Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 29


__ADS_3

"Walau kamu menolakku, aku akan tetap berada di tubuhmu" Ucap Leviathan dengan sifat keras kepalanya. Anna menangis kesal, kenapa dia sangat keras kepala?


Banyak orang lain diluar sana, kenapa harus dia? Dia sudah memiliki 3 familiar yang cocok dengannya, tapi Leviathan beratribut air sedangkan dia beratribut api seperti keluarga lainnya.


Meski dirinya belum tau atributnya selain api. Tetapi, jika dia memang mempunyai atribut air, dia pasti akan menjadi kuat.


Dia dapat memiliki atribut yang berlawanan, tapi dapat menjadi salah satu yang terkuat di pertarungan. Kelemahan air adalah es dan tumbuhan (elf), tetapi api dapat menghancurkan kedua atribut yang melemahkan atribut air.


...-...


Hah... Hah... Hah... hembusan nafas tak beraturan yang dilakukan oleh Anna, setelah bangun dari mimpi buruknya.


Ia mencengkram kepalanya sendiri dan mengacak-ngacak rambutnya "Sepertinya aku bermimpi buruk tentang Leviathan! sifat keras kepalanya itu adalah mimpi buruk bagiku"


Seakan ada yang meremas jantungnya, Anna kembali kesakitan walau dia sudah terbiasa dengan rasa sakit itu sebab tubuhnya sudah membiasakan diri saat berada di pesisir pantai.


"Jangan mengataiku, bodoh! aku berada di jantungmu, jika kamu mengataiku lagi, aku akan meremas jantungmu sampai kamu mati" Ucap Leviathan yang ternyata mengitari, jantung Anna.


Anna tersenyum miring, jika dia mati, maka Leviathan tidak akan bisa menjadi familiarnya bukan? itu juga tidak akan mengubah keputusannya untuk tidak mengatai Leviathan.


Lagipula, tubuhnya sudah mulai terbiasa dengan rasa sakit baru, saat jantungnya diremas. Setelah ini, bahkan jika ada orang yang melukai tubuhnya dengan kejamnya, rasa sakit itu tidak akan berpengaruh.


Dia sudah merasakan rasa sakit yang luar biasa dari sakitnya luka yang terlihat.


...Kreaaack!!!...


Suara pintu kamar Anna yang terbuka secara perlahan. Nampak seorang pria bermuka datar, muncul dari balik pintu. "Ada yang sakit?" Tanyanya datar sembari meletakkan nampan obat di meja.


Anna tersenyum, dia berada dikamarnya "Aku baik-baik saja, ayah" Ternyata, oh ternyata, pria yang masuk dengan wajah datar, ialah ayah Anna, Vicent.

__ADS_1


Seingatnya, dia dan yang lainnya berada di pantai karena suatu hal yang ternyata adalah pelatihan uang direncanakan oleh berbagai akademi.


Walau ada beberapa akademi yang tidak ikut, dengan akademi lainnya yang setuju, mereka pun menentukan waktu dan mengirim semua murid ke hutan tersebut.


"Kenapa mataku diperban?" Tanya Anna, memegang mata kirinya. Vicent mengelus kepalanya dengan lembut, "Matamu kemarin berdarah, kamu harus banyak beristirahat"


Ia membuka perban yang melilit di wajahnya, sejenak dia menghembuskan nafas dan kemudian membuka kedua matanya.


...Mata birunya berubah menjadi emas!!...


Tidak mungkin! Dia hanya bisa merubah matanya menjadi sepasang warna merah, sepasang mata biru, salah satu warna berwarna biru, lalu yang yang satunya berwarna merah dan yang terakhir adalah ungu, menandakan bahwa kepribadiannya yang lain, menguasai tubuhku.


Tetapi sekarang mata birunya yang satu, berubah menjadi warna kuning? dan mata satunya berwarna merah? Apa mungkin ini karena si Leviathan sialan itu?


Namun, mungkin aku bisa menggunakan warna mata ini untuk menyamar! (Rencana licik :v) Vicent yang sedang menuangkan air untuknya pun tidak tau mengenai perubahan warna matanya yang menjadi kuning.


...《Back to Story...


Hening, diantara keduanya. Anna ingin menanyakan tentang keberadaan kakaknya serta ketiga teman dan tunangannya, namun berhenti karena Vicent menyela "David membawamu pulang dengan wajah yang ingin menangis"


Ia melirik seseorang yang tidur di sebelah Anna dnegan mata yang sembab karena menangis dan dibawah matanya terdaoat warna hitam sebab tidak tidur dengan baik.


Oh! Anna baru sadar jika ada seseorang yang berada di ranjang yang sama dengan dirinya. Vicent berkata "Ayah tidak akan bertanya, jika kamu tidak siap untuk menjawabnya"


"Tetapi ingatlah.... kamu tidak sendirian dikehidupan ini...." Ucapnya memeluk Anna, mengelus kepala Anna dan menggesekkan pipinya ke puncak kepala Anna.


..."Em...! aku tidak sendirian..."...


...Batin Anna, menganggukan kepala....

__ADS_1


Vicent menghentikan aktivitasnya, dia mulai berbicara tentang fakta bahwa wajah Anna telah tersebar. Anna yang mendengar perkataan ayahnya itu hanya bisa terkejut.


Bagaimana bisa!? Vicent mengatakan bahwa kegiatan mereka diawasi oleh seluruh peserta di beberapa akademi dan itu membuat Anna kembali pingsan.


"Penyamaranku terungkap" Batinnya, terjatuh dan kembali pingsan. Vicent yang tau ini akan terjadi, menyelimuti Anna dan keluar dari kamarnya, meninggalkan Anna yang pingsan dan David yang tidur lelap.


...~...


...JRENG!!!...



Setelah melihat keadaan Anna yang seperti itu...


Alex, sahabat Anna: "A-ANNA, TENANGLAH!!" Wajahnya terlihat gelisah dengan butir keringat muncul ditubuhnya.


Axel, sahabat Anna: "ANNA SADARLAH!!" Menggoyangkan tubuh Anna, sekencang-kencangnya dan membuat diri Anna lebih telrihat suram.


Twelve, teman Anna: "MY LITTLE SISTER, WAKE UP!!" Menangis di kedua paha kaki Anna sembari menyilangkan tangan di atas paha Anna dengan kepala disembunyikan dikedua tangan yang disilang.


David, tunangan Anna: "ANNA, JANGAN TINGGALKAN AKU!!" Mondar-mandir gak jelas sambil meneriaki kata itu berulang-ulang karena tidak tau harus berbuat apa.


Nathan, saudara laki-laki Anna: "Anna, apa kamu mati?" Mencolek pipi Anna dengan jari telunjuknya, padahal di dalam hatinya, dia sangat khwatur setengah mati.


Vicent, ayah Anna: "Anakku! malaikatku! ada apa denganmu!?" Dengan wajah datar, perkataannya berbanding terbalik dengan ekspresi wajahnya yang horor.


Anna yang masih memiliki sedikit kesadaran: "Ada apa dengan keluarga, sahabat dan temanku?" Bukannya membuat Anna sadar, mereka malah membuat Anna terlihat lebih menderita.


...-TBC-...

__ADS_1


__ADS_2