
...⚠️⚠️⚠️...
Chapter ini mengandung darah, bagi author. Jadi kalau baca, jangan sambil dibayangkan ya... soalnya author buat adegan itu melalui bayangan author.
...⚠️⚠️⚠️...
..."Ara... kamu mengingatku!?"...
...!!!...
Tentu saja Alex terkejut, dia hanya asal menebak dan ternyata dia benar. Sedangkan Axel juga memasang raut wajah terkejut karena dia tidak menyangka Senpai nya juga berada disini.
Note: Senpai Artinya adalah Kakak kelas atau Senior
Wajah yang awalnya tersenyum psychopath sekarang berganti dengan wajah datar, dia bertanya "Apakah Master ada disini?"
Tanyanya dengan nada dingin tetapi suaranya seperti anak kecil. GRRR... Dia menggertakan giginya, mengingat perlakuan juniornya yang mengambil perhatian masternya.
"Ini semua salah kalian, jika saja kalian tidak ada, pasti Master akan selalu berada disisiku dan aku akan menjadi orang paling bahagia didunia!" Gumam wanita yang dipanggil dengan sebutan 'Twelve'
Dia penasaran, sangat penasaran, bagian mana dari kedua orang itu yang memikat masternya. Perlihatkan, coba perlihatkan pada dirinya...
...Kekuatan kalian yang sebenarnya...
Dia tertawa dengan sangat keras, Axel dan Alex menutup kedua telinga mereka karena tawanya yang sangat keras, bahkan tawanya sampai terdengar di negara sebelah.
Bercanda :>
"Ada apa, Zero Nine? Bukankah kamu terkenal dengan kekuatan fisikmu?" Tanyanya dengan wajah meremehkan. 💢 Karena Axel adalah orang yang emosional, pertanyaannya membuat dirinya emosional.
"Oh ya... Ten... Bukankah kamu cerdas? Kamu pasti tau kan cara mengalahkanku? Atau jangan-jangan kamu tidak bisa?"
"Jangan remehkan kami, sialan!" Ucap Axel yang bangkit dari kejatuhannya, bersama dengan kembarannya. Mereka memukul wajah imut 'Twelve' dengan kuat.
'Twelve' terpental jauh dengan wajah yang memar setelah dipukul oleh kedua pemuda yang sama sekali tidak memberikan ampun kepadanya.
Haha...HAHAHAHAHA.... TUNJUKKANLAH! TUNJUKKANLAH! TUNJUKKAN BAHWA KAMU PANTAS BERADA DIPERINGKAT KE SEMBILAN DAN KE SEPULUH!!!!
"Seharusnya aku yang berada diperingkat 7, tapi sejak kemunculan kalian dan teman-temanmu, peringkatku menjadi 12! Kau tau apa yang aku pikirkan saat itu?"
..."Aku akan membuat kalian menderita"...
Mereka berdua berkeringat dingin, Senpai mereka memang seorang Psychopath sama seperti diri mereka yang sebenarnya.
Mereka tidak takut karena mereka memang sudah tidak memiliki perasaan takut lagi. Mereka berkeringat dingin karena melihat wilayah yang tadinya hanya ada beberapa permen, boneka dan coklat.
Sekarang sepenuhnya menjadi rumah kue, banyak kado besar, boneka yang menyeringai, permen yang tidak diketahui isinya dan coklat yang melepuh.
Yang perlu kalian ketahui, Mereka tidak suka dengan pemandangan yang penuh dengan kesan wanita ini, itulah sebabnya mereka berkeringat dingin.
__ADS_1
"Ini adalah dimensiku" Ucapnya sambil tersenyum, kemudian dia menawarkan sebuah permainan dengan motif tersembunyi dibalik pertanyaannya "Bagaimana kalau kita bermain petak umpet?"
"Heh... sayangnya, akan sangat sulit, bernegosiasi denganku!!" Axel menyerangnya dengan membabi buta. Dengan mudah, 'Twelve' menghindari serangan Axel.
...MELISSA!!...
Panggil 'Twelve' dan muncullah.... beberapa boneka beruang yang bisa bergerak, bisa terbang dan bisa menghilang dari dimensi itu dan muncul di suatu tempat di dimensi tersebut.
..."Bukankah jika begini, kita sama sekali tidak bisa menang!?"...
...Pikir Alex yang daritadi diam....
...HUNTER!...
Terdapat sebuah pena dengan buku kosong ditangan Alex.
..."Thunder Rain"...
Hujan pun turun didalam dimensi 'Twelve' dengan bentuk dan bercahaya seperti sebuah bintang. Auch....! Begitu ya... Ternyata hujan ini adalah hujan dengan air yang terdapat listrik dengan ketegangan rendah.
Walau Twelve terkena serangan Alex, tubuhnya baik-baik saja, sebab dia tidka bisa merasakan sakit, sedangkan Alex hanya bisa menatap jumlah boneka beruang Twelve, melampaui jumlah Axel dan Alex yang hanya berdua di dimensi ini.
"Aku akan menghitung sampai 10 dan kalian bersembunyi, siapapun yang menang, maka dia akan membunuh benda atau orang yang di inginkan"
...Mari kita mulai!...
...Ichi (1)...
...San (3)...
...Yon (4)...
...Go (5)...
...Roku (6)...
...Nana (7)...
...Hachi (8)...
...Kyubi (9)...
...Ju (10)...
"Kalau begitu... MELISSA!" Teriak Twelve, memanggil boneka beruangnya, dalam sekejap mata, Alex dan Axel sudah berada di dekapan beruang yang bernama Melissa itu.
...KYAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA.....!!!!...
...GAWAT, GAWAT, ADUH, ADUH, AKU TIDAK BISA BERHENTI TERTAWA!!!...
__ADS_1
...KYAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!...
Ia tertawa seperti kerasukan setan dari indonesia (Mbak kunti versi hahaha bukan hihihi :v) Dia tertawa tanpa henti, tak sadar jika, kedua pemuda yang berada di depannya tertawa pelan.
Setelah beberapa saat kemudian, dia tersadar dan bertanya "Kenapa kalian tertawa!?"
...BWAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA!!!!!...
Tawa Axel dan Alex menyatu. Tawa mereka terdengar begitu keras, Alhasil para burung beterbangan menghindar dari tempat yang sudah berubah dan para monster yang berkeliaran dan berada jauh dari tempat mereka, berlari ke tempat dimana mereka berdua ditahan.
"Aku akan membunuh kalian berdua, setelah aku selesai BERURUSAN dengan para monster tak tau diri itu" Matanya memelototi kedua yang menyebabkan masalah ini terjadi, seakan dia tidak akan melepaskan mereka berdua begitu saja.
...Coba saja!...
Secara bersamaan, mereka mengatakan hal yang sama dan ekspresi yang hampir sama. Tidak senang dengan ekspresi yang diberikan oleh mereka, ia menusuk kedua pemuda tampan tersebut, tepat di kedua bahu mereka.
Dia ingin melihat ekspresi mereka yang sedang kesakitan, melupakan bahwa mereka berdua adalah seorang Psychopath.
Seorang Psychopath tidak akan pernah takut dalam menghadapi kematian, tapi mereka tau cara menghormati yang lebih kuat dari mereka.
Penonton yang melihat siksaan yang diberikan oleh Twelve hanya bisa menutup mulut mereka (bagi yang wanita) dan ternganga dengan kekejaman wanita yang disebut sebagai Twelve (bagi yang pria)
...FUFUFUFUFUFU!!!!...
Ia menusuk puluhan monster tingkat rendah dengan level yang masih berada di level 12 dengan mudahnya.
Wajah kesakitan, penuh penyiksaan dan penderitaan, dapat dilihat dan didengar melalui wajah, luka dan auman bermacam-macam monster.
Kuping ya dipisah dari tubuhnya, bola mata yang menggelinding, keluar dari tempat aslinya, kedua tangan dan kaki yang sudah buntung, bola matanya terpotong menjadi dua bagian dan masih berada ditempat aslinya, serta darah yang mengalir deras seperti derasnya air sungai.
Itu semua berasal dari mayat puluhan monster yang menumpuk dan berceceran. Tanpa merasa jijik, Twelve menjilati, semua darah yang membuat kulitnya berwarna merah dan kembali lagi menjadi kulit berwarna sawo matang.
Ia mendekati Axel dan Alex dengan senyum khas psychopathnya. "Kalau begitu, aku akan menyiksa salah satu dari kalian terlebih dahulu" Ucapnya dengan iris mata yang menipis, diselangi dengan tawa psychopath.
Dirinya, memukul kedua orang bergender berbeda dengan menggunakan tongkat bisbol berwarna merah karena darah dari kedua pemuda tersebut.
"Bagaimana kalau kita menyiksa yang satu ini" Dia menatap properti milik Alex dan Axel dengan tatapan mesinnya. Mereka berdua yang melihat itu hanya bisa shock dengan arah, kemana dia memandang.
...HAHAHAHAHAHAHAHA!!!...
Tanpa a, b, c, dan d, Dia langsung mengarahkan tingkat bisbolnya ke properti terlarang milik Alex dan Axel, lalu....
...BUK!!!...
Note: HP memiliki kepanjangan Health Point. Bisa diartikan ialah status darah atau status kesehatan seseorang. Jika HP rendah otomatis karakter game akan mati.
Mereka dapat mengeluarkan darah sebanyak-banyaknya, sebagai tanda bahwa orang itu terluka dan HP nya berkurang seiring waktu berjalan jika mengalami luka pendarahan yang sangat hebat.
Butuh beberapa waktu untuk meningkatkan HP kembali, asalkan ada ramuan atau pil yang dibuat oleh jurusan alchemy, maka HP mereka dapat utuh kembali setelah minum ramuan sebanyak mungkin.
__ADS_1
...-TBC-...