
"APA?"
Zyandru yang baru saja bangun tidur dibuat jantungan dengan Ansell yang tiba-tiba menelpon pagi-pagi, dan mengabari tentang berita Princy yang sedang viral.
"Saat ini pacar Princy masih di rumah sakit tuan"
"GAK MUNGKIN"
"Princy gak mungkin melakukan itu, dia wanita yang lembut, bahkan meninggikan suaranya saja gak pernah, ini pasti fitnah, ada yang menjebak Princy," Zyandru meracau tak karuan.
Ansell hanya bisa diam mendengar tuannya seperti orang kesetanan, tak heran karena Zyandru memang selalu menutup mata jika mendengar hal buruk tentang Princy.
"Berita ini bohong kan, bilang kalau ini semua hanya pekerjaan orang yang gak bertanggung jawab, BILANG ANSELL!"
"Maaf tuan, saya sudah menyelidiki kasus ini, di tempat kejadian tidak ada CCTV, yang saya tahu hanya di botol tersebut ada sidik jari Princy"
"Jadi maksud kamu memang benar Princy melakukan itu"
"Maaf tuan, saya hanya menyampaikan penyelidikan saya"
"Hilangkan bukti itu dan kirim pengacara yang bagus untuk membela Princy" ucap Zyandru dengan nada datar.
"Baik tuan"
Zyandru yang ingin bersantai di rumah karena memang hari ini adalah hari libur, malah dibuat pusing dengan berita yang diberitahukan Ansell.
Dari seluruh artikel mengenai Princy yang ia baca, Zyandru tak mempercayai satu pun berita tersebut, baginya Princy tak mungkin melakukan itu, pasti ada orang yang tak senang terhadap Princy dan sengaja menjebaknya.
...***...
Sementara itu dibawah, dengan memakai sport bra dan legging pendek, Alula yang sedang workout dirumah, sama sekali tak mengetahui percakapan Zyandru dan Ansell.
Meski tidak melakukan diet apapun, Alula tetap menjaga tubuhnya dengan rajin workout setiap hari.
Zyandru yang baru saja selesai mandi, langsung mencari keberadaan sang istri.
"Alula kemana sih pagi-pagi begini" gerutu Zyandru sambil berjalan menuruni tangga.
Langkah Zyandru terhenti ketika melihat Alula sedang melakukan gerakkan 'Bridge'. semacam gerakan berbaring dan mengangkat pinggulnya, sedangkan lututnya ia tekuk.
Berbulan-bulan menikah, ini adalah pertama kalinya Zyandru melihat Alula berolahraga sendiri.
Di rumah, mereka memang memiliki ruang khusus untuk workout, setiap pagi Zyandru akan berolahraga disana, sedangkan Alula akan berolahraga pagi-pagi sekali, sebelum Zyandru bangun tidur.
Melihat Alula menegakkan tubuhnya, Zyandru langsung berpura-pura tak melihat.
"Loh, kamu udah bangun" Alula langsung berdiri dan menghampiri Zyandru.
__ADS_1
Dengan beberapa bagian tubuh yang menonjol namun bagian pinggang yang ramping dan bahu yang indah. Ditambah keringat mengucur di tubuhnya, Alula menjadi pemandangan yang indah bagi Zyandru.
Ada satu hal yang menjadi perhatian Zyandru, yaitu perut bagian kiri Alula terdapat seperti bekas luka, mungkin jahitan.
"A–aku cariin kamu" ucap Zyandru tergagap.
"Aku gak kemana-mana, oh iya kamu mau sarapan apa biar aku buatin"
"Aku mau sandwich terlur aja"
"Ya udah, aku mandi sebentar ya, kamu tunggu sini" Alula membawa Zyandru ke ruang makan.
Setelah beberapa waktu menunggu, Alula turun dengan dress midi bermotif daisy, lagi dan lagi Zyandru dibuat terpesona oleh istrinya itu.
Alula dengan cepat membuatkan sandwich yang diminta sang suami, setelah selesai ia langsung menghidangkan untuk Zyandru.
"Habis ini aku izin pergi ke supermarket mau belanja bulanan" ucap Alula di tengah-tengah sarapannya.
"Sendiri?"
"Enggak kok, minta dianter pak Mun" Alula menyebut sopir pribadi mereka.
"Aku ikut"
...***...
Saat ini mereka tengah berada di bagian buah, Alula terlihat memasukkan beberapa bungkus buah ke dalam trolley yang didorong Zyandru.
"Buah kesukaan kamu apa?" tanya Alula di sela-sela kegiatan memilihnya.
"Nanas"
Mendengar jawaban Zyandru, Alula lantas mengambil beberapa bungkus buah nanas yang sudah siap makan dan memasukkannya ke dalam trolley.
Alula mengeluarkan ponselnya, ia kembali melihat catatannya dan mencentang beberapa bagian.
"Sekarang kita ke bagian daging-dagingan." Alula kembali menggandeng Zyandru dan mengajaknya berjalan.
"Masih lama Alula?" tanya Zyandru yang sudah merasa bosan.
"Masih banyak yang belum, lagian siapa suruh ikut aku" sama seperti wanita lain, Alula juga menghabiskan banyak waktu hanya untuk berbelanja.
Mereka berdua terus berjalan bersama, entah apa yang sedang dipikirkannya, Zyandru terus saja melamun, hingga tak sengaja menabrak seorang wanita dengan trolley yang didorongnya.
"Aduh gimana sih mas, kalau jalan tuh lihat-lihat, punya mata dipake dong" wanita itu nampak kesal sekaligus merasakan sakit pada kakinya.
"Saya minta maaf ya mbak, suami saya gak sengaja" ucap Alula.
__ADS_1
Melihat Zyandru diam saja, wanita tersebut lantas menelisik Zyandru dari atas sampai bawah, "buta ya suaminya?"
"Terus kenapa kalau saya buta?" Zyandru angkat bicara.
"Tampang keren tapi... kalau buta di rumah aja mas, gak usah berpergian, nyusahin orang lain tau gak"
Mendengar Sang suami di hina, Alula seketika meradang, Alula lantas bediri tepat di depan wanita itu.
"Maksud mbak apa ya, kan tadi saya udah minta maaf, kalau emang ada barang mbak yang rusak bilang biar saya ganti, atau kaki mbak luka kita bisa ke rumah sakit, GAK USAH MENJELEKKAN SUAMI SAYA"
"GAK USAH SOK PALING BERKUASA ANDA" wanita tersebut tak mau kalah dengan Alula.
"Terus mbak maunya apa?" tanya Alula baik-baik.
"Mau gue ini" wanita tersebut mendorong Alula hingga hingga Alula terjatuh ke belakang.
Akh Shh
Ringis Alula merasakan punggungnya yang cukup sakit akibat benturan tersebut.
"Anda bisa saya laporkan atas dasar kekerasan" ucap seorang pria yang ternyata adalah Revaz.
"Laporin aja, orang dia yang salah kok"
"Disini banyak CCTV dan pasang mata, anda gak bisa mengelak"
Wanita tersebut melirik sekitarnya dan mendapati beberapa orang tengah menatapnya, merasa takut dengan ancaman Revaz, wanita tersebut lantas pergi meninggalkan belanjaannya begitu saja.
"Alula, astaga pasti punggung kamu sakit, kita ke rumah sakit ya!" Revaz membantu Alula berdiri.
Alula menggeleng, "aku gak apa-apa kok"
"Gak apa-apa gimana, aku liat benturannya keras banget tadi"
"Aku gak apa-apa Revaz, makasih ya bantuannya, oh iya kamu ngapain disini? belanja juga?"
"Ya gitu deh, buat kebutuhan di rumah" bohong Revaz, yang sebenarnya adalah pria itu sengaja mengikuti Alula dan Zyandru.
"Wah hebat banget ya, jarang loh ada laki-laki belanja sendiri"
Mendengar pujian Alula, Revaz seketika tersenyum penuh arti, sedangkan Zyandru yang melihat interaksi Alula dan Revaz, terus saja mencengkeram trolley dengan kuat.
"Aku mau pulang" ucap Zyandru dengan wajah datarnya.
"Tapi belum semuanya, sayuran bel–"
"Aku mau pulang sekarang Alula, masalah belanjaan bisa besok"
__ADS_1
"Ya udah kita pulang sekarang, Revaz aku sama Zyandru duluan ya" ucap Alula kemudian pergi meninggalkan Revaz sendiri.