
Jam istirahat sudah berbunyi sejak 1 menit yang lalu. aku pergi ke kantin bersama ketiga temanku seperti biasa. lalu ketika diperjalanan aku melihat Aldi yang sedang berjalan sendiri ke arah ku. entah kenapa perasaanku saat itu menjadi deg-degan, dan membuat pipiku memerah. tapi ternyata dia hanya berjalan saja tanpa melihatku, tanpa menyapaku, dengan wajah cueknya itu. lalu tiba-tiba ada pesan masuk.
*weekend nanti kita bahas tugas.*
Begitu isi pesannya. Tentu saja itu dari Aldi, dia memberiku pesan saat itu agar aku membacanya. lalu kita pun sampai di kantin, lalu kita membeli cemilan dan minuman.
singkat cerita, hari itu cerah sekali dan berlalu begitu cepat tanpa disadari.
###
"kak, aku mau nanya?" tanya Gista ketika sedang dalam perjalanan pulang.
"hm ... apa?" jawab Aldi, si kakak.
"apa dulu aku punya pacar?" tanya Gista.
tiba-tiba kecepatannya menjadi sangat pelan.
namun Aldi tidak menjawab pertanyaan adiknya itu.
"kak?" tanya Gista.
"kakak sedang menyetir, jadi tanyanya nanti saja." jawab Aldi.
Gista langsung cemberut. lalu Aldi menambahkan kecepatannya. sesampainya dirumah Gista ngambek dan Bunda melihatnya.
"hey hey, kenapa baru pulang wajahnya cemberut gitu?" tanya Bunda yang masih mengambil air di kulkas.
"bete sama kak aldi." jawab Gista.
lalu Gista masuk kekamarnya dan menutup pintunya. dilemparkannya tas secara sembarangan, benar-benar ngamuk.
"hey, kenapa adikmu itu?" tanya Bunda.
"aku lagi nyetir budhe, terus dia nanya sesuatu, jadi aku tidak fokus." jawab Aldi yang juga masuk ke kamarnya.
"hm ... emang apa yang dia tanyakan?" tanya Bunda lagi.
lalu Aldi membuka pintu kamarnya dan sudah berganti pakaian.
"tanya aja sama dia budhe. aku malas mendengarnya." jawab Aldi sambil mencuci tangannya di westafel dan mencomot gorengan pisang yang tersedia di atas meja.
"iih kamu ini, kakak macam apa sih? masa bersikap seperti itu sama adiknya sendiri. dia kan lagi proses pemulihan ingatan, siapa tau dia menanyakan hal yang berhubungan dengan ingatannya dulu." kata Bunda.
"justru itu budhe, dia menanyakan sesuatu yang tidak aku suka." kata Aldi.
lalu Bunda menggeleng-gelengkan kepalanya. dan dia masuk kekamar Gista dan menemuinya.
"gista ... kamu mau nanya apa sayang? tanya sama bunda aja yah, pasti bunda jawab." bujuk Bunda.
"gista itu penasaran, apa dulu gista punya pacar? terus gelang itu apa pemberian dari dia?" tanya Gista.
Bundapun sedikit terkejut. dia antara bingung mau menjawab atau tidak.
"apa sebaiknya aku beri tahu saja ya?" ucap Bunda dalam hati.
"mungkin saatnya dia tahu kebenarannya." tambahnya Bunda lagi, masih dalam hati.
__ADS_1
"tuh kan, bunda ikut-ikutan diam." celetuk Gista.
"eh ... enggak sayang, bunda hanya sedang memikirkan kata-katanya saja. memangnya kenapa bertanya seperti itu?" tanya Bunda.
"temanku dikelas, Lisa sama Monik, mereka cerita kalau aku dulu punya pacar. namanya ... Rey, kalau nggak salah." jawab gista.
"apa itu benar bunda?" tanya Gista lagi.
"hm ... iya, itu benar. dulu kamu punya pacar namanya Rey, kalian udah lama berpacaran." jawab Bunda.
"jadi benar, terus dia dimana sekarang bunda? kenapa dia nggak pernah jenguk aku ketika aku sudah siuman waktu di rumah sakit." tanya Gista lagi.
"bunda nggak tau dia dimana sekarang." jawab Bunda.
"tapi dulu, dia menjengukmu setiap hari sepulang sekolah. satu bulan, dua bulan, tiga bulan, empat bulan, hingga bulan ke 5 dia tidak lagi menjengukmu, dia bilang dia ingin mengakhiri hubungannya dengan mu ... karena dia merasa tidak bisa menjagamu dengan baik." jelas Bunda.
Gista yang hanya mendengarkannya, mulai merasa sedih dan matanya berkaca-kaca.
"dan gelang itu, pemberian darinya ketika menjenguk untuk yang terakhir kalinya." kata Bunda lagi.
Gista hanya diam saja, matanya sudah dipenuhi air. dia tidak tau harus bilang apa.
"kenapa hatiku sakit sekali ..." ucap Gista dalam hati.
Dia memegangi dadanya, dan kemudian air matanya menetes.
"gista, kamu jangan nangis ya nak. maafkan bunda, seharusnya bunda nggak cerita sama kamu." kata Bunda yang lalu memeluk Gista.
"nggak apa-apa kok bunda. bunda nggak salah, justru Gista tau kebenarannya. makasih bunda udah cerita." kata Gista dalam pelukan Bundanya.
"itu sebabnya kakakmu itu tidak ingin membahas soal itu lagi." kata Bunda.
"sebenarnya bunda ingin kamu pulih sempurna dulu, baru bunda akan ceritakan semuanya. tapi ... mungkin takdir berkata lain. ya sudah, tidak usah memikirkan Rey lagi, ya?" kata Bunda.
lalu Gista hanya mengangguk saja.
"ya sudah, yuk kamu makan siang dulu. ganti baju dulu gih, baunya apek." kata Bunda.
"hehe, iya bun." jawab Gista.
lalu Bunda keluar kamar dan menutup pintunya perlahan. lalu Gista pun mengganti pakaiannya, dan lalu makan siang.
###
Sepulang sekolah aku mampir ke kafe dulu. dia ingin duduk sebentar disana karena merasa rindu. ketika disana, aku melihat karyawan baru sudah bekerja di kafe ku.
"sari ..." sapa ku.
lalu seseorang yang dipanggil Sari itu menengok ke arah ku.
"eh iya, fira ..." jawab Sari.
lalu aku mendekatinya dan kami berdua berpelukan.
"gimana, hari ini udah bisa bekerja ya?" kata aku.
"bisa fira, dan kayaknya betah disini. karena dekorasinya girly banget, cantik. kaya manajernya, hehe." kata Sari.
__ADS_1
"ah ... kamu bisa aja sari. hehe. thanks ya." jawab ku.
lalu aku dan Sari duduk bersama. Mba Riripun membawakan 2 gelas es teh dan cemilan. lalu Mba Riri ikutan duduk juga.
"fira, jadikan dia karyawan tetap supaya saya ada temennya." ucap Mba Riri.
"hehe, iya mba Riri. tapi sabar dulu, kan ada tahapnya." kata Fira.
"hehe iya fir. ya sudah, itu ada pelanggan lagi. silahkan dilanjut lagi ngobrolnya." kata mba Riri.
mba Riri lalu berdiri dan melayani pelanggan yang baru datang itu.
"itu mba Riri namanya?" tanya Sari.
"iya, dia pelayan dari pertama kali cafe ini berdiri. makanya sudah kujadikan karyawan tetap juga kukasih bonus tambahan." kata ku.
"waah, hebat mba Riri." kata Sari.
"iya, tapi ada tahapannya juga, jadi nanti kamu akan di training pertama selama dua minggu, dalam masa itu kamu cuma akan dikasih uang pesangon, terus nanti training ke dua selama dua bulan, itu sudah gaji full, nah nanti training ke tiga selama lima bulan. jadi kalau misalkan selama 5 bulan kamu masih disini, selalu berangkat on time, tidak pernah telat, kinerjanya bagus, nanti bisa dijadikan karyawan tetap." jelas aku.
"oh iya iya, aku mengerti." jawab Sari.
"oke, kalau gitu boleh kulihat KTP kamu, KK kamu, dan juga foto copy ijazah terkahir kamu? buat pengisian data." pinta ku.
"oh iya, boleh dong." jawab Sari.
lalu Sari mengeluarkan selembaran kertas foto copy KK, ijazah terakhir, dan KTP miliknya. akupun mengeceknya dan mencatat biodata Sari.
lalu tiba-tiba suara musik diputar, musik yang membuat telingaku berdiri tegak dan membuat perasaanku tenang.
"wah, lagu ini bagus banget." gumam Sari.
"kamu suka lagu ini sar?" tanya ku.
"iya suka." jawab Sari.
"aku juga suka banget, malah ini lagu favorit aku. hm ... suaranya lembut, nadanya indah, musiknya mengalun dengan sempurna." kata Ku.
lalu Sari tersenyum dan kamipun, eh bukan, semua yang ada didalam kafe itu menikmati alunan musik favoritku itu.
🎼
Dan kau hadir ... merubah segalanya ...
menjadi lebih indah ... kau bawa cintaku ...
setinggi angkasa, membuatku merasa sempurna ... 🎶
Dan membuatku utuh ... tuk menjalani hidup ..
berdua denganmu, selama-lamanya ...
kaulah yang terbaik untuk ku ... 🎶
🎼
Adera - Lebih Indah
__ADS_1