
^^^"Itu Anna Max, anak si duke monster"^^^
^^^Bisik seorang siswa dan siswi^^^
Banyak siswa dan siswi yang berbicara tentang Anna karena wajah cantiknya yang terkuat, keberaniannya, tekadnya dan kekuatannya yang luar biasa.
...Ukh...!!!...
Rintihnya dengan kepala yang diletakkan diatas meja dan membenturkannya beberapa kali sampai akhirnya Axel dan Alex menghentikan dirinya.
"Apa kamu mencoba untuk bunuh diri!?" Tanyanya kadar sambil menghentikan kakinya sekuat mungkin, sebab kesal dengan tingkah Anna yang depresi karena kepopulerannya.
Anna tidak mendengarkannya, dia bersembunyi dibalik jubah besar milik David sembari meletakkan kepalanya di dada bidang David.
...Note: David tipe softboy...
David menghela nafas yang terkesan menertawakan Anna, "Dia mungkin tidak terbiasa dengan wajah cantiknya..." Ucapnya membelai lembut pipi Anna.
Nathan hanya diam berdiri sambil bersandar di batang pohon, tempat dimana mereka berada. David duduk bersandar di batang pohon tersebut.
Sementara Axel tidur dengan tidak etisnya diranting besar pohon, tempat David memeluk Anna dengan Alex yang berbaring dismaping David.
...Fuah....!...
Anna muncul dari balik jubah David dengan ekspresi yang kembali ceria "Aku punya ide!"
...Hm...?...
...•...
...•...
...•...
"Tidak boleh! sama sekali tidak boleh! ya kan, Nathan?" Tolak David terhadap rencana Anna. Nathan menganggukan kepala dalam diam dan terkadang melirik ke arah Mana secara diam-diam.
Mengembungkan pipinya, ia hanya bisa mengembungkan pipinya saat tunangan dan kakaknya menolak rencananya, sejenak dia teringat akan sesuatu.
...AH!...
...Kenapa?...
...Tanya Mereka semua dengan tatapan penasaran...
"Kalian tau... Saat aku mengikuti gelang Alex, coba tebak aku bertemu dengan siapa?" Tanyanya dengan alis yang terangkat menggoda.
__ADS_1
...🤔...
Mereka beprikir, siapa orang yang ditemui oleh Anna waktu kamera pengawas atau monitor tidak mengawasi pergerakan Anna.
...Hendry? Bukan! Siapa itu?...
...Roy Kiyoshi? Bukan! Kenapa bisa nyambung artis indonesia?...
...Ariana Gandre? Bukan! Lagi-lagi menyangkut artis...
...Melissa? Bukan! Bukankah itu nama boneka Twelve?...
...Cyber? Bukan! Sebenarnya siapa orang yang kalian sebutkan?...
...Beberapa menit kemudian......
"Aku menyerah..." Kata Axel sembari berguling kesana-kemari, diatas hamparan rumput segar yang setinggi 3 cm.
"Aku... bertemu dengan seorang Pangeran dari negara lain, namanya Felix" Dalam beberapa detik, Axel duduk didepan anna dengan Alex berada disampingnya.
Benarkah? Apakah dia, Felix teman kita? Bagaimana dengan rupanya? Apa dia tampan? dia seorang pangeran? Kita tidak salah dengar kan?
Banyak pertanyaan yang ditanyakan oleh kedua manusia yang bernafas dengan menggunakan paru-paru tersebut. Anna hanya bisa tersenyum canggung, melihat kelakuan kedua sahabatnya yang seperti bayi besar.
...-...
"Apa-apaan ini!?" Baru saja sembuh dari depresinya, sekarang anna disuguhi pemandangan yang tidak mengenakkan bagi matanya.
Tunangannya bersama dengan wanita lain. Wanita itu memeluk erat tubuhnya sehingga David kesusahan untuk melepaskannya.
Saat ini mereka sedang berada ditempat umum, dimana pertandingan yang dilakukan seminggu sekali akan dilaksanakan berada. Tetapi mata Anna mendapatkan pemandangan yang sungguh tidak terbayangkan.
Karena aura pembunuh Anna yang mulai muncul walaupun tidak banyak, itu menyita banyak perhatian, membuat semuanya berkumpul disekitar anna dan yang lainnya.
Apa yang kamu lakukan? David mencoba melepaskan tangan wanita yang memeluknya, namun usahanya sia-sia. Poni yang selama ini Anna kebelakangkan, sekarang menutupi mata kanannya.
"Kamu hanya tunangannya saja, semua orang boleh membuat haremnya, jadi tidak masalah jika aku ingin David-san menikahiku" Ucapnya dengan sombong, merapatkan dadanya yang besar ke dada bidang david, bermaksud untuk menggodanya.
Tetapi sayangnya, David tidak tergoda, bersyukurlah atas imannya yang begitu kuat, namun dapat ditembus oleh Anna yang tidak pernah menggoda imannya.
Anna menatap tajam tunangannya, sepertinya tunangannya memiliki banyak wanita yang menyukainya dan menjadi begitu fanatik dan terobsesi dengan dirinya.
"Kamu bahkan bukan siapa-siapanya! Kamu tidak boleh memanggil nama depannya!" Ucapnya dengan aura pembunuh, tanda bahwa dia cemburu.
Tidak takut dengan ancamannya, wanita tersebut lebih nekat dan membalas perkataannya "Kamu hanya anak seorang Duke, sedangkan aku seorang putri! menurutmu, apakah aku harus menyuruh ayahku untuk mengeksekusi keluargamu?"
__ADS_1
Terdapat banyak cemohan yang diberikan oleh para siswa siswi kepada wanita yang tidak dikenal serta Anna yang menantangnya.
"Putri Elizabeth" Ucap Alex, memberi tau Anna yang tidak pernah mengingat nama-nama bangsawan yang terkenal.
Note: Putri Elizabeth adalah putri kerajaan tetangga. Berasal dari rahim selir yang dicintai oleh Raja, sampai Raja mengacuhkan istri pertamanya, yakni Ratu.
...-...
...Hening~...
"A-anna?" Tidak ada tanggapan dari panggilan David, Anna hanya menatap dingin dan tajam ke arah David.
...Glek!...
Dia menelan salivanya sendiri dengan susah payah. Anna yang marah memang benar-benar menyeramkan. Ia penasaran, bagaimana saat Anna PMS nantinya?
"By?" Panggil David sekali lagi dengan intonasi gugup. Hm? Anna menjawab, meski hanya sebuah deheman dan itu membuat David lega.
Ia mendekati Anna dengan wajah bersalahnya, namun sebelum itu dia dihentikan oleh ucapan Anna "Duduk disana! Tidak boleh menyentuhku walau hanya menyentuh ram. but. ku!" Ucapnya dengan jeda.
David kembali duduk, dia (Anna) untuk pertama kalinya menyuruh dirinya melakukan sesuatu yang aneh "Lepas baju" Ucapnya tanpa melirik ke arah David.
David melepas bajunya, sampai memperlihatkan roti sobeknya. Ia (Anna) menyuruhnya untuk melepas celananya dan itu membuat David tersentak.
"Tidak aku sangka! ternyata tunanganku adalah orang mesum!!!" Batinnya penuh keterkejutan bahkan wajahnya sekarang terlihat lucu.
Sebagai pria baik yang bertingkah seperti menjadi suami yang penurut, dia melepas celananya, menyisakan celana pendeknya.
"Mandi!" Ucap Anna menarik tangan David dan melemparnya ke dalam bak mandi dengan mudahnya seperti tidak ada beban sama sekali.
Kemudian David pun dimandikan oleh Anna dengan kebisingan yang disebabkan oleh Anna, karena menyentuh barang yang tidak seharusnya dia pegang.
Setelah mandi....
"😭 Hilang sudah keperawananku... salah! cut! cut! cut! Ulang!!!"
...⏪...
Setelah mandi....
"😭 Hilang sudah kesucianku" Ucap David didalam hatinya, dia serasa ingin berteriak, namun entah kenapa, mulutnya tidak ingin terbuka untuk berteriak.
Jika dia mandi biasa saja, dia mungkin memakluminya, tapi Anna bukan memandikannya dengan biasa! namun dengan survenir yang tidak dapat disangka! Dan juga salah satu fakta terungkap! David masih perjaka walau dia pernah berpacaran!
...-TBC-...
__ADS_1