
Hari-hari berlalu, tak terasa lima bulan sudah Alula dan Zyandru menjadi pasangan suami istri.
Sikap Zyandru tidak berubah sejak menikah, pria itu tetap dingin dan cuek, meski terkadang jawaban Zyandru tak mengenakkan hati, Alula tak mempermasalahkannya.
Alula pun sudah bekerja seperti biasanya, sebelum menikah Alula pernah berbicara kepada Zyandru ia tetap ingin bekerja, yang dipikirkan Alula tentu saja Devin.
Di Inggris sana, di sela-sela kuliahnya, Devin bekerja paruh waktu, walau begitu, Alula tetap mengirimkan uang meskipun Devin sering menolak.
Sedangkan Revaz, pria itu tak hentinya mencoba terus mendekati Alula di setiap kesempatan, tidak seperti dulu yang harus mengurus pertambangan di luar kota, sekarang Revaz sudah fokus di kantor.
Seperti saat ini, Revaz terus saja mencuri pandang ke arah Alula yang tengah mengcopy berkas-berkas.
"Aku baru tau kamu sama Zyandru menyembunyikan pernikahan kalian, bahkan orang-orang kantor aja gak tau, kenapa?" tanya Revaz tiba-tiba.
"Emm" Alula terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Kalau kamu istri aku, sudah pasti aku akan mengumumkan pada dunia kalau aku punya istri yang cantik, baik, pekerja keras, sempurna, tapi Zyandru malah nyembunyiin" lanjut Revaz
"Kita punya alasan tertentu"
"Apa?"
"Maaf aku gak bisa kasih tau karena itu masalah aku dan Zyandru" ucap Alula kemudian pergi meninggalkan Revaz.
Sebagai sesama pria, Zyandru mengerti Revaz masih sangat menyukai Alula, terkadang dengan jahilnya Zyandru menunjukkan sisi romantisnya pada Alula di depan Revaz.
Melihat wajah Revaz yang kesal entah mengapa Zyandru malah menyukainya. Zyandru merasa tidak mencintai Alula sedikitpun, namun entah mengapa ia merasa kesal setiap kali melihat Revaz mendekati istrinya itu.
...***...
"Tuan"
Zyandru yang sedang fokus pada layar laptopnya hanya melirik sekilas ke arah Ansell yang baru saja tiba.
"Saya mau melaporkan sesuatu"
"Apa?"
"Saya baru saja memeriksa pengeluaran bulanan, dan belum lama ini ada pengeluaran dalam jumlah yang besar tanpa diketahui untuk apa tuan"
Zyandru menatap Ansell dengan alis yang saling tertaut.
"Ini rincian pengeluaran beberapa bulan sebelumnya, dan ini laporan yang diberikan bagian keuangan" Ansell memberikan beberapa lembar kepada Zyandru.
"Ini besar banget Ansell" Zyandru terkejut melihat perbedaan pada kedua kertas tersebut, dan yang lebih membuat Zyandru terkejut adalah jumlahnya yang mencapai lebih dari 200 juta.
"Kita ngobrol disofa" Zyandru dan Ansell kompak duduk bersebelahan di sofa.
__ADS_1
"Sebenarnya saya sudah menaruh curiga ketika bagian pengamanan melapor ada beberapa bagian CCTV mati, lalu diam-diam saya memasang CCTV baru, dan ini videonya tuan"
Ansell kembali menyerahkan sebuah flash disk kepada Zyandru.
"Pasang"
Ansell segera menuruti perintah Zyandru, mereka sama-sama fokus melihat rekaman CCTV yang ditampilkan di layar laptop.
Video yang menampilkan beberapa ruangan itu awalnya terlihat biasa, selang beberapa menit Zyandru menangkap sebuah keanehan, di mana Alula terlihat beberapa kali masuk ke ruangan yang sama.
"Ini apa Ansell, ngapain Alula ke sana, dia sekertaris jadi gak ada sangkut pautnya sama ruangan ini" Zyandru memberikan Ansell pertanyaan tanpa henti.
"Maaf tuan, kalau masalah itu saya tidak tahu"
Mereka kembali fokus pada layar laptop, hingga ada satu hal yang membuat Zyandru dan Ansell sama-sama membulatkan matanya.
Masih di ruangan yang sama namun waktu yang berbeda, tepatnya di sudut ruangan, seorang pria dan wanita terlihat sedang melakukan hal yang tidak senonoh.
"Revaz"
"Nindy"
Ucap Zyandru dan Ansell bersama, mereka begitu terkejut melihat Revaz dan Nindy sedang melakukan hubungan badan.
"Kurang ajar"
"Dia terus deketin Alula tapi di belakang dia ngelakuin hal gila bersama Nindy, benar-benar bajingan Revaz"
Zyandru terlihat sangat marah, tangannya terkepal begitu kuat. Ansell sampai bergidik ngeri melihat sang tuan
"Apa kamu tau ini Ansell?" tanya Zyandru tanpa menoleh sedikitpun.
"M–Maaf tuan s–saya tidak tahu" dengan gugup Ansell menjawab.
"Sebelumnya Alula beberapa kali masuk ke ruangan itu, Revaz dan Nindy juga berhubungan di ruangan yang sama, apa jangan-jangan Alula dan Revaz pernah berhubungan di ruangan itu."
Tiba-tiba saja terlintas pikiran gila itu di kepala Zyandru, Ansell yang melihat tuannya gelisah hanya bisa diam.
"Apa rekaman CCTV-nya hanya ruangan itu aja Ansell?"
"Tidak tuan, seperti yang saya bilang ada beberapa ruangan yang diam-diam saya pasang CCTV"
"Ya sudah putarkan, kenapa diam aja" kesal Zyandru.
Ansell segera menuruti perintah Zyandru, setelah beberapa rekaman, mereka kembali melihat beberapa keanehan di sana.
"Jadi pelaku penggelapan dana itu adalah Baskoro dan Revaz?"
__ADS_1
"Bisa disimpulkan seperti itu tuan"
"Terus kumpulkan buktinya, masalah kecelakaan saya apa masih belum ada titik terang?"
"Belum tuan, menurut anak buah kita, semua kaki tangan Baskoro yang merekayasa kecelakaan itu menghilang secara tiba-tiba, tapi–"
"Tapi apa?"
"Ada satu orang yang masih hidup dan anak buah kita terus mencari keberadaan orang itu tuan"
"Bagus, sekarang carikan restoran, saya lagi pengen makan di luar"
"Baik, mari tuan"
Zyandru dan Ansell bersama-sama berjalan keluar, kemarahan Zyandru yang sudah menghilang kini kembali ketika melihat Alula dan Revaz sedang mengobrol bersama.
Zyandru ingin menghampiri kedua orang tersebut namun langsung ditahan oleh Ansell.
"Tuan jangan lupa tuan sedang pura-pura buta" peringat Ansell yang langsung membuat Zyandru sadar.
"Oh iya, tunggu" Zyandru kembali masuk ke dalam ruangannya.
Ansell yang melihat hanya geleng-geleng kepala, "katanya gak cinta tapi liat dia sama orang lain malah gak suka"
Zyandru kembali dengan kacamata hitam yang menutup matanya, saat berada dekat Alula, Zyandru menghentikan langkahnya.
"Ansell" panggil Zyandru.
"Ya tuan"
"Panggil Alula"
"Saya disini pak" Alula yang hendak pergi bersama Revaz langsung menghentikan langkahnya.
"Oh kamu disini ternyata, ayo ikut saya"
"Ikut kemana ya pak?"
"Makan siang bareng saya dan Ansell"
"Sebenarnya Alula dan aku akan makan bersama" timpal Revaz.
"Ya udah kita pergi bareng aja" ucap Alula membuat ketiga pria di dekatnya langsung terdiam.
"Pak Zyandru, gak apa-apa kan kalau pak Revaz ikut juga" tanya Alula hati-hati.
"Gak apa-apa, ya udah yuk" Zyandru mengangkat setengah tangan kirinya, memberi kode agar Alula Menggandengnya.
__ADS_1
Alula tersenyum dan dengan cepat menyambut tangan Zyandru, kedua suami istri tersebut berjalan lebih dulu diikuti Revaz dan Ansell di belakang.