Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 3


__ADS_3

Setelah para wanita itu menyingkir, teman manusia Iris mendekatinya karena baru saja selesai berbicara dengan keluarga Marques.


"Iris, anakmu sangat imut" Ia mencubit pipi Anna. Dia yang tersadar bahwa dia sedang mencubit bayi pun meminta maaf.


Tetapi kenapa anak itu tidak menangis setelah dicubit seperti anak lainnya? Iris yang mengerti pun mengatakan bahwa anaknya tidak pernah menangis apapun kondisinya.


Kemudian, mereka berdua berbicara tentang penyihir yang kehabisan mana. Beberapa bulan sebelumnya, para peri yang mengontrol mana telah menghilang.


Peri merupakan makhluk kecil yang dapat mengontrol mana, selain itu peri memiliki fungsi bermacam-macam. Dipulau elf, para peri juga berkurang sedikit demi sedikit tanpa diketahui apa sebabnya.


Dengan menghilangnya para peri, maka para penyihir akan kehabisan mana hingga menyebabkan kehancuran. Hak menggendong Anna diberikan kepada Vicent yang sedang berbicara bersama bangsawan lainnya.


Banyak orang yang terpesona dengan keimutan dan kecantikannya saat masih kecil. Adapula orang yang penasaran dengan warna matanya (merah kemudaan) yang sedikit berbeda dari kedua orang tuanya.


Bayi memang membutuhkan waktu tidur lebih banyak daripada anak kecil maupun orang dewasa. Dalam beberapa menit, Anna sudah terlelap.


CRAANG....! Suara kaca pecah telah mengalihkan perhatian para bangsawan. Sekitar 250 pembunuh dan 250 penyihir dari tempat yang tidak diketahui berada di aula pesta.


Diantara para bangsawan, cukup banyak yang tidak mempunyai sihir maupun magical beast. Ada yang tidak bisa menggunakan senjata dan adapula yang tidak dapat menggunakan kedua-duanya.


Terjadilah peperangan antara para bangsawan dengan para pembunuh dan penyihir itu. Untuk menjaga tetap aman, Vicent menggendong Anna sambil membunuh pembunuh itu.


Sebagai ratu elf, Iris dapat mengendalikan dan menumbuhkan tanaman tingkat tinggi yang dapat berguna dalam peperangan.


Karena mana disekitar telah menipis, Iris harus berusaha untuk memaksimalkan kekuatannya dengan sekali pengeluaran.


Para bangsawan telah banyak terkena serangan, menyebabkan keluarga Max saja yang menahan mereka agar yang bangsawan lainnya pergi dari aula.


Meow...


Ditengah-tengah pertempuran, seekor kucing muncul dari kerumunan pembunuh dan penyihir itu. Melihat nyawa Anna terancam, pembunuh dan penyihir itu membuat kucing itu marah.


Dengan santainya, kucing itu berjalan mendekati Vicent yang menggendong Anna. Vicent yang kebingungan, menghentikan serangannya.


Menyebabkan pembunuh itu menyerang dirinya yang sedang lengah. Kucing yang berada di hadapannya, mengeluarkan cakarnya lalu menggores para pembunuh yang berusaha membunuh Anna dan ayahnya.


AKH! Ternyata goresan kucing itu bukan main-main, itu seperti goresan yang berasal dari cakar harimau dengan besar 5× lipat.


Karena besarnya 5× lipat dari harimau, pembunuh itu telah kehilangan nyawanya karena kehabisan darah dan goresan kucing itu sangat dalam hingga mengenai organ vitalnya.


Dengan bantuan kucing itu, para pembunuh maupun penyihir telah dibersihkan. Di akhir pertarungan, si kucing mendekati Vicent.


Meow.?


Vicent hampir saja menyentuh sesuatu yang tidak seharusnya dia sentuh. Tanpa peringatan Iris mungkin dia sudah kehilangan salah satu tangannya.


Meow...


Kucing itu menatap anaknya, Anna. Anna yang mendengar suara kucing mengeong terbangun. Saat seseorang yang berteriak, Anna tidak terbangun namun kucing ini dapat membangunkannya.


Pemandangan yang dilihat oleh Anna pertama kalinya setelah bangun dari tidur adalah aula telah dipenuhi oleh darah dan sampah (Maksudnya manusia) yang berserakan.


Seketika perhatiannya teralihkan oleh kucing yang melompat ke atas kepala Vicent dan memandangi Anna. Hahahaha... Anna tertawa namun dengan suara khas bayinya.


Meow!... (Nona!)

__ADS_1


...•...


...•...


...•...


"Apa anakmu sakit? Dia sangat aneh! tidak ada anak seusianya yang tidak menangis setelah melihat darah" Ujar sepupu Vicent.


"Dia selalu tersenyum dan tertawa apapun kondisinya" Jawab Vicent dengan ekspresi dingin. Iris berlari menuju Vicent sambil bertanya "Sayang, apa kamu baik-baik saja?"


"Aku tidak apa-apa" Jawab Vicent setelah mengalihkan pandangannya. " Tidak ada yang menanyakanmu? Aku bertanya kepada Anna" Acuh Iris dengan menggendong Harley.


Crack... crack.... crack.... Vicent terdiam hingga menjadi batu, lalu batu itu retak setelah terkena pukulan mengenaskan dari perkataan istrinya itu.


"Istriku sangat kejam kepadaku" Batinnya masih dengan ekspresi dingin.


Hehehehe..... salah satu pembunuh ternyata masih hidup. Ia merebut Harley dari Iris dengan cepat dan mengancam mereka.


Jika mereka tidak menuruti kemauannya, maka anak itu akan dia bunuh menggunakan pisau yang ada di tangannya saat ini.


Jangan bergerak! Ia memundurkan langkahnya dengan hati-hati sambil mengamati pergerakan semua orang. Jangan meremehkan bayi yang ada ditanganmu, tuan.


AKH! Urat nadi yang terletak di leher telah digores oleh bayi itu menggunakan pisau kecil. Darah dari pria itu, membasahi baju Anna. Tubuhnya beserta pembunuh itu terjatuh.


Sebelum terjatuh diatas lantai, Iris menopang tubuhnya menggunakan sihir. Mata Anna yang awalnya berwarna hitam, memerah dalam beberapa menit.


Vicent mendekati anaknya itu dengan perasaan terkejut. Tatapannya terasa sangat mengintimidasi Anna. Anna mengangkat gaunnya, dipahanya terdapat satu pisau kecil yang selalu dibawa kemana saja.


"Aku akan menyita ini" Vicent merebut pisau tersebut dengan dingin. Kembalilah keluarga Max ke kediaman mereka masing-masing.


.......


.......


.......


Ternyata alasan dibalik sikap dingin Vicent kepada Anna karena dia tidak ingin anaknya mendapatkan suami diusia yang masih muda. Iris menganjurkan untuk memblokir berita kepadanya.


"Istriku memang pintar" Puji Vicent dengan nada biasa dan ekspresi dingin biasa.


Heleh... ia merasa bahwa suaminya itu menjadi bodoh jika menyangkut tentang anaknya, lalu dia bergumam "Kamu saja yang bodoh jika menyangkut tentang Anna"


"Apa kamu mengatakan sesuatu?" Tanya Vicent.


"Tidak" Elak Iris.


Tunggu, tunggu, tunggu.... ia baru ingat jika disana hanya ada dirinya, suaminya, Nathan dan kakak serta adik dari suaminya.


Bodoh! bagaimana bisa dia melupakannya? terlebih lagi Vicent yang bodohnya kelewatan jika menyangkut anaknya.


Ia memanggil suaminya itu, kemudian ia memukul Vicent dengan keras karena Vicent mengabaikannya saat dia memanggilnya.


"Ada apa istriku?" Wajah tampan dan dingin Vicent rusak setelah dipukuli oleh istrinya yang emosinya sudah melebihi batas.


"Tidak usah memblokir beritanya" Kata Iris.

__ADS_1


"KENAPA?!" Tanya Vicent dengan sedikit berteriak namun masih dengan ekspresinya.


"Dengarkan dulu!" Ucap penuh penekanan dari Iris yang berhasil menundukkan Vicent "Baik"


Iris menjelaskan semuanya dari a-z kepada Vicent. Dan setelah kebodohannya melewati batas, dia akhirnya mengerti semuanya.


2 tahun telah berlalu...


"Ayah, ibu" Panggil seorang anak kecil berusia 14 tahunan dari taman yang seperti labirin dan ditemani oleh seorang maid (pelayan wanita)


"ROSE BAWA INI DAN BAWALAH LYLIS PERGI DARI SINI SEGERA!" Orang yang dipanggil ibu oleh anak kecil itu panik dari dalam rumah setelah melihat sekumpulan bayangan didepan kediaman mereka.


Rose, maid yang disuruh oleh ibu tersebut menarik Lylis yang tidak tau apa yang sedang terjadi. "Nona, tolong maafkan saya jika saya berperilaku kasar"


...-TBC-...


BIODATA IRIS


Name: Iris Thera


Race: Elf


Age: 27


Date: 21 - 12 - 1610


Level: 30


Hp: 30.000 / 30.000


Mp: 30.000 / 30.000


Spirit: [Water], [Natural]


Job Skills:


[Mage]


Skills: ?


Special Skills: ?


-Condition: Healthy-


Vitality: 640 / 640


Magic Power: 990 / 990


Power: 600 / 600


Agility: 370 / 370


Physical Strength: 250 / 250


Dexterity: 200 / 200

__ADS_1


Intelligence: 1.000 / 1.000


Familiar: ?


__ADS_2