
"Saatnya menjalankan rencana" gumam Aziel yang tengah bersiap untuk pertemuan yang sudah di rencanakannya dengan Zyandru.
Setelah pertemuan mereka beberapa hari yang lalu, kini Aziel kembali mengajak Zyandru bertemu, namun kali ini pertemuan mereka bukan di perusahaan melainkan di sebuah hotel yang sudah di pesan Aziel.
Aziel menatap sebuah bingkai kecil berisikan fotonya dan Alula saat kecil dulu, di foto itu, nampak Alula tengah jungkir balik dengan posisi tangan di bawah dan kedua kakinya diatas dipegang Aziel. Mereka berdua kompak tersenyum menunjukkan gigi mereka yang berjejer rapi.
Alula selalu bisa membuat Aziel tertawa dengan tingkah lucunya.
"Aku kangen lihat senyum kamu Alula" gumam Aziel kemudian mengecup tepat pada wajah Alula.
Puas memandang foto masa kecilnya, Aziel berjalan keluar menemui Doni, tatapan pria itu kembali tegas.
"Sudah di siapkan semuanya kan Don?" tanya Aziel pada asistennya itu.
"Sudah pak, saya pastikan Zyandru akan bertemu dengan Princy" jawab Doni dengan penuh keyakinan.
"Bagus, buat mereka sesibuk mungkin!"
"Siap pak"
...***...
Di tempat lain.
Alula yang sudah rapi, langsung keluar dan mendapati Zyandru tengah menunggu di luar kamarnya.
Dengan berpenampilan biasa seperti di kantor, Alula terlihat begitu cantik.
Zyandru menatap Alula dari atas sampai bawah tanpa berkedip, tatapan Zyandru berhenti tepat pada paha Alula yang terpampang jelas.
"Itu rok kenapa?" tanya Zyandru heran.
"Kenapa apanya?"
"Itu rok kamu kenapa kenapa gitu Alula?" tunjuk Zyandru tepat pada kedua lutut Alula
Alula menyisir dirinya sendiri, hari ini memang sedikit berbeda, jika biasanya Alula memakai rok span tepat selutut, kali ini ia memakai rok yang sedikit diatas lutut berwarna soft pink dengan blouse yang juga berwarna senada.
Alula yang merasa tak ada yang aneh lantas keheranan dengan perkataan Zyandru.
"Ck, rok kamu terlalu pendek Alula!, paha kamu kelihatan gitu!"
"Emang ya? perasaan cuma kelihatan dikit" dengan tanpa bersalahnya Alula menjawab sambil memiringkan tubuhnya ke kanan dan kiri.
Tingkahnya itu membuat Zyandru menelan ludahnya susah payah, tubuh Alula terbentuk sempurna dengan pakaian seperti itu.
Hasrat Zyandru tiba-tiba saja naik dengan cepat. Zyandru akui jika bersama Alula, hasratnya memang selalu menggebu-gebu. Tak ingin terjadi hal tak di inginkan, Zyandru lantas mengalihkan pandangannya.
"Ganti sekarang!" titah Zyandru dengan suara gemetar.
__ADS_1
"Tapi ini satu-satunya rok yang warnanya sama dengan blouse ini"
"Aku gak mau tau ganti sekarang!, jangan pakai rok span gitu!, pakai long dress lebih bagus"
"Hah?" Alula melongo mendengar perkataan Zyandru. "Kan kita mau meeting, kok pakai long dress?, gak nyambung banget!"
"Aku bilang ganti ya ganti Alula!, paha kamu terlalu berharga buat di tunjukin ke laki-laki lain!" geram Zyandru.
"Tapi–"
"Mau ganti sendiri atau aku yang gantiin!" ucapan Zyandru membuat Alula takut dan langsung berlari masuk ke kamarnya.
Lima menit berlalu, Alula keluar dengan memakai Midi dress panjang berwarna Navy polos dengan lengan pendek balon.
Zyandru kembali di buat kagum dengan kecantikan istrinya itu.
"Gimana? udah cocok?" tanya Alula sambil meregangkan bajunya ke samping.
"Bagus, tapi–" ucapan Zyandru terhenti kala melihat leher Alula terhampar bebas.
"Apalagi sih?" tanya Alula yang sudah kesal dengan kritikan suaminya itu.
Bukannya menjawab, Zyandru malah mengarahkan tubuh Alula agar berdiri membelakanginya.
Zyandru menarik ikat rambut Alula dan membuat rambut Alula seketika terjatuh begitu saja. Zyandru juga membenarkan rambut Alula agar menutupi tengkuknya.
Saat Alula akan protes, Zyandru malah memegang kedua bahu Alula dan mendekatkan bibirnya pada telinga sang istri.
Posisi Zyandru yang masih di belakang Alula, membuatnya dengan mudah menyambar pipi istrinya itu. Bukan hanya sekali, namun beberapa kali Zyandru mengecup pipi Alula hingga membuat Alula kesal.
"Ihhh, nanti bedak aku luntur!" Alula menyenggol asal kemudian berjalan meninggalkan Zyandru yang masih terpaku sambil memegangi bibirnya.
Zyandru menghampiri Alula yang sudah lebih dulu masuk ke mobil.
"Bedak kamu ketebelan!" kesal Zyandru yang langsung mengambil cermin kecil dari tangan Alula
"Apa iya?" Alula sedikit panik, "sini balikin cermin aku!"
"Gak boleh!"
"Kalau aku gak ngaca, gimana bisa lihat make up aku Zyandru!" rengek Alula.
"Aku akan kasih kalau kamu panggil aku Mas!" kata Zyandru dengan senyum tipisnya.
"Pemaksaan!"
"Kalau gak mau ya udah, itu sih resiko, kamu sendiri yang akan malu karena bedaknya gak rata gitu" ucap Zyandru yang hanya membohongi Alula.
"Pak Mun, emang bedak saya ketebelan ya?" tanya Alula melas.
__ADS_1
Pak Mun melihat cermin di depannya dan mendapati Zyandru tengah melotot padanya.
"I–iya nyonya, tebal banget enggak seperti biasa"
Alula menghela napas dan menatap Zyandru yang berada di sampingnya, "mas Zyandru"
"Apa? aku gak dengar, tumben suara kamu kecil banget Alula, biasanya besar"
"Mas Zyandru balikin cermin Alula" pinta Alula dengan wajah yang di buat seimut mungkin.
Panggilan 'Mas' dari Alula membuat Zyandru merasa jantungnya akan loncat dari tempatnya saat ini, ditambah lagi istrinya itu seperti anak kucing yang tengah meminta makan.
Melihat Zyandru hanya diam membuat Alula geram, Alula mengambil paksa cermin itu dari tangan suaminya.
Alula melotot tajam ke arah Zyandru ketika melihat wajahnya baik-baik saja tidak seperti yang dikatakan Zyandru dan pak Mun.
"Bercanda" ucap Zyandru sambil mencubit pelan pipi Alula.
...***...
Setelah menempuh beberapa waktu perjalanan, kini kedua rekan bisnis itu sama-sama sampai di hotel yang telah di janjikan.
Zyandru mengenalkan Alula sebagai istri sekaligus sekertarisnya.
Kini mereka tengah berkumpul sambil membicarakan kerjasama mereka. Alula yang merasa tak asing dengan Aziel, terus saja memperhatikan pria berwajah manis itu. Apalagi ketika mendengar nama 'Aziel Savio' membuat Alula semakin yakin bahwa ia adalah teman masa kecilnya.
Alula memilih menunda menanyakan hal tersebut karena saat ini mereka sibuk membicarakan bisnis.
Aziel menahan tawa melihat wajah penuh heran Alula, menurutnya saat seperti inilah Alula terlihat begitu imut.
Usai dengan perbincangan bisnis, kini mereka tengah makan siang bersama. Tidak ada percakapan yang terjadi karena mereka fokus pada makanan masing-masing.
"Saya permisi ke toilet sebentar" pamit Alula sesaat setelah mereka selesai makan.
"Mau aku temani?" tawar Zyandru menahan tangan Alula.
"Gak usah, aku bisa sendiri" setelah memberikan senyuman hangatnya, Alula pergi meninggalkan ketiga pria itu.
"Kebetulan hotel ini milik teman saya, bagaimana kalau kita berkeliling pak Zyandru?" tawar Aziel mencoba mengalihkan perhatian pria itu.
"Tapi istri saya masih di toilet" tolak Zyandru.
"Itu mudah, ada asisten saya Doni, dia yang akan mengantarkan istri anda nanti"
"Baiklah, mari"
Kini Zyandru dan Aziel kembali membicarakan rencana mereka bulan depan sambil berjalan sekeliling.
Langkah mereka terhenti tepat saat melihat beberapa kamera juga lampu pencahayaan untuk pemotretan. Di tengah-tengah sana terdapat wanita cantik dengan gaunnya yang bergelombang terlihat beberapa kali berganti gaya.
__ADS_1
"Princy"