
Aldi masih menunggu dengan perasaan yang tidak dimengertinya.
Tiba-tiba dering telepon berbunyi. Aldi mendengarnya dari dalam tas Fira yang kini digenggamnya. lalu Aldi mencoba mengangkat teleponnya.
"halo ... fir, kamu dimana, kata mba riri kamu belum pulang?" ucap seberang telepon
Aldi tau siapa yang meneleponnya. dia adalah Hana. Aldi ragu untuk berbicara, karena dia bingung.
"halo ... fira, kok diem aja, fir, fira! halo ..." ucapnya lagi.
lalu Aldipun berniat ingin berbicara.
"h .. halo .." kata pertama Aldi.
"loh? ini siapa? fira mana?" tanya Hana di telepon.
"ini, aldi ... fira ... dia ..." kata Aldi terbata-bata.
"loh ... kok aldi sih? fira mana? kenapa bisa hpnya ada di kamu?" tanya Hana lagi.
"fira ... dirumah sakit." jawab Aldi.
"hah? dirumah sakit lagi? kenapa, kok bisa?"
"iya, ceritanya panjang." jawab Aldi.
"oke deh, aku, Stefi, Aisyah nyusul ke rumah sakit ya." kata Hana.
lalu tak lama kemudian mereka bertiga pun sampai di rumah sakit. Aldi sedang duduj menunggu, dan melihat mereka bertiga berjalan ke arahnya dengan wajah khawatir.
"astaghfirullah, aldi kenapa bisa seperti ini?" tanya Aisyah to the point.
Aldi masih diam dan memikirkan kata-kata yang akan dikeluarkan. lalu Aldi bercerita dari awal hingga akhir. tak ada yang disembunyikan satu kejadianpun. maka wajah mereka bertiga juga terkejut dan panik.
"fira kenapa si? dia sering pingsan, terus mimisan?!" kata Hana.
lalu Aisyah segera menelepon Mamih Dira. dan tak lama kemudianpun Mamih sampai dengan wajah panik, khawatir, tegang dan segala ketakutan terlihat di wajahnya. Aldi baru pertama kali melihat Mamihnya Fira, dia langsung diam terpaku. entah apa yang merasukinya.
lalu Aisyah duduk disamping Aldi.
"aldi, kalau sampai Rey tau ini, bakalan semakin kacau. dia nggak akan segan-segan mukulin kamu bahkan dirumah sekalipun. karena ... dia sayang banget sama Fira, terlihat jelas dimatanya. dia tidak mau terjadi sesuatu sama fira."
mendengar itu, Aldi merasa perasaan yang khawatir saat itu dia rasakan berubah menjadi gelas yang pecah. seperti hancur berkeping-keping.
"sayang?" ucap Aldi dalam hati.
"ya udah aldi, makasih ya udah nolongin fira. sekarang kamu boleh pulang."
lalu Aldipun mengangguk, tanda mengerti.
__ADS_1
dia memberikan tas Fira kepada Aisyah dan lalu berjalan menjauhi tempat itu.
Namun, perasaannya masih terbelenggu.
Selama di perjalanan, Aldi hanya diam dan tatapannya seperti hanya menatap kejadian tadi. teringat ketika Fira menggenggam kedua tangannya dan menempelkan di pipinya.
"kenapa ... badanku memanas lagi, dan ... kenapa jantungku tiba-tiba berdetak sangat kencang. ada apa ini?" ucap Aldi dalam hati.
dia lalu memfokuskan diri untuk menyetir motornya.
TRIING TRIING TRIING !!!
Dering telepon berbunyi. Aisyah pun mengangkat teleponnya yang ternyata adalah Rey.
"iya halo. assalamualaikum." sapa Aisyah.
"ini ... bukan fira?" ucap Rey dari telepon.
"bukan, ini aisyah. fira dirumah sakit karena tadi pingsan lagi." helas Aisyah.
"apa? dia dirumah sakit? oke. aku akan kesana." kata Rey.
"rey, nggak usah. sebentar lagi kayaknya fira mau pulang, dia sudah sadar kok. lebih baik nanti besok kamu sekalian jemput fira." kata Aisyah.
"hm ... baiklah. makash syah." jawab Rey, lalu ditutup teleponnya.
Rey terkejut, sebenarnya apa yang terjadi dengan pacarnya itu.
dia lalu duduk dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"rasanya aku jadi bingung, dulu aku bahagia sekali bisa berpacaran dengan fira. tapi ketika aku melihat gista ada didepanku, semua penglihatanku teralihkan. dan membuatku bimbang." gumamnya lagi.
"apa yang sebenarnya aku rasakan? kenapa aku tidak bisa sepenuhnya melupakan gista? apa karena perasaan bersalahku atau aku ... masih mencintainya." gumamnya Rey sambil rebahan.
"fira ... aku tidak bisa membiarkan terjadi sesuatu padanya. tapi, rasanya dia sakit-sakitan. dan itu ... membosankan." celetuk Rey.
###
Aku yang sedari tadi siuman dan menunggu keputusan dokter. hingga akhirnya aku dibolehkan pulang dan dirawat dirumah. ketika ku membuka pintu rumah sakit, tiba-tiba aku teringat seseorang.
"eh ... aisyah, aldi dimana?" tanyaku spontan.
"hm? .. aldi? dia, udah pulang fir." jawab Aisyah.
"oh, syukurlah." ucapku lirih.
lalu Aisyah, Hana dan Stefi mereka juga pulang. sementara aku pulang bersama Mamih tercintaku. selama diperjalanan aku masih teringat jelas apa yang sudah terjadi.
"dia sangat hangat ... hm😊. entah rasanya aku nyaman sekali di tengah-tengah rasa dingin yang menusukku." ucapku dalam hati.
__ADS_1
"whatt??? wait ... kenapa aku jadi mikirin dia sih, iihh. duh, gara-gara seharian ini sama dia. aku sampai nggak sadar mikirin dia." ucapku.
tanpa sadar aku tersenyum.
"tapi ... rasanya beda sama rey, entah kenapa rey tangannya dingin dan sedikit kasar. huf ... kenapa aku jadi membandingkan rey sama aldi sih, mereke berduakan musuhan. musuh rey, musuhku juga. tapi tapi ... ah sudahlah. lupakan!" gerutu Fira.
"fira sayang, kamu kenapa, dari tadi geleng-geleng kepala?" tanya mamih.
" eh ... enggak mih, cuma tadi rambut fira basah jadi biar kering, hehe." jawabku beralasan.
lalu mamih tiba-tiba mengusap rambutku.
aku merasakan kehangatan yang ada ditelapak tangan mamih, rasanya nyaman. kehangatan yang sama kurasakan ketika menyentuh tangan Aldi.
###
Aldi baru sampai di rumah. dia langsung disambut Bundanya.
"ya ampun aldi, kenapa kamu baru pulang, bunda sangat khawatir sama kamu nak."
"maaf bunda, aldi ada kerja kelompok." jawab Aldi dengan wajah lesu.
"terus kenapa bajumu basah semua?" tanya Bunda lagi.
"tadi kehujanan bunda." jawab Aldi.
"ya sudah, bunda siapkan air hangat dulu buat mandi." kata Bunda yang lekas menuju kamar mandi.
Aldi hanya mengangguk saja, dia lalu meletakkan tas dan melepaskan sepatunya.
lalu bergegas menuju kamar mandi.
Dinyalakannya shower lalu keluarlah air dari lubang-lubang shower itu. Aldi menikmati setiap air yang mengalir disekujur badannya. dia sambil memejamkan matanya dan tiba-tiba bayangan itu muncul lagi.
DAG DIG DUG !!!
Bunyi detak jantung yang tiba-tiba kencang.
"apa yang terjadi, kenapa jantungku selalu berdetak kencang setiap kali teringat ... fira."
lalu Aldi melanjutkan mandinya. setelah 10 menit kemudian selesai, aldi bergegas ke kamar dan merebahkan dirinya ke atas
ranjang miliknya. dilipatkan kedua tangannya ke bawah kepalanya sebagai bantal, matanya masih terbuka menatap langit-langit kamar.
"rasanya aku tidak bisa tidur malam ini." gumam Aldi.
lalu Aldi membuka ponselnya dan melihat Youtube, lalu menonton film horor.
tapi lagi-lagi dia melihat Fira lah yang menjadi pemain dalam youtube itu.
__ADS_1
"astaga !!! kenapa fira ada di youtube, apa dia youtuber? huf ..." celetuk Aldi.
lalu Aldi meletakkan ponselnya diatas meja dan membenarkan posisi bantalnya lalu memejamkan matanya.