
Gurupun datang dan pelajaran dimulai. tapi fokusku masih dengan masalah yang tadi.
" oke, anak-anak. sekarang ibu mau menjelaskan materi bab 18, yaitu Bahasa tubuh. ada yang tau, bahasa tubuh itu gimana?" kata Bu Guru Yani.
semua diam, karena tidak mau menjawab.
" bahasa tubuh adalah bahasa yang tidak terucap namun bisa dimengerti. seperti misalnya, kita kasih jempol gini, artinya iya, oke, sip, pasti. kemudian kita misalnya ingin menolak ajakan, kita bisa menggunakan tangan kita seperti dadah, atau geleng kepala atau kita seperti bersalaman minal aidzin. yang artinya maaf."
haha, lalu semua tertawa. karena bagian terakhir itu lucu.
" loh kenapa ketawa kalian? betulkan, kalau kita menolak ajakan kiya biasanya ngomong maaf sambil kedua telapak tamgan ditempelin gini kan, kan seperti bersalaman minal aidzin walfaidzin nih pas lebaran."
haha, semuapun tertawa lagi. namun tidak denganku. aku masih memikirkan kejadian tadi dan ucapan Aldi.
" kalau bahasa tubuh kita tidak bisa, maka bisa menggunakan bahasa isyarat. ini biasanya untuk orang-orang khusu, atau tuli, bisu." jelas Bu Guru Yani.
" kemudian, dilihat dari ekspresi juga termasuk bahasa tubuh. kalau menangi, sedih, tertawa, bingung, pasti secara otomatis wajah kita akan mengeluarkan raut yang sesuai keadaan saat itu kan. itu namanya ekspresi. orang kalau pandai membaca ekspresi pasti bisa mengalihkan perhatian. tapi bukan cari perhatian yah, hehe."
" oke sampai sini, ada yang mau ditanyakan?"
" bu, mau nanya. apakah bahasa tubuh dan bahasa mata berbeda? lalu bagaimana membedakannya?" tanya salah satu siswa dikelasku.
" baik ririm. terima kasih. bahasa mata itu seperti bahasa yang tersirat. tidak terlihat dan tidak bisa dimengerti. ini kalau orang-orang yang cuek sama bahasa mata pasti dia tidak akan paham. bedanya, ya kalau bahasa tubuhkan masih bisa dicerna dan ada gerakan anggota tubuh. tapi kalau bahasa mata lebih ke pakai hati sih. dan biasanya ini buat orang-orang yang punya ikatan kuat. pasti akan mengerti." jelas Bu Yani.
" bu, katanya kalau menanggapi sesuatu jangan selalu pakai hati, nanti baper." kata salah satu siswa lagi.
haha, lalu semuanya tertawa lagi.
" hm, kalau itu beda lagi. makanya jangan berlebihan menanggapi sesuatu, sewajarnya saja, agar tidak baper. karena kalau sudah baper pasti kita mengharapkan sesuatu yang berlebihan juga. tidak baik seperti itu."
" iya bu, nanti di php in yah bu. haha."
" haha, betul itu."
lalu semua tertawa lagi, suasana kelas menjadi humor dan tidak tegang. namum aku
tidak terlalu mendengarkan apa yang Bu Yani jelaskan tadi. jadi aku ikuyan tertawa saja. hehe.
###
sementara di ruangan BK, Rey dan Aldi sedang diinterogasi.
" pak, apa saya salah? kalau saya ingin menjenguk teman sendiri." kata Rey.
__ADS_1
" teman kamu? atau mantan kamu?" tanya Pak Yanto.
" lebih tepatnya, mantan sih pak." jawab Rey.
" dan mantan itu adalah adiknya Aldi? betul aldi?!" tanya Pak Yanto kepada Aldi.
Aldi hanya mengangguk.
" kalau dari cctv sekolah, bahwa yang memukul duluan itu kamu rey, kenapa?"
" . . . itu . . karena saya marah pak."
" kenapa marah bisa sampai memukul orang seperti itu?"
" saya marah karena aldi melarang saya untuk menjenguk adiknya, mantan saya pak." jawab Rey.
" benar itu aldi? kenapa kamu melarangnya?"
" sebelumnya kita udah janjian pak, kalau dia tidak akan menemui adik saya lagi pak. jadi, apa ini salah saya?" kata Aldi.
" hm begitu. benar. ini salah kamu rey, kalau kamu sudah janji untuk tidak menemui mantan kamu lagi, ya tepati janji itu. itu baru cowok sejati."
" tapi pak, janji itu saya buat sendiri dan otomatis saya juga bisa melarangnya juga dong pak !".
" janji dibuat untuk ditepati ! jadi kamu harus menepati janji kamu kalau kamu bukan cowok pengecut. paham rey ?!" kata Pak Yanto sedikit keras.
" baik pak, terima kasih." ucap Aldi yang lalu keluar dari ruangan itu.
" dan kamu rey, kamu berdiri dilapangan sampai jam 12. sambil menjewer telingamu, dan tidak boleh turun sama sekali."
" lah kok gitu sih pak? salah saya apa pak?" tanya Rey.
" jelas- jelas kamu salah kaprah. pertama, kamu mukul Aldi, kedua kamu sering melanggar aturan sekolah, ketiga kamu tidak menepati janji kamu. jadi kalau kamu cowok sejati, tidak akan lari dari masalah dan hukuman. mengerti."
" baik pak. saya akan buktikan kalau saya cowok sejati."
ucap Rey yang langsung keluar dari ruangan itu begitu saja, dengan wajah emosi dan rasa bersalah juga. Rey lalu berdiri dilapangan, sesuai hukuman yang diberikan tadi.
sekarang pukul 10.30 WIB jadi sisa 2 jam lagi.
ketika itu aku melihatnya dari kaca jendela kelasku. dan fokusku semakin buyar.
" sst, fir itu sih rey dihukum kayaknya?" ucap Aisyah berbisik padaku.
__ADS_1
" hm." ucapku lirih.
hingga bel istirahat kedua berbunyi. aku duduk bersama ketiga temanku, sembari menatap Rey yang sedang berdiri ditengah lapangan sambil menjewer telinganya sendiri. jujur aku kasihan padanya, tapi aku tidak bisa apa-apa yang ada aku justru malu punya pacar tukang bikin masalah.
" fir, pacarlu kagak kelaperan apa tu?" tanya Stefi sambil menyantap sempolan kesukaanya.
" oh iya yah? duh, pasti dia kelaperan." jawab ku spontan.
aku langsung berdiri dan menuju ke kantin.
" mau ngapain fir?" tanya Hana.
" beli jajan, buat Rey."
aku berniat ingin membelikan roti isi keju buat Rey. buat mengisi perutnya yang sudah pasti kelaparan. aku berjalan menghampiri Rey, dari jauh Rey sudah menatapku, sudah pasti dia tau aku akan datang menghampirinya. Rey tersenyum padaku. tapi aku tidak membalasnya senyum.
" kamu laper gak?" tanyaku padanya.
" mau laper atau enggak pun gak dibolehin kemana-mana." jawab Rey.
lalu tanpa pikir panjang aku langsung saja meletakkan rotinya disaku bajunya Rey.
" ini roti buat kamu."
Rey tersenyum padaku.
" makasih ya sayang."
" tapikan gak bisa makan, karena tangannya gak boleh turu." kata Rey.
aku lalu duduk disamping Rey berdiri.
" kenapa kamu duduk disitu fir?"
" duduk aja kali, nggak papa. lagian ini juga jam istirahat."
" oh iya sekarang jam berapa?" tanya Rey.
" 12.15. kenapa?"
" yes. akhirnya masa hukumanku udah berakhir." kata Rey yang langsung duduk disampingku.
Rey lalu meyantap roti isi yang kuberikan tadi, dengan lahap. kuberikan juga minuman dingin buat dia.
__ADS_1
" makasih ya, kamu pengertian banget." kata Rey.
aku hanya tersemyum kecil saja dan sembari melanjutkan makan siang kita di lapangan sekolah.