
"Masih punya tenaga, kan?" Tanya santai Anna kepada kakaknya yang menatap tajam dirinya. Santai lah... ini hanya pelatihan.
Jika bukan pelatihan dan kamu bukan keluarganya, dia pasti akan membunuhmu atau tidak dia akan menjadikan dirimu mainannya. Mereka lagi-lagi bertarung tanpa peduli dengan kondisi sekitar.
...BRUK!!!!...
Nathan dan Anna menghantam dinding secara bersamaan akibat serangan mereka yang saling berbenturan. Angin berhembus kencang, mereka kembali bangkit tanpa peduli sekitarnya.
Anna memberikan pukulan kepada perut Nathan tanpa peduli dengan lingkaran apinya. Lingkaran itu tidak bisa menyakitinya, karena dia memiliki darah keluarga Max. Nathan kelelahan akibat efek dari gen iblis yang menguras tenaga sang pengguna.
Anna melampiaskan kemarahannya karena menyebabkan dirinya mengeluarkan setahun darah kepada kakaknya dengan senyuman yang masih diwajahnya sehingga kakaknya kalah dan tak sadarkan diri selama 2 jam.
Dengan senyuman yang terukir di wajahnya, dia menghampiri David serta ayahnya yang didekat david dengan perasaan gembira.
Namun kegembiraan itu tidak berlangsung lama, Anna tidak sadarkan diri di dekapan David,mata merahnya kembali berwarna hitam.
Tetapi rambutnya yang berwarna silver menyebar keseluruh rambutnya sehingga rambutnya tidak lagi berwarna hitam, melainkan berwarna silver.
...•...
...•...
...•...
Sudah 3 hari Anna tidak sadarkan diri, tetapi para pria yang melihat kekuatan dan kecantikan Anna, memberikan hadiah lamaran didepan mansion mereka.
Nathan, David, Axel dan Alex menghancurkan seluruh bingkisan lamaran dan surat lamaran dari bangsawan rendah yang ingin melamar Anna.
Orang yang menyebarkan informasi itu telah mati, ternyata orang itu adalah seorang reporter.
(Disini ada kamera, tapi kameranya, kamera zaman kuno yang gambarnya hitam putih dan ada mesin yang biasa digunakan untuk buat koran)
Berita bahwa Anna menghancurkan salah satu markas Demon Culture sampai dilihat Vicent saat sedang membaca koran dan berita Anna berada dibagian depan halaman.
Akhirnya dia menginterogasi tunangan, kakak sepupu, sekaligus sahabatnya dan menyuruh mereka untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi.
Berita itu menjadi topik panas minggu ini, karena para pria yang memuji kekuatan Anna yang dipandang sebagai anak dari Duke Monster.
(Reporter itu gk punya wajah Anna, karena posisi Anna membelakangi reporter yang memotret mereka semua yang ada disana)
Sekarang terungkap, kenapa Vicent, dipanggil sebagai Duke monster. Yah... Karena keluarga mereka memiliki gen iblis dan milik Vicent adalah yang terkuat sampai saat ini.
Gen iblis Nathan lebih lemah daripada gen iblis milik Vicent, sedangkan gen iblis milik Anna belum dibangkitkan. Banyak tawaran yang diberikan kepada Anna untuk masuk ke akademi sana, sini dan situ.
Tetapi Vicent tidak mendengarkan permintaan mereka, karena ini adalah keputusan yang akan diambil anaknya, jadi dia akan menyerahkannya kepada anaknya saat sadar.
Sementara, akademi yang saat ini dimasuki oleh Anna, menawarkan posisi ketua osis kepada Anna.
...•...
...•...
__ADS_1
...•...
Satu minggu pun berlalu, Anna sudah tidak sadarkan diri selama 10 hari 3 jam 13 detik. Vicent berada diruang kerjanya, Nathan dan teman-temannya sedang barat di istana.
Alex dan Axel sedang diperlakukan baik oleh orang tua mereka serta saudara tiri mereka, tidak berani melakukan sesuatu terlebih dahulu.
...~...
Dari ruang kerjanya, Vicent pergi ke kamar yang ditempati Anna. Dia memegang tangan lembut Anna yang pernah digunakan untuk hal-hal yang kasar dengan berhati-hati.
Dia membelai pipi anaknya yang terbaring lemas diatas tempat tidur dengan wajah yang pucat. "Kapan kamu akan bangun dari tidurmu, bayi besarku?" Gumam Vicent dengan ekspresi datarnya.
Nathan dan David masuk tanpa permisi kedalam kamar Anna setelah selesai dari istana dan kembali menutup pintu.
Tidak tau apakah mereka janjian untuk bertemu dikamar Anna atau tidak, Axel dan Alex juga masuk kedalam kamar Anna melewati jendela tanpa permisi.
Satu persatu dari mereka duduk diatas ranjang sambil menyentuh salah satu anggota tubuh Anna. Nathan dan David bergumam "Kapan kamu akan bangun?"
Sementara Axel dan Alex bergumam "Kamu tidur atau mati?" Seorang dokter sudah memberitau mereka jika Anna akan koma sementara waktu.
Tetapi mereka ditinggal oleh Anna selama seminggu saja sudah seperti orang yang tidak memiliki semangat hidup.
Alasan Nathan ingin Anna bangun, karena Anna dapat membuatnya tersenyum dan tertawa meski tidak ditunjukkan dan dia ingin bermain lagi bersama Anna.
Alasan Axel dan Alex begitu khawatir kepada Anna disebabkan mereka memiliki perasaan kepada Anna. David mengetahui itu, yah... disini Anna lah yang akan memutuskan.
David akan setuju jika Anna setuju dan mereka berdua dapat mengalahkan David melalui 3 tantangan.
Alasan David ingin Anna segera bangun dikarenakan dia ingin melihat senyuman Anna yang sangat cantik dimatanya.
Disaat-saat yang dramatis, tiba-tiba terdapat suara ketukan pintu.
Seorang wanita mengetuk pintu kamar Anna, masih dalam kondisi membelai pipi anaknya dan mengelus telapak tangan anaknya yang dia pegang dengan tangan satunya, dia menyuruh orang itu masuk tanpa melihat siapa yang mengetuk.
"Vicent" Panggil Wanita berambut pirang dengan senyum yang menjijikan. Mendengar suara yang familiar, Vicent segera melihat siapa yang mengetuk pintunya.
Dan itu ternyata...
.......
.......
.......
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
Dia adalah Iris, wanita yang melahirkan Anna dan meninggalkannya disaat berumur 2 tahun. Nathan serta Vicent menatap Iris dengan tatapan datar namun terkesan bermusuhan.
Iris ternyum halus, namun bagi Vicent, senyumannya sangat menjijikan. Dia tidak lagi menganggap Iris sebagai temannya.
"Kenapa?" Tanya datar Vicent kepada Iris yang menuju ke tempat Anna berbaring. Terlihat rambut hitam diantara rambut silver itu jika dilihat dari dekat.
"Ah... Dia baik-baik saja, kalau begitu aku pergi" Tanpa mengatakan apa-apa, Iris menghilang dari kamar itu setelah memeriksa denyut nadi Anna.
Apa-apaan wanita itu? Datang tidak diundang, pulang tidak diantar, seperti jelangkung aja! Pikir Axel dan Alex yang memiliki pemikiran yang sama.
Tidak lama setelah Iris pergi, Anna menggerakkan jari lentiknya, tidak ada seorang pun yang menyadari itu karena sibuk dengan pemikirannya sendiri.
Kelopak matanya terbuka pelan, terlihat mata yang berwarna hitam sekarang menjadi berwarna violet. Yang mengambil alih tubuh sekarang bukanlah Anna, namun salah satu kepribadiannya yang bernama violet.
Dia berusaha duduk, semua orang yang ada dikamar melihat gadis yang duduk bersandar di pinggiran kasur dengan mata berwarna violet, rambut silver dan wajah yang tidak lagi terlihat pucat.
"Violet!" Panggil Axel dan Alex secara tidak sadar. Nathan dan yang lainnya memandang Axel dengan tatapan bertanya.
"Iya, aku Violet bukan Anna" Ucap datar Violet yang berada ditubuh Anna. Vicent menghunuskan pedangnya tepat didepan leher Anna yang sedang diambil alih.
Dimana anakku!? Violet menatap datar Vicent, yang dia kenal sebagai ayah Anna. "Dia tertidur, yang lainnya sedang menjaganya, sebentar lagi dia akan bangun"
Setelah mengucapkan itu, Anna kembali tak sadarkan diri dengan posisi duduk, Vicent meminta penjelasan kepada Axel dan Alex yang mengenal Violet.
"Anna memiliki 10 kepribadian lainnya dan salah satunya adalah yang tadi, Anna adalah adik dari mereka bersepuluh" Jelas Axel.
"Lalu apa maksudnya?" Tanya David.
"Maksudnya, Anna baik-baik saja, kakaknya sekarang menjaga jiwanya yang tertidur" Jelas Alex setelah Axel.
"Tidak berbahaya?" Kali ini Nathan yang bertanya, keduanya menggelengkan kepalanya, jawabannya adalah tidak.
Anna membuka matanya dengan perlahan, melihat keluarganya yang menunggu dirinya membuka matanya. Anna tersenyum bahagia, disaat kondisi kritisnya, dia sangat bahagia, memiliki keluarga yang sangat menyayanginya.
"Apa ada yang sakit?" Tanya khawatir Vicent, melihat anaknya yang tersenyum penuh makna. Anna menggelengkan kepalanya, dia mengucapkan terima kasih kepada ayahnya.
"Untuk apa?"
Anna tidak menjawabnya, namun didalam hatinya dia berkata "Untuk segalanya"
...•...
...•...
...•...
...APA!?...
Akademinya memintanya untuk mencalonkan dirinya sebagai kandidat ketua osis? Tidak, tidak dan tidak. Selamanya dia tidak akan mau menjadi ketua osis.
Itu sangat merepotkan dan yang terutama, pekerjaan itu sangat membosankan. Tidak ada yang berani menentang ketua osis, jadi dia tidak bisa bermain.
__ADS_1
David dan Nathan sedang ada misi, jadi yang menemaninya sekarang ialah kedua sahabatnya. Nathan membuka pintu ruang kerja Vicent yang terdapat anna serta yang lainnya.
...-TBC-...