Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 12


__ADS_3

Nathan serta semua orang yang mendengar itu kecuali alex dan Axel tercengang, ada yang muntah darah dan ada yang batuk darah.


...APA!?...


Anna terlihat menyesal, dia meminta maaf pada kakaknya itu dengan mengembalikan sebagian berlian yang diberikan.


Alex dan Axel yang mengingat kejadian yang dialaminya tertawa pelan, bagaimana tidak tertawa jika Anna menganggap orang yang menggodanya tidak bisa menahan keinginannya untuk BAB atau BAK.


Meski Anna pintar dalam pelajaran, menggoda dan berbisnis, dia buruk dalam mengerti suasana dan perasaan hati seseorang.


Alex dan Axel pun mengantar Nathan serta yang lainnya menuju markas yang dihancurkan oleh Anna seorang. Anna bersembunyi dibalik badan Alex.


Sampailah mereka ke markas yang dihancurkan oleh dirinya. Keadaan sungguh mengenaskan, potongan-potongan badan dari orang-orang yang dibunuh olehnya terlihat sangat jelas.


Darah bercucuran dari segala arah, bangunan yang awalnya mengerikan terlihat seperti reruntuhan, bola-bola dari mata mereka terlepas dari tempat yang seharusnya.


Dan bau darah yang sangat menyengat, ini bukan yang dinamakan membunuh, ini lebih seperti mencincang atau pembantaian. Beberapa kali, Anna mengintip dari balik badan Alex, melihat reaksi kakak sepupunya.


Kedua wanita yang ikut bersama mereka mengincar dari tempat itu, kemudian memuntahkan seluruh isi lambung mereka.


"Dia menghancurkan mereka seorang diri? dalam waktu yang singkat?" Tanya David yang tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Axel pun menganggukan kepalanya.


Nathan melirik Anna yang berada di balik punggung Alex dengan tajam, Hic! dia terkejut dan menyembunyikan wajahnya di punggung Alex sambil memeluk tubuh Alex dengan erat.


Meski sakit, Alex bahagia bisa dipeluk oleh Anna dengan inisiatifnya sendiri. Saat dia ingin mengintip dari balik punggung Alex, dia terkejut dengan kakaknya yang sudah berada disampingnya.


"Kakak..." Lirih Anna yang takut dengan kakaknya. Nathan menghela nafas pasrah, kemudian menarik tubuh Anna hingga memeluknya dan mengelus kepalanya dengan lembut.


Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia meninggalkan tempat itu bersama Anna yang ada dipelukannya. Meninggalkan teman-temannya yang masih tercengang disana.


Axel dan Alex menyuruh bawahannya untuk membersihkan potongan daging, bola mata, darah dan reruntuhan dengan segera.


Tidak lupa, dia menyadarkan David dan temannya yang tercengang untuk meminta bawahan mereka untuk membantu.


Orang yang memfoto wajah Anna, memfoto markas itu dengan hati-hati. Tapi, entah mengapa, setelah Axel dan Alex melirik kamera yang tidak terlihat, kamera itu mati, sedangkan orang itu melarikan diri dengan beberapa lembar foto di tangannya.


Disisi Nathan yang menggendong Anna yang tertidur, dia berpikir, apa Anna menghancurkan mereka dengan baju yang sekarang dia pakai?


Dimana noda darahnya? kenapa tidak ada satupun noda darah? mungkin saja dia sudah mengganti bajunya. Dengan perlahan, dia meletakkan tubuh Anna ke atas ranjang dan meninggalkan Anna sendirian.


Seseorang yang melihat itu, menyeringai dengan alasan yang tidak jelas. Orang itu menuju ke suatu tempat rahasia dan melihat ke kaca yang menatap dirinya dan memperlihatkan dirinya yang sesungguhnya.


Orang itu berjenis kelamin, seorang wanita. Dia meletakkan salah satu telapak tangannya ke kaca dan tersenyum penuh makna.


Tanpa alasan yang jelas, dia tertawa yang semakin lama semakin keras. HAHAHAHA... HAHAHAHA...


Setelah beberapa detik kemudian, dia berhenti tertawa dan mata cantiknya berlinang air mata. Wajahnya yang cantik dibasahi oleh air mata, dia kembali tertawa dan berkata


Aku akan segera MATI!

__ADS_1


Perlahan, seorang gadis membuka matanya dan pergi keluar kamarnya. "Bibi... pelayan... apa sudah waktunya makan?" Tanya gadis kecil itu.


Pelayan wanita dan pelayan pria tersentak oleh keimutan nonanya itu. Mendengar tidak ada jawaban dari seseorang, gadis kecil itu bertanya sekali lagi sambil menggosok matanya.


"Belum waktunya makan, nona Anna" Ya, gadis kecil itu ialah Anna. Tubuhnya terasa sangat berat setelah tidur dengan nyenyaknya.


Dimana ayah? Tuan berada di halaman belakang bersama Tuan Alex dan Axel, menunggu Nona untuk pelatihan. ASTAGA! Dia hampir lupa, mengingat hari ini hari pelatihannya.


Anna segera membersihkan dirinya dan menuju ke tempat pelatihan yang basah karena hujan yang turun disaat yang tidak tepat.


"AYAH!" Teriak Anna, memanggil Vicent yang menunggu walau hujan telah turun. Vicent serta Axel dan Alex membalikkan tubuh mereka dan melihat Anna yang berlari ke arah mereka.


Penampilan Anna sudah kembali seperti semula, dengan mata berwarna hitam dengan rambut berwarna hitam dan terdapat warna pirang yang hampir seperti warna silver.


Kalau begitu, kita mulai pelatihannya!


"Dimana paman?" Tanya Nathan dengan intonasi dingin kepada seorang pelayan. Pelayan itu menjawab dengan ketakutan.


"Tuan sedang berada diruang pelatihan" Bersama teman-temannya yang diangkat sebagai pahlawan, mereka menuju ke ruang pelatihan setelah membereskan 1 markas Demon Culture.


David berjalan lebih cepat daripada Nathan dan lainnya, lalu mendekati Anna dengan perasaan gembira. Fans David yang bernama Felicia bertanya apa hubungan David dengan Anna.


"Tunangan" Jawaban singkat dari Nathan membuat Felicia kesal, sedangkan Leona, fans Nathan hanya menertawakan dirinya yang terpuruk sendirian.


"Aku Sudah menyalakan musiknya!" Ucap Anna yang memegang handphone miliknya yang dia ambil dari sistem chart miliknya dengan alasan, diberikan oleh pria yang membawanya kedunia ini setelah meninggalkan keluarganya selama 4 bulan.


Dengan pengeras suara yang berasal dari dunia ini, dia mendekatkan handphonenya dan musik yang berasal dari handphonenya mengeras melalui benda tersebut.


Alex dan Axel saling menyerang setelah musik dimulai dan Vicent mengamati pergerakan mereka. Pertarungan sengit terjadi diantar keduanya.


Anna berada disamping David yang menempel padanya setelah urusannya selesai. Nathan dan temannya yang bernama Nicole mengamati pertarungan keduanya.


Sementara Felicia memikirkan cara agar David dan Anna berpisah, Leona memandang Nathan yang serius mengamati pertarungan.


"David, apa kamu tau kelemahan mereka berdua?" Tanya Anna, David mengangguk dan memberikan jawabannya melewati bisikan iblis.


Ia tersenyum dan mengelus puncak kepala David. David hanya menikmatinya seperti kucing yang ingin dibelai. Nicole, teman Nathan berbisik "Sejak kapan David bisa semanja itu?"


"Sejak dia dijodohkan pada Anna" Nathan menjawabnya dengan malas, ah... Sejak Anna ditunangkan, saat Nathan memiliki waktu luang dan ingin bersama Anna, Anna selalu bersama David.


Lalu, apakah dia dengan pacarnya sudah putus? Tentu sudah, kalau dia tidak putus, bisa dipastikan Nathan akan membunuhnya.


Vicent menghentikan pertarungan mereka, musik diberhentikan oleh Anna. Alex dan Axel seimbang, mereka terlihat kelelahan setelah pertarungan.


Setelah berpikir panjang, Vicent menyuruh Anna melawan Alex dan Axel. APA!? David, Nathan dan Vicent tidak terlihat khawatir.


Nicole, teman Nathan terlihat khawatir, Leona dan Felicia lebih berharap Anna mati. Dibayangan Felicia, dia bisa menjalin hubungan dengan David setelah Anna mati.


Dibayangan Leona, dia tidak akan memiliki adik ipar yang menyebalkan dan merepotkan jika Anna mati. Nicole bertanya kenapa mereka bertiga tidak terlihat khawatir jika Alex dan Axel menyerang anna secara bersamaan.

__ADS_1


"Gadisku tidak akan kalah semudah itu" Ucap Vicent, Nathan dan David secara bersamaan. Sebelum bertarung anna tidak lupa, menyalakan musik yang diinginkan oleh sahabatnya itu.


"That bit*h" Pilih Alex dan Axel yang memiliki selera yang sama memilih lagu itu. Anna mencari lagu itu, setelah menemukannya dia menyalakannya.


😳 Ada orang yang melihatnya selain orang yang diam-diam memfoto dirinya, siapakah dia?


...-TBC-...


BIODATA LEONA


Name: Leona la Vaeril


Race: Human


Age: 17 Years


Date: 07 - 11 - 1630


Level: 17


Hp: 17.000 / 17.000


Mp: 17.000/ 17.000


Spirit: [Wind], [Water]


Job Skills:


[Mage]


Skills: ?


Special Skills: ?


-Condition: Healthy-


Vitality: 550 / 550


Magic Power: 710 / 710


Power: 210 / 210


Agility: 70 / 70


Physical Strength: 50 / 50


Dexterity: 30 / 30


Intelligence: 150 / 150

__ADS_1


Familiar: -


__ADS_2