Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 37


__ADS_3

David yang berada disebrang lantai pun bertanya seperti apa Anna didunianya yang dulu. "Anna? Em... Aku tidak tau banyak tentangnya karena saat bersekolah dengan Anna, kau tidak begitu akrab dengannya" Jawab Alex.


"Tapi, jika kamu bertanya tentang penampilannya.... Apa aku harus menggambar wajah Anna yang dulu?" Tanya Alex kepada David yang membuat David dan Nathan penasaran.


Nathan mulai angkat bicara "Siapa nama Anna dulu?" Alex menoleh ke arah Anna yang memarahi Axel habis-habisan.


...Anna, kapan kamu...?...


...ANNA POV...


...Anna, kapan kamu...?...


Mendengar pertanyaan itu, diriku menjadi sedikit gugup, aku tidak mungkin mengatakan bahwa seorang dewa meminta bantuan diriku yang masih hidup.


Apakah aku harus memberitahu kapan diriku tersandung? Lebih baik aku hanya memberitahu bulannya. Aku pun menjawab bulan September.


...ANNA POV END...


Alex berpikir sesuatu tentangnya karena saat itu Anna sedang bekerja sebagai karyawan biasa. 'Sepertinya itu yang membuat Anna berada didunia ini', pikir Alex.


"Ah... Aku mengerti..." Setelah mengatakan itu, Alex mulai menggambar sketsa wajah Anna yang bekerja sebagai karyawan biasa.


Dia menyimpannya untuk ditunjukkan kepada David nantinya.


...-...


Satu layar memperlihatkan satu tim, seperti layar yang berada diatas, depan tubuh Vicent, ayah Anna. Kamera monitor itu mengikuti tim Anna sampai ke lantai 11, menemani mereka yang melawan para bos monster.


Sekarang ini, banyak yang memilih menonton tim Anna dan tim Nathan. Popularitas mereka melunjak tinggi saat semua melihat kemiripan Nathan dan Anna saat bersama.


Sedangkan penonton tim lain, tidak sebanyak penonton kedua generasi muda yang berasal dari darah keluarga Max itu.


Tahun ini memang mereka mengalami perkembangan, begitu pula dengan kamera monitornya, jadi tidak ada satu orang pun yang mengetahui jika setiap kamera monitor mengawasi satu tim.

__ADS_1


Selalu ada yang namanya kebetulan didunia ini dan kebetulan itu mempertemukan Anna dengan gadis yang ingin merebut David, putri Elizabeth.


Tanpa mempedulikan keberadaanya, Anna, Axel dan Alex berjalan melewatinya hingga putri itu meneriaki Anna dnegan sebutan 'jal*ang'


Ia hanya mengabaikan perkataan-perkataan yang dilontarkan oleh Elizabeth yang tidak kenal dengan tata Krama.


Sibuk memikirkan apa yang harus dilakukan, ketiga manusia itu berada didunia mereka sendiri-sendiri.


Gadis yang daritadi hanya diabaikan pun meneriaki nama Anna dan itu sukses membuat orang yang setelah sekian lama berada level 10 dan baru saja lolos, berkumpul ke arah mereka.


"Anda memanggil saya nona?" Tanya sopan Anna kepada Elizabeth. Ia pun tertegun dengan sikap sopannya.


Ada apa dengan wanita ini? Bukankah berapa hari yang lalu, dia menatap tajam dirinya? Elizabeth yang memiliki otak dangkal pun terheran.


Nona? Apa anda sedang memanggil saya? Mendengar suara Anna, dia kembali tersadar dari dunianya.


Dengan amarah yang memuncak setelah diabaikan berkali-kali, dia pun mengumpati Anna dengan berbagai macam umpatan.


Itu membuat Anna tersentak, apa dia berbuat kesalahan? Alex dan Axel berusaha menahan amarahnya, melihat wanita yang berada didepannya mengumpat kasar kepada Anna.


...?...


Tanda tanya muncul dibenak Anna, apa-apaan wanita yang berada didepannya sekarang ini? Pakaiannya terlihat mewah, tapi dia tidak belajar apa yang namanya tata krama?


Penonton hanya bisa diam terpaku, melihat putri negara tetangga atau putri mereka, mengeluarkan umpatan kasar yang tidak sopan.


Apa salah nona Anna yang baru saja berada dilantai 11? Itulah yang ada dipikiran orang-orang yang belum mengetahui permasalahan Anna dan Elizabeth.


Tetapi mereka akhirnya tau, setelah beberapa orang yang berada ditempat kejadian waktu itu, memberitahu permasalahan mereka.


Sedangkan Anna, saat ini dia sedang berada didunianya, berbicara dengan Milky yang menahan tawa didalam hatinya.


Setelah beberapa saat, suara Elizabeth kembali terdengar. Dia meremehkan Anna yang sedari tadi hanya bisa diam saja dan tidak membalasnya seperti saat berada ditempat umum.

__ADS_1


Didalam benaknya, banyak pertanyaan yang perlahan muncul dan itu membuat Anna stres dan segera ingin menyelesaikan permasalahannya.


Tetapi dia juga menghina Elizabeth yang jelas seorang putri tanpa tata Krama 'Darimana kecoa ini berasal?' Pikirnya, menarik nafas panjang.


"Kenapa? Takut sampai tidak bisa berbicara?" Remeh Elizabeth, tersneyum sindir ke arah Anna. Axel dan Alex beradu debat dengan rekan tim Elizabeth yang diisi oleh beberapa lelaki dna itu membuat suasana menjadi ricuh.


Anna menghela nafas kasar, kenapa wanita ini datang-datang mencari masalah dengannya? "Maaf menyela adu debat kalian, tapi pertama-tama bisakah saya bertanya?"


Suasana ricuh itu berubah menjadi keheningan, melihat mata Anna yang menunjukkan keseriusan, yang menandakan bahwa Anna boleh bertanya "Maaf, tapi..." Jedanya.


"Apakah saya mengenal anda?" Tanyanya dengan wajah tanpa dosa dan itu membuat semua orang yang menonton tim Anna shock parah.


...JEDARR!!!...


Elizabeth terasa tersambar petir yang sangat besar di siang bolong ini, tubuhnya menegang, gemetar dengan apa yang Anna tanyakan.


ANAK DARI SEORANG BANGSAWAN TERKENAL, TIDAK TAU SIAPA ORANG YANG BERADA DIHADAPANNYA!!!!?


PPPFFFTTT...... Kedua rekan tim sekaligus sahabat Anna, mati-matian berusaha menahan tawa mereka. Sementara Anna menatap mereka semua dengan wajah polosnya.


...~...


Elizabeth terasa tersambar petir yang sangat besar di siang bolong ini, tubuhnya menegang, gemetar dengan apa yang Anna tanyakan.


PPPFFFTTT...... Kedua rekan tim sekaligus sahabat Anna itu, mati-matian berusaha menahan tawa mereka. Anna hanya menatap mereka dengan wjaha polosnya.


"Bisa-bisanya wanita ini meremehkan dirinya yang seorang putri!" Batin si putri Elizabeth.


Dengan tertitih-titih, Axel berjalan mendekati Anna, dia berusaha menahan tawanya sampai ingin buang air kecil sbeba tidak tahan dengan kelucuan ini.


"A-anna... Hahaha.... Dia itu.... Hahaha...-" Sambil tertawa, Axel ingin memberitahu Anna identitas wnaita yang berada didepannya, namun ucapannya dihentikan oleh Anna yang bingung dan menghentikan ucapannya.


'JANGAN TERTAWA!!!' Teriak batin para penonton yang shock melihat Axel dengan beraninya menertawakan seorang putri.

__ADS_1


...-TBC-...


__ADS_2