Blind Husband

Blind Husband
Blind 27


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Alula bangun lebih dulu dari Zyandru, perlahan wanita itu turun dari tempat tidur.


"Aku akan buat kejutan buat kamu Zyandru" gumam Alula sambil berlari kecil di tangga.


Dengan membawa sekop dan toples kecil, Alula berjalan menuju halaman belakang rumah.


"Gak sia-sia diajarin mancing sama ayah dulu, jadi tau deh cara cari cacing yang gampang" gumam Alula sambil menuangkan air garam pada tanah berumput pendek itu.


Tak lama dari dalam tanah muncul cacing-cacing bergeliat, Alula yang melihat kegirangan dan tanpa rasa jijik sedikitpun Alula mengumpulkan cacing tersebut.


"Kalian jangan mati ya, harus tetap hidup pokoknya" Alula mengajak berbicara cacing dalam toples tersebut.


Alula kembali masuk ke dalam rumah, ia menyembunyikan toples tersebut di tempat yang aman. Wanita itu beranjak ke dapur dan langsung memasak makanan kesukaan Zyandru yaitu 'ayam bakar bumbu padang'.


Sekitar setengah jam waktu yang Alula butuhkan untuk memasak, kini ia menghidangkan masakannya di meja makan.


Selesai dengan urusan dapur, Alula kembali ke kamar dan melihat Zyandru masih tidur. Wanita itu melirik dirinya sendiri yang terlihat cukup berantakan.


"Sebelum bangunin Zyandru mending mandi dulu deh" gumam Alula yang langsung masuk ke dalam kamar mandi.


Suara gemercik air membangunkan pria yang sejak tadi asik tidur di bawah selimut tebalnya. Diliriknya sang istri tidak ada di sampingnya, Zyandru kembali memejamkan matanya.


Sekian waktu yang Alula butuhkan untuk mandi, kini ia keluar dengan bathrobe dan juga handuk kecil yang melilit di kepalanya.


Sambil berjalan menuju lemari, Alula bersenandung kecil. Alula yang mengira Zyandru masih tidur, lantas memakai pakaiannya tanpa tahu ada sepasang mata yang tengah mengawasinya.


Meski bukan pertama kalinya melihat tubuh Alula, Zyandru tetap saja gugup, jantungnya berpacu dengan cepat.


Selesai berpakaian, tak lupa Alula memakai make up tipis, rambutnya yang masih basah ia biarkan tergerai. Wanita itu tak terlalu menyukai hair dryer.


Dengan sangat lembut Alula membangunkan Zyandru dengan cara memanggil dan menepuk pelan bahunya.


Zyandru membuka mata dan berpura-pura meregangkan tubuhnya, bukannya bangun, Zyandru malah menarik Alula ke dalam pelukannya hingga membuat Alula hampir saja terjatuh.


"Lepasin ih aku udah mandi" kesal Alula berusaha melepaskan lengan Zyandru.


"Emh" Zyandru melenguh merasakan aroma harum dari tubuh Alula.


"Zyandru"


"Hm"


"Tau gak, aku udah masak makanan kesukaan kamu" ucap Alula seketika membuat Zyandru membuka matanya.


"Ayam bakar bumbu padang?"


Alula mengangguk membuat Zyandru dengan semangat turun dari tempat tidur.


"Eh mau ke mana?" heran Alula.


"Makan"


"Mandi dulu habis itu baru makan"

__ADS_1


"Mau makan sekarang, udah laper" rengek Zyandru mengusap perutnya.


"Gak ada, mandi dulu" tegas Alula membuat Zyandru menunduk patuh dan menuruti perintah sang istri.


"Zyandru bajunya udah aku siapin di atas kasur ya" teriak Alula di dekat pintu kamar mandi.


"Iya"


Alula mengambil ponselnya yang berada di atas nakas, bibirnya tersenyum penuh arti.


"Saatnya menjalankan rencana"


...***...


Meja makan yang terhubung langsung dengan dapur itu, terlihat Alula tengah sibuk dengan rencana yang sudah ia siapkan sejak beberapa hari lalu.


Alula menoleh ke belakang dan melihat ponselnya yang ia senderkan pada microwave. Senyuman terus mengembang di wajahnya sejak tadi.


Melihat Zyandru keluar dari kamar, Alula bergegas menghampiri dan membantu sang suami menuruni tangga. Sesampainya di meja makan, Alula kembali melayani Zyandru dengan menyiapkan makan untuknya.


"Aku masak banyak hari ini, kamu juga harus makan yang banyak"


Alula duduk di kursi yang berhadapan dengan Zyandru, tatapannya tak lepas dari sang suami.


Alula tersenyum senang melihat reaksi Zyandru yang saat ini tengah bergidik ngeri. Bagaimana tidak, di piring makan Zyandru saat ini bukan hanya terdapat nasi dan ayam bakar, namun juga ada beberapa cacing yang tengah bergeliat.


"Kenapa gak di makan? ini makanan kesukaan kamu kan" Alula membusungkan dirinya dan kembali meletakkan cacing di piring Zyandru.


Terlihat saat ini Zyandru tengah menahan rasa mual. Belum makan apapun sejak pagi tapi rasanya ada sesuatu yang ingin keluar dari perutnya.


Dengan santai Alula berjalan menghampiri Zyandru, kepalanya menggeleng heran.


"Bisa jalan sendiri ternyata" ucap Alula datar.


Setelah membersihkan dirinya, Zyandru menghimpit Alula dan langsung mencengkeram bahu istrinya itu.


Alula meringis kesakitan namun tak membuat Zyandru melepaskannya.


"Apa maksud kamu hah?, kamu sengaja ngelakuin ini, iya?"


Sorot mata tajam mengintimidasi Zyandru tak membuat Alula takut, wanita itu justru menatap sang suami dengan tak kalah tajamnya.


"Iya! aku sengaja ngelakuin ini, aku mau lihat gimana reaksi kamu ketika tahu ada cacing di makanan kamu, ternyata benar, kamu cuma pura-pura buta kan!"


Zyandru tersenyum sinis, "jadi kamu udah tau?"


"Kurang ajar" dengan kasar Alula menghempaskan tangan Zyandru dari bahunya.


"Beberapa kali aku buka baju di depan kamu tanpa tahu kamu bohongin aku dengan masalah sebesar ini Zyandru"


Zyandru menahan tangan Alula yang sejak tadi memukul dadanya, "emang kenapa? bukannya kamu udah sering menunjukkan tubuh kamu ke pria lain. Kenapa sama aku merasa terlecehkan?, kamu tahu, saat kamu pakai baju tadi, aku lihat semuanya, ck ck ck tubuh kamu bagus Alula"


Alula makin tak habis pikir dengan suaminya itu, "dasar brengsek"

__ADS_1


Alula mendorong Zyandru kemudian mengambil ponsel yang sejak tadi ia gunakan untuk merekam kejadian ini.


"Apa kata orang kantor kalau tahu CEO mereka yang terhormat hanya berpura-pura tentang kekurangannya, dan gimana reaksi pak Baskoro dan Revaz setelah tahu keponakan dan sepupu tersayang mereka melakukan kebohongan sebesar ini"


Alula menunjukkan ponselnya di depan Zyandru dan itu membuat sang suami seketika panik.


"Jadi kamu udah ngerekam semuanya?"


"Iya" jawab Alula singkat.


"Dasar licik kamu Alula"


"Hahahahahah" tawa Alula seketika menggema seisi rumah, "kamu yang licik Zyandru Avior"


"Siniin HP kamu" Zyandru berusaha merebut ponsel tersebut, namun dengan sigap Alula menghalaunya.


"Gak akan"


"Jangan macam-macam kamu Alula"


Wleee


Alula menjulurkan lidahnya kemudian pergi dari kejaran Zyandru, Alula yang sudah masuk ke kamar, hendak mengunci pintu namun Zyandru tiba-tiba mendorongnya hingga membuat Alula terjatuh.


Zyandru berjalan sambil membuka kausnya, senyum pria itu membuat Alula ketakutan.


"M–mau ngapain kamu?" tanya Alula panik.


"Melakukan apa yang seharusnya kita lakukan sejak awal menikah"


"Jangan mendekat atau–"


"Atau apa istriku sayang?"


Zyandru menuduk hendak mendekat, namun tiba-tiba Alula memukul perut Zyandru hingga pria itu meringis.


Alula kembali berdiri hendak pergi namun Zyandru langsung menutup pintu menggunakan kakinya.


"Kurang ajar kamu Alula"


Mereka berdua berlari mengelilingi kamar dengan Zyandru yang terus mengejar Alula.


Alula yang tak mau menyerah membuat Zyandru meradang hingga tiba-tiba.


Plak


Sebuah tamparan terdampar di wajah mulus Alula hingga membuatnya terjatuh ke lantai. Rasa panas dan perih seketika menjalar di wajahnya, darah segar pun mulai menetes.


Zyandru yang sadar langsung terkejut dengan perlakuannya barusan.


"Ayah"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Gimana Gimana Bab kali ini ???


Seperti biasa Jangan lupa Vote, like, dan komen yaa...


__ADS_2