
Iringan suara melodi yang mengerikan terdengar seperti lagu kematian bagiku. SIAPA SIH, YANG MENGGANGGU WAKTU TIDUR SIANGKU!?
"Akhirnya kamu bangun Anna" Ucap Axel, sahabatku dan Alex sahabatku sekaligus kembaran Axel.
Bagi orang orang yang memiliki memori tingkat rendah, akan kukatakan sekali lagi. Disini adalah dunia lain, bukan dunia novel maupun zaman kuno.
Jadi disini menggunakan koran untuk mengetahui berita yang terjadi, ada pula benda-benda yang seperti diduniaku dulu, namun benda disini lebih unik.
[Kalian pasti akan tau secara perlahan :)]
Dan Axel dan Alex sahabatku didunia ini sekaligus sahabatku didunia lain, diriku, dia dan kembarannya mengungkapkan semuanya pada saat berusia 5 tahun setelah beberapa bulan episode sebelumnya berakhir.
Saat upacara pembaptisan telah selesai, Alex langsung kembali kerumah untuk beristirahat, jadi dia tidak ikut bersama Axel dan Anna yang berkeliling kota.
Dan biar aku jelaskan, kenapa mereka ada didunia yang sama sepertiku, "Mereka mati, bunuh diri setelah satu hari aku menghilang seperti ditelan bumi!"
Logika macam apa itu? Hah... hanya orang bodoh atau orang yang tidak peduli hidup dan mati yang akan melakukan tindakan sepeti itu.
Aku duduk diatas ranjangku sambil mendengar keluhan kedua sahabatku ini tentang orang tuanya. Ayahnya memiliki 17 wanita yang menyandang gelar sebagai istri seorang Viscount.
Hahahaha..... aku tertawa sekecil mungkin, Axel dan Alex adalah anak dari istri pertama sang Viscount. Ibunya berwajah pas-pasan, begitu pula wanita lainnya, meskipun ada beberapa yang bermuka jelek.
"Jika musuh kalian melihat kalian saat ini, mau ditaruh mana muka dan julukanmu sebagai seorang psychopat" Ya, kedua sahabatku ini adalah seorang psychopath yang terkenal diduniaku dulu.
"Hehehe.... sekali-sekali kan tidak masalah" Ucap mereka berdua secara bersamaan dengan wajah cengengesan. Awas! cengenges-cengenges, nanti ngeces!
Brak, seseorang memasuki pintu kamarku dengan kasar, dia adalah ayahku, Vicent. Dengan wajah datar khasnya, dia duduk disamping tubuhku
"Ayah tidak bekerja?" Tanyaku.
"Tidak, hari ini semua tugas sudah selesai dengan cepat"
"Kenapa mereka ada disini?" Tanya to the point dengan suara dingin.
"Berbagi keluhan" Jawabku sambil tertawa, sementara kedua sahabatku menunjukkan ekspresi cemberut. Ayahku berbaring dan tidur disamping diriku yang sedang mendengarkan keluhan kedua sahabatku.
"Andaikan ayah kami setampan ayahmu, maka aku tidak akan mempermasalahkan jika dia memiliki 17 istri"
Aku tertawa pelan, ayahku? menikahi 17 istri? Ayah saja tidak pernah jatuh cinta, jadi imajinasi kalian itu sungguh menyeramkan.
Yah... apapun keputusan ayah, aku hanya bisa mendukungnya dari balik tirai kehidupannya. Arah jarum jam menunjukkan pukul 11.17, tidak disangka mereka tidak kelelahan setelah berbicara tanpa minum selama beberapa jam.
Itulah sahabatku, seorang psychopath dengan sifat kekanakan hingga semua orang tidak menyadari jika mereka adalah seorang psychopath.
Hm....?! Ku miringkan kepalaku, mengambil secarik kertas yang diremas-remas oleh seseorang, membacanya dan surat ini membuatku terkejut.
Aku menyeringai tipis, Alex dan Axel menatapku dengan rasa penasaran, Ku remas kembali kertas itu seperti semula. Aku tidak membuangnya, namun melenyapkannya.
Ada korek api yang berjalan kok, korek api itu adalah ayahku, Vicent. Sihir utamanya adalah api, dia bangun dari tidurnya saat tidak mendengar suara ku dan kedua sahabatku.
"Apa itu benar?" Tanya sendu kepada ayahku yang menundukkan kepalanya.
Sungguh! ini benar-benar tidak dapat dipercaya! ibuku telah menunjukkan sifat aslinya saat menuliskan surat untuk ayahku yang tercinta setelah 3 tahun tidak bertemu.
__ADS_1
Ibuk-.. tidak, Iris memiliki 5 anak sebelum melahirkan diriku, setelah Iris meninggalkan kita berdua, dia mengandung 2 anak lagi.
Setelah itu, dia tidak bisa mengandung kembali. Dia memiliki hawa nafsu yang sangat besar, sebab itu dia tidak bisa bertahan dengan ayah saja.
Ia memiliki suami yang sangat banyak. Ayah memang bercerai dengannya, namun ayah mempedulikan keadaanku yang akan sedih jika melihat surat itu.
"Bercanda ayah.... aku tidak akan menangis, lagipula selama ayah berada disampingku, disitulah yang aku namakan keluarga" Ucapku sambil tersenyum.
"Memang ada apa?" Tanya Alex dan Axel.
Aku memutar mataku dengan malas, mereka berdua sangatlah kepo tentang kehidupan pribadiku.
Hingga hari pun terus berlanjut, matahari yang bersinar terang digantikan oleh indahnya cahaya bulan.
Milky! Panggilku dengan datar. Milky, kucing yang menjadi familiarku. Pertemuan pertamaku didunia ini, saat pesta dansa berlangsung.
Sementara pertemuan pertamaku diduniaku yang dahulu adalah saat dimana aku menemukannya disuatu jurang, lalu aku menjadikannya sebagai hewan peliharaanku.
Meow...? (Master?) Milky ialah kucing munchkin dengan bulu berwarna putih. Dia memanggilku dengan sebutan Master karena aku yang merawatnya.
Alex dan Axel berdecak kagum, dan berkata dalam hati bahwa kucingnya sangat setia. Milky berlari ke atas kasur dan menikmati belaian kasih sayang dari tanganku.
"Wajah kalian masih tampan seperti biasa" Pujiku kepada mereka berdua sambil menggigit jari mereka untuk menggoda.
Seketika wajah mereka semerah tomat, Alex menggosok hidungnya karena malu, sementara Axel menggosok telinganya.
"Pftt...." Menahan tawa.
"Jangan mengejek kami berdua"
Untung saja Vicent sudah kembali tidur disebelahnya, jika tidak dia pasti akan dihukum untuk tidak bertemu mereka berdua selama seminggu.
Mereka masih Alex dan Axel yang ia kenal. Walaupun mereka psychopath bukan berarti dia dan temannya yang satunya adalah seorang psychopath.
Temannya yang satu memiliki sifat tsundere seperti Nathan, kakak sepupu Anna.
...~...
Anna sekarang berusia 7 tahun dan 3 bulan lagi, Anna, Axel dan Alex akan masuk kedalam akademi. Anna yang sudah tidak sabar, melompat-lompat diatas kasur nya.
"Anna" Panggil Alex dan Axel dari luar jendela. Mereka masuk tanpa permisi pada pemilik kamarnya, sungguh tidak sopan itulah yang ada dibenak Anna.
"Mau numpang makan lagi?" Tanyanya dengan sinis. Selama Axel dan Alex tau Anna adalah sahabatnya, dia selalu menumpang makan dirumahnya seperti orang yang tidak memiliki uang.
Sebenarnya, yang memasak disini bukanlah seorang pelayan, namun Anna. Setelah dia memasakkan sesuatu untuk ayahnya, dia membubarkan pelayan dapur sebab masakan mereka kalah dengan anaknya.
Axel dan Alex, tidak bisa memakan masakan lain lagi setelah melihat Anna yang memasak. Sudah lama mereka bertahan untuk tidak muntah setelah memakan masakan pelayan dapur.
Sekarang, sudah ada Anna yang bisa menghidupi mereka berdua.
[Author merasa, mereka seperti anak yang baru saja menemukan ibunya :>]
Ayah Anna, Vicent yang melihat kedatangan 2 orang yang tidak diundang, terlihat kesal dengan wajah datar khasnya. Kenapa mereka ada disini lagi? apa Viscount Rotetsu tidak memberi makan mereka berdua?
__ADS_1
...•...
...•...
...•...
Anna, Axel dan Alex sedang berlatih bersama Vicent. Latihan yang mereka jalani adalah latih tanding. Disaat giliran Axel yang bertanding dengan Vicent, ada seseorang yang memanggil dengan sebutan "Tuan, Nona"
...-TBC-...
BIODATA ALEX
Name: Alex
Race: Human
Age: 5
Date: 22 - 04 -1635
Level: 5
Hp: 5.000 / 5.000
Mp: 5.000 / 5.000
Spirit: [Wind], [Water]
Job Skills:
[Mage]
[Swordman]
Skills: ?
Special Skills: ?
-Condition: Healthy-
Vitality: 390 / 390
Magic Power: 355 / 355
Power: 370 / 370
Agility: 350 / 350
Physical Strength: 365 / 365
Dexterity: 340 / 340
Intelligence: 400 / 400
__ADS_1
Familiar: -