
Yang ada di pikiranku dan Axel adalah Kenapa dia bisa menjadi guru disini? Terserah dia mau menjadi guru seusianya yang muda atau tua yang terpenting kenapa harus disini?
Masih banyak sekolahan lain yang normal dari sekolahan ini! Apa dia tidak tau jika sekolahan ini adalah sekolah gangguan jiwa!?
Banyak murid psychopath disini! Aku tau dia bisa bela diri, namun psychopath bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan.
Jadi jika Sakura menolak, para psychopath pasti akan menargetkan dirinya sebagai mainan mereka yang selanjutnya.
Semua psychopath, pembunuh berantai, pembunuh bayaran yang tertangkap oleh pemerintah berkumpul dalam satu kelas ini.
Banyak juga narapidana yang juga dikirim ke sini untuk menerima hukuman. Maka dari itu, siapapun yang terlihat lemah dimata mereka akan menjadi target yang selanjutnya.
Seperti saat ini mata tajam mereka semua menatap guru baru atau bisa ku sebut mantan teman sekelasku, Sakura.
Di pojokan 3 orang meringkuk ketakutan, tubuh mereka bergetar hebat. Ya, mereka telah dibuat oleh para psychopath yang dilarang membunuh begitu pula dengan yang lainnya.
Ah! Ngomong-ngomong aku juga membuly mereka. Yang bisa aku tunjukkan hanya tersenyum manis dihadapannya.
Diapun membalas senyumanku, lalu berjalan ke arah tiga orang yang meringkuk kesakitan. Dia mulai membuka baju mereka dan memandang luka-luka bekas cambukan.
Memang tidak boleh membunuh, namun boleh menyiksa bukan? Tidak mungkin mereka berguru pelit sampai murid sekolah itu tidak diperbolehkan bertindak bebas.
"Duduk!" Itulah kata yang keluar dari bibir merah cery-nya. Ketiga murid yang ternyata sudah berkepala tiga itu duduk dengan perasaan takut.
Ya, disekolahan ini murid-murid tidak bersekolah karena usia mereka, namun gangguan jiwa mereka ataupun perilaku mereka.
Pria yang juga menjadi guru kelasku berkata "Kalian boleh bertindak semau kalian asalkan kalian tidak membunuh seseorang dan itu termasuk dengan guru baru itu"
Pria itu tidak memiliki perasaan, dia menatap penuh kebencian ke arahnya saya tidak ditunjukkan. Aku merasa ingin menggali matanya dan mengoleksinya untuk diberikan kepada Sakura.
Para murid pun mengetahui raut muka yang ditunjukkan oleh pria tersebut. Aku menatap datar dirinya yang melihat ke arah Sakura yang berdiri membelakanginya.
"Sensei.... Aku mendengarmu...." Kata Sakura tanpa takut, tersenyum, menatap semua anak muridnya yang menatap dirinya dengan Tatapan tajam.
Guru itu mengalihkan topiknya menjadi perkenalan Sakura, sepertinya dia takut dengan wanita itu. Ahh.... sungguh wanita pujaan hatiku.
Aku akan melakukan semua apapun yang dia mau asalkan aku bisa melihat wajahnya.
Kita adalah sahabat walau status kita adalah guru dan murid. Kaku tidak membeda-bedakan teman, kamu tidak mengeluh walau hanya ada sedikit wanita di sekolahan.
__ADS_1
Ah! Aku lupa mengatakan ini! Jadi aku dikeluarkan dari sekolah sejak kejadian berkelahi itu, beberapa hari setelah Sakura dikeluarkan.
Dialah yang menjadi tempat kami sekelas berkeluh kesah. Dia memiliki hati sebaik bidadari, kecantikan seorang peri dan jiwa sekejam iblis.
Dia menyelesaikan permasalahan kami satu persatu dan menjadi guru terpopuler di sekolah itu.
...-...
Kamu benar-benar iblis, Sakura! Kamu memukul semua psychopath yang mencari masalah denganmu tanpa segan-segan.
Seakan semua psychopath itu dibantai oleh dirimu sendiri. Karena psychopath tidak bisa merasakan rasa takut, mereka malah menyukaimu.
Itu semua karena kamu yang berkata 'Karena aku adalah penjahat diantara para penjahat'
2 bulan sebelum ulang tahunnya yang ke 18, kamu berhenti dari pekerjaanmu. Walau para psychopath tidak banyak berubah, namun dampak yang diberikan oleh dirimu membuat semuanya membaik.
Bahkan dia mengukur kekuatan kami dan memberikan kami julukan dari zero one (01) hingga thirty (30)
Sedangkan yang lainnya berada dibawahnya dan tidak disebutkan agar menghargai semua orang. Hukuman kejammu melatih semuanya untuk mengendalikan emosi mereka.
Tanpa sadar, aku selalu mencari informasi tentang dirinya walau tetap berada disekolah gangguan jiwa itu.
Aku pernah berpikir, jika aku membangun suatu perusahaan, apakah kamu akan mendaftar diperusahaanku?
...AUTHOR POV...
Anna menghentikan langkahnya lalu menghentakkan kakinya secara kasar. "Kenapa?" Itulah yang menjadi pertanyaan salah satu sahabatnya.
Alex mengeluarkan sebuah benda dari kantong ajaib Doraemon yang baru saja dia culik, (bercanda <( ̄︶ ̄)>) dan benda yang dikeluarkannya adalah boneka kelinci besar yang sangat empuk.
Anna mengambilnya dengan cara kasar, setelah itu dia menguyel-nguyel boneka itu sebagai tempat melampiaskannya.
Pada akhirnya dia akan meminta maaf pada boneka kesayangannya karena bersikap kasar.
...~...
...Swishh......
Suara benda mengayun ke arah David yang memakai ekspresi cueknya. Nathan dengan sabar, tanpa berekspresi sedikitpun, melihat ke arahnya.
__ADS_1
...Praang!...
Benda tersebut mengenai kepalanya. Keluarlah darah segar yang mengalir dan membasahi rambut silvernya.
Pecahan-pecahan yang ternyata adalah kaca, menancap pas di kepalanya.
Dia hanya bisa tersenyum horor ke arah orang yang melempar bilahan kaca itu, lalu melempar semua pecahan kaca yang berasal dari satu buah kaca ke arah orang yang melempar.
...Jleb! Jleb!...
(Sepertinya semua orang yang menjadi teman Anna itu tidak ada yang waras ya... bahkan David pun juga sama ಠ_ಠ)
"Kamu tidak takut? Lagipula dia berasal dari keluarga bangsawan, sedangkan kamu di mata mereka hanyalah seorang rakyat biasa" Tanya Nathan dengan tampang coolnya.
Ia memberikan potion kepada David. David yang menerima itu langsung meminumnya tanpa takut jika yang diberikan bukanlah potion melainkan racun.
Perlahan lukanya sembuh begitu saja, dia tersenyum sinis, matanya yang biasanya terlihat ceria sekarang terlihat seperti mata seorang Yandere.
Nathan menatap datar dirinya yang tersenyum sinis itu dengan tatapan tajam. "Jangan memandangiku seperti itu, aku milik adikmu"
Terlihat Nathan sedang mengerutkan dahinya, alisnya sedikit merapat, manik-manik mata ruby nya menatap tidak percaya ke arah David yang berkata seperti itu tanpa tau malu.
Seseorang yang berdiri di hadapannya saat ini. Kulit berwarna kuning langsat sempurna tanpa ada kecacatan.
Surai rambut silver yang mengkilap dan mata biru tuanya yang seperti batu safir. Tinggi tubuhnya sekitar 185 cm.
Menyukai sejarah dan tentu saja Anna, adik dari temannya. Tampang yang terlihat tampan itu tidak terlihat tampan di mata Nathan, namun dia terlihat misterius.
Dan itulah David si Yandere
Selalu memasang wajah bertopeng dimanapun, entah itu wajah ceria, cuek maupun sedih karena yang sebenarnya dia tidak punya perasaan lagi.
...-Note-...
'Yan' berasal dari kata 'yanderu' yang artinya sakit (jiwa). Karakter dengan sifat yandere cenderung memiliki sifat yang sangat psycho dan bisa jadi sangat mengerikan.
sebuah istilah Jepang untuk orang yang awalnya sangat mengasihi dan lemah lembut kepada seseorang (atau setidaknya polos) sebelum sifat mereka menjadi destruktif secara alamiah, sering kali lewat kekerasan dan/atau kebrutalan.
Jika dilihat dari luarnya, yandere terlihat seperti orang normal. Mereka memiliki sifat yang sangat ceria dan suka bersosialisasi.
__ADS_1