
Zyandru kembali memikirkan tentang rekan bisnisnya bernama Aziel Savio, setelah membicarakan urusan bisnis, kini rekan bisnisnya itu telah pergi.
Berjalan di Koridor kantor, Zyandru seketika menghentikan langkahnya, Ansell yang berada di belakang, langsung mengikuti pria itu.
"Ah saya ingat Ansell" Zyandru mengeluarkan kedua tangannya yang semula berada di saku celananya.
"Ingat apa tuan?"
"Rekan bisnis kita tadi siapa namanya Ansell?" Zyandru membalikkan tubuhnya menatap asistennya itu.
"Aziel Savio tuan!"
"TUH KAN BENER" ucap Zyandru tiba-tiba dengan nada tinggi hingga membuat Ansell terkejut.
"Dia pria yang waktu itu Ansell" lanjut Zyandru.
"Yang waktu itu mana tuan?"
"Hari di mana Alula marah sama kita karena kita berdua menuduh dia berhubungan sama Revaz, Alula pergi ke mall, kita diam-diam ngikutin dia kan!"
Ansell diam mendengarkan sambil mengangguk kepalanya.
"Intinya waktu Alula habis makan, ada pria yang maksa kenalan walaupun Alula udah menolak, akhirnya saya yang datang dan menjabat tangan pria itu"
"Iya tuan saya ingat, terus apa hubungannya dengan Aziel Savio?" tanya Ansell yang masih tak mengerti.
Zyandru berdecak kesal, "Aziel Savio itu pria yang ngajak Alula kenalan, Ansell"
Ansell terdiam sesaat, "ah iya tuan benar, wajah pria itu mirip dengan Aziel"
"Bukan mirip, tapi memang dia orangnya, saya rasa Aziel ada maksud tertentu" ucap Zyandru yang mulai curiga.
"Maksud tuan, Aziel Savio mau mendekati Alula?"
"Iyalah apalagi"
"Tapi tuan, perusahaan Aziel kerjasama dengan kita sudah sebulan, sedangkan kejadian dia mengajak Alula berkenalan baru sekitar dua minggu yang lalu"
"Kamu benar Ansell, tapi saya tetap curiga" Zyandru terlihat khawatir dengan pikirannya sendiri.
"Jadi rencana tuan bagaimana? mau di batalkan saja kerjasamanya?" tawar Ansell yang langsung mendapat penolakan dari Zyandru.
"Jangan, kita lihat saja ke depannya, berani dia macam-macam, saya akan balas yang lebih."
__ADS_1
...***...
Sementara itu di tempat lain.
Setelah pertemuannya dengan Zyandru, kini Aziel sudah kembali ke perusahaannya, sambil menatap selembar foto, pria itu duduk di kursi kebesarannya dengan senyum mengembang.
Ingatan masa kecilnya kembali, di mana ada seorang gadis cantik yang berusia 3 tahun lebih muda darinya tengah mengobati luka di lututnya akibat terjatuh.
Sambil memajukan bibirnya, gadis cantik berusia 12 tahun itu meniup luka seseorang yang di panggilannya 'abang'.
"Pasti sakit banget ya bang?"
"Enggak kok, kan udah kamu obatin, jadi lukanya udah sembuh"
❀
"Abang, Alula tinggi kan!"
"Alula jangan manjat pohon gitu, nanti jatuh!"
"Gak mau! yeay Alula lebih tinggi dari abang Aziel"
❀
"Maaf, tapi selama ini Alula menganggap kamu itu abang sendiri"
❀
"Abang Aziel mau ke mana?"
"Abang mau ke kanada"
"Abang mau liburan?"
"Enggak, abang bakal selamanya tinggal di sana"
"Selamanya? jadi abang gak bakal balik ke Indonesia lagi?"
"Iya"
"Kok gitu sih bang? nanti yang jagain Alula sama Princy siapa kalau bukan abang?"
"Kamu beneran gak sayang sama abang ya Alula?"
__ADS_1
"Sayang kok, kamu itu kan abangnya Alula, gak mungkin kalau Alula gak sayang"
❀
Aziel mengerjap, kenangannya bersama Alula, wanita yang sejak kecil ia cintai, terus membayangi kepalanya.
Alula, Aziel dan Princy sudah berteman sejak kecil, mereka terlibat cinta segitiga, Aziel selalu menolak Princy, karena memang dirinya yang sangat mencintai Alula.
Sedangkan Alula sendiri hanya menganggap Aziel tak lebih dari sekedar kakak laki-laki yang selalu menjaganya.
Princy adalah wanita yang licik dan manipulatif, sedangkan Alula terlalu polos sehingga selalu menjadi korban Princy. Hal itulah yang Aziel tak suka dari seorang Princy.
Pada tahun 2011 Aziel sekeluarga harus pindah ke kanada karena urusan bisnis orang tuanya. Sejak saat itulah mereka bertiga sudah tidak bertemu lagi.
Bertahun-tahun Aziel mencari informasi tentang Alula, hingga ia menemukan sebuah fakta bahwa Alula sudah menikah dan kedua orang tuanya juga sudah meninggal.
Saat Aziel melanjutkan perusahaan ayahnya, ia memilih memfokuskan perusahaannya di Indonesia. Setelah mencari tahu tentang suami Alula, Aziel segera mengajak kerjasama perasaan Zyandru.
"Rasa cinta ini tak berubah sama sekali, aku akan terus memperjuangkan cinta aku tak peduli kamu sudah menikah Alula"
Selama ini Aziel terus mengikuti Alula tanpa sepengetahuan wanita itu, dan kejadian di mall saat itu memang sudah di rencanakan oleh Aziel.
Mengingat banyak perubahan yang terjadi pada dirinya, tak heran jika Alula tak langsung mengenalinya.
Tok Tok Tok
"Masuk"
"Maaf pak, saya sudah mencari beberapa informasi mengenai kehidupan Zyandru Avior" kata Doni, asisten pribadi Aziel.
Aziel membaca dengan teliti setiap kata yang tertulis di beberapa lembar kertas itu.
Hahahahahaha
Sambil memegang beberapa lembar foto, pria itu tiba-tiba saja tertawa dengan keras.
"Setelah ku tolak berkali-kali, Princy malah mendekati pria lain, selama 5 tahun Zyandru dan Princy menjalin hubungan. Apa Alula tahu masalah ini?"
"Sepertinya tidak pak"
Aziel melempar beberapa kertas dan foto tersebut, "ini akan jadi bumerang buat kamu sendiri Zyandru. Hubungi Bagas, jadikan Princy model produk mereka!"
"Baik pak, saya permisi"
__ADS_1
Setelah kepergian asistennya, Aziel mengadahkan kepalanya ke atas, "secepatnya kamu akan mengetahui fakta ini Alula, kalau sampai itu terjadi, kamu akan datang ke pelukan aku secara sukarela"