya terbelalak dan mulutnya sedikit terbuka. Hingga akhirnya Rey tersadar dari rasa keterkejutannya itu, karena ada suara langkah kaki. Rey pun langsung bergegas keluar dari ruangan itu. sementara gadis itu hanya menatapnya dengan bingung.


" hm, apa dia salah masuk kamar?! . . menakutkan sekali." cetus Gista yang kebingungan.


lalu dia melupakan hal itu, dan dia bangun. tiba-tiba Aldi datang. dia melihat Gista hendak bangun dan berdiri.


" mau kemana?" tanya Aldi.


" toilet." jawab Gista.


ketika Gista hendak membuka gagang pintu, dia tiba-tiba berhenti.


" oh ya, apa kak aldi kenal orang tadi?" tanya Gista.


" kakak nggak liat orang yang barusan keluar dari kamar ini sebelum kakak masuk?!"


" enggak. siapa? dokter?"


" oh bukan. tadi ada laki-laki masuk, dia lalu mengusap rambutku, terus aku tanya siapa kamu, eh dia langsung pergi." jelas Gista.


Aldi diam sejenak.


" mungkin salah masuk kamar kali ya." tebak Gista.


" hey, kamu harus menjauh dari orang seperti itu. bila perlu hindari." kata Aldi


" kenapa? kan gak kenal juga."


" orang seperti itu berbahaya tau ! siapa yang tau rencana jahat apa yang akan dia lakukan, apalagi sama cewek lemah kaya kamu." sentak Aldi sedikit tegas.


" iya iya. nggak usah keras-keras ngomongnya nanti tetangga bangun." kata Gista.


" aku ini kakakmu, aku memberikan nasihat buat kebaikan kamu."

__ADS_1


" iya kakak."


lalu Gista buru-buru pergi ke toilet.


" kenapa dia selalu marah- marah seperti itu. kena hipertensi aja baru tau rasa. kenapa aku punya kakak seperti dia sih !" celetuk Gista uang sedang berjalan menuju toilet.


tiba-tiba ketika sedang berjalan, langkahnya terhenti. dia melihat ada seorang laki-laki sedang duduk dilantai sambil menundukkan kepalanya.


" kamu? yang tadi kan? " sapa gista.


laki-laki yang menunduk itu kemudian mengangkat kepalanya dan memandang Gista dengan pandangan sendu, matanya sangat sembab dan merah. air matanya mengalir begitu deras. Gista yang melihatnya pun terkejut dan heran.


" kamu . . menangis. kenapa? " tanya Gista.


ternyata laki-laki itu adalah Rey.


Rey lalu berdiri dan menghampiri Gista. Gista yang sedari tadi setengah jongkok kini berdiri dan mundur menjauh dari dia.


" kamu nggak tau aku siapa? " tanya Rey.


Gista hanya menggelengkan kepala. Rey lalu memegang tangan kiri Gista.


" hey, apa yang kamu lakukan. lancang sekali kamu menyentuhku. lepaskan." kata Gista sedikit ketakutan.


" kamu tau gelang ini? aku yang memberimu gelang ini. gelang perjanjian kita." ucap Rey sedikit marah.


Gista tidak meresponnya, karena dia sedang berusaha melepaskan tangan Rey dari tangannya.


" lepaskan aku, tolong. aku tidak tau kamu siapa. " kata Gista dengan sedikit ketakutan.


tiba-tiba ada suara seseorang. sepertinya ibu-ibu hendak ke toilet. Rey lalu segera melepaskan genggamannya dan pergi begitu saja. Gista merasa lega karena tangannya sudah dilepas. nafasnya terengah-engah karena panik. diapun segera masuk kedalam toilet wanita dan lalu segera kembali ke kamarnya.


* jantungku masih berdegup kencang * katanya dalam hati.


* tapi kata dia, gelang ini pemberian dari dia? masa sih? kenapa aku tidak bisa mengingatnya sama sekali?! *


begitu kata hati Gista. dia teringat ucapan Rey tadi. tapi dia tidak mengingatnya sama sekali.


" awh . . ah . ." ucap Gista yang tiba-tiba kepalanya terasa pusing.


" kenapa kamu?" ucap Aldi yang bergegas membantu adiknya naik ke ranjangnya.


" kepalaku tiba-tiba berputar-putar." jawab Gista yang memegangi kepalanya.


" ya sudah, kamu istirahat aja. jangan keluyuran nanti masuk angin." kata Aldi.


lalu Gista melanjutkan tidurnya. tapi sebelum dia tertidur, dia sempat memikirkannya lagi. memikirkan kata-kata yang diucapka sosok cowok yang asing bagi Gista.

__ADS_1


* apa yang sebenarnya terjadi * kata Gista dalam hatinya.


lalu dia segera menepiskan semua kebingungannya itu dan tertidur.


__ADS_2