Blind Husband

Blind Husband
Blind 55


__ADS_3

Hal yang paling tidak menyenangkan dalam hidup adalah berharap kepada manusia. Memang tidak seharusnya untuk percaya dan bergantung pada orang lain.


Jika keluarga sendiri saja bisa menyakiti, bagaimana dengan orang yang tidak memiliki ikatan darah.


Hari-hari yang berlalu hanya menyisakan kepedihan yang mendalam bagi wanita yang saat ini termenung menatap keindahan kota jakarta.


Tak terasa sudah satu minggu Alula berada di rumah sakit dengan fasilitas mewah ini. Fisiknya yang belum sembuh sepenuhnya, menjadikan Alula hanya bisa bergerak terbatas dengan kursi roda yang membantu jalannya.


Rasa kepercayaan yang semula Alula junjung tinggi pada sang suami, kini sirna begitu saja. Mulai sekarang ia berjanji tak akan percaya pada siapapun kecuali dirinya sendiri.


Menatap nanar tangan kanannya, Alula kembali teringat malam kelam yang merubah hidupnya. Apalah arti sebuah cincin pernikahan jika ikatan itu sendiri berusaha dihancurkan sepihak.


Alula tidak akan menuruti hatinya yang selalu terikat pada Zyandru. Mulai sekarang Alula akan mengesampingkan perasaan dan akan bermain logika.


Jika memang Zyandru selalu berusaha menghancurkan pernikahan mereka, maka dengan senang hati Alula akan membantunya.


Tak berbeda dengan hari-hari sebelumnya, Alula tetap sulit diajak berkomunikasi. Entah kapan terakhir kali Alula mengeluarkan suaranya.


Duduk berhadapan dengan Alula yang masih saja bungkam. Wanita berusia sekitar 40 tahunan tersebut sudah sering mendapatkan pasien yang sama kondisinya bahkan banyak yang lebih buruk dari Alula.


Prinsip setiap dokter adalah tidak akan berhenti sebelum pasien sembuh. Begitu pula psikiater yang saat ini menangani Alula.


Tetap sabar dan terus mengajak berbicara Alula meski tak mendapat jawaban sedikitpun. Lelah? Itu pasti, tapi tak membuat ia berhenti karena itu memang tugasnya.


Ada, namun tak pernah dianggap kehadirannya, begitulah orang-orang yang berada di sekitar Alula.


Wanita yang makin hari makin kurus itu terlalu sibuk dengan pikirannya hingga tak ada waktu merespon orang lain.


Entah bagaimana menjelaskan perasaannya saat ini. Hati Alula selalu berbicara dengan memberikan segala pertanyaan, dan otaknya yang akan menjawab semuanya. Bahkan terkadang Alula merasa otak dan hatinya berdebat.

__ADS_1


Beginikah keadaan orang yang mempunyai penyakit mental? Hidupnya selalu tidak tenang dengan pikiran aneh yang diciptakannya sendiri.


...***...


Di sebuah pertambangan dengan berbagai alat yang memenuhi, nampak beberapa pekerja melakukan tugas mereka masing-masing.


Dengan memakai pakaian tambang berwarna dongker dan juga helm pekerja berwarna kuningnya, seorang pria yang merupakan pimpinan teratas di sebuah perusahaan, nampak sibuk membantu para pekerja.


Meski tak dibalut dengan jas atau tuxedo seperti biasanya, nyatanya pesona seorang Zyandru Avior tak luntur begitu saja. Pria itu tetap mempesona tak peduli jenis pakaian yang dipakai.


Dengan keringat yang sudah mengucur deras, Zyandru keluar dari dalam tanah yang seketika membuat Ansell bernapas lega menyambutnya.


Sebenarnya Ansell sudah melarang untuk Zyandru ikut ke bawah tanah, namun pria itu tak mempedulikan ucapan asistennya.


Lumpur yang sudah mengotori pakaian bahkan wajahnya, Zyandru beranjak dari tempat tersebut diikuti Ansell di belakang. Waktu sudah menjelang sore, Zyandru segera membersihkan dirinya dan berlanjut ke tempat lain.


Zyandru benar-benar menyibukkan dirinya dengan setiap pagi berada di kantor, siangnya di penambangan dan sorenya ke rumah sakit. Bukan tanpa alasan, Zyandru yang terlalu rindu dengan Alula menjadikan ini sebagai pengalihan pikirannya, meski ia tahu cara ini tak efektif.


Seperti saat ini, Zyandru dengan semangat membawa bunga primrose di tangannya. Bunga berwarna putih dengan corak kuning kecoklatan yang berada di tengah itu cukup sulit Zyandru dapatkan.


Bunga primrose sendiri melambangkan cinta abadi. Dengan memberikan bunga ini, berarti bahwa kau tidak bisa hidup tanpa orang tersebut. Seperti yang saat ini Zyandru rasakan.


Sesampainya di rumah sakit, seperti biasa Zyandru akan menitipkan bunga dan makanan bawaannya pada perawat Alula.


Wanita yang memakai pakaian serba putih itu nampak beberapa kali mencuri pandang pria tampan di hadapannya saat ini.


Pesona Zyandru memang luar biasa, semua perawat yang menangani Alula selalu bersemangat ketika suami dari pasiennya itu datang. Mereka tak segan-segan tebar pesona meski tak pernah dilirik.


Mereka akui Alula memanglah cantik, bahkan sangat. Namun dengan keadaan Alula yang seperti ini, para perawat di sana begitu heran, mengapa Zyandru masih mempertahankan wanita gila seperti Alula.

__ADS_1


"Suster, tolong bilang ke istri saya, di sini ada puding kesukaan dia, ya?" Meski tak dapat melihat istrinya itu, Zyandru tetap saja merasa berdebar setiap kali datang.


"Baik pak"


Dengan sedikit menggoyangkan pinggulnya, perawat wanita itu berjalan masuk ke dalam ruang rawat Alula dan seperti biasa akan menyerahkan pemberian Zyandru tersebut.


Alula tak menolak namun juga tak menerima. Tak seperti biasanya yang akan bersemangat ketika mendengar makanan, wanita itu bahkan tak melirik sedikitpun.


Saking banyaknya pemberian Zyandru, sofa yang berada di sudut kamar Alula di penuhi dengan bunga dari berbagai jenis dan warna yang berbeda. Terlihat beberapa bunga sudah mulai layu.


Lelah selalu berbicara sendiri, perawat wanita tersebut keluar dengan perasaan dongkol. Ia kembali menemui Zyandru yang selalu setia menunggu di depan.


"Maaf pak, bu Alula tidak mau menerima pemberian bapak." Dengan nada yang dibuat-buat, perawat tersebut mencoba menghasut Zyandru.


Bukannya kemarahan, Zyandru malah menunjukkan senyuman manis. "Ya sudah tidak masalah, yang penting istri saya baik-baik saja."


...***...


Sementara itu, Aziel yang beberapa hari ini tak melihat bahkan mendengar kabar Alula, menjadi uring-uringan tidak jelas. Pria itu begitu merindukan teman masa kecilnya itu.


Aziel sudah mengirim beberapa orang untuk mencari tahu keberadaan Alula, namun sayang hasilnya nihil. Masing-masing dari mereka bahkan tak bisa melacak di mana keberadaan wanita itu.


Sedangkan anak buahnya yang ia perintahkan untuk membuntuti Zyandru, memberikan jawaban yang membuat Aziel semakin pusing. Tidak ada hal yang mencurigakan dari Zyandru, pria itu melakukan aktivitasnya seperti biasa.


Tanpa Aziel tahu, beberapa anak buahnya sudah bekerja sama dengan Zyandru dan Ansell.


"Gimana gue bisa bawa pergi Alula, sedangkan gue gak tahu di mana dia berada! Sial, sebenarnya di mana Zyandru menyembunyikan Alula?"


Bak di telan bumi, Alula menghilang tanpa jejak. Wanita itu tak pernah sekalipun terlihat setelah malam penghargaan beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Tidak seperti biasanya yang selalu berpenampilan rapi, kali ini Aziel nampak kacau. Beberapa kali terdengar gebrakan meja dari dalam ruangan pria itu.


"Gue gak bisa terus begini. Gue harus ajak Zyandru bertemu, persetan dengan kecurigaan dia. Gue gak peduli, yang penting gue bisa melihat Alula."


__ADS_2