BLACKMAN

BLACKMAN
6. HANGOUT


__ADS_3

Memang paling enak mandi air mawar dengan air hangat. Harum, merilekskan badan dan pikiran, sambil mendengarkan musik yang bernada slow tapi tidak melow. Ah menyegarkan sekali. kugosok-gosok badanku agar kotorannya rontok. hingga satu jam kemudian aku turun dari bak mandi dan segera mengambil handukku. ku usapkan untuk mengelap rambutku yang basah. lalu ku ambil kimono berwarna navy, warna kesukaanku dan memakainya.


sembari memgeringkan rambutku dengan hair dryer, tiba-tiba ada chat masuk. saat ku lihat namanya, aku langsung tersenyum sumringah. Yaa tentu saja itu pacarku. Rey mengajakku hangout hari minggu. Tapi aku harus menyipkan pakaiannya dari sekarang, karena naluri perempuan selalu memikirkan untuk jangka panjang. kalau saja pas di hari minggu tiba-tiba nggak cocok atau mungkin tiba-tiba sobek, bisa diganti dengan baju yang lain jadi tidak dadakan.


Hari Minggupun tiba, pukul 09.15 !


Tulit! Tulit! Tulit!


Bunyi jam beker membangunkanku. Aku bangun dan duduk sebentar. rambut acak-acakan dan bekas iler masih menempel. kuliat handphone ku, ada 5 panggilan tak terjawab.


Aku terkejut !


" haah? . . . udah jam sembilan, aku telat. aku harus nelfon rey dulu nih." kataku terperanjat dari tempat tidurku dan langsung ambil handuk sembari menelfon Rey.


" hallo, rey maaf yah. aku baru bangun." ucapku.


" oh, pantesan ditelfon tadi nggak diangkat. ya udah, kamu cepat mandi dan siap-siap ya." jawab Rey.


Syukurlah Rey sepertinya tidak marah.


" okey. bye." kataku mengakhiri panggilan.


Akupun langsung menjebur ke bak mandi kesayanganku. kali ini aku memakai lulur supaya kulit segar dan harum serta halus. setelah selesai mandi, aku langsung memakai baju yang sudah kupersiapkan dari hari jumat kemarin. Setelah kupakai dan ternyata cocok buat hangout bareng pacar. langsung aku duduk didepan cermin rias. dengan rambut masih dibalut handuk. aku mulai membersihkan wajahku dengan toner, lalu memakai lip balm, selanjutnya memakai serum wajah, dan mengukir alis. tidak tebal tapi supaya rapih saja. lalu aku pakai sunscreen agar kulit wajahku terlindungi dari paparan sinar matahari. lanjut pakai foundation tapi tidak terlalu banyak, secukupnya saja, kemudian oleskan blush on secukupnya biar keliatan natural. setelah itu eye shadow agar mata terlihat fresh, lalu maskara dan terakhir softlens. selesai.


JRENG!!JRENG!!!


Tinggal pakai sepatu model slip on atau sneaker nih, keren deh buat acara hangout.


*Sedikit tips dari aku, kalau misalkan mau hangout sama pacar atau teman-teman diusahakan jangan memakai pakaian yang ribet, cuku yang simple aja dan jangan kebanyakan aksesoris nanti jadinya kaya ondel-ondel. kalau untuk sepatu juga jangan memakai yang high heels atau wedges, cukup pakai sepatu yang mudah dilepas pakai dan nyaman dikaki.*


Dan aku pun sudah siap semuanya. Baju dalam warna navy dan outer warna burgundy, dengan celana pants hitam memang sudah cocok.


Tinggal aku menunggu kereta kencana bersama pangeran hatiku datang menjemputku.

__ADS_1


Tak lama kemudian Rey pun datang dengan pakaian yang bisa dibilang serasi. Dia memakain celana hitam dan kaos berwarna burgundy hanya saja agak gelap.


Rey terlihat keren dan macho.


Sekitar satu jam perjalanan kita menuju ke tempat yang lagi hits, kece dan nggak lupa kerennya pake abis. Bukit Kukusan namanya. Sebuah tempat wisata yang indah dan ramai pengunjungnya, ada banyak spot-spot untuk foto ala instagramable. semuanya keliatan beautiful, sampai aku speechless. Aku terkagum-kagum dengan keindahan yang tiada tara. mataku berbinar-binar memandangi pemandangan dari atas bukit itu. sungguh hebat sekali Sang Penciptanya.


inilah Kota kelahiranku, Kota Pemalang.


Dengan dipadu awan yang biru nan cerah, angin sepoi-sepoi seakan-akan ikut menemani perjalanan kita, senyum canda tawa ku rasakan saat itu. Kebahagiaan yang muncul begitu saja ditemani dengan pacar tercinta. Dia terus menggenggam tanganku dengan senyuman diwajahnya.


Tapi tentu saja, perjalanan untuk sampai di atas bukit itu sangat melelahkan. Tak jarang dari para pengunjung yang rehat sebentar untuk makan dan minum. kita pun juga ikut rehat sebentar. Aku pun membeli minuman untuk menghilangkan dahaga ku. tentu saja Rey juga kubelikan minum.


Kemudian kita melanjutkan perjalanannya, semua yang kulihat rata-rata pengunjung disitu adalah sepasang kekasih atau suami istri.


" makasih ya rey, kamu udah bawa aku kesini." ucapku dengan senyum bahagiaku.


" hehe, iya sayang. aku akan membawamu ketempat yang penuh dengan keindahan dan keajaiban yang nggak pernah kamu duga." jawab Rey romantis.


" dan aku akan selalu ada bersamamu." kataku sembari memegang erat tangan Rey.


" oh ya rey, apa kamu kenal salah satu cowok di kelasku?" tanyaku iseng.


" hm? cowok dikelasmu kan banyak." jawabnya.


" iya, maksudku salah satunya?" tanyaku lagi.


" nggak. aku tidak kenal dengan anak cowok dikelasmu." jawabnya sembari meminum minuman botolnya.


aku pun hanya mengangguk dan juga minum, karena kaki sudah mulai pegal, kita pun akhirnya turun.


" ternyata udah 3 jam kita disini?" kata ku sembari melihat jam.


" iya, gak kerasa ya." jawab Rey

__ADS_1


" seperti inilah perjalanan sebuah hubungan, awalnya pernuh perjuangan tapi semua akan indah pada waktunya." tambah Rey.


aku menatap ke awan siang itu.


" iya, benar. dan kalau kita menjalaninya dengan suka cita maka semua tidak akan terasa hingga kita menikah nanti." ucap ku.


Rey kemudian memandangiku, dan menatapku dengan serius.


" kenapa rey?" tanyaku bingung.


Rey hanya tersenyum padaku.


" kita nggak pernah tau siapa yang akan jadi pendamping hidup kita, kita hanya bisa berusaha memilih, mengejar dan mendapatkan. selebihnya itu kehendak Tuhan." kata Rey.


ucapan dia membuatku sedikit terkejut. dan aku terdiam. prasangka buruk itupun mulai muncul. namun segera kutepiskan. aku tidak mau merusak keindahan moment saat itu.


kita pun akhirnya mampir ke warung dan makan siang sambil beristirahat.


sembari mengobrol-ngobrol dan bercanda tawa.


" em rey . . sebenarnya kemarin aku lihat kamu memanggil aldi?" tanyaku.


" hm? kamu lihat dimana?" katanya.


" di koridor saat itu." jawabku.


" oh . . itu . . dia . . dia itu anak futsal." jawabnya.


" . . . oh futsal ya. pantesan aja kenal, tadi kamu bilang nggak ada yang kenal dengan anak cowok di kelas ku?!" kataku.


" oh dia sekelas sama kamu?" tanyanya.


" he em. tapi dikelasku, dia banyak diam dan karena wajahnya judes itu banyak yang tidak suka dengannya. tapi ternyata, dia teman futsalmu juga. haha." jelas ku.

__ADS_1


Rey terdiam dan hanya bisa diam tidak berkata apa-apa.


Aku pun melanjutkan makan. setelah makan kita pun membeli oleh-oleh.


__ADS_2