
Aku melihat kejadian pencurian di minimarket, bersama Rey yang juga melihatnya. tepat didepan mataku, sosok yang disebut Blackman itu kini mengejar para pencuri itu dan mencoba melawannya. singkat cerita, Blackmanpun berhasil mengalahkan ke dua pencuri itu. dan emas yang dicurinya sudah dikembalikan. aku tidak melihat begitu jelas, karena wajahnya selalu ditutupi dengan masker. tapi bentuk tubuhnya persis dengan sosok laki-laki misterius yang menolongku saat sedang mengantar pesanan. sebenarnya, aku ingin membantunya, kalau bisa. supaya aku bisa bilang 'terima kasih' kepadanya dan aku juga penasaran sekali siapa sosok 'Blackman' sebenarnya itu.
kulihat Rey juga melihat aksi Blackman itu. tapi wajahnya tidak ada perubahan. lalu, kamipun melanjutkan perjalanan. aku ingin membeli buah-buahan, terutama Anggur. tapi sepertinya lagi kosong. ketika aku berjalan aku menginjak sesuatu.
" eh, apaan yang ku injak ini. " ucap ku.
aku mengangkat kakiku, dan kulihat sebuah gelang terinjak. gelang yang cukup cantik dan kelihatan masih baru.
" gelang siapa ya? " ucapku.
Rey sudah berjalan duluan didepanku, dia sepertinya sudah lelah. akhirnya kusimpan gelang itu kedalam tas ku. dan kamipun pulang.
###
Pagi itu, cerah sekali. terasa hangat sinar mentari yang menebar disetiap penjuru kehidupan. udara sejuk memberikan kesegaran untuk setiap nafas yang berhembus. setiap detik, tanpa ada sesuatu yang sia-sia.
Ciptaan Tuhan memang selalu ada manfaatnya, dan tak pernah mengecewakan hamba-Nya. Syukur segala kenikmatan yang diberi kepada setiap insan yang benafas tak pernah kurang. hanya kepada Allah SWT.
Usai sholat subuh, Gista bergegas menuju kamar mandi. hari itu dia bersemangat sekali karena akan memulai aktivitas nya kembali. senyumnya mengembang begitu lebar, giginya yang kecil dan rapih putih mengkilap. wajahnya yang kuning langsat dan terlihat lembut, tanpa memakai make up. terlihat natural dipandang dan sedikit gemuk.
" nyengir terus. " ucap Aldi yang sedang memakai sepatu.
" ya dong. kenapa?" jawab Gista.
" nanti gigimu kering tuh. " kata Aldi.
" enggak akan. hehe. "
" bunda, gista pamit berangkat sekolah dulu ya. assalamualaikum." kata Gista sembari mencium tangan Bunda Sonya itu.
Diikuti Aldi juga mencium tangan Bunda Sonya. mereka berangkat bersama ayah kali ini. karena hari pertama Gista memulai sekolah kembali. merekapun berangkat.
setelah beberapa menit kemudian, sampailah mereka depan gerbang sekolahan.
" ayah, hati-hati yah. assalamualaikum. dadah. "
" iya gista. waalaikumsalam. " jawab Ayah.
" hey aldi, jagain adikmu ya. ayah berangkat dulu. " kata Ayah Doni.
__ADS_1
" iya ayah, hati-hati. " jawab Aldi sambil melambaikan tangan kepada ayah angkatnya itu atau lebih tepatnya Pakde.
###
aku dan Rey baru sampai di depan gerbang. kulihat didepan ada seseorang yang tak asing bagiku.
" aldi? " ucapku dalam hati.
" dia, sama cewek." ucapku lagi.
aku terkejut, karena baru pertama kali aku melihat manusia seperti Aldi yang jutek, cuek dan sikapnya dingin sedingin es batu itu sama cewek. OMG!!! bakalan jadi berita heboh nih.
Aku juga secara tidak sengaja melihat Rey yang melihat ke arah Aldi dan cewek itu. tapi kulihat wajah Rey berubah menjadi lebih bersemangat. aku bingung, kenapa dengan Rey?! ada apa Rey?!
aku cuma bisa diam saja dan menunggu waktu yang tepat untuk menanyakan pada Rey.
Upacara bendera hari senin pun dimulai. semua berbaris dengan rapih.
upacara berjalan lancar seperti biasanya.
1 jam 30 menit kemudian, Upacara selesai.
dia mencari seseorang, dia masih berdiri di lapangan. dan seketika, langkahnya terhentu ketika dia melihat apa yang ingin dia lihat. tepat didepannya, jarak 10 meter. ada seseorang yang dicarinya. iya, dia adalah Gista. Gista bersama dengan teman-temannya yang menemani. Rey terdiam kaku ketika Gista juga melihatnya.
mereka saling bertatapan. teman Gista sudah jalan duluan.
" dia . ." ucap Gista dalam hati.
" benar. kamu lupa denganku! " ucap Rey dalam hati.
Gista mengedipkan matanya satu kali, dan lalu berjalan menjauhi Rey tanpa sepatah kata apapun. Rey hanya diam dan menatapnya berjalan menjauhi tempatnya berdiri.
seperti ombak yang menerjang karang, seperti tersambar petir, dan tersengat teriknya matahari, bagaikan tertusuk duri.
hatinya hancur, secara perlahan. matanya mulai berkaca-kaca, tapi Rey mencoba menahannya.
Rey pun menuju ke kelasnya dan bercerita kepada Reza, teman sebangkunya. disaat jam istirahat pertama, Rey hanya duduk saja.
" lu, mau nitip apa bro? " tanya Reza yang ingin ke kantin.
__ADS_1
" nggak. " jawab Rey singkat.
" ya udah. " jawab Reza yang langsung berlari keluar mengejar teman yang lainnya yang sudah keluar duluan.
" apa yang terjadi, sebegitu bencinya kah kepadaku? " ucap Rey dalam hatinya.
" rey, kamu sudah memutuskan untuk memulai mencintai fira. kamu sudah bersama fira. kamu harus tau itu! " ucap Rey dalam hatinya.
" tapi, kenapa pikiranku masih dipenuhi dengan gista, gista, dan gista. aku bahkan tidak bisa tidur karena memikirkan dia. "
Begitulah seterusnya sampai dirinya melamun nggak jelas. dan pandangannya kosong. yang dipikirkannya yaitu cuma Gista saja.
###
Gista, mencoba berbincang dengan teman barunya.
" gista, kamu tidak ingat dengan ku? aku monik lhoo dan dia lisa. " ucap Monik, temannya Gista.
Gista hanya menggelengkan kepalanya.
" hm. ya sudah, mulai sekarang kita berteman yah. " ucap Lisa sambil berjabat tangannya.
" baik lah. salam kenal yah. " jawab Gista.
akhirnya mereka bertigapun berteman. memang dulunya mereka bertiga berteman dekat, mereka selalu pergi bersama-sama bahkan ke toilet sekalipun. tapi kini Gista tidak ingat karena telah mengalami koma selama 5 bulan, dan itu membuat memorinya mati atau terendam.
pelajaran pun dimulai. Gista mulai memperkenalkan diri di depan kelas. dengan bahasa yang anggun dan sopan, serta senyuman yang manis. membuat para cowok meliriknya dan tersenyum pada Gista. pada awalnya mereka memang dulunya satu kelas, dan kini Gista kembali ke kelas itu lagi.
Gista teringat dengan sosok laki-laki yang dilihatinya tadi. sosok yang tidak lama ini dia lihat. sosok yang menggoyahkan hatinya, sosok yang membuatnya hatinya berdebar kencang setelah koma selama 5 bulan.
" dia . . dia siapa? sampai bisa membuat hatiku berdetak sangat kencang. bahkan ini pertama kalinya aku merasakan seperti ini."
ucap Gista dalam hatinya.
###
Fira juga masih suasana pelajaran. kali ini pelajaran Bahasa Indonesia, gurunya tidak masuk karena ada rapat. tapi ada tugas yang datang.
" oke semuanya dengerin, ada tugas membuat artikel tentang kehidupan sekitar kita, objeknya bebas bisa kehidupan manusia, hewan, ataupun tumbuhan. waktu mengumpulkan 2 minggu yang akan datang. so, masih ada banyak waktu. untuk kelompoknya sudah dibagi. jadi ikuti aturannya saja." kata Bagus sang ketua kelas.
__ADS_1
mereka semuapun mengerti.