Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 31


__ADS_3

...ANNA POV...


Bersama dengan kakakku, Nathan, aku berbincang-bincang tentang upaya yang dilakukan oleh wanita yang bernama Elizabeth.


Namun pembicaraan itu tidak berlangsung lama, kemudian kami pun membicarakan event pertama bagi ajak tahun pertama dan even ke 36 bagi anak tahun terakhir.


"Kakak akan menunggu mu di lantai 32" Ucapnya, menyeruput teh yang aku tuangkan dengan sifat coolnya.


Mulutku terbuka lebar, tidak ku sangka kakakku yang tsundere ternyata sehebat itu sampai berada di level 32. Aku tau, banyak orang yang masih terjebak di level 10 karena Dungeon


Tetapi aku masih tidak percaya jika kakaknya berada di level 32, bagaimana dengan David? Ia menjawab "Sama, kami berdua membentuk party dengan Nicole juga"


Nicole? Ah... teman kakak yang pernah ikut menyaksikan pertandingan latih tandingku, waktu itu? Aku mengerti.... dia terlihat baik, jadi kakak pasti tidak akan dimanfaatkan.


"Apa maksud dari Party?" Tanyaku penuh kebingungan bahkan raut wajahku tidak bisa menolak ekspresi kebingunganku.


"Didunia ini, kamu boleh membentuk party dan juga guild,


Party disini berarti partai atau tidak berkelompok, sedangkan arti dari Gulid adalah kamu dapat membentuk suatu perkumpulan ataupun organisasi" Jelasnya dengan wajah serius.


Jadi begitu... Aku tidak sabar menantikannya....


...ANNA POV END...


"Yosh.... kalau begitu, kita akan membentuk party" Ucap Anna dan Axel dengan semangatnya. Alex hanya bisa tersenyum, melihat kelakuan dua orang yang begitu bersemangat tersebut.


Seseorang menepuk pundak Anna dengan lembut, "Anna berhati-hatilah... karena monster disana adalah monster buatan, jadi jelas lebih kuat dari monster biasa"


Anna pun mengangguk, mendengar penjelasan dari seseorang yang dia panggil Ayah. Event yang dilaksanakan ini, selalu mengundang banyak perhatian semua orang.

__ADS_1


Mereka selalu pergi ke akademi terdekat untuk menonton aksi dari para peserta. Terdapat beberapa monitor yang menunjukkan lantai 1 - lantai dimana peserta paling kuat berada.


"Anna-chan~ Sini... sini..." Panggil Twelve yang melambaikan tangannya. Kenapa ada Twelve disini? "Kenapa kamu berada disini?" Tanya Axel kepada Twelve.


Dia pun menjawab pertanyaan Axel sambil menatap Anna "Aku baru saja pindah pagi ini dan langsung pergi ke tempat ini untuk melihatmu, my little sister"


...???...


"Aku bukan adikmu...." Jawab Anna dengan dinginnya. 'Punya temen kok dingin ya?' Pikir 3 orang yang tersenyum canggung, mendengar jawabannya.


"Anna... nanti kamu harus menggunakan sihir saat melawan monster" David muncul tiba-tiba dibelakang Anna bersama dengan Nathan, Nicole, Leona (fans Nathan di chapter 11) dan Felicia (fans David di chapter 11)


Apakah harus? Tanyanya. "Kamu tidak bisa membunuh monster itu tanpa sihir, karena monster itu bukanlah monster alami, namun monster buatan" Jawab David bahu Anna.


...Em.......


Perhatian mereka teralihkan oleh kedua wanita yang memerah, menahan kata-kata yang ingin mereka ucapkan "Ano.... E-etto.... Anna-san.... kami berdua meminta maaf" Ucap Leona sebagai perwakilan.


Dengan senyum lebarnya, dia mengucapkan terima kasih kepada mereka berdua sampai wajah mereka menjadi semerah tomat.


...AAAAA!!!! TIDAK!!!!...


...Teriak batin Axel, Alex, David dan Twelve, sebab Anna memiliki penggemar lainnya....


...-...


"Kami akan menunggu kalian bertiga" Setelah mengucapkan itu, David dan teman-temannya pun menghilang dan muncul dilantai 32 dan lantai lainnya.


...Beberapa menit kemudian.......

__ADS_1


"Kita harus ngapain?_-" Tanya Alex yang sedari tadi hanya berdiri ditempat awal. Axel menguap sebab ngantuk, tidak menjawab pertanyaan adik kembarnya dan melihat Anna yang sedari tadi melakukan sesuatu yang aneh.


Dalam sekejap mata, Anna sudah tidak berada ditempat tadi. Axel dan Alex yang melihat itu, menjadi bingung, mencari dimana keberadaannya sembari meneriaki namanya.


"Dibawah...!!" Anna menjawab panggilan mereka berdua dnegan suara yang lumayan keras, namun bukan berteriak. Ia mengamati sekitarnya, menemukan sebuah danau dengan pintu misterius di ujung danau tersebut.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Axel dari atas. Anna berteriak mengonfirmasikan bahwa keadaannya baik-baik saja, dia memberi tau tempat ini kepada mereka berdua.


"Jangan kesana dulu! Tunggu kami! Bisa jadi itu adalah Dungeon yang tersembunyi!" Ujar Alex, mencari tau asal suara Anna.


Para pembuat dunia alternatif itu bahkan khawatir dengan kekuatan Dungeon yang mereka sembunyikan dari dunia atas, tapi Anna dapat menemukannya? mereka berharap, ayahnya tidak membunuh mereka T-T


Kenapa? Karena Dungeon itu terbuat dari keisengan mereka yang mencampurkan kehidupan dari dua monster yang berbahaya dan hanya bisa dikalahkan oleh petualang, ahli sihir dan lain-lainnya dengan level di atas 35.


Bibir anna terangkat, membentuk sebuah seringain, kakinya melangkah perlahan ke arah danau tersebut sambil bersiul pelan.


"🎶Aku anak nakal yang suka melawan, percuma diperintah tapi dilanggar🎶, xixixixi...... " Tawa kecilnya sembari berlari ke arah tepi danau.


"Wuih gila.... sepertinya danau ini sangat dalam" Ucapnya, melihat dari tepi danau. Ia berlutut di tepi danau tersebut, menahan rambutnya dengan salah satu tangannya, lalu menenggelamkan kepalanya.


...FUAHHHH....!!!!...


Anna berteriak, mengangkat kepalanya dari danau tersebut dan memberi jarak beberapa meter. "ANNA, APA ADA YANG MENCURIGAKAN!? BERTAHANLAH.... KAMI AKAN SEGERA MENCARI TAU JALAN MASUK DAN JALAN KELUARNYA" Teriak Axel.


"Tidak, tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja" Balas nya dengan senyum tipisnya. Ah... sudah lama dia tidak melihat hewan ini....


Para penonton yang tidak tau monster apa yang dilihat Anna pun mulai penasaran, kamera monitor itu terbang dan memperlihatkan pemandangan dari atas.


...😦😧😨😰😱...

__ADS_1


...Anna tersenyum, sudah lama tidak melihat, sepertinya hewan itu membesar ya.... Hewan yang memiliki darah berwarna hitam!...


...-TBC-...


__ADS_2