BLACKMAN

BLACKMAN
10. KEBAKARAN


__ADS_3

Sambil melanjutkan perjalanan. Aku penasaran sebenarnya apa yang terjadi pada Rey, kenapa dia bisa tidak fokus seperti itu.


hingga 15 menit kemudian, akhirnya sampailah kita di alamat rumah customer terakhir. karena jaraknya tidak terlalu jauh dengan rumah yang sebelumnya, jadi perjalanan sedikit cepat. setelah pesanan sudah diantar, aku langsung pulang ke rumah dan Rey langsung berpamitan pulang.


Hari menjadi petang, Petang berubah menjadi gelap dan malampun tiba.


Keesokkan harinya, aku bersiap-siap berangkat sekolah seperti biasa.


mamih sepertinya sedang membuka hasil pemeriksaan ku kemarin. setelah dibukanya kertas itu, tiba-tiba raut wajah mamih berubah menjadi serius.


lalu aku datang menghampiri mamih.


" mih ayok berangkat. udah jam 06.45 nih, nanti telat."


mamih segera meletakkan kertas itu dan segera mengambil tas dan kunci mobil.


" iya sayang. ayok." jawabnya.


selama diperjalanan mamih banyak diam. Aku tidak tau apa yang dipikirkannya. akupun mencoba berbicara pada mamih.


" mih, kenapa? kok dari tadi diam?" tanyaku.


" oh nggak papa sayang. mamih cuma kepikiran . . . ayah kamu aja. dia belum kasih kabar lagi." jawab Mamih.


" oh itu. ya udah nanti di telfon aja mih."


mamih hanya mengangguk.


akhirnya, tibalah di depan gerbang sekolah. aku berpamitan sama mamih dan mencium tangannya. akupun masuk ke dalam ruangan kelasku.


" eh gaes, aku udah ceritain soal ketemu aldi belum ya?" kataku ketika jam istirahat pertama.


" hah? ketemu aldi? dimana? kapan?" Tanya Stefi.


" belum deh fir. coba dong ceritain kali aja menarik." kata Hana.


Aisyah hanya mengangguk saja.


" baiklah, jadi 2 hari yang lalu aku kan sakit, terus pas malemnya aku mimisan akhirnya aku periksa ke rumah sakit, nah pas selesai aku lagi nungguin mamih kan, terus aku lihat aldi, dia menuju ruangan rawat. aku penasaran kan, terus aku iseng tuh ngintip2 dari luar pintunya. ternyata ada seorang wanita yang tidur pulas banget tapi detak jantungnya lemah. bahkan hampir tidak ada tanda-tanda kehidupan. aku heran, sebenarnya siapa perempuan itu?" kataku panjang lebar

__ADS_1


" hm? apa mungkin pacar dia?" tebak Hana.


" masa sih seorang aldi punya pacar? wkwk." kata Stefi.


" kali aja sudaranya, kakaknya atau adiknya. bisa jadi kan?" kata Aisyah.


" nah, kalo aisyah bener tuh. kali aja saudaranya." kata Stefi lagi.


" ya namanya juga nggak tau, kan cumam nebak. tapi emangnya kenapa sih fir, kamu sampai sepenasaran itu". kata Hana.


" nggak papa sih, cuman pas aku lagi fokus ngintip eh aku ketangkap basah. hehe." kata ku.


" haha. itulah makanya jangan suka ngintip-ngintip nanti matamu sakit timbilan" Kata Aisyah.


" maksudnya?" tanya Stefi.


" iya, dia tiba-tiba membuka pintu tanpa ku sadari. hahahah. aku kaget banget pas itu." jawab Ku.


" hahaha, terus kamu gimana? ngomong apa?" kata Stefi.


" ya aku cari alesan lah. aku bilang aku mau ucapin terimakasih karena udah membawaku ke ruang uks kemarin, dan alasanku diterima. hehe." jawab Ku.


" wah, pinter juga lu ya." kata Stefi.


Ketika itu, tiba-tiba ada bunyi alarm kebakaran. lalu semuanya berlari keluar kelas. ternyata ada salah satu kelas yang mengalami kebakaran. apinya terlihat berkibar-kibar dengan asap hitam yang membumbung tinggi.


Dan semua siswa berkumpul di lapangan yang terletak di tengah-tengah sekolahan.


aku melihat ada siswi yang masih terjebak di kelas yang kebakaran itu, yang terletak di lantai 2. semuanya merasa ketakutan karena takut kalau saja apinya merembet ke sebelah-sebelahnya. Ada yang merekam, ada yang berdoa, ada yang cuma berdiri melihat saja, ada yang berlari-lari panik, ada juga yang mengabari ke staff sekolahan.


" aku ke toilet dulu yah, kebelet." kata ku yang sudah tidak tahan menahan rasa ingin kencing ini.


" iya fir, mau diantar gak?" kata Aisyah.


" nggak usah, bentar doang kok." jawab ku.


" hati-hati ya fir." katanya lagi.


aku langsung menuju toilet. ketika aku sampai didepan pintu toilet, aku melihat Aldi yang berlari sangat cepat dan masuk ke toilet laki-laki sambil membawa sesuatu di tangannya.

__ADS_1


aku heran, tapi sudahlah aku tidak mau tahu.


Tolong!!Tolong!!


Teriakan seorang siswi yang masih terjebak di dalam kelas yang kebakaran itu. dia terlihat sangat ketakutan sekali. sementara apinya semakin membesar dan asapnya semakin tebal, semua menutup hidungnya agar tidak sesak nafas akibat asap hitam itu.


" duh, kasihan banget dia." kata Aisyah.


" eh, itu sepertinya pak guru Joni sama guru olahraga kita." kata Hana sambil menunjukkan arah dimana Pak Guru Joni dan Guru olahraga itu sedang berlari menuju kelas kebakaran itu.


aku baru saja selesai dari toilet, dan kulihat dinding kelas sudah terlihat menghitam.


" ya ampun, apa nggak ada orang yang menolongnya?" ucapku khawatir.


" tadi sudah ada 2 guru yang mencoba menyelamatkan dia." jawab Stefi.


tiba-tiba semua bersorak.


" YEEEY!!!" sorakan dari siswa-siswi.


lalu aku langsung melihat apa yang terjadi.


" wah, yeeey ada si blackman tuh datang. aaahh pahlawanku! kyaaa!" ucap salah satu seorang siswi di kerumunan itu dengan. kegirangan.


"blackman?" kataku penasaran.


Dan semuanya bersorak sekali lagi. ternyata benar, ada sosok seorang laki-laki dengan berpakaian hitam datang, dan dia berlari diatas atap gedung sekolahan itu.


dia melompati dari kelas ke kelas lainnya. lalu dia masuk ke kelas kebakaran itu, dan sambil membawa tabung gas untuk berjaga-jaga. dia mencoba menyingkirkan kayu-kagu yang terbakar dan terjatuh dari langit-langit kelas. sesekali Blackman menutup matanya karena panas, dan akhirnya dia menemukan siswi yang terjebak itu, lalu dia menggendongnya dan membawanya keluar dengan berlari secepat mungkin. dengan bantuan pak guru, siswi itu sepertinya tidak sadarkan diri. lalu siswi itu diserahkan ke pak guru olahraga untuk dibawa ke ruang uks. sementara pak Guru Joni masih berdiri menatap si Blackman itu.


" tunggu . . boleh saya tau, kamu sebenarnya siapa?" tanya Pak Joni sambil menarik bahu kiri si Blackman itu.


Namun Blackman itu menjauhkan tangan Pak Joni dan pergi begitu saja.


Si Blackman itu melanjutkan larinya dan meninggalkan Pak Guru Joni yang masih berdiri menatapnya. lalu sesaat kemudian Pak Guru Jonipun pergi meninggalkan kelas itu karena ada tim pemadam kebakaran datang.


semua yang terluka sudah dievakuasi dan diberikan perawatan yang diperlukan.


Hingga beberapa menit kemudian, tim pemadam kebakaranpun berhasil menjinakkan apinya, hingga apinya padam.

__ADS_1


dan suasana berubah menjadi ricuh, akibatnya beberapa jam pelajaran dikosongkan. karena asap juga masih berkeliaran.


" sosok itu terlihat femiliar." ucapku penasaran.


__ADS_2