Blind Husband

Blind Husband
Blind 18


__ADS_3

Pagi harinya, sesuai perintah Alula, pak mun sudah membelikan sarapan, ia langsung menyiapkannya di meja makan.


Zyandru terlihat sedang mengusap rambutnya kasar, semalaman ia tidak bisa tidur akibat terus memikirkan Alula. Tak dipungkiri Zyandru menyesali perbuatannya.


Masih dengan baju tidur yang melekat di tubuhnya, Zyandru berjalan keluar kamar, rasanya ingin sekali menemui Alula hanya untuk melihat keadaannya.


Melihat Zyandru berdiri di dekat tangga, pak mun menghampiri dan membantunya turun ke bawah. Lagi dan lagi Zyandru dibuat terpaku dengan perlakukan Alula, istrinya itu tetap memperhatikannya, bahkan untuk masalah sekecil sarapan.


"Semalam juga nyonya berpesan agar saya tidak kasih tau tuan masalah nyonya ke rumah sakit" jelas pak mun.


"Dokter bilang Alula sakit apa pak?" tanya Zyandru yang benar-benar penasaran.


"Kalau masalah itu saya gak tau tuan, semalam selagi nyonya berobat, nyonya minta saya tunggu di mobil, oh iya sama satu lagi tuan"


"Apa?"


"Nyonya minta saya langsung saja antar tuan ke kantor tanpa menunggu nyonya"


Zyandru menghembuskan napasnya, ingin sekali rasanya mencaci maki dirinya saat ini.


"Ya sudah makasih ya pak"


"Iya tuan, saya permisi"


Zyandru menatap dua bungkus bubur ayam tersebut, ia mengambil salah satunya dan menghidangkannya.


"Alula belum sarapan, dia juga harus minum obat" gumam Zyandru kemudian berjalan menuju ruang tamu dengan membawa bubur tersebut.


Zyandru menghembuskan napasnya ketika berada di depan pintu ruangan di mana Alula berada.


Tok Tok Tok


Berkali-kali Zyandru mengetuk namun tak mendapat jawaban, tangannya pun sudah terasa kebas, akhirnya ia memberanikan diri memanggil sang istri.


"Alula"


"Alula udah pagi"


"Pak mun beli bubur ayam, kamu sarapan dulu"


"Alula, nanti bubur ayamnya keburu berair kalau gak langsung dimakan"


Di dalam, Alula mendengar ketukan pintu dan panggilan Zyandru, hanya saja ia terlalu malas untuk menjawab apalagi menghampiri suaminya itu.


"Alula, kamu masih tidur?, emang gak kerja?"


Sekali lagi Zyandru memanggilnya, Alula tak peduli, kepalanya benar-benar pusing saat ini.


"Alula kalau gak dibuka aku dobrak ya pintunya" Zyandru malah mengancam sekarang.


Terserah dengan apa yang akan dilakukan Zyandru, Alula malah menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.


"Alula aku beneran dobrak ya"


Tetap sama, tak ada jawaban dari Alula, akhirnya Zyandru memilih membuka kamar tersebut, syukurlah Alula tak mengganti kodenya. Di dalam ia melihat sebuah buntalan di dalam selimut, itu pasti Alula.


"Alula, aku bawa bubur buat kamu"


Melihat tak ada pergerakan, Zyandru mencoba memukul nakas menggunakan kakinya dan berpura-pura seolah-olah ia menabraknya.

__ADS_1


Zyandru terus mengerang kesakitan, namun Alula sama sekali tak peduli bahkan tak memunculkan dirinya.


"Buburnya aku taruh disini ya, jangan lupa dimakan" ucap Zyandru kemudian berjalan keluar.


...***...


Sekitar jam sepuluh pagi, Zyandru berangkat ke kantor, sudah terlambat sebenarnya, Zyandru melakukan itu juga karena tak tega meninggalkan Alula sendiri, apalagi kondisinya yang sedang sakit.


Sesampainya di kantor, Zyandru langsung disambut dengan Ansell, mereka berdua berjalan bersama menuju ruangan Zyandru berada.


Di saat mereka berdua tengah berbicara tentang bisnis, tiba-tiba saja Zyandru teringat akan Alula.


"Alula sakit jadi hari ini kamu yang gantiin pekerjaan dia" ucap Zyandru pada Ansell.


"Iya tuan, pagi tadi Alula mengabari saya" jawab Ansell membuat Zyandru langsung menatapnya.


"Ngabarin kamu gimana?"


"Ini tuan" Ansell memberikan ponselnya, ia menunjukkan percakapannya dengan Alula di sebuah aplikasi pesan.


Alula berkata bahwa hari ini ia tidak masuk kerja dikarenakan sakit, Alula juga menjelaskan tentang pekerjaan apa saja yang harus Ansell kerjakan saat ini.


"Apa tuan tidak tahu masalah ini?" tanya Ansell heran melihat Zyandru begitu terkejut.


"Saya tau Alula sakit, tapi memang dari semalam saya gak bicara sama dia"


"Apa Alula membuat masalah tuan?" Ansell mencoba memancing Zyandru.


"Bukan Alula yang buat masalah, tapi saya sendiri, kemarin... "


Ansell begitu terkejut mendengar penjelasan Zyandru, ia sampai tak habis pikir dengan tuannya itu.


Zyandru mengusap wajahnya, "saya juga gak tahu Ansell, melihat wajah Revaz entah mengapa saya menjadi kesal"


"Apa,,, tuan cemburu?" tanya Ansell dengan hati-hati.


Zyandru tersenyum sinis, "dari dulu cinta saya cuma buat Princy, dan akan selalu seperti itu, tidak ada yang bisa menggantikan Princy sekalipun itu Alula"


...***...


Sementara itu di rumah, setelah kepergian Zyandru pagi tadi, Alula menyantap bubur yang berada di atas nakas, Zyandru benar, buburnya sudah berair.


Selesai dengan makannya, Alula meminum obatnya, ia berencana akan membawa pakaiannya untuk dipindahkan ke kamar ini, Alula memilih untuk pisah kamar dengan Zyandru, setidaknya untuk beberapa hari ke depan.


Alula tak peduli dengan apa yang akan Zyandru katakan nantinya, ia hanya ingin menyendiri sejenak.


Selesai dengan urusan pakaiannya, tiba-tiba pak mun datang dan mengabari ada seseorang yang ingin bertemu dengannya.


Alula keluar dari kamar, orang tersebut ternyata Ansell, ia datang dengan membawa makanan.


"Saya udah makan tadi" ucap Alula menolak pemberian Ansell.


"Kamu bohong Alula, tadi pak mun bilang kamu cuma makan bubur, itupun tadi pagi"


Alula menghembuskan napasnya, "pak Ansell kesini cuma buat bawain makanan aja?"


"Saya sebenarnya malas keluar, tapi karena ini perintah tuan Zyandru, jadi mau gak mau deh"


"Makanan ini, Zyandru yang suruh"

__ADS_1


"Iya, tuan Zyandru kelihatan kacau banget, bahkan di kantor semua pekerjaan saya yang ngerjain, dia kerjanya cuma tidur aja, ditambah kamu gak masuk, jadi triple deh kerjaan saya" ucap Ansell mencoba mencairkan suasana.


"Jadi pak Ansell gak ikhlas nih ngerjainnya" ucap Alula sambil tersenyum.


"Yaa itu sih tergantung pikiran kamu, udahlah saya balik ke kantor ya, ingat kamu harus makan, kalau enggak nanti saya yang kena marah suami kamu itu"


"Siap tuan Ansell yang terhormat" ucap Alula dengan suara lantangnya.


Setelah kepergian Ansell, Alula menatap makanan tersebut, jika saja Zyandru tidak berbuat kasar padanya kemarin, mungkin saja Alula tengah berbunga-bunga sekarang.


"Apa ini cara kamu minta maaf?, rasanya gak sebanding dengan rasa sakit yang aku rasakan"


Mata Alula memanas, tak ingin kembali menangis, Alula memilih kembali masuk ke kamar.


...***...


Sementara di kantor, seperti perkataan Ansell sebelumnya, Zyandru terlihat begitu kacau, pria itu menyerahkan semua pekerjaan pada Ansell.


Tepat ketika Ansell kembali, Zyandru langsung menegakkan tubuhnya dan bertanya tentang keadaan Alula.


"Alula kelihatan pucat banget tuan, saya juga lihat dia beberapa kali mengusap leher dan punggungnya" Ansell menjelaskan dengan sejujurnya, tanpa ada yang ditutupi.


"Terus makanan itu dimakan gak?"


"Kalau itu saya gak tau tuan, soalnya saya di sana hanya sebentar, cuma nganter aja"


Zyandru meradang mendengar penjelasan sang asisten.


"Ansell bodoh banget sih, harusnya tunggu dulu sampai dia makan, kalau sampai dia gak makan dan minum obat, terus dia makin parah gimana"


"Maaf tuan, tadi Alula bilang dia bakal makan kok"


"Ya itu kan cuma di mulut, gak tau bakal dilakuin atau enggak"


"Gak cinta tapi sebegitu khawatirnya" gumam Ansell yang hanya bisa didengar dirinya sendiri.


"Antar saya pulang sekarang" titah Zyandru.


"A–apa tuan"


"Antar saya pulang, sejak kapan sih kamu jadi lemot begini"


"Maaf tuan, mari"


Zyandru duduk di dalam mobil dengan tidak tenang, beberapa kali ia memarahi Ansell yang menurutnya sangat lama berkendara, padahal Ansell sudah menaikkan kecepatan tidak seperti biasnya.


Setelah beberapa lama perjalanan mereka sampai, dengan tergesa-gesa Zyandru turun dari mobil.


"Tuan mari saya gandeng"


"Saya bisa sendiri, ngapain di gandeng" tolak Zyandru dengan wajah kesalnya.


"Tuan pasti lupa masalah mata tuan"


"Oh iya, ya udah nih" Zyandru memberikan tangannya pada sang asisten.


Ansell hanya bisa sabar menghadapi tuannya yang satu ini, tanpa aba-aba mereka berdua langsung masuk.


"ALULA ALULA ALULA"

__ADS_1


__ADS_2