
Nathan menggelengkan kepalanya, dia telah memiliki satu magical beast yang hebat, jadi dia tidak perlu mencari magical beast lainnya.
"Aku juga punya magical beast yang hebat" Anna menyembunyikan bahwa dia memiliki sepasang kupu-kupu malam dan menunjukkan Milky sebagai magical beastnya.
Felicia tertawa, kucing biasa seperti itu menjadi magical beast Anna? Hahaha... Leona pun ikut tertawa, Nathan dan David menjauh dari mereka berdua setelah melihat Anna yang mengisyaratkan mereka berdua untuk menyingkir.
BRUK, BRUK, BRUK! Hewan yang berada didepan Felicia dan Leona terlihat marah, gigi tajamnya bahkan terlihat saat dia menggeram didepan mereka berdua.
GROARRR! Kucing yang tadinya terlihat menggemaskan, sekarang terlihat seperti seekor serigala raksasa yang kelaparan.
Raut wajah Felicia dan Leona berubah menjadi ketakutan, mereka mengeluarkan hewan sihir mereka yang berada di level 15 dengan wujud yang lebih besar dari Milky untuk mengalahkan hewan sihir milik Anna.
GRRR!!! Milky benar-benar sangat marah setelah dihina oleh mereka berdua bahkan hewan sihir milik Leona dan Felicia dapat dikalahkan oleh Milky dalam satu kali serangan.
Anna yang melihat itu menghalangi Milky yang ingin memakan Felicia serta Leona, dia mengarahkan tangannya pada hidung Milky lalu mengalirnya dengan lembut.
Tak lama kemudian, Milky berubah menjadi kucing yang menggemaskan dan melompat kedalam pelukan Anna. Ia berbalik menghadap kedua insan yang sangat ketakutan dan kencing di celana.
Anna menegaskan kepada Felicia dan Leona bahwa "Jangan menilai buku dari sampulnya" Ucap dingin Anna yang menatap tajam kebawah, dimana Felicia dan Leona terduduk lemas.
Sekarang wajah anna terlihat seperti seorang iblis dimata mereka berdua karena mata merahnya yang terlihat menyeramkan.
Anna pun berbalik menghadap kakak serta tunangannya "Aku memperingati kalian, jangan pergi ke barat"
Kenapa? Nicole, teman David yang dari tadi hanya diam menyimak, bertanya setelah lama membisu. Anna hanya diam saja, Axel berkata untuk menuruti apa yang Anna katakan saja.
"Kalau begitu, Anna, Axel dan Alex akan pulang, kakak harus berhati-hati" Ucap Anna meninggalkan Kakaknya dan tunangannya serta teman sekelas kakaknya yang ada disana.
Kamera pengawas tidak merekam apa yang terjadi pada Felicia dan Leona karena ada sebuah pertarungan yang sengit disisi barat daya.
Saat Anna dan kedua sahabatnya pergi, David berkata "Ikuti apa yang Anna katakan" Leona dan Felicia menggunakan sihir pembersih diri, lalu menolak keputusan David.
__ADS_1
Mereka berdua pun meminta alasan kepada David, kenapa mereka harus menuruti seseorang yang tidak mereka kenal dengan baik?
David dan Nathan pun mengikuti apa yang para perempuan ingin lakukan dengan perasaan terpaksa. Karena tugas kali ini adalah menguji kerja sama mereka.
Di wilayah barat, mereka bertemu dengan kelompok yang menyerang monster yang tidak mati setelah dipotong-potong dan malah membelah menjadi dua seperti Hydra saat kepalanya dipotong.
Hanya saja, satu potongan dapat menjadi monster itu sendiri, lalu jumlah monster menjadi semakin banyak. "TOLONG!" Ucap seorang wanita yang tertangkap oleh monster tersebut.
Monster itu menelan habis tubuh wanita yang ditangkap dalam sekali masuk kedalam mulut dan rahang besar monster itu.
LARI! Ucap Nicole memperingati anggota yang masih tersisa dalam kelompok. Nicole marah kepada Leona dan Felicia, "Lihat! Apa yang kalian lakukan kepada kita? Kamu mau kita mati!?"
"Anna, adik Nathan telah memperingati kita untuk tidak pergi ke barat, kenapa kalian tidak bisa menuruti perkataannya bahkan sekali saja!?" Kamera pengawas yang merekam itu, terkejut, Anna? adik Nathan memperingati mereka?
Tolong! Nathan dan David pun membantu mereka, tiba-tiba...
Kamera pengawas merekam tempat ditaman anna dan kedua sahabatnya berada, setelah David meneriaki nama Anna.
Anna pun menoleh kebelakang dengan mata ruby merahnya. "Kakak!" Batin Anna memanggil David dan Nathan.
"Axel, Alex, kita pergi ke barat!" Ucap Anna dengan intonasi yang sangat dingin, seperti sedang marah. Baik! Alex dan Axel memanggil tupai mereka dan melesat pergi ke barat.
Para penonton yang berada di level 30 lebih, melihat magical beast milik Alex dan Axel dan langsung terkejut, monster tingkat langit dapat dikontrak oleh dua pemuda yang masih berusia 12 tahun?
Kamera pengawas kembali menampilkan pertarungan Nathan serta yang lainnya melawan para monster tersebut.
Sesampainya di wilayah barat, mereka melihat kelompok Nathan yang menyerang monster tidak dikenal itu dengan susah payah, sihir tidak bekerja pada monster tersebut.
Saat monster itu ingin menangkap David, Anna langsung memotong tubuh monster itu dengan sekali tebas, namun monster itu masih hidup dan selamat dunia dan akhirat (Bercanda)
"Ara... ara... bukankah aku sudah bilang! jangan pergi ke wilayah barat, kenapa kalian masih pergi!?" Kesal Anna dengan ekspresi tenangnya dan suara santainya, tapi bisa mereka lihat jika dia sangat marah.
__ADS_1
Maaf! David, Nathan dan Nicole meminta maaf, tapi kedua wanita yang berada sekelompok mereka segan untuk meminta maaf.
"David kamu dapat menggunakan sihir es kan?" Tanya Anna yang dibalas dengan anggukan oleh David. Tetapi Nicole berkata bahwa monster itu kebal terhadap sihir.
Anna pun melirik Nicole dengan tajam. MAAF! Nicole membungkukkan badannya dan diam membisu setelah mendapatkan lirikan tajam dari Anna.
"Kamu mau berbuat apa?" Tanya David sambil memotong monster itu satu persatu. "Turuti saja" Balas Axel yang mengerti jika Anna tidak suka jika larangannya dilanggar.
Anna mengambil pedang dari tangan dua orang yang berada dikelompok yang berbeda, menyalurkan makanya pada senjata itu dan menebas satu persatu monster itu.
Axel, Alex dan Nathan pun membantu dirinya, David membekukan seluruh potongan monster tersebut setelah diperintahkan oleh Anna.
Yah... berkat Anna sekarang monster kecil yang sangat kuat itu telah lenyap sepenuhnya. David dan Nathan ingin memegang tangan Anna untuk meminta maaf, namun Anna menepisnya.
Mereka berdua menatap kedua sahabat Anna, tetapi kedua sahabat itu menggelengkan kepala mereka. Anna berjalan hingga berada tepat didepan Felicia dan Leona.
Ia mencengkram leher mereka berdua dengan erat sampai kedua nyawa itu hampir melayang karena kehabisan nafas. Anna melepaskan cengkramannya, kedua orang tersebut terduduk lemas sambil batuk-batuk.
Anna melepaskan maskernya, wajah cantiknya sungguh membuat semua orang terpesona. Ia kembali mencengkram kedua orang tersebut, namun kali ini dia mencengkram kedua dagu mereka berdua.
Salah satu jari yang mencengkram dagu Felicia dan Leona mengelus salah satu telinga mereka, suara dingin Anna membuat mereka berdua ketakutan "Apa gunanya mempunyai telinga? jika tidak digunakan untuk mendengarkan!"
Sambil menekan kata 'mendengarkan' Anna sekali lagi terlihat seperti iblis dimata kedua wanita yang nakal itu. "Kalau ingin mati, mati aja...!"
"... Hanya saja, jangan. pernah. mengajak. orang yang bernama Nathan. dan David. Kalian paham?" Tanya Anna dengan ekspresi santainya, tetapi suaranya terdengar sangat dingin.
Note: cara membaca yang ada titik itu dipisah jadi membacanya kayak ada spasi, gitu lah... kalau gk paham, ya udah...
"Jika aku tidak kesini, kalian ingin menjadi apa?" Tanya Anna dengan ekspresi dinginnya.
...-TBC-...
__ADS_1