
...ANNA POV...
...WTF!?...
Suaraku mencapai ke pesisir pantai, tempat dimana keluarga dan temanku berada. Mereka bahkan menutup telinga karena suaraku yang terlalu kencang, burung-burung karena terkejut.
Bahkan para penonton juga menutup telinga mereka. Aku kembali menyelam, suara itu, menurutku untuk menyelam sampai dengan kedalaman 250 meter di bawah permukaan air laut.
Aku menjaga keseimbanganku, agar tidak tenggelam maupun tidak mengambang ke atas, aku hanya boleh mengambang di tempat tadi.
Suara itu tertawa "Hahahaha.... bagus bagus! ternyata kamu sedikit kuat, walau level mu masih berada di level 6" Keningku mengerut, perlahan aku menutup kedua mataku.
Keadaan begitu tenang, tidak ada satupun suara di sekelilingku, aku tenang seperti orang mati, namun di satu sisi suara itu terus berbicara denganku.
Aku membuka mataku secara tiba-tiba, melemparkan satu pisau ke arah sembarangan, terdengar makhluk itu kembali tertawa "Hahahaha... sudah aku bilang kamu tidak bisa melihatku, apalagi mengenaiku"
Aku tersenyum miring, "Oh ya?" Tanyaku dengan melihat ke arah, tempat dimana aku melemparkan pisauku. Huh!? Makhluk itu hanya bisa terheran dengan kelakuanku.
...!?...
Semua orang terkejut, melihat darah mulai naik ke atas permukaan air laut. Mereka semua bertanya-tanya darah siapakah itu?
"Kamu bisa melukaiku!?" Tanya makhluk itu dengan intonasi marah, namun juga tidak percaya. "Kenapa tidak?" Masih dengan wajah yang tersenyum miring, aku membalas pertanyaannya.
"Kalau begitu, mari kita mulai membahas tentang tantanganmu" Makhluk itu berubah menjadi serius, entah apa yang dia berikan kepadaku sebagai tantangan, aku pasti bisa melewati semua itu!! Semangat 45 dari indonesia, merambat ke jiwaku, AYO!!!
...NORMAL POV...
"Hei, ini sudah 18 menit an dari saat terakhir kali, Anna ke permukaan untuk bernafas" Ucap Axel yang tidak melihat tanda-tanda bahwa Anna naik ke atas permukaan.
David juga mulai mengkhawatirkan diri Anna, berniat untuk berenang ke tempat Anna berada. Tetapi sesuatu menghentikannya.
...DARAH!?...
Mereka semua terkejut, apakah Anna terluka? Tidak tidak, iblis kecil itu tidak mungkin terluka. Tapi saat berada di pesisir, dia terlihat tidak berdaya.
__ADS_1
...•...
...•...
...•...
Anna sudah berada didalam air selama 1 jam, tidak ada yang tau apa yang Anna lakukan didalam air, sebab kamera pengawas telah berganti ke arah lainnya yang sedang bertarung sengit dengan para monster.
"Hah... hah... hah...." Kepala anna muncul di permukaan, dia menghirup nafas dengan rakusnya, dia sudah berada didalam air selama 1 jam, tanpa udara.
Dan itu membuat dirinya harus ekstra menghemat udara yang dia miliki. "Muncul juga!" Ucap datar Nathan, melihat Anna yang tepar di atas pasir.
David menghela nafas panjang "Hah.... akhirnya..." Twelve memeluk Anna yang tepar di atas pasir sambil menangis "Untung anda tidak terluka" Ucapnya dnegan bahasa formal.
Axel hanya menunjukkan gigi putihnya, Alex mendekati Anna dan ingin bertanya apa yang sebenarnya terjadi, tetapi dihentikan oleh David.
Anna telah tidur, dia tidak ingin Anna terbangun dari tidurnya. Pasti melelahkan baginya untuk bertahan didalam air, sedangkan dia memiliki atribut api.
.......
.......
.......
"Gadis kecil, aku akan menunjukkan wujudku, jangan terkejut dengan penampilanku!" Ucap suara yang didengar oleh Anna saat berada didalam laut.
Suara itu kembali berdengung di kepalanya, "Jadikan aku familiarmu, aku akan memberimu kekuatan yang tak tertandingi dnegan begitu kamu akan menjadi orang yang terkuat"
Anna menggelengkan kepala, Kenapa dia harus menuruti ucapannya? Itulah yang dia pikirkan. Monster itu perlahan mulai menunjukkan wujudnya.
Samar-samar, Anna Melihat seekor monster raksasa yang sangat panjang dan besar. 😲, Dia terkejut sangat terkejut, melihat penampilan monster yang mengajaknya berbicara.
...LEVIATHAN!?...
...-TBC-...
__ADS_1
...Drama manis...
"David...!! Berhentilah menulis!" Keluh Anna yang melihat tunangannya mengerjakan dokumen dengan alasan sebagai pr nya dari akademi.
David pun berhenti menulis, meletakkan kacamatanya di meja dengan lembut, menopang dagunya dengan tangan kirinya.
..."Ada apa, Baby?"...
"Aku cemburu!" Kedua jari telunjuknya bersentuhan, dia malu untuk mengakuinya. Oh... David mengerutkan keningnya "Siapa yang membuatmu cemburu?"
Dengan jari yang gemetar dia menunjuk setumpuk kertas yang berada disamping David. "Kertas?" Anna menganggukan kepalanya dengan gugup.
"Aku juga ingin diperhatikan, dimanjakan dan selalu diutamakan, seperti kertas itu"
...💘...
...Brak!!...
David mendorong mundur kursinya sampai terjatuh dan menindih tubuh Anna, menyeringai melihat wajah Anna yang memerah "Akan aku tunjukkan bagaimana caraku memanjakanmu!"
...Chu~❤...
"Be-berhenti... tidak ingin, aku tidak ingin dimanjakan" Ucap Anna sembari menghentikan wajah David yang ingin menciumnya kembali.
"Tidak bisa begitu!" David menjilat tangan Anna sehingga Anna menariknya dan memberikan David kesempatan untuk menciumnya kembali.
...Chu~❤...
...AAAA!!!! TIDAK!!!!...
...Keesokan harinya......
Anna be like: Aku tidak akan pernah mengatakan itu lagi! Bibirku bengkak karena dia menciumku semalaman😭
__ADS_1