
"Saya Terima lamaran pak Zyandru"
Zyandru yang mendengar tak bisa menahan dirinya lagi, pria itu memeluk wanita yang duduk tepat di sampingnya.
"Makasih Alula, akan aku pastikan kaamu bahagia hidup denganku"
Alula menepuk-nepuk punggung Zyandru, "pak peluknya jangan terlalu kenceng, saya gak bisa napas"
Mendengar perintah Alula, Zyandru langsung melepaskan pelukannya, "maaf aku terlalu senang"
Alula hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Zyandru.
"ANSELL MASUK"
Alula terlonjak kaget karena Zyandru tiba-tiba berteriak, wanita itu terlihat mengusap dadanya.
"Ansell saya ada kabar gembira, saya dan Alula akan menikah" Zyandru berbicara dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya.
"Pak Ansell kok diam aja?" tanya Alula yang melihat Ansell hanya diam sejak masuk.
"Eh iya gimana? tuan sama Alula mau menikah, saya ucapkan selamat untuk kalian berdua" Ansell memaksakan senyumnya.
"Alula kita nikahnya minggu depan gimana?"
Hah!
"Gak terlalu cepet pak?"
"Lebih cepat lebih baik Alula, oh iya, kamu mau konsep pernikahan kita kayak gimana?"
"Saya gak ada pengalaman kesana jadi bingung, terserah pak Zyandru aja deh"
Senyum yang sejak tadi menghiasi wajah Zyandru, tiba-tiba hilang begitu saja.
"Sebenarnya aku mau kasih tau sesuatu, tapi takut kamu marah Alula"
"Emangnya pak Zyandru mau kasih tau apa? kenapa saya harus marah?"
"Sebenarnya aku punya saingan bisnis, dia sudah beberapa kali mencoba membunuhku, kalau sampai dia tau aku menikah, dia pasti akan mencoba membunuh kamu juga Alula, aku takut"
Terlihat sebuah ketakutan di wajah Zyandru, sedangkan Alula, wanita itu terdiam memikirkan sesuatu.
"Ya udah kita buat pernikahan yang sederhana aja, hanya keluarga yang datang."
__ADS_1
Berbeda dengan Ansell yang merasa terkejut, dalam hati Zyandru merasa senang.
"Emangnya kamu gak masalah Alula?"
"Gak masalah pak"
"Setelah urusan aku sama dia selesai, aku janji akan mengumumkan pernikahan kita suatu saat nanti"
Alula hanya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
"Ansell kamu tolong urus pernikahan saya dan Alula ya" pinta Zyandru tanpa menatap asistennya itu.
"Baik tuan, saya permisi, sekali lagi selamat"
Begitu keluar dari ruangan Zyandru, Ansell terlihat khawatir. "Aku sudah berdo'a agar kamu menolaknya Alula, ternyata tuhan berkehendak lain, kamu malah menerimanya"
Sepeninggalnya Ansell, Alula dan Zyandru melanjutkan obrolan mereka, dengan bujukan Zyandru, akhirnya Alula menyetujui pernikahan mereka dilangsungkan minggu depan.
Waktu semakin malam, Zyandru berinisiatif mengantar Alula pulang, dengan Ansell sebagai sopir tentunya.
Untuk pertama kalinya Zyandru datang ke rumah Alula, rumah besar itu terlihat klasik, memang sejak orang tuanya meninggal, Alula tak merubah gaya rumahnya, hanya sedikit perbaikan saja.
"Pak Zyandru sama pak Ansell mau mampir?" tawar Alula sesaat setelah keluar dari mobil.
"Emm maaf, udah terbiasa soalnya"
"Mulai sekarang dibiasakan panggil nama"
"iya"
"Ya udah aku pulang ya"
"iya, hati-hati"
...***...
Di sebuah kamar bernuansa abu-abu, seorang wanita cantik terlihat menggenggam erat ujung baju tidurnya.
Alula kembali merenungi hubungannya dengan Zyandru, ia bahkan bingung menyebutnya apa, sedangkan mereka memang tak menjalin hubungan spesial dan memilih langsung menikah.
Hanya tersisa satu minggu lagi Alula menyandang single, minggu depan ia sudah akan menjadi nyonya Avior.
Tak pernah memiliki kekasih membuat Alula bingung harus bersikap bagaimana, ia benar-benar tak ada pengalaman dalam masalah percintaan.
__ADS_1
Apa keputusan gue ini udah bener, semoga pak Zyandru bisa nepatin janjinya untuk terus membuat gue bahagia, ayah bunda, do'ain kakak ya.
Puas merenung, Alula melakukan panggilan video bersama Devin dan memintanya untuk kembali ke Indonesia.
^^^"Kakak serius? minggu depan?"^^^
Devin terdengar begitu terkejut mendengar sang kakak akan melangsungkan pernikahan secepat ini.
"Iya, kakak serius, kata pak Zyandru lebih cepat lebih baik"
^^^"Tapi gak minggu depan juga kak, astaga"^^^
Entah mengapa Devin terlihat begitu frustasi, laki-laki itu bahkan terlihat mengacak-acak rambutnya.
"Kamu gak setuju kakak nikah?"
^^^"Bukan gak setuju, cuma waktunya terlalu cepet, harusnya kalian kasih waktu buat saling mengenal satu sama lain"^^^
"Iya sih, tapi bukannya yang di bilang pak Zyandru bener?"
^^^"Devin cuma masih belum siap kakak diambil orang, kakak itu satu-satunya orang yang Devin punya, gak ada lagi selain kakak"^^^
"Devin dengerin kakak, walaupun kakak udah menikah nanti, kamu tetap kesayangan kakak, kita tetap bisa bertemu kayak biasa, kasih sayang kakak ke Devin gak akan berubah"
^^^"Maaf, harusnya Devin dukung keputusan kakak apalagi itu menyangkut kebahagiaan kakak, tapi Devin malah nangis gak jelas gini"^^^
"Ahh kakak jadi pengen nangis juga kan"
^^^"Setelah dipikir-pikir ada bagusnya kakak nikah"^^^
"Maksudnya?"
..."Kakak pasti kesepian tinggal sendiri, dengan jarak kita yang jauh gini, Devin gak bisa terus jaga kakak, kalau kakak nikah nanti kan ada orang yang bisa melindungi kakak, yaitu suami kakak"...
"Ternyata adiknya Alula udah besar"
Hahahaha.
Kedua adik kakak tersebut kompak tertawa bersama, entah sudah berapa jam mereka habiskan untuk mengobrol.
Lama kelamaan Alula merasa mengantuk, hingga tak sadar ia tertidur dengan ponsel yang masih menyala.
Di sebrang, Devin terus memperhatikan wajah Alula, ungkapan doa tak pernah lepas dari hatinya.
__ADS_1
Meski ragu dengan Zyandru, Devin tetap akan dukung pernikahan ini, dan kalau suatu saat nanti Zyandru berani menyakiti kakak, Devin sendiri yang akan membuat dia menyesal.