
Anna pun ingin turun ke arah Sion yang sedang diangkat oleh para perawat dengan tandu. Dia melihat ke arah Vicent, Vicent yang mengetahui itu...
Mengangkat tubuh pendek Anna yang lebih tinggi 4 cm dari anak-anak seusianya dengan santai, seperti mengangkat sebuah kapas yang bisa terbang saat bergerak cepat.
Anna pun dibawa ketempat dimana Sion berada, disana terlihatlah Sion yang sedang diobati oleh para perawat. Ia mendekati tubuhnya yang sekarat dan mengambil sesuatu dari balik sakunya.
Dia meninggalkan Sion tanpa berkata apa-apa, ini lebih baik sebab Anna tidak menghancurkan kehidupannya saat ini. Nathan pun bertanya, apa yang dicuri Sion darinya.
Anna menjawabnya dikantin, tempat dimana Kakaknya bertanding. "Benda yang dapat meningkatkan kekuatan dari penggunanya"
"Siapa yang membuatnya?"
Aku!
Ya... Annalah yang membuat benda itu, tetapi benda itu tidak bisa berfungsi pada dirinya jadi dia ingin memberikan benda itu kepada Nathan sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke- 19.
Mereka bertiga pun berbincang-bincang, tanpa Alex, Axel dan David. Tiga bulan kemudian, Anna, Axel dan Alex mendaftar ke akademi, tempat dimana Kakaknya berada.
Hanya saja, kakaknya akan lulus dalam waktu dekat ini. Resepsionis itu memberikan selembar formulir, lalu memeriksa surat undangan yang diberikan oleh akademi.
"Jurusan apa?" Tanya Alex dengan menatap Axel serta Anna yang menggunakan masker untuk menutupi wajahnya, seperti saat dimana dirinya bertemu Nathan di wilayah barat.
"Kutukan" Jawab Axel yang mencentang salah stau jurusan yang dia ambil. Maksimal, para murid diperbolehkan mengambil 5 jurusan yang berbeda.
"Pedang" Lanjut Axel dan mencentang pilihannya, lalu dia juga menyentang jurusan 'Perencanaan'
Mendengar itu, Alex mencentang jurusan, 'Kutukan, Pedang, Sihir dan Sastra' Perhatian mereka teralihkan dengan Anna yang sedang berpikir keras, jurusan aman yang akan dia ambil.
"Bagaimana denganmu Anna?" Tanya Alex kepada Anna, Anna menatap keduanya dengan tatapan yang aneh, setelah itu dia mencentang jurusan 'Kutukan, Pedang'
Anna menatap kakaknya yang berada disampingnya "Sihir?" Nathan menggelengkan kepalanya, Anna memang tidak diperbolehkan oleh keluarganya untuk menggunakan sihir.
Mengapa? Karena.... Mereka takut, Anna dimanfaatkan oleh orang lain yang menginginkan kekuatannya.
Tetapi menurut kedua sahabatnya, bukan Annalah yang akan dimanfaatkan tapi orang yang ingin memanfaatkannyalah yang akan dimanfaatkan. Jadi keluarga Anna mengajari Anna tentang sihir secara mandiri.
"Kalau begitu..." Jeda Anna sambil mencentang kelas 'Sastra dan Farmasi' Mereka bertiga menyerahkan formulir itu setelah membaca dan menandatangani privasi dan persyaratan yang diberikan.
...1. Hidup dan Mati para murid saat berada di akademi adalah tanggung jawab Akademi dan Diri mereka sendiri....
__ADS_1
...2. Tidak boleh menggunakan kekuasaan keluarga secara bebas dan tanpa aturan....
...3. Tidak boleh membawa dendam pribadi di akademi ke rumah....
...Persyaratan dilaksanakan setelah menandatangani formulir, siapapun yang melanggar akan dikenakan hukuman yang menyakitkan, tapi tak terlihat....
^^^Tanda tangan dari yang bersangkutan^^^
^^^____________________^^^
^^^Nama murid yang menandatangani formulir 👆🏻^^^
Di akademi ini, murid yang dapat menghancurkan satu markas Demon Culture itu banyak dan bukan hanya Nathan dan david saja yang dapat menghancurkannya seorang diri seperti Anna.
Seperti biasa, Saat hari pertama masuk ke akademi akan diadakan orientasi. Para mahasiswa baru, berkeliling untuk melihat apa saja yang ada diakademi itu.
Melihat fasilitas-fasilitas modern yang dapat membantu didunia ini, Alex dan Axel bersemangat untuk segera melihat kelas yang mereka ambil.
Tapi tidak bagi Anna yang merasa bosan, Karena separuh wajahnya tertutup oleh masker dan matanya tertutup oleh kain, semua orang tidak tau jika Anna bosan dengan tur keliling ini.
Keesokan harinya...
Jadwal kelas pertama yang akan diikuti oleh Anna adalah kutukan. Kelas kutukan mengandung sihir yang menyangkut tentang kutukan yang berada di diri mereka sendiri.
Sebagai anggota keluarga Max, tentu Anna memiliki kutukan yang berada didalam dirinya sendiri. Begitu pula dengan Nathan yang juga merupakan anggota keluarga Max.
"Btw, kenapa kalian juga ikut kelas kutukan?" Tanya Anna yang berada ditengah-tengah Axel dan Alex. Axel menyilangkan tangannya dibelakang kepalanya dan menjawab "Karena kami spesial seperti dirimu"
Ia menganggukan kepalanya, mendengar jawaban Axel yang cukup membuat dirinya puas. Kelas kutukan mengajari muridnya tentang sihir kutukan.
Orang yang memiliki kekuatan yang berasal dari sihir kutukan akan semakin kuat dan akan lebih kuat jika dia menyerap inti dari para monster.
...《Back to story...
"Neko-chan~" Panggil Axel dengan semangat. Seorang wanita mendekatinya dan Alex yang berada disampingnya dengan senyum tipis di wajahnya.
"Panggilan apa lagi yang kamu berikan padaku!?" Tanya wanita yang bernama Anna dengan intonasi kesal. Axel mendekati telinganya, kemudian menjawab
"Lalu, apakah kamu ingin semua orang tau bahwa kamu adalah Anna?" Tanya Axel. Anna menggelengkan kepalanya, dia sudah mengganti penyamarannya.
__ADS_1
Matanya tertutup oleh kain hitam, dia juga memakai syal merah yang menutupi bagian bawah wajahnya. Kenapa? Karena semua orang sudah mengetahui identitas Anna yang selalu memakai masker.
Dan saat ini, Anna tidak memakai maskernya sehingga hanya Axel dan Alex lah yang dapat mengenalinya melalui suara dan tingkah lakunya.
"Kelas kita bertiga sama dua kali, kelas kutukan dan pedang" Ucap Axel dengan semangat. Axel selalu kelihatan bersemangat dalam berbagai situasi, berbeda dengan saudaranya yang selalu terlihat santai.
"Aku tiga kali bertemu dengan Anna" Walau mereka kembar, keduanya saling bertolak belakang dalam banyak hal dan itu tidak bisa dihentikan tanpa pertengkaran dan perkelahian.
...Diam!...
Dengan satu kata, seorang pria menghentikan perdebatan Axel dan Alex serta murid-murid lainnya yang berisik karena bergosip, bercerita dan lain-lain.
Ia adalah wali kelas yang akan membimbing kelas kutukan pertama, namanya adalah Neo. "Panggil aku, Neo-sensei atau sensei" Ucap datar Neo-sensei.
Note: Sensei artinya adalah Guru, jadi dalam bahasa indonesia, arti Neo-sensei adalah Pak Neo. Tergantung guru yang diberikan ciri-cirinya itu, wanita atau pria.
"Kalau begitu langsung saja, pusatkan pikiran kalian, jangan pedulikan suara berisik pedang dari kelas sebelah, siapapun yang dapat fokus akan melihat setitik cahaya didalam diri kalian" Ucap to the point Neo-sensei.
"Yah... ini memang tidak bisa dilakukan dalam sehari, tapi selalu mencobalah" Ucap Neo-sensei, mendukung anak kelas pertama.
"Biasanya, semua orang dapat melihat cahaya itu setelah 2 bulan dan selalu mencoba, tapi bagi orang yang malas untuk mencoba, kami tidak mengetahui nasibnya..." Ucap Neo-sensei, acuh tak acuh.
...BAIK!!!...
...Ucap serempak para murid kelas pertama....
Anna, Axel dan Alex mencoba untuk memfokuskan pikirannya, mengabaikan suara berisik kelas berpedang yang dipakai oleh anak kelas kedua.
Pikiran Axel dan Alex menjadi sangat tenang, tetapi semua itu dikacaukan oleh suara gemersik rumput yang terdengar saat dia memfokuskan pikirannya.
Neo-sensei melihat ke arah Axel, Alex serta murid lainnya yang gagal dengan alasan yang berbeda. Tetapi sepasang matanya, memandang seorang wanita berasal dengan kain hitam yang menutupi matanya.
Apakah dia ingin merahasiakan identitasnya? Untuk apa? Kali ini, tatapannya menuju Axel dan Alex yang melihat ke arah wanita yang tadi dia lihat.
Disaat yang lainnya kembali berlatih, justru kedua pemuda yang kembar itu, menghentikan kegiatannya dan fokus menatap Anna yang sangat tertutup.
Perlahan, ia membuka matanya, walau kain hitam masih menutupinya. Dia menoleh ke arah Axel dan Alex, kemudian memiringkan kepalanya.
...Ada apa?...
__ADS_1
...-TBC-...