
"Selesaikan tawamu dulu sebelum berbicara" Katanya tanpa tau apa yang sedang ditertawakan. Alex menenangkan batinnya, lalu ikut mendekati Anna.
Saat berjalan mendekati Anna, langkahnya dihentikan oleh teriakan Elizabeth yang mengebu-ngebu dengan wajah merah padam.
Pom! Apakah nona ini penggemarnya? Bahkan saat dia bertanya pada dirinya, dia terlalu senang karena telah berbicara dengannya sampai-sampai mukanya memerah. Jadi umpatan tadi, dia lontarkan karena malu?
Kalimat diatas adalah Anna yang berpikiran polos disaat yang tidak tepat. Melihat reaksi Anna, Alex sudah tidak bisa tidak tertawa lagi, dia berpikir pasti saat ini Anna sedang berpikir yang buukan terjadi.
Axel sampai meneteskan air matanya yang jarang keluar karena dia tertawa secara berlebihan. "Anna... Dia itu wanita yang memeluk David waktu kita mau pulang"
Wajah yang awalnya polos sekarang sedang menunjukkan keseriusannya. "Tuan putri Elsa!" Dia ingat, sekarang dia ingat nama wnaita yang saya ini berada didepannya.
Axel dan Alex kembali tertawa, David dan Nicole yang berada dilantai yang berbeda pun juga ikut tertawa, Nathan pun ikut tertawa didalam hati
Tuan putri Elizabeth yang marah pun langsung membentak nya "ELIZABETH, NAMAKU ELIZABETH, TUAN PUTRI ELIZABETH, BUKAN ELSA"
"Berani-beraninya kamu melupakan putri ini!!!" Katanya menggertak giginya smabil mengepalkan tangannya dengan erat.
Ah... Jadi dia meminta Anna untuk meminta maaf padanya atau tidak? Entah hanya perasaanya saja atau tidak, bicara dengannya mungkin tidak akan selesai dalam waktu yang singkat.
Anna sedikit membungkukkan kepalanya, dia berkata "Maafkan saya putri, tapi kepala saya hanya mengingat hal-hal yang berguna"
Hahahaha.... Dibelakang Anna, terdapat Alex dan Axel yang kembali tertawa mendengar ucapannya. Disisi lain, putri itu berwajah merah, seperti efek dari ditampar karena emosinya sudah memuncak.
AAAAKKKKHHHH!!!! Pekik Elizabeth didalam hatinya. Dia menjerit kesal karena Anna. Dia berpikir untuk tidak membiarkan Anna hidup lebih lama jadi setelah event ini selesai.
Maksudnya dimatanya, dia tidak berguna? Dia terlalu meremehkan putri ini.
"Jadi ada apa tuan putri?" Tanya sopan Anna, sebenarnya dia malas untuk bertanya. Elizabeth berdecak kesal.
__ADS_1
Dia berdecih dan menghina Anna sekali lagi. Ha!? Apa-apaan dengan wanita kecoak ini? Inilah yang dikatakan Anna didalam hatinya.
Elizabeth kembali mengocehkan hal-hal yang diluar kenyataan. Alex memberikan permen kepada Anna agar Anna dapat melampiaskan kemarahannya pada gigitannya.
Dengan senang hati, dia meneirma pemberian Alex dan kemudian memakannya. Selesai mengoceh, Elizabeth pun menatap tajam ke arah Anna yang mengulum permennya.
Menyingkirkan permennya dari atas lidahnya dan berpindah diantara gigi atas dan gigi bawahnya, Anna pun bertanya "Sejak kapan kecoa bisa menggonggong?"
...BOMMM!!!...
Kepala Elizabeth meledak, dia sudah tidak bisa membendung amarahnya. Dia pun mengeluarkan familiarnya yang ternyata tipe es seperti David.
Ah pantas saja wanita ini selalu berpikir bahwa dirinya dan David adalah pasangan yang sempurna. Jadi karena dia memiliki atribut es, dia berpikir bahwa dirinya serasi dengan David?
'Milky keluarlah' Panggil Anna melalui telepatinya dan keluarlah Milky dalam bentuk kucing biasa, sedangkan kucing didepannya ini memiliki tubuh yang tiga kali lebih besar dari tubuhnya.
...HAHAHAHAHAHA!!!...
...GROARRRR!!!!...
Milky bukanlah kucing biasa, dia bisa berubah menjadi harimau putih yang sangat besar dan Snow Cat, familiar tingkat menengah dengan level yang masih berada di level 5 itu berani menantangnya?
"Aku menginginkannya, berikan kucing itu padaku, bunuh dia, siapapun yang bisa membunuhnya akan kuberikan 100 emas per orang" Tawar Elizabeth kepada kelompoknya, beserta para pembunuh yang dia simpan didalam dimensi buatannya.
Walau dia tau percuma membunuh Anna disini, namun itu dapat menenangkan hatinya untuk sementara waktu.
Semuanya pun berbondong-bondong menyerang Milky dan Anna karena tawaran yang diberikan oleh putri Elizabeth itu sangat menggiurkan.
Milky menghalangi siapapun yang ingin menyerang Anna menggunakan ekornya dan melempar tubuh mereka ke arah pohon yang berada didekat sana.
__ADS_1
Sementara Alex, Axel dan Anna, ketiga manusia ini sedang duduk manis di bangku sembari menyesap teh yang berasal dari tas penyimpanan Anna.
...Creack!!!...
Suara besi yang dipatahkan terdengar dari arah Anna berada, terlihat seseorang yang ingin menusuk tubuh Anna, namun entah mengapa pedangnya patah menjadi beberapa bagian
Sedangkan orang yang ditusuk pun, membalikkan tubuhnya, menatap ke arah orang yang terjatuh lemas sambil menatap horor kearahnya.
"Maaf ya... Ini tidak mempan" BUMMM!!! Suara yang sangat kencang itu berhasil membuat perhatian mereka terlaihkan dan melihat ke arah Anna yang mencengkram wajah orang tadi.
Dia menghentakkan tangannya yang sedang mencengkram pada tanah yang keras dan kasar hingga HP yang semula penuh sekarang habis sepenuhnya.
Darah pun berceceran diatas tanah yang datar, perlahan tubuh orang tersebut menghilang bersamaan dengan cahaya.
"Jadi, siapa yang selanjutnya?"
Semua orang disanapun bergedik ngeri, bulu kuduk mereka pun berdiri tegak, melihat pemandangan yang tidak biasa mereka lihat.
...Chu~♡...
Seseorang mencium punggung Anna dan itu membuat Anna terkejut setengah mati. Tetapi mencium bau mint khas orang itu, dia tidak lagi terkejut.
Orang itu tidak lain adalah David. Nathan dan Nicole menatap mereka dari kejauhan bersama dengan kedua sahabat Anna.
Sesegera mungkin ia memeluk tubuh kekar David dnegan tinggi tubuh yang hampir mencapai 2 meter. Tangan yang melingkar ditubuh David itu menghadap ke arah Elizabeth dan Anna mengacungkan jati tengah ke arahnya.
Dia melakukan gerakan-gerakan aneh melalui jari tangannya, semua orang pun menjadi linglung, memikirkan artinya.
Ucap Elizabeth, "Jangan sok-sokan menggunakan jarimu seperti orang yang berkomunikasi dengan orang bisu saja"
__ADS_1
Anna tertawa dengan keras "Jadi kamu mengaku sebagai orang bisu?" Sembari tersenyum, matanya menyipit, memandang ke arah Elizabeth yang mengeluarkan sebuah kertas.
...-TBC-...