Blind Husband

Blind Husband
Blind 5


__ADS_3

2017


"Aku mau kita putus"


"Tapi kenapa?"


"Aku mau lanjutin karir aku di luar negeri"


"Tapi kenapa harus putus, aku gak masalah kalau kita LDR, aku bisa temuin kamu kapanpun asalkan jangan putus"


"Gak bisa, aku benar-benar minta maaf, hubungan akan menghalangi karir model aku"


"Aku cinta sama kamu, aku mohon jangan bilang gitu Princy, aku gak mau pisah"


"Aku pergi, maaf Zyandru"


...***...


Ingatan saat sang kekasih meninggalkannya 6 tahun lalu kembali terulang, pria 28 tahun itu menangis sejadi-jadinya.


Zyandru terlihat memukul dadanya yang terasa sesak, hubungan yang sudah berjalan selama 5 tahun lamanya harus kandas karena sang kekasih, Princy Farasha lebih memilih melanjutkan karier modelnya di luar negeri.


Zyandru dan Princy sudah saling mengenal sejak mereka masih SMP, Zyandru yang kehilangan sang ibu sejak kecil, disaat itulah Princy membuat hari-hari Zyandru menjadi lebih berwarna.


Princy adalah sosok gadis cantik dan keibuan, Zyandru melihat sosok sang ibu di dalam diri Princy.


Mereka memutuskan berpacaran ketika umur mereka menginjak 17 tahun, Zyandru yang memang memiliki otak yang pintar, selalu membantu Princy dalam segala hal.


Hingga ketika umur mereka menginjak 22 tahun, Princy memutuskan meninggalkan Zyandru begitu saja. Impian untuk memiliki keluarga dan anak-anak hanyalah angan-angan.


Zyandru sempat terpuruk, hingga 2 tahun lamanya akhirnya ia bisa bangkit, namun disaat kondisinya sudah baik-baik saja, ayahnya meninggalkannya karena kecelakaan.


Sebuah kecelakaan yang telah direkayasa oleh adik tiri sang ayah, sebuah kecelakaan yang membuat Zyandru memilih berpura-pura buta untuk mengumpulkan semua bukti kejahatan adik tiri sang ayah.


Sosok pria penyayang dan ramah, kini berubah menjadi pria kejam dan dingin tak tersentuh.


Enam tahun berlalu, namun pria itu masih belum bisa melupakan sang wanita.


Ditambah ia mengetahui fakta bahwa sekertaris barunya adalah sepupu dari sang mantan kekasih.

__ADS_1


Saat pertama kali melihat bertemu, Zyandru merasa Alula dan Princy memiliki mata yang mirip namun tatapan mereka berbeda.


Jika Princy memiliki sorot mata tajam, berbeda dengan Alula yang memiliki tatapan sendu.


"Aaahahhhhhh, kamu jahat princy, kenapa kamu ninggalin aku"


Kamar hotel yang sebelumnya rapi, kini sudah tak berbentuk, Zyandru meluapkan emosi dan kesedihannya dengan menghancurkan barang sekitarnya, jangan lupakan botol minuman keras yang berada ditangannya.


"Kamu harus kembali ke pelukanku Princy" gumam Zyandru ditengah-tengah tegukan minumannya.


...***...


Di sebuah lorong hotel yang tak nampak sepi, Revaz terlihat sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya.


Pria tampan itu memberitahukan Baskoro tentang kejadian tadi siang, di mana ia melihat Zyandru berjalan tanpa bantuan tongkatnya.


Sedangkan tak jauh dari tempat Revaz berdiri, Ansell terlihat sedang mendengarkan percakapan Revaz.


"Ya udah pa, aku bakal terus ngawasin Zyandru" ucap Revaz setelahnya kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.


Setelah mendengarkan percakapan Revaz, Ansell berlari menuju kamar Zyandru berasa. pria itu terlihat sedang mengetuk-ngetuk pintu kamar Zyandru, Ansell juga beberapa kali mencoba menghubungi nomor Zyandru, namun tak ada jawaban.


"Astaga tuan, tuan Zyandru, kenapa bisa jadi begini"


Dengan susah payah Ansell membaringkan Zyandru ke tempat tidurnya.


Dengan telaten, Ansell membukakan sepatu bahkan menggantikan pakaian pria yang seumuran dengannya itu.


"Princy, aku kangen, aku mohon kembali sayang" racau Zyandru.


"Setelah di tinggal wanita itu, tuan di tinggal oleh ayah tuan, bahkan orang yang sangat di percaya, dengan teganya mengkhianati keluarga tuan, semoga kebahagiaan akan datang ke hidup tuan" racau Ansell yang hanya bisa didengar oleh dirinya sendiri.


...***...


"Pak, saya minta maaf soal kejadian kemarin"


"Hm, gak usah dibahas"


Setelah kejadian di restoran kemarin, Alula dan Zyandru sama-sama tidak bertemu semalaman, hingga pagi ini, Alula langsung meminta maaf walaupun dirinya tak bersalah.

__ADS_1


"Pagi Alula" sapa Ansell yang baru saja tiba.


"Pagi pak"


"Tuan saya sudah pesankan sarapan, mari"


"Kamu juga ikut sarapan Alula" Zyandru berbicara dengan tatapan lurus ke depan.


"Baik pak, loh instisblind bapak mana?" tanya Alula heran melihat Zyandru tak membawa tongkatnya.


"Saya gak tau mungkin hilang, Ansell nanti tolong belikan lagi"


"Baik tuan"


"Alula"


"Iya Pak"


Zyandru terlihat menjulurkan tangannya ke depan, padahal Alula berada di sebelahnya.


Mengerti keinginan Zyandru, Alula dengan sigap menggapai tangan atasannya tersebut.


"Ada barang kamu yang hilang Alula?"


Di tengah-tengah sarapan mereka, Ansell melihat Alula melirik ke sekitarnya seperti mencari sesuatu.


"Saya gak lihat pak Revaz"


"Pak Revaz pagi-pagi sekali sudah berangkat ke lapangan"


Alula membulatkan bibirnya sambil mengangguk tanda mengerti.


"Kenapa?, baru sebentar ditinggal kamu udah rindu sama pacar kamu?"


Pertanyaan Zyandru membuat Alula terkejut.


"Maaf pak, saya sama pak Revaz gak ada hubungan apa-apa" jawab Alula canggung.


"Baguslah"

__ADS_1


Alula yang melihat senyum Zyandru seketika merinding, tidak biasanya pria itu tersenyum seperti itu.


__ADS_2