Blind Husband

Blind Husband
Blind 53


__ADS_3

Zyandru meraba tengkuknya kemudian meregangkan lehernya ke kanan dan kiri. Sejak pagi ia sudah berkutat dengan tumpukan pekerjaan yang sudah ditinggalinya beberapa hari ini.


Pria yang memakai kemeja biru tanpa jas itu nampak mengambil ponsel yang tak lepas pandangan darinya. Setiap setengah jam sekali, Zyandru akan menelepon dan menanyakan kabar istrinya pada anak buahnya.


Dengan kondisi Alula yang seperti ini, Zyandru memutar otaknya agar dapat terus memantau istrinya. Yaitu dengan cara menyewa 3 bodyguard wanita sekaligus untuk berjaga di sekitar kamar rawat istrinya.


Begitu mendengar kabar Ansell mengenai Aziel yang terus mencari cara mendekati Alula, Zyandru memilih menambah keamanan di sekitar rumah sakit. Zyandru juga menyewa seorang pria yang pintar di bidang IT untuk mengamankan semua data-data dan informasi tentang Alula. Semua ia lakukan demi istrinya.


"Setiap dokter atau perawat yang masuk kalian periksa lebih dulu kan?" Tanya Zyandru pada seseorang di ponselnya.


"Bagus! Ya sudah, nanti saya telepon lagi," Setelah mengatakan itu, Zyandru kembali meletakkan ponselnya di meja kerjanya.


Haaahh!


Zyandru beralih duduk di sofa, pria itu menyandarkan tubuh dan menengadahkan kepalanya pada sandaran sofa di ruangannya.


Menutup mata sambil memukul pelan kepalanya menggunakan kepalan tangannya, Zyandru teringat akan sesuatu yang membuat matanya seketika melebar.


Kembali mengambil ponselnya, Zyandru menelpon Ansell dan memintanya untuk segera datang. Tak sampai 5 menit, asistennya itu datang dan menanyakan hal apa yang ingin dibicarakan Zyandru.


Zyandru terlalu fokus pada Aziel hingga melupakan satu nama yang juga berpotensi menjadi musuhnya. Yaitu Princy.


Ansell berpikir mungkinkah ini waktu yang tepat untuk membongkar semua keburukan Princy.


"Maaf tuan, mungkin tuan tidak akan mempercayai omongan saya begitu saja. Apalagi tuan sangat mencintai Princy, tapi saya tidak bisa menahannya lagi. Princy tidak sebaik yang Anda pikirkan!"


"Maksudmu apa Ansell?" Tanya Zyandru. Pria itu benar-benar tak mengerti arah pembicaraan asistennya.


"Apa tuan ingat, saat tuan masih berpacaran dengan Princy dulu, saya pernah melaporkan jika Princy menjalin hubungan dengan pria lain. Saat itu tuan tidak mempercayai omongan saya, bahkan tuan memukul saya karena bicara buruk tentang wanita kesayangan tuan. Tapi saya bersumpah semua yang saya katakan itu memang benar."


Zyandru terdiam mendengar ucapan Ansell. Ya, dirinya ingat masalah itu, beberapa kali Ansell mengatakan hal buruk tentang Princy namun ia tak pernah mempercayainya.

__ADS_1


Bagi Zyandru, tidak mungkin seorang Princy melakukan hal buruk seperti itu. Wanita itu terlalu baik untuk berbuat kejahatan.


"Saya punya banyak bukti yang mungkin membuat tuan percaya semua kata-kata saya!" Setelah mengatakan hal tersebut, Ansell beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Zyandru yang masih mematung.


Tak lama, Ansell kembali dengan membawa begitu banyak map di kedua tangannya. Melihat itu, Zyandru begitu heran.


Ansell mengatakan sejak ia melihat Princy dengan pria lain di sebuah klub, sejak saat itulah dirinya sering mengikuti Princy tanpa sepengetahuan Zyandru. Ansell tak peduli dirinya dicap sebagai penguntit, semua ia lakukan karena kesetiaannya pada Zyandru.


Ansell sangat ingat bagaimana reaksi Zyandru saat itu, sebuah bogem mentah Ansell dapatkan dari tuannya itu. Sekarang ia tak peduli Zyandru akan memukulnya atau apapun itu. Ansell hanya ingin mengungkap semua kebenaran.


Ansell membuka satu persatu map yang dibawanya tersebut. Ansell memberikan banyak sekali gambar pada Zyandru.


"Princy selingkuh dari tuan bukan hanya sekali atau dua kali, namun beberapa kali. Namun sayang tuan terlalu mencintainya hingga tuan menganggap semua fakta adalah fitnah."


Dengan sangat detail tanpa ada yang ditutupi, Ansell menjelaskan semuanya. Sedangkan Zyandru hanya diam mendengarkan.


"Saya juga punya rekaman CCTV masalah Princy memukul pacarnya yang seorang penyanyi menggunakan botol minuman."


"Saya menyesal menuruti perintah tuan untuk membantunya, seharusnya saat itu saya tidak mengirim pengacara dan membiarkan Princy menanggung kesalahannya."


Hanya karena kata-kata dan perlakuan manis Princy, Zyandru mempercayai semua kebohongannya. Namun kali ini Zyandru tak bisa lagi mengelak atau membela mantan kekasihnya itu.


"Saya juga punya satu fakta menarik untuk tuan. Saya mendapatkan ini dari Rio."


Ansell beralih membuka salah satu map dan menampilkan beberapa gambar Princy bersama Aziel.


Hari di mana Zyandru dan Alula menemui Ansell di sebuah hotel untuk sebuah pekerjaan, saat itu Zyandru tak sengaja bertemu dengan Princy. Ternyata semua itu sudah di rekayasa oleh Aziel.


Saat itu Ansell tidak ikut karena memang Zyandru memberikan tugas lain berupa mengecek salah satu penambangan.


"Saat tuan dan Alula pergi berziarah, di saat itulah Princy dan Aziel bertemu. Dan ini adalah percakapan mereka."

__ADS_1


Ansell terlihat mengkotak-atik ponselnya dan menyalakan rekaman suara Aziel dan Princy hari itu.


Awalnya mereka terdengar membicarakan tentang rekaman, di saat itulah Zyandru sadar bahwa pengakuannya terhadap Princy tentang pernikahannya sudah direkam.


Princy yang memang bekerja sama dengan Aziel, lantas memberikan rekaman tersebut pada pria itu.


Dari sini Zyandru sudah bisa menyimpulkan semuanya. Princy dan Aziel akan menggunakan rekaman itu untuk membuatnya dan Alula berpisah di kemudian hari.


"Kurang ajar!" Zyandru terlihat begitu emosi, urat di tangannya menonjol jelas saking kuat kepalannya.


Tak berhenti sampai di situ, Ansell melanjutkan rekaman suara tersebut hingga Zyandru tercengang akan satu fakta.


Terdengar Aziel mengatakan tentang sebuah kecelakaan yang Alula alami 16 tahun lalu, penyebabnya adalah karena dorongan Princy.


"Sebentar! 16 tahun lalu, suatu malam papa tidak sengaja menabrak anak perempuan. Saat papa hendak menjenguknya di rumah sakit, saya memaksa ikut. Saya memang tidak melihat keadaan anak perempuan itu, tapi di sana ada orang tua Princy dan suami istri yang saya tidak tahu siapa."


"Pasti ini!" Ansell mengeluarkan sebuah gambar sepasang suami istri.


"Iya, benar Ansell. Saya ingat." Jawab Zyandru dengan bersemangat sambil menunjuk gambar tersebut.


"Ini adalah orang tua Alula"


"Apa? Ini mertua saya?" Zyandru yang tak pernah tahu orang tua Alula, lantas begitu terkejut. "Jadi yang ditabrak papa malam itu adalah Alula bukan Princy?"


"Maksud tuan?"


"Awal mula saya dekat dengan Princy adalah ketika dia mengatakan dia adalah anak perempuan yang ditabrak papa. Saya percaya begitu saja karena memang di rumah sakit saat itu saya melihat ada kedua orang tua Princy."


Zyandru merasa kepalanya akan pecah saat ini juga. Dengan bola mata yang bergerak ke kanan dan kiri, Zyandru mencoba mengingat semuanya.


"Alula... Alula punya bekas luka jahit di perut bagian kirinya. Saat melihatnya saya merasa tidak asing dengan bekas luka itu, tapi saya tidak tahu kenapa. Jadi, perasaan saya selama ini memang benar. Saya dan Alula memiliki ikatan di masa lalu."

__ADS_1


__ADS_2