
" ini dari pihak rumah sakit xxx, hanya ingin memberi tahu kalau saudari gista sudah siuman." kata penelepon.
mendengar kabar itu Rey menjadi sangat terkejut. dia hampir saja menjatuhkan ponsel yang digenggamannya. bibirnya bergetar, tangannya lemah, dan matanya berkaca-kaca. tapi dia segera tersadar dari realita. kalau sekarang dia sedang bersama Fira, kekasihnya. dan masih ada perkataan yang harus diselesaikan. kemudian Rey pun kembali duduk bersama Fira dan kembali melanjutkan perkataanya.
" fira, jadi aku ke rumah sakit menjenguk sepupuku. aku dan dia sangat dekat sekali sejak kecil, dia sudah seperti adikku. jadi . ." ucap Rey.
" jadi apa?" kataku.
" jadi, apa kamu masih marah denganku?" tanya Rey.
aku diam sejenak, menatap matanya dalam-dalam. lalu aku menghelas nafasku, dan menggelengkan kepala ku. pertanda kalau aku sudah tidak marah dengannya.
" kamu percaya kan sama aku?" tanya Rey lagi.
" iya aku percaya. tapi aku minta satu hal dari kamu." kataku.
" apa sayang?" tanya Rey.
" tolong, beritahu ke aku semua hal yang akan kamu lakukan." kata ku.
" iya. aku akan selalu beri tahu ke kamu apapun yang aku lakukan. aku janji." ucap Rey dengan sangat yakin.
dia menatapku dan menggenggam jemariku. hangat rasanya, dan nyama. seperti tidak mau melepaskan genggamannya. lalu aku mengambil ponselku dan mematikan rekamannya. aku sengaja merekam perkataan Rey agar menjadi bukti jikalau suatu saat dia berbohong padaku.
bukannya aku tidak percaya, sebagai wanita akupun ingin dimengerti, diperhatikan, dan dianggap prioritasnya. namun aku juga tahu diri, hubungan kami masih ada batasannya. makanya aku hanya berjaga-jaga saja, supaya aku bisa merasa aman.
lalu kami melanjutkan dinner kami, entah kenapa Rey berubah menjadi bersemangat sekali. diapun mulai menceritakan hobinya, dan aktivitas diluar sekolahnya selain futsal. dia mulai menceritakan kehidupan pribadinya. dia seakan tahu apa yang ingin aku ketahui darinya. dia bercerita banyak tentang kehidupannya, yang tidak aku ketahui. jujur saja, aku lega akhirnya Rey mau menceritakan semuanya padaku tanpa terkecuali. tapi rasanya aku terlalu egois, dan terlalu menuntut.
###
Aldi sedang berdiri menatap adik tercintanya itu. perasaan senang dan terharu tentu saja ia rasakan, namun ada perasaan sedih juga. karena di hari pertama adiknya siuman, justru dia tidak mengenali kalau dia adalah kakaknya.
Lalu Aldi mendekati adiknya itu yang masih tertidur dengan pulas. lalu mengelus-elus rambutnya yang sudah lama tidak terurus. jemari mungilnya tiba-tiba bergerak, dan matanya terbuka secara perlahan-perlahan.
dilihatnya Aldi yang sedang berdiri dan memegangi kepalanya, dia langsung menjauhkan kepalanya dari tangannya Aldi.
Aldi bingung, karena biasanya adiknya sangat senang sekali kalau kepalanya dielus-elus kakaknya itu. lalu segera Aldi menyadari kalau Gista sedikit kehilangan memorynya karena terlalu lama koma, sehingga daya kerja otak melambat.
" siapa?" tanyanya.
Aldi tersenyum. Budhe kebetulan sedang keluar membeli makanan di kantin.
__ADS_1
" namaku Aldi, kamu pasti lupa kan? aku ini kakak kamu. dulu kamu manggil aku, abang. bang di, bang di . . gitu hehe."
namun Gista seolah tidak percaya apa yang dia ucapkan. tapi Aldi sabar, dia tahu kondisinya sekarang.
" tenang aja. aku bukan orang jahat. kalau kamu masih bingung, anggap aja aku seperti itu. aku yang selalu nemeni kamu disini, sama budhe juga. budhe itu kalau kamu manggilnya dengam sebutan bunda." jelas Aldi.
" bunda. bunda dimana?" kata gadis itu.
" hm? kamu ingat bunda?" tanya Aldi.
gadis itu hanya menatapnya dengan tatapan bingung dan penasaran.
" apa aku anak bunda?" tanya gadi itu.
" . . . iya . . kamu anak bunda. bunda lagi keluar beli makanan buat kita." kata Aldi.
lalu Aldi duduk disamping gadis itu dan membawakan minuman air putih hangat agar diminum.
" ini kamu minum dulu ya, supaya nggak kering tenggorokannya." kata Aldi dengan penuh perhatian.
lalu gadis itu pun menurutinya.
Aldi mungut salah satu foto yang terpajang di situ, yaitu foto dirinya dan adiknya ketika masih kecil.
kata Aldi sembari menunjukan gadis kecil nan imut di foto itu.
lalu gadia itupun tersenyum kecil. Aldi juga ikutan tersenyum kecil.
" ini aku. abang kamu. dulu aku pernah jatuh dari prosotan gara-gara merosotnya kebalik dan kepalanya yang nyentuh tanah duluan. sakit sekali, lalu aku nangis kenceng banget. waktu aku ditolongin, eh kamu ikugan nangis juga." kata Aldi.
gadis itu mulai tersenyum semakin lebar dari sebelumnya. namun masih diam dan tidak berbicara.
lalu Aldi meletakkan kembali foto itu ke tempatnya semula.
" aku juga masih ingat, kamu dulu pernah bilang, kalau kamu pingin jadi pramugari kaya mamah. padahal badan kamu aja dulu gemuk banget, hahaha jadi mana mungkin kamu bisa jadi pramugari." kata Aldi.
gadis itu mulai tertawa kecil sembari mendengarkan cerita Aldi.
tiba-tiba pintu terbuka. ternyata budhe sudah datang membawa makanan.
" assalamualaikum, bunda bawakan pudding keju sama makanan kesukaan kamu sayang. dan aldi juga." ucap Budhe.
__ADS_1
" waalaikumsalam wr.wb . . .waah waah enak nih. makan ah." kata Aldi manja didepan budhe.
itu adalah cara untuk memancing Gista agar dia tidak merasa asing.
" ini sayang, pudding keju kesukaan kamu. coba dimakan." ucap Budhe.
lalu Gadis itu memakan satu sendok pudding kejunya, dan menelannya.
" gimana rasanya sayang? enak?" tanya Budhe
gadis itu tersenyum lalu mengangguk. tanda kalau pudding nya beneran enak.
" aldi, kamu juga ya dimakan nanti risoles nya.. dihabisin pokoknya. budhe sengaja beliin itu buat kamu."
" iya bud . . eh maksudnya bunda."
kemudiam Budhe itu melirik ke arah Aldi duduk dan mengerutkan dahinya.
" aldi, gimana sekolahmu?" tanya Budhe kepada Aldi.
" sejauh ini baik-baik aja." jawab Aldi sembari makan risolesnya.
Budhe lalu menyalakan televisi supaya tidak bosan.
lalu ada berita muncul, berita perampokan bank beberapa hari yang lalu dan terekam sosok penyelamat itu. dialah sosok Blackman.
" hm . . ya allah gusti. kok bisa ya bank diampok, eh tapi untung ada si blekmen yang nolongin. huhf." ucap Budhe itu terkagum.
Aldi hanya melirik ke arah Budhe saja lalu melirik ke arah adiknya yang juga sedang menonton televisi.
Gista seperti terkejut dengan sosok yang ada ditelevisi. dia lalu melamun.
" sosok yang familiar." ucap Gadis itu dalam hati.
namun mulutnya terisi dengan pudding.
lalu Aldi tiba-tiba mengganti channel acara tv nya.
" eh, kok diganti sih. " kata Budhe.
" gak bagus bun, mending nonton film ini aja. tuh perang kerajaan majapahit." kata Aldi.
__ADS_1
lalu merekapun melanjutkan makan sorenya hingga habis.