
Seketika Anna mengalihkan perhatiannya pada orang yang memanggil seseorang dengan sebutan Tuan dan Nona. Vicent, ayah Anna beserta sahabat Anna menghentikan pelatihannya.
Yang menghampiri mereka adalah salah satu pelayan yang bekerja, mereka menuntun Vicent beserta yang lainnya menuju ke depan rumah.
Disana ada sepasang suami istri dengan seorang anak. Vicent merasa familiar anak yang berada didepan rumahnya itu, Ah... Dia ingat, mereka adalah keluarga Baron dari negara tetangga yang baru saja melakukan upacara pengangkatan.
Untuk apa mereka kemari? Anna serta Axel, Alex dan Vicent saling menatap, bersyarat apakah ada seseorang yang mengenal mereka.
Semuanya menggelengkan kepalanya secara bersamaan, namun tidak untuk Anna, dia memikirkan suatu hal yang tidak bisa dijelaskan.
Dengan segera, Anna meluncur kedepan gerbang dan bertanya kepada sepasang orang tua dan anak itu, "Apa kalian, orang yang ingin membeli?"
Keluarga itu mengangguk, hampir saja dia melupakan hal yang penting seperti itu. Ia menyuruh baron untuk masuk dan menunggunya membawa barang yang akan dia jual.
Diruang tamu, terdapat keluarga Baron dan juga Alex dan Axel yang mengawasi mereka untuk tidak berbuat semena-mena kepada Anna.
Anna datang membawa setumpuk kertas, yang bisa disebut sebagai dokumen. Tubuh kecilnya terlihat tertutupi oleh setumpuk dokumen itu.
Dia meletakkannya di atas meja, kepala keluarga Baron meletakkan 30 koin emas diatas meja, disamping setumpuk kertas yang dia bawa.
"Senang bekerja sama dengan anda" Ucap keluarga Baron dan Anna secara bersamaan. Axel dan Alex hanya menyimak apa yang dikatakan oleh kedua belah pihak.
...•...
...•...
...•...
"Apa yang kamu berikan padanya?" Tanya Vicent, dari luar ruangan dengan datar. Anna menutup identitas dan wajahnya menggunakan masker kain berwarna hitam.
Keluarga Baron tidak akan membocorkan identitasnya sebagai anak yang dirahasiakan keluarga Duke karena mereka bisa dimusnahkan hanya dengan menggunakan kekuasaan.
"Setumpuk dokumen, yang berisi hal-hal yang sangat penting untuk berbisnis" Jawabnya yang langsung menempel dilengan ayahnya.
Vicent mengelus kepala anaknya itu, sepertinya anaknya pintar dalam berbisnis! itulah yang ada dibenak Vicent. Tentu dokumen itu bernilai mahal karena itu dapat meningkatkan keuntungan keluarga Baron.
Axel dan alex hanya mengawasi dirinya yang sedang berbicara dengan Vicent. Kemudian mereka berempat melanjutkan pelatihan yang tertunda.
...~...
__ADS_1
Nathan berjalan menyusuri lorong kediaman, dia telah terpilih sebagai seorang pahlawan bersama beberapa orang lainnya yang akan mengalahkan para demon Culture.
Ia berniat mencari Anna untuk meminta bantuannya dalam tugas menyusup ke tempat persembunyian para Demon Culture untuk menyelamatkan para sandra.
Ditempat lain, Anna bersama Axel dan alex sedang bersantai ditaman. Axel beristirahat di paha kaki Anna yang duduk dengan kaki terjulur lurus ke depan.
Sementara, Alex duduk disampingnya, dia menoel-noel pipi Axel yang berada dipahanya dengan senang. Mochi, itulah yang ada di pikirannya.
Pipi Axel, dia mainkan seperti mochi yang kenyal, setelah berapa saat dia memainkannya, Alex menutup matanya dengan kepala dibahu kiri Anna.
Alex pun tertidur, Milky berada ditangan Alex yang mengelusnya dengan lembut berpindah disamping Axel yang berbaring.
Anna menutup matanya sambil menutup mata, sebelum terlalu lelap, keberadaan mereka ditemukan oleh Nathan dan yang lainnya.
"Anna!"
Dalam beberapa detik, Anna membuka matanya bersama Alex dan Axel, mereka melihat seseorang yang terasa familiar di dekat Nathan, namun siapa?
Anak kecil?
"David?" Ucap Axel dan Alex.
"Kakak tampan dan adik tampan!" Ucap Anna.
Sementara anak kecil itu segera memeluk Anna dengan tubuh kecilnya. Nathan berjumpa dengan anak kecil itu saat menuju taman pribadi Anna.
Dan yang perlu kalian tau dari suatu kenyataan, Anna menyukai pria tampan. Berada didunia yang terdiri dari banyaknya pria tampan, itu membuatnya bahagia.
Tangan yang David lambaikan, seketika turun dengan mata yang menghadap ke arah lain setelah Nathan menatapnya. Axel mencibir Nathan secara diam-diam.
By the way, ada apa mereka kemari? Nathan membisikkan sesuatu pada Anna yang dipeluk oleh pria kecil. Dengan wajah yang tertutup topeng, Anna berpura-pura terkejut.
"Apa!? Aku!? Gadis kecil yang lemah lembut sepertiku?!" Axel, Alex dan Nathan memutar bola mata mereka dengan malas.
Gadis? pikir orang-orang yang belum mengenal Anna. Penampilan Anna yang sekarang itu seperti seorang pria, dada datar, rambut dikuncir sembarangan seperti Nathan yang berambut panjang namun tidak dikuncir.
Lemah lembut?! Tanda tanya muncul disamping kepala Nathan serta beberapa orang yang mengenal Anna. "Hei, aku harap aku tidak melihat tanaman yang bisa berbicara jika kamu adalah gadis yang lemah lembut" Sindir Axel.
TUNGGU! Teriak seorang perempuan dengan perasaan kesal, wanita ini penggemar Nathan. Ketika dia melihat Nathan dekat dengan gadis lain, dia akan cemburu buta.
__ADS_1
Fuu... dia menarik nafas yang sangat panjang, meredakan emosinya yang memuncak, yang dia pikirkan sekarang adalah tampil sopan didepan Nathan.
"Bisa, jelaskan secara perlahan?"
Ah...
"Dia adalah putri satu-satunya duke monster dan sepupu Nathan" Ucap David, memperkenalkan Anna pada teman-temannya.
Oh...
Dia berdada datar ya? Tanya hati-hati dari seorang pria, Nathan menggelengkan kepalanya. Alex menarik sesuatu dari dalam baju pria yang dipakai Anna.
Yang dia tarik adalah sebuah perban, dada yang aslinya datar, membesar setelah perban itu ditarik.
"HEI! Apa yang kamu lakukan?" Wanita itu menyingkirkan Anna dari tubuh Nathan dengan kekasaran. Anna pun tersungkur di tanah.
Nathan dan yang lainnya membantu dirinya untuk berdiri, sedangkan kedua wanita yang salah satunya penggemar Nathan dan yang satunya penggemar David, geregetan.
Ayo kita bertarung! Kedua wanita itu menantang Anna yang dikira sepantaran dengan mereka berdua. Dengan senang hati, Anna menerimanya.
Mereka berdua menyerang secara bersamaan, namun dengan mudahnya, Anna menangkis keduanya dan membalikkan keadaan.
Dia menendang penggemar Nathan hingga menatap tembok dan mematahkan tangan penggemar David dengan santainya.
Tidak hanya disitu saja, sebelum fans David jatuh ke tanah, dia menarik topeng Anna hingga terlempar jauh dari posisi Anna yang sekarang.
Kulit seputih susu, hidung yang indah, mulut yang tipis, rambut hitam yang bertentangan dan mata yang berwarna merah api bukan merah darah, terbongkar.
Kecantikan alami tanpa tambahan make up telah dipotret oleh seseorang yang mengikuti Nathan serta yang lainnya. Siapa orang itu?
Ada apa? Tanya polos Anna yang belum sadar jika topengnya terlepas karena tidak mendengar suara topengnya.
"Topengmu..." Ucap datar Nathan. Anna mengelus mukanya sendiri dengan usaha lugunya.
...Three...
...Two...
...One...
__ADS_1
!!! Raut muka Anna terlihat terkejut, mukanya itu terlalu cantik untuk dilihat, Hidung David dan teman pria yang juga menjadi seorang pahlawan berdarah karena melihat keindahan wajahnya.
...-TBC-...