Blind Husband

Blind Husband
Blind 21


__ADS_3

Di sebuah lorong rumah sakit, seorang wanita dan pria terlihat sedang duduk menunggu dengan perasaan cemas.


Saat di perjalanan tadi, begitu melihat Princy terkapar di jalanan, mereka memutuskan membawa Princy ke rumah sakit.


Alula begitu terkejut melihat keadaan Princy yang sekarang, tidak seperti biasanya yang akan tampil cantik dengan keadaan apapun, Princy terlihat acak-acakan, tubuhnya begitu kurus.


Meski sejak kecil mereka tidak pernah akur, namun mau bagaimanapun juga mereka adalah sepupu.


Tak berbeda dengan Alula, Zyandru pun tak kalah cemas dengan Alula, ingin sekali menarik Princy ke dalam pelukannya. Meluapkan semua kerinduan yang dipendam bertahun-tahun.


Entah apa yang terjadi pada wanita itu hingga ia seperti ini.


Sekian waktu menunggu, akhirnya seorang dokter keluar, Alula langsung berdiri begitupun dengan Zyandru.


"Pasien mengalami dehidrasi akibat kurangnya asupan cairan dalam tubuh, pasien sudah sadar kalau mau jenguk silakan" jelas dokter tersebut kemudian pergi.


Alula dan Zyandru langsung masuk dan melihat Princy tengah berbaring dengan wajah sayunya.


"Hai, gimana keadaan kamu?" tanya Alula dengan senyum manisnya.


"Yaa gitu deh, makasih ya kalian udah tolong aku" ucap Princy menatap kedua orang yang berada di depannya saat ini.


"Kamu kenapa bisa ada di jalan sendirian, apalagi ini udah malam" Alula mengambil posisi duduk di sebelah Princy.


"Aku mau cari mantan pacar aku" ucap Princy kemudian melirik Zyandru.


Meski tak mengerti dengan ucapan Princy, Alula hanya tersenyum menanggapinya, "aku gak punya kontak bibi, jadi belum ngabarin kalau kamu disini"


Zyandru hanya diam tak berekspresi mendengar percakapan kedua wanita tersebut, hingga seorang perawat datang dan meminta mereka untuk mengurus administrasi.


"Aku pergi urus administrasi kamu sebentar ya" ucap Alula mengelus lengan Princy, "Zyandru aku pergi sebentar ya"


"Mau aku temani?" tanya Zyandru dengan pandangan lurus ke depan.


"Gak usah, kamu disini aja" ucap Alula kemudian berjalan pergi meninggalkan suami serta sepupunya.


Di dalam ruang rawat, kedua insan yang pernah menjalin cinta tersebut hanya diam tak bersuara, Princy perlahan membangunkan tubuhnya dengan mata yang tak lepas dari Zyandru.


"Zyandru"


Mendengar namanya di panggil, pria itu diam sepersekian detik, hingga merasakan sebuah tangan menyentuh lengannya.


"Ini aku Princy"


Zyandru tetap diam tak bersuara, hingga ia mendengar suara tangis dari wanita itu.

__ADS_1


"Aku rindu kamu Zyandru" tangan yang sejak tadi menahan lengannya kini menjalar memeluk tubuh pria itu dari samping.


Perlahan Zyandru membalas pelukan Princy, tak terasa air matanya pun ikut tumpah namun langsung ia hapus.


Princy dengan cepat melepaskan pelukannya ketika mendengar suara langkah kaki, Alula yang baru saja tiba, begitu terkejut melihat Princy sedang menangis.


"Loh Princy, kamu kenapa? ada yang sakit? biar aku panggil dokter ya" Alula hendak pergi namun langsung ditahan.


"Gak perlu Alula, aku baik-baik aja kok, aku cuma terharu aja kamu baik banget sama aku" ucap Princy sambil memaksakan senyumnya.


Alula membalas senyuman Princy, kemudian tangannya terulur memeluk wanita cantik itu, "kita kan sepupu Princy, kamu gak perlu sungkan gitu"


Di balik pelukannya dengan Alula, Princy terus menatap Zyandru dengan senyum yang melekat di wajahnya.


...***...


Setelah sekitar satu jam mereka berada di rumah sakit, akhirnya Princy diperbolehkan untuk pulang, Alula dan Zyandru mengantar Princy sampai ke rumahnya.


Kini tinggalah Alula dan Zyandru dalam perjalanan ke rumah mereka, sejak berada di rumah sakit hingga saat ini, Zyandru diam tak bersuara.


Bahkan ketika mereka sudah sampai, Zyandru tak menyadarinya membuat Alula heran, "Zyandru kamu kenapa? sakit?"


Merasakan sebuah tangan mengusap lemgaannya, Zyandru tersadar dari lamunan panjangnya.


Mulut Alula sampai menganga lebar melihat tingkah sang suami, Zyandru berjalan dengan lancar tanpa bantuan dirinya maupun tongkat yang biasa ia bawa.


"Zyandru bisa lihat"


Jantung Alula berdegup kencang saat ini, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri, apa benar suaminya itu bisa melihat.


"Ya Tuhan apa ini, apa selama ini Zyandru cuma berpura-pura buta, tapi kenapa, aku harus cari tahu"


Alula keluar dari mobil dan menghampiri Zyandru yang sedang duduk di sofa ruang tamu. Pria itu terlihat sedang menyandarkan tubuh sambil memijit pelipisnya.


Tanpa berkata apa-apa, Alula mendekat dan membuka sepatu yang masih melekat di kaki sang suami, Zyandru yang masih belum sadar hanya terdiam.


Dengan cepat Alula berlari menuju dapur dan kembali dengan baskom berisi air hangat, ia memasukkan kaki Zyandru.


Merasakan kakinya basah, Zyandru membuka mata dan melihat Alula tengah membasuh kakinya, dengan sangat telaten Alula melakukan itu bahkan sampai tak sadar Zyandru tengah memperhatikannya.


"Kamu kelihatan capek banget, mulai sekarang aku bakal basuh kaki kamu setiap pulang kerja"


Alula mengangkat wajahnya dan memberikan senyuman tulusnya pada Zyandru.


Setelahnya, Alula mengeringkan kaki Zyandru dengan handuk kecil yang ia bawa sebelumnya, Alula beralih duduk di sebelah Zyandru kemudian memeluk sang suami.

__ADS_1


"Aku mau balik ke kamar kita, boleh kan?" tanya Alula sambil memainkan jarinya di dada Zyandru.


Zyandru tertegun dengan perlakuan Alula, selama menikah ini adalah pertama kalinya Alula bermanja pada dirinya.


Entah mengapa Alula merasa Zyandru menatapnya dengan penuh kehangatan dan ada cinta di matanya, sangat berbeda dengan sebelumnya.


Zyandru benar-benar bisa melihat. Batin Alula ketika tangan Zyandru terangkat menyentuh wajahnya.


...***...


Pagi harinya, Alula lebih dulu bangun, dilihatnya Zyandru masih tertidur, alis tebal, bulu mata yang sedikit namun lentik, hidung mancung, bibir yang sedikit tebal berwarna kemerahan, menyatu sempurna diwajah Zyandru.


Hembusan napas Zyandru menerpa wajah Alula, karena posisi mereka yang begitu dekat.


Alula jadi teringat, untuk pertama kalinya Zyandru tidak memunggunginya ketika tidur, bahkan semalam Zyandru meminta memeluk dirinya, Hal yang tak pernah dilakukan sebelumnya.


Alula melihat seperti ada ketakutan di mata Zyandru, entah apa yang dirasakan pria itu Alula pun tak mengerti.


"Kenapa kamu bohong? kenapa harus berpura-pura, sebenarnya apa yang kamu sembunyikan dari aku Zyandru."


Perlahan Alula menjulurkan tangannya mengusap kepala dan wajah sang suami.


Mata yang sejak tadi terpejam, tiba-tiba terbuka, membuat Alula terkejut hingga melebarkan matanya. Alula menarik dirinya ingin menjauh namun langsung ditahan.


"Mau ke mana, hm?" tanya Zyandru dengan suara khas bangun tidurnya.


"Mau mandi habis itu kerja"


Zyandru menarik pinggang Alula untuk lebih dekat dengannya, setelah itu ia memeluk Alula begitu kuat seolah tak membiarkan istrinya itu pergi.


"Lepas Zyandru, udah pagi nanti kesiangan" posisi Alula yang lebih tinggi membuatnya mendorong bahu Zyandru beberapa kali.


"Sebentar aja Alula, dua minggu lebih kita pisah kamar, emang kamu gak kangen sama aku?" Zyandru menutup matanya dan menghirup dalam-dalam aroma tubuh Alula.


"Maaf, aku benar-benar minta maaf udah kasar banget sama kamu, dengar omongan orang tentang kamu dan Revaz membuat aku cemburu, kamu mau maafin aku kan Alula"


Zyandru mengangkat wajahnya, dilihatnya Alula hanya diam tak menjawab sedikitpun, mengingat perlakuan kasar Zyandru membuat hati Alula kembali sakit.


"Alula"


Zyandru mengusap pelan wajah Alula, ibu jari pria itu turun ke bibir sang istri, perlahan Zyandru memajukan wajahnya, Alula yang mengerti langsung melepaskan pelukan Zyandru.


"Aku mau mandi" ucap Alula kemudian berjalan ke kamar mandi.


Mengingat perlakuan kasar kamu hari itu, membuat aku trauma, bukannya ingin menjadi istri durhaka, aku hanya tidak ingin memberikan hakmu sebelum aku mengetahui fakta yang sebenarnya tentang mata kamu.

__ADS_1


__ADS_2