BLACKMAN

BLACKMAN
11. MENGUNTIT


__ADS_3

" sosok itu terlihat familiar". ucap ku penasaran.


" ah aku ingat !" kataku dengan cukup keras.


" eh, kamu ingat apa fir?" tanya Hana.


" ternyata dia yang nolongin aku waktu mau diculik, iya dia ! blackman !" kataku sambil senyum.


" hah? bener kan ! aahh kamu berarti udah pernah ditolong sama si blackman ! uuhh senangnya ! aku juga mau dong !" kata Hana.


" sstt. jangan keras-keras ngomongnya nanti kedengeran." kata ku sembari membungkam mulut Hana yang cerewet.


" oh iya. heheh." kata Hana.


Karena kejadian kebakaran membuat asap menyebar ke seluruh lokasi sekolahan, akhirnya beberapa jam pelajaran dikosongkan. karena digunakan untuk mengevakuasi siswa-siswa yang kelasnya mengalami kebakaran tadi.


" eh guys, ini kan paling bentar lagi dibubarin karena jam kosong. jadi nanti kita jalan-jalan yuk."


" hem, ayok-ayok. aku juga mau merefresh pikiran nih, putek mau semesteran." kata Aisyah bersemangat.


" eh, syah tumben banget kamu semangay diajak jalan-jalan. biasanya juga ogah !" kata Stefi.


" hm emangnya kenapa toh. lah aku juga pingin jalan-jalan kok." jawab Aisyah.


" hahaha. ya udah nanti sehabis pulang sekolah kita langsung cuss ke mall okey!" kata Hana.


" okey!" jawab kita bersamaan.


hahahah kita malah kesenangan dibalik penderitaan orang lain.


Tapi, hari itu memang selain pelajarannya hitung-hitungan semua, kita juga sudah diributkan dengan materi UAS yang katanya ada tambahan paket. jadi kita merasa penat dan pusing.


jadi tidak ada salahnya kita merefresh pikiran kita. So, akhirnya kelaspun dibubarkan dan kita langsung berangkat ke mall.


selama diperjalan kita banyak mengobrol dan menyanyi bersama. sangat menyenangkan dan bisa membuat kita melupakan sejenak pelajaran-pelajaran yang memusingkan kepala. memang teman adalah salah satu obat menghilangkan stress. percayalah !


sampailah kita di mall. tempat untuk melampiaskan kepenatan kita karena tugas sekolah.


" hahah yey ! akhirnya bisa kesini lagi setelah sekian lama." kata Aisyah.


" hahaha aisyah kegirangan banget dah." kata Stefi sambil menarik jilbab aisyah.


" iihh, stefi jangan tarik-tarik jilbab ah. nanti keliatan rambutku." kata Aisyah.

__ADS_1


" wlee." kata Stefi meledek.


" eh kamu ya, mau ku tarik rambut kau ! sini sini !" kata Aisyah sambil mengejar Stefi yang sudah kabur duluan.


" hey, kalian jangan kaya anak kecil deh." kata ku sambil tertawa karena tingkah mereka.


" hahah, dasar bocah !" timbal Hana.


kita menuju ke tempat permainan, kita membeli banyak koin dan menjajal semua permainan. kita sangat menikmati permainan itu, dan kita bersenang-senang ria sebelum ujian akhir.


aku dan Hana mencoba bermain lempar bola basket, dan aku memang banyak, dapat banyak kupon. haha aku memang jago bermain basket. sementara Stefi dan Aisyah bermain balap mobil. Aisyah gitu-gitu jago permainan balap mobil lhoo.


" gila lu syah, lu gini-gini jago juga yah. hahah. kita seri lhoo." kata Stefi terkagum-kagum.


" hm iya dong. makanya jangan suka meremehkan aku. jangan melihat orang lain hanya dari penampilannya saja." jawab Aisyah.


" hm. iya iya. yuk samperin fira sama hana."


Stefi dan Aisyah pum memghampiri aku dan Hana. sudah sekitar 2 jam kita bermain, dan sekarang kita kelaparan. kitapun rehat sebentar dan membeli minuman untuk mengisi tenggorokan yang dahaga.


ketika itu, aku fokus dengan hp ku. tiba-tiba Stefi berbicara sesuatu.


" fir, fir. itu rey bukan sih? kok mirip rey ya?" kata Stefi.


aku langsung melirik kearah yang Stefi tunjukan. aku menyipitkan mataku dan memfokuskan pandanganku kepada sosok laki-laki itu.


" eh iya fir. itu Rey, liat deh seragamnya, sepatunya, jaketnya." kata Hana yang juga sependapat dengan Stefi.


" dia nyusulin kamu fir?" tanya Stefi.


" enggak. dia tidak kasih kabar ke aku. dia juga nggak bilang kalau mau pergi, biasanya dia bilang kalau mau latihan futsalm" kata ku.


" lah, terus itu si rey beli bunga sama coklat buat siapa?" kata Aisyah.


" wah, apa jangan-jangan mau kasih surprise ke kamu fir !" kata Hana.


aku hanya kebingungan saja. tetapi aku juga penasaran, kenapa rey membeli bunga dan coklat itu? lalu untuk siapa? kenapa dia tidak bilang kepada ku?


" hm. apa kita ikuti dia aja." ucap Stefi.


" yah, bener juga tu ide stefi." kata Hana.


aku ragu, namun akhirnya aku setuju dan Aisyah hanya mengikuti kita bertiga saja.

__ADS_1


lalu kitapun memgikuti kemana perginya Rey. hingga kita berhenti didepan sebuah rumah sakit umum. kita penasaran, tapi kita harus sabar menunggu kejadian selanjutnya.


" siapa yang sakit fir? apa ada keluarga rey yang sedang sakiy?" tanya Stefi.


" enggak, dia sama sekali nggak cerita ke aku kalau ada keluarga yang sakit atau saudaranya. jadi aku nggak tau." jawabku mulai cemas.


" hm, mungkin aja neneknya, atau saudaranya orang tuanya. kita berpikir posotif aja, jangan suudzon, dosa lhoo." kata Aisyah.


kita semua hanya diam, karena perkataan Aisyah ada benarnya juga. kita menunggu sampai Rey keluar dari pintu rumah sakit itu. akhirnya, setelah sekitar 30 menit Rey pun keluar dengan wajah lusuh.


" rey sudah keluar. tapi kayaknya dia sedih." kata Stefi yang pertama kali melihat Rey keluar.


aku merasa tidak tahan dan ingin menghampirinya, lalu menanyakan yang sebenarnya. tapi nanti Rey malah mencurigai ku karena telah mengikutinya.


" mungkin aja keluarga dekatnya dia fir. kamu jangan berprasangka buruk dulu ya?!" kata Aisyah kepada ku.


aku hanya mengangguk dan menghela nafasku.


" ya sudah, gini aja. besok kamu tanyain baik-baik ke dia." kata Hana.


lagi-lagi aku hanya mengangguk saja, karena aku memang tidak tahu harus berbuat apa.


lalu kitapun memutuskan untuk pulang saja, karena hari juga semakin sore dan rasa capek karena terlalu bersemangat tadi.


selama perjalanan pikiran ku hanya memikirkan Rey saja. aku sedih, tapi aku juga cemas dan sedikit kesal.


sesampainya dirumah, mereka bertiga langsung pamitan pulang.


aku langsung masuk kekamarku dan menghempaskan badanku ke kasur ternyaman ku. aku menatap layar ponselku berharap ada notifikasi atau chat masuk dari Rey.


###


Aldi baru saja sampai apartemennya setalah seminggu menginap di rumah sakit.


" iya halo budhe? " kata Aldi yang sedang ditelepon seseorang.


" tadi budhe sudah pesenin makanan buat kamu, nanti dimakan yah." kata seseorang diseberang.


" hm. terima kasih budhe. pasti aldi makan habis, hehe." jawab Aldi.


" iya, gak usah segan-segan. kalian kan anak budhe juga." kata budhe.


Aldi tersenyum, dia terlihat terharu.

__ADS_1


lalu telepon pun berakhir. Aldi memandang 2 foto yang bersebelahan. foto satu Aldi, Gista dan kedua orang tuanya. Dan satunya lagi foto Dia, Gista dan keluarga budhe.


__ADS_2