Blind Husband

Blind Husband
Blind 74


__ADS_3

Pria dengan penampilan yang kacau itu keluar dari kamarnya, memilih halaman depan mansion mewahnya, Zyandru mengeluarkan sebungkus rokok.


Semenjak menikah dan mengetahui Alula tak tahan dengan asap rokok, Zyandru tak pernah menghisap barang berbahan tembakau kering tersebut. Pikirannya yang benar-benar kalut membuatnya kembali pada kebiasaan lamanya.


Beberapa batang sudah Zyandru habiskan, namun tak kunjung memenangkan pikirannya. Pria itu melempar sisa rokoknya ke air mancur yang ada di depannya. Zyandru beralih mengeluarkan salah satu mobil mewahnya dan keluar dari pekarangan rumahnya.


Melihat tuannya itu pergi sendiri, membuat pak Mun sedikit khawatir, tak biasanya Zyandru pergi malam-malam begini. Tak ingin terjadi hal buruk, pria paruh baya itu segera menghubungi Ansell dan mengabarkan tentang keresahan hatinya.


"Ck, ada masalah apalagi?" Gumam Ansell di tengah-tengah mengemudinya.


Ansell membuka aplikasi pelacak di ponselnya, nomor Zyandru yang terhubung dengannya membuat Ansell dengan mudah mengetahui posisi Zyandru.


Tempat hiburan malam dengan dentuman suara musik yang begitu keras, menjadi tempat yang di tapaki Ansell saat ini.


Bermacam-macam orang memenuhi tempat tersebut, ada yang tengah bergoyang di bawah lampu yang berkelap-kelip, ada pula yang bermesraan seolah tak peduli yang lain melihat.


Ansell sungguh tak percaya dengan apa yang ia saksikan saat ini, seorang pria dengan pakaian yang amat berantakan terlihat tengah duduk sambil mengenggak minuman keras dengan beberapa botol sudah nampak kosong di depannya.


Terdapat beberapa wanita berpakaian seksi tengah mengelilingi pria itu. Zyandru yang ia kenal tak pernah menyukai di kelilingi wanita serta datang ke tempat menjijikkan seperti ini, telah berubah sepenuhnya.


Terlihat seorang wanita kembali memberikan Zyandru minuman berwarna sedikit kecoklatan, Zyandru dengan senang hati menerimanya. Wanita dengan pakaian sangat terbuka itu merangkul bahu Zyandru dan hendak menyatukan bibir mereka.


Ansell yang melihat hal tersebut dengan sigap menjauhkannya dari Zyandru, dorongan Ansell membuat wanita itu terjatuh di antara gerombolan orang yang tengah bergoyang mengikuti alunan musik.

__ADS_1


Seketika itulah Ansell menjadi pusat perhatian. Tak mempedulikan tatapan aneh dari berbagai arah, Ansell segera merangkulkan lengan Zyandru pada bahunya dan membawa pergi tuannya itu dengan susah payah.


Di dalam mobil yang di kendarai Ansell, Zyandru tak hentinya menangis sambil meracau memanggil nama Alula. Bahkan Zyandru terlihat memukul dashboard beberapa kali.


Ansell yang melihat hal tersebut hanya bisa diam. Dengan keadaan Zyandru yang sampai seperti ini, dapat dipastikan kalau masalah yang datang kali ini sangat berat.


Sekian waktu perjalanan, Ansell sampai di mansion Zyandru. Membopong tubuh pria yang memiliki perawakan sama seperti dirinya, Ansell harus mengeluarkan seluruh tenaga dalamnya.


Melihat Ansell mengeluarkan tubuh tak berdaya Zyandru dari mobil, kedua penjaga serta pak Mun datang menghampiri dan membantu.


Keempat pria itu kompak membantu satu sama lain. Setelah berhasil menaiki puluhan anak tangga, Ansell segera mengetuk pintu kamar Zyandru dan Alula.


Sementara di dalam, Alula membuka matanya begitu mendengar suara bising dari depan. Wanita itu baru sadar bahwa ia baru saja bangun tidur.


Alula pun sama terkejutnya dengan keempat pria di depannya, melihat sang suami tak sadarkan diri, membuat Alula bertanya-tanya apakah yang terjadi.


"Saya juga gak tahu kenapa tuan bisa begini. Tolong kamu urus ya Alula! Saya pamit, tulang saya rasanya mau patah habis bawa tuan." Ucap Ansell setelah berhasil membaringkan Zyandru.


"Semuanya, sekali lagi terimakasih." Sebisa mungkin Alula memaksakan senyumnya walau sulit.


Mendekati tubuh Zyandru yang lemah tak berdaya, aroma alkohol seketika menyeruak menusuk hidung Alula hingga wanita itu merasa sedikit mual.


Alula melihat dengan jelas bekas luka di perut bagian kiri Zyandru saat tengah mengganti pakaian suaminya itu. Alula jadi teringat perkataan Zyandru sebelumnya. Kini, mereka memiliki bekas luka yang sama walau dengan cara yang berbeda untuk mendapatkannya.

__ADS_1


"Kuharap 1 tahun 3 bulan yang kita lalui bersama ini hanyalah mimpiku semata. Semoga besok kita bangun dengan keadaan tidak saling mengenal."


Alula membawa tangan kanan Zyandru untuk di kecupnya, persis seperti yang ia lakukan setiap hari ketika Zyandru pulang dari kantor. Saat akan melepaskan, tiba-tiba saja tangan kekar itu menarik Alula hingga wanita itu terjatuh di atas tubuh Zyandru.


Tak berhenti sampai di sana, tangan kiri Zyandru menahan belakang kepala Alula dan tangan kanannya meremas pinggang ramping Alula. Dengan mata yang terbuka sedikit, Zyandru mencium bibir Alula dengan kasar.


Alula terus saja menolak, namun tak mampu menghentikan suaminya yang belum sadar itu. Bahkan kini, dengan mudahnya Zyandru membalik posisi mereka. Gerakan bibir Zyandru semakin kuat, hingga Alula merasakan perih pada sudut bibirnya.


Zyandru beralih membuka dress yang Alula kenakan, lebih tepatnya merobek dengan paksa. Tangan dan bibir Zyandru bekerja sama menyusuri setiap inci tubuh Alula.


"Zyandru lepas! Sadar Zyandru! Aku mohon jangan lakuin ini."


Semakin Alula memberontak justru semakin membuat Zyandru menggila. Kadar alkohol yang tinggi membuat otak Zyandru tak terkendali. Segala permohonan dan tangisan Alula tak mampu meredam gairah dalam dirinya.


Beberapa kali Alula mencoba kabur, namun sayang tenaganya tak sekuat Zyandru. Segala pertahanan yang Alula bangun sekuat mungkin, dengan mudah runtuh begitu Zyandru berhasil merenggut kesuciannya.


Hancur sudah hidupnya. Sesuatu yang Alula jaga dari kecil, satu-satunya hal yang paling berharga dalam dirinya telah diambil oleh Zyandru.


Pada akhirnya Zyandru mendapatkan haknya sebagai seorang suami, dan Alula menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri dengan di penuhi tangisan.


Entah sudah berapa lama Zyandru melakukannya, hingga akhirnya pria itu ambruk di samping Alula yang hanya diam tak bergerak. Zyandru berhasil membuat Alula hancur tak bersisa.


"Alula... Jangan tinggalkan aku, kalau kamu pergi aku akan mati Alula. Aku mencintaimu, sungguh."

__ADS_1


Degh!


__ADS_2