Blind Husband

Blind Husband
Blind 22


__ADS_3

"Dimana file nya, perasaan udah disimpan deh" gumam Alula yang saat ini tengah mengotak-atik komputernya, wanita itu terlihat panik, entah apa yang terjadi.


"Gimana nih, ini kan kerjasama penting, harus bilang apa" Alula mengacak rambutnya kasar.


Alula beralih membuka ponselnya, tak menemukan apa yang ia cari, membuatnya pusing sendiri. Alula memukul meja kerjanya beberapa kali.


"Tenang Alula, gak boleh panik, sekarang cari lagi yang bener, mungkin filenya tersimpan di folder lain"


Alula kembali memfokuskan dirinya pada layar komputernya, berkali-kali mencari namun ia tak menemukan file yang sejak tadi membuatnya pusing.


Wanita cantik itu seketika menjadi lesu, kali ini ia pasrah jika nanti akan terkena marah apalagi dihukum karena kesalahannya.


Alula melangkahkan kakinya menuju ruang CEO berada, ia masuk dengan kepala menunduk, melihat Alula yang murung tidak seperti biasa, membuat Zyandru dan Ansell begitu heran.


"Pak sebelumnya saya mau minta maaf, terserah bapak mau marah atau hukum saya, saya terima karena memang saya salah." ucap Alula dengan lesu.


"Minta maaf kenapa? memangnya kamu buat salah apa?" tanya Zyandru dengan alis yang saling bertaut.


"Filenya hilang pak"


"File apa Alula?"


"Kemarin saat saya dan pak Ansell bertemu pak johan, saya sudah buat laporan menggunakan rekaman percakapan pak Ansell dengan pak johan, tapi filenya hilang"


"Loh, kamu ngerekam percakapan mereka kan, ya tinggal buat lagi laporannya Alula" ucap Zyandru.


"Masalahnya rekaman itu juga hilang" jawab Alula dengan suara pelan.


"ASTAGA ALULA! kamu juga tahu ini kerjasama penting, kenapa ceroboh banget hah!" ucap Zyandru dengan nada yang cukup tinggi.


"Kamu jadi sekertaris bukan satu dua bulan Alula, tapi empat tahun, masa pekerjaan begini aja kamu gak becus, gimana kalau di kasih pekerjaan besar, Ansell juga akan memproses kerja sama ini, tapi kamu malah..." lanjut Zyandru.


Alula yang mendengar kemarahan atasan sekaligus suaminya itu hanya bisa menunduk sambil menggenggam tangannya sendiri.


Zyandru mencoba mengatur napasnya, sambil memijat pelan pelipisnya, Zyandru berkata "sekarang saya kasih kamu waktu dua jam untuk membuat ulang laporan itu."


"Baik, saya permisi pak" ucap Alula kemudian keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke meja kerjanya. Alula tak mengambil hati kemarahan Zyandru tadi, karena memang dirinya yang bersalah.


...***...


Dengan ingatan seadanya, Alula kembali membuat laporan tersebut. Tak memikirkan hal lain, Alula terus mengetik kata demi kata.


Alula tak memperdulikan beberapa orang yang berlalu lalang di depannya, bahkan ketika Yola datang untuk mengajaknya makan, Alula menolak dengan alasan tak lapar.


"Akhh sakit" keluh Aluka merasakan jari tangannya nyeri akibat telalu lama digerakkan.


Sejenak Alula berhenti dari kegiatannya, wanita itu menyandarkan kepalanya di meja kerjanya, ia kembali mengingat kegiatan yang dilakukannya kemarin.


"Perlu bantuan"


Alula mengangkat kepalanya, dilihatnya Ansell tengah menatapnya dengan iba.


"Gak usah pak, ini salah saya jadi saya yang harus bertanggung jawab" ucap Alula disusul senyuman tipisnya.


"Saya gak nerima penolakan, mari saya lihat sudah sampai mana laporan kamu"


Tanpa persetujuan Alula, Ansell langsung menunduk dan melihat komputer Alula.


"Eh gak boleh, saya kan udah bilang ini kesalahan saya jadi saya yang akan mengerjakannya sendiri pak Ansell" Alula menutup layar komputernya menggunakan kedua tangannya.


"Daripada ganggu saya, bikin kerjaan saya gak selesai, mending pak Ansell pergi" Alula mendorong pelan bahu Ansell.

__ADS_1


"Gak mau saya mau bantu kamu" Ansell tetap memaksa hingga membuat Alula geram.


"Saya gak bisa kerja kalau digangguin pak Ansell"


Alula kembali mendorong Ansell, kali ini dorongan Alula cukup kuat hingga membuat Ansell tersungkur ke belakang.


"Aduh, sakit Alula"


Hahahahaha


Melihat Ansell kesakitan, bukannya merasa bersalah, Alula justru tertawa dengan keras.


Ansell berdiri sambil memegangi bokongnya yang terasa ngilu, melihat Alula terbahak-bahak entah mengapa Ansell malah ikut tertawa, hingga mereka berdua menjadi perhatian beberapa karyawan.


"Kemarin pak Revaz, sekarang pak Ansell, dasar gatel"


"Habis ini pasti ngincer pak Zyandru, murahan banget"


Tawa Alula dan Ansell seketika berhenti ketika mendengar ucapan dua orang karyawan wanita yang jaraknya tak jauh dari mereka.


"Jaga ucapan kalian"


Melihat tatapan Ansell yang begitu menakutkan, kedua karyawan tersebut langsung menunduk dan pergi begitu saja.


Wajah ceria Alula sketika lenyap begitu saja, "apa saya serendah itu ya? bahkan suami saya sendiri menuduh saya selingkuh"


"Alula–"


"Saya gak apa-apa kok, lagian pak Ansell sih gangguin saya terus, sekarang pak Ansell pergi atau saya lempar dari atas gedung ini" Ancam Alula sambil menunjuk ke arah bawah.


"Wah sadis banget ya kamu, ya udah saya pergi, nanti kalau laporannya udah selesai langsung kirim lewat e-mail aja ya"


"Sip" Alula mengangkat kedua ibu jarinya.


...***...


Alula yang tengah menunduk merapikan berkas-berkas, dibuat terkejut dengan kehadiran Zyandru yang tiba-tiba, entah kapan pria itu datang.


"Alula" Zyandru memanggil sambil meraba sekitar.


"Alula" Zyandru kembali memanggil namun Alula hanya diam memperhatikan.


Akting kamu pinter juga. Batin Alula meronta-ronta ingin sekali mencolok mata Zyandru.


"Alula"


"Saya disini, ada apa ya pak?"


"Ke ruangan saya!"


"Sekarang pak?"


"Nanti lebaran monyet, ya sekarang lah!"


Alula menghembuskan napasnya, bukannya menggenggam lengan Zyandru seperti biasa, Alula malah berjalan lebih dulu meninggalkan pria itu.


"Pak Zyandru ngapain diam disitu, sini pak" ucap Alula yang sudah berada di pintu ruangan Zyandru.


"Bantu saya jalan Alula, gak ada akhlak ya kamu!"


Mendengar omelan Zyandru, Alula malah cengengesan tidak jelas, "oh iya saya lupa, maaf ya pak, mari"

__ADS_1


Sesampainya di ruangan Zyandru, Alula begitu terkejut melihat banyak sekali makanan, entah kapan makanan ini datang Alula pun tak tahu.


"Kamu dari tadi siang belum makan, ayo makan dulu"


"Tapi–"


"Gak usah ngebantah bisa gak sih Alula, tinggal makan aja apa susahnya" ucap Zyandru memotong Alula yang hendak berbicara.


"Ya udah deh"


Alula duduk di sofa dan mulai menyantap makanan yang telah tersedia, sedangkan Zyandru, pria itu terus mengembangkan senyum melihat Alula makan begitu lahap.


"Pak Zyandru mau?"


"Buat kamu aja, aku udah makan tadi" Zyandru menggeleng seraya membersihkan noda makanan di sudut bibi Alula menggunakan ibu jarinya.


"Kenapa?" tanya Alula heran.


"Kenapa apanya?"


"Pak Zyandru kenapa pegang bibir saya barusan?"


"Ada bekas makanan"


Alula menghentikan aksi mengunyah makanannya "loh, kok pak Zyandru tau?, kan pak Zyandru gak bisa lihat"


Deg


Jantungnya berdegup kencang, Lagi dan lagi Zyandru lupa bahwa dirinya tengah berpura-pura buta, bodoh sekali dirinya.


"Cuma perasaan saya aja, kamu kan orangnya ceroboh banget, masalah sebesar file aja kamu bisa ngelakuin kesalahan, apalagi hal sekecil makan"


Alula memajukan bibirnya, "yang namanya manusia itu gak luput dari salah dan dosa pak, lagian jug–"


"Udah jangan ngoceh terus, mending kamu lanjut makan"


Menuruti perintah sang suami, Alula melanjutkan makannya tanpa memedulikan tatapan Zyandru yang sejak tadi tak lepas dari wajahnya.


Setelah menghabiskan semua makanan Alula menyandarkan punggungnya di sofa.


"Wahhh, kenyang banget ya ampun, ini sih tiga hari ke depan gak makan lagi" gumam Alula sambil mengelus perutnya.


"Kamu udah selesai makan Alula?"


"Udah"


"Ya udah ayo!"


Alula menegakkan tubuhnya "Ayo ke mana pak?"


"Ya pulang lah, emang kamu mau menginap disini?"


"Pulang? tapi kan masih jam 7 pak"


"Ya emang, tapi kan kerjaan udah selesai semua, mau ngapain lagi disini"


"Iya juga sih, sebentar dulu ya, perutnya kepenuhan jadi susah jalan" keluh Alula yang masih mengusap perutnya.


Zyandru ikut menyandarkan punggungnya di samping Alula, tak ada percakapan hingga mereka merasa mengantuk dan memejamkan mata bersama.


Ansell yang baru saja datang, begitu terkejut melihat sepasang suami istri tengah tertidur di sofa, dengan posisi Zyandru bersandar pada bahu Alula.

__ADS_1


Pria itu hanya geleng-geleng kepala heran melihat tingkah kedua orang ini, setelah membersihkan sisa makanan di meja, Ansell membangunkan Zyandru dan Alula.


__ADS_2