
"Gimana? kamu suka gak?"
"Suka banget, makasih ya"
Cup
Zyandru melayangkan sebuah kecupan tepat di pelipis Alula, setelah tadi berziarah ke makam kedua orang tua Zyandru. Kini Zyandru mengajak Alula ke pantai.
Menikmati segarnya angin pantai sore seraya meregangkan kedua tangannya. Rasa sedih yang sempat Alula rasakan, kini hilang terbawa angin.
Dengan meregangkan kedua kakinya agar posisinya sama dengan Alula, Zyandru membawa tangannya memeluk perut Alula dari belakang. Kepalanya bersandar pada bahu Alula.
Alula dan Zyandru sama-sama merasakan nyaman pada posisi mereka saat ini.
Mata yang sejak tadi terpejam, kini langsung terbuka begitu merasakan keanehan. Alula sedikit melirik dan mendapati Zyandru juga menutup matanya.
Perlahan Zyandru membuka mata dan kembali menegakkan tubuhnya. "Alula"
"Ya"
"Terimakasih ya"
"Buat?"
"Semuanya, terimakasih telah hadir dan memberikan warna di hidup aku. Aku bahagia sekali bisa menikahi kamu." ucap Zyandru yang terdengar begitu tulus.
Alula diam, wanita cantik dengan rambut panjang bergelombang itu mencoba mencerna tiap kata yang keluar dari mulut suaminya. Alula bertanya-tanya, apakah barusan adalah ungkapan cinta Zyandru?
Melihat istrinya diam saja membuat Zyandru heran, pria itu melepaskan pelukannya dan beralih berdiri di depan Alula.
"Istriku, Alula" sambil memegang kedua bahu Alula, Zyandru memanggil istrinya dengan sangat lembut.
Hati Alula berdesir mendengar panggilan Zyandru. Alula terus menatap dalam-dalam manik hazel milik Zyandru, mata Zyandru sangat indah membuat Alula betah berlama-lama tenggelam di dalamnya.
"Kamu kenapa diam aja?, kamu sakit?"
Alula tersenyum tipis kemudian menggeleng pelan, "aku baik-baik aja"
"Maafkan aku Alula"
"Tadi terimakasih, sekarang maaf. kali ini buat apa lagi?" tanya Alula dengan nada rendah.
"Semua hal yang sudah aku lakukan, aku tahu aku sudah sangat jahat terhadap kamu, aku selalu mengatakan hal bodoh yang menyakiti kamu. Maaf sudah membuat kamu terluka berkali-kali."
Zyandru mengingat kembali semua perlakuan buruknya dan hal itu membuatnya tak sanggup menatap wajah Alula.
__ADS_1
"Aku mencintai kamu Alula, aku sangat mencintai kamu. Kamu adalah orang yang sangat berarti di hidupku, terimakasih sudah menerimaku yang penuh kekurangan ini."
Zyandru mendekatkan wajahnya, perlahan tapi pasti, Zyandru meraih bibir Alula untuk dikecupnya.
Berbeda dengan Zyandru yang menutup matanya, Alula justru melebarkan matanya terkejut dengan apa yang terjadi. Sejujurnya Alula masih trauma, kejadian saat Zyandru pertama kali menciumnya begitu kasar. Alula takut, tak terasa tangannya meremas kuat bajunya sendiri.
Lama-kelamaan ketakutan Alula hilang begitu saja kala Zyandru mengangkat tangan dan mengusap pelan pipi kirinya. perlahan Alula menutup matanya, merasakan sebuah ketulusan yang tak pernah ia dapatkan sebelumnya.
Merasa Alula tak menolak, Zyandru mulai menggerakkan bibirnya, hal itu lagi-lagi membuat Alula terkejut. Alula hanya diam tak tahu harus berbuat apa.
Tangan kiri Zyandru menarik pinggang Alula agar lebih merapat dengan tubuhnya. Alula yang sadar langsung mendorong bahu Zyandru, dan seketika itulah bibir mereka terlepas.
Alula seketika menunduk malu, begitupun Zyandru yang langsung menggaruk tengkuknya seraya tersenyum canggung.
"Emm, kita jalan-jalan yuk" ajak Alula seraya menggenggam tangan Zyandru.
"Apa Alula? kamu mau lagi? oke! dengan senang hati." ucap Zyandru dengan senyum lebarnya.
"Dasar mesum!" Alula melepaskan genggaman tangan mereka dan meninggalkan Zyandru yang masih tertawa.
"Bercanda" Zyandru menghampiri dan merangkul bahu Alula.
Berjalan tanpa alas kaki, membiarkan air menerpa kaki mereka. Genggaman tangan mereka tak lepas, membuat siapapun yang melihat iri dengan keromantisan pasangan ini.
...***...
Seorang wanita cantik bermata tajam nampak berjalan penuh percaya diri, dengan memakai sheath dress di atas lutut yang menampilkan kaki jenjangnya. Bibirnya yang merah merona, menambah kecantikannya.
Sebagai seorang model, Princy tentu saja harus selalu menjaga tubuhnya agar selalu ramping dengan diet dan olahraga yang ketat.
Princy berhenti tepat di depan sebuah kamar hotel yang di jaga oleh 2 orang pria bertubuh besar.
"Maaf nona anda tidak bisa sembarangan masuk!" cegah salah satu pria menghalangi Princy.
"Katakan pada bos kalian Princy ingin bertemu!" ucap Princy dengan angkuh.
Kedua pria itu saling pandang kemudian menganggukkan kepala bersama, salah satunya masuk ke dalam kamar tersebut, dan salah satunya lagi berjaga di depan.
Tak lama pria bertubuh kekar itu keluar dan membukakan pintu lebar-lebar untuk Princy.
Princy berjalan masuk dan menatap sekitar kamar tersebut, sangat bersih dan rapi. Yang menjadi perhatian Princy adalah terdapat beberapa lembar foto Alula di atas nakas.
Princy duduk di pinggir kasur dan memandangi foto sepupunya itu, "cih, sehebat apa sih Alula sampai kamu dibuat tergila-gila?"
"Yang pasti lebih hebat dari kamu!" suara seorang pria mengejutkan Princy.
__ADS_1
Pria itu seperti habis mandi, terlihat dari rambutnya yang setengah basah dan keluar hanya dengan handuk kecil yang melilit di pinggangnya
"Mana rekamannya?" tepat saat dirinya berdiri di hadapan Princy, Aziel menodongkan tangan kanannya ke depan wanita itu.
"Aku akan kasih tapi setelah kamu jujur, dari kecil sampai sekarang, apa yang membuat kamu begitu mencintai Alula? bahkan kamu berkali-kali menolak perasaan aku hanya demi Alula."
Aziel tertawa remeh, dari tatapannya terlihat jelas bahwa Aziel sangat merendahkan Princy.
"Perlu aku jelaskan? kurasa kamu sudah tahu jawabannya."
"Gak, aku gak tau jawabannya, aku punya semua yang Alula miliki, cantik, pintar, bahkan tubuh yang lebih bagus dari Alula dan tentunya baik."
"Baik? Heh!" Aziel tersenyum miring. pria berwajah manis itu menunduk dan mendekatkan wajahnya pada Princy.
"16 tahun lalu, kamu kan yang mendorong Alula sehingga dia tertabrak mobil? karena kejadian itu perut bagian kiri Alula harus dijahit."
Aziel semakin tersenyum senang ketika melihat ekspresi terkejut Princy.
"Kamu terlalu iri dengan kesempurnaan yang dimiliki Alula sehingga kamu gelap mata dan ingin membunuh sepupu kamu sendiri Princy!" Lanjut Aziel dengan nada cukup tinggi hingga membuat Princy ketakutan.
"Sekarang berikan rekaman itu dan pergi dari sini, sebelum aku berubah pikiran dan membunuh kamu!"
Princy yang sudah ketakutan, lantas mengeluarkan sebuah flashdisk dari dalam tasnya. Dengan tangan yang gemetar Princy menaruh flashdisk tersebut di atas nakas.
Tanpa berani memandang wajah Aziel, Princy langsung berlari keluar dari kamar tersebut dengan napas tersengal.
"Ke–kenapa dia bisa tahu ini semua?"
...***...
"Kapan-kapan kita ke sini lagi ya! pantainya bagus banget, aku suka."
"Iya, apapun yang kamu mau aku turutin."
Puas berlari-larian di pinggir pantai hingga lelah, kini Alula dan Zyandru sudah dalam perjalanan pulang.
Sikap Zyandru yang berubah menjadi sangat romantis membuat Alula heran, namun tak dipungkiri dirinya bahagia.
Setelah menempuh perjalanan kurang dari sejam, pasangan suami istri tersebut kembali ke rumah mereka.
Zyandru terus saja menggenggam tangan Alula seolah tak membiarkan istrinya itu pergi.
Ketika sudah menaiki tangga, tanpa berkata apa-apa Alula melepaskan genggaman tangan mereka.
Zyandru dibuat semakin heran kala melihat Alula kembali masuk ke dalam kamar tamu. Padahal dirinya sudah membukakan pintu kamar utama bermaksud untuk kembali tidur berdua.
__ADS_1
"Apa permintaan maafku sebelumnya belum kamu terima Alula?"