Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 27


__ADS_3

...PANTAI!?...


Cengo ketiga orang yang salah satunya bergender perempuan. Wajah Anna mulai menunjukkan kepuasan dengan dirinya yang buta arah.


...Flashback on...


Anna terus mengikuti arah yang diberikan gelang, meski terkadang dia merubah arah dan tersesat, dia tidak tau harus berbuat apa.


Melupakan kucingnya yang bisa mengantarnya ke tempat dimana Axel dan Alex berada. Dia tersesat terlalu jauh, bahkan di depannya saat ini adalah sebuah lautan.


Laut yang sangat luas, Pasir kuning yang lembut, air yang bersih, tetapi jarang terlihat seekor ikan, ini adalah PANTAI!!! Anna melompat-lompat seperti anak kecil.


Tapi... Dia melupakan sesuatu yang penting, tapi apakah itu?


...1 menit kemudian......


...•••...


...5 menit kemudian......


...•••...


...10 menit kemudian......


AAAAA!!!! BAGAIMANA DIA BISA LUPA!? DIA HARUS MENCARI KEDUA SAHABATNYA, BUKANNYA MENCARI, DIRINYA MALAH BERBARING DI KURSI YANG DITARUH DI ATAS PASIR KUNING DENGAN NYAMAN.


...Bagimana ini? Bagaimana ini? Bagaimana ini?...


Berulang kali, dia menggunakannya pertanyaan yang sama. Muncullah Milky dari balik bayangannya menuntunnya ke arah dimana Axel dan Alex berada.


Saat itu, kamera tidak mengawasi pergerakan Anna, jadi tidak ada yang tau jika Anna bermalas-malasan dengan duduk bersantai di bawah payung yang dia ambil dari sistemnya.


Melompat-lompat dia atas pasir kuning dan di tepi lautan seperti anak kecil, serta membuat istana, rumah dan berbagai macam bentuk dengan menggunakan pasir tersebut.


...Flashback off...


Sesampainya di pantai... Kamera tidak lagi mengawasi pergerakan mereka dan berganti ke arah peserta yang sedang bertarung dengan para monster.


"Ini" Anna melemparkan beberapa pakaian ke arah ketiga temannya. Mereka pun berganti pakaian yang diberikan. Anna memakai baju renang yang tertutup, namun berlengan pendek dan memakai rok pendek.


Twelve memakai baju renang yang lumayan terbuka, Axel memakai kemeja dengan kancing yang terbuka, Alex juga memakai kemeja yang sama, namun dia membandingkan kemejanya.

__ADS_1


...Hahahahahahahaha!!!...


Tidak ada kecanggungan di antara mereka berempat, yang pada awalnya mereka adalah musuh, gelak tawa memenuhi pantai yang luas itu.


Tetapi, Anna merasa ada yang janggal dari lautan ini. Mungkin hanya firasatnya saja, tetapi seperti kata pepatah 'Firasat selalu benar' dan Firasat buruk selalu terjadi.


"Twelve jangan terlalu jauh dari pesisir pantai!" Ucap Anna dengan wajah terkejutnya, bukan terkejut melihat Twelve yang hampir menjauh, tetapi dia terkejut, melihat sesosok yang tidak jauh dari tempat mereka berada.


Atau itu hanya halusinasinya? Tapi dia benar-benar melihatnya! Dia berbadan besar, lebar yang dia lihat hanyalah sekitar 5 meter, tetapi itu hanya bagian atasnya, sepertinya, dia hanya melihat matanya.


Anna mencoba mempeeingati Twelve "Twelve, hati-hati! ada sesuatu dibalik lautan itu!" Namun Twelve dengan wajah bingungnya, berkata bahwa dia tidak merasakan apa-apa dari balik lautan.


Kamera pengawas kembali merekam, tempat dimana Anna berada beserta dengan ketiga temannya. Alex menatap Anna dan bertanya "Ada apa?"


Anna menutupi wajahnya dengan salah satu telapak tangannya "Aku tidak tau! Tapi itu sepertinya... Ukh!" Ia jatuh tersungkur dengan tangan yang mencengkram payudar*nya yang tepat didepan jantungnya.


Penonton yang tidak tau apa-apa hanya bisa bersemu merah, melihat Anna, meremas payudar*nya , Alex dan axel menjadi khawatir. Anna Memandang dengan wajah penuh kesakitan dan berteriak "TWELVE, KEMBALI... BAHAYA!!"


"Sebenarnya ada apa?" Wajahnya menunjukkan kekhawatiran, mengangkat tubuh Anna yang melemah dan pucat sembari meremas daerah jantungnya.


Jarinya menuntun mata mereka ke arah lautan, lumayan jauh dari tempat dimana Twelve berada. "Tidak ada apa-apa" Ucap Alex yang hanya melihat laut jernih tanpa kejanggalan.


...Sebenarnya ada apa!?...


"Jelas-jelas aura keberadaannya sangat kuat! Kenapa kalian tidak bisa melihatnya!?" Setelah bertanya, dia kembali jatuh dengan wajah yang memucat, kali ini tubuhnya tidak mempunyai tenaga untuk bangkit.


Nathan dan David berlari ke arah Anna, dia baru saja sampai lalu diberikan pemandangan Anna yang jatuh ke atas pasir. Sebenarnya semua murid sudah kembali, tidak bisa bertahan di hutan yang kejam ini.


Kenapa bisa begitu? Karena sebenarnya hutan ini, membuat semua murid terluka, hanya anna dan yang lainnya lah yang dapat bertahan di hutan ini, beserta murid hebat yang lainnya.


Kali ini, Anna tidak lagi meremas ***********, dia menutupi mata kanannya dengan erat.


...ANNA POV...


Ini menyakitkan! Ini sangat menyakitkan! Apa yang aku lihat!? Sebenarnya apa!? Mata hitamnya yang liar menatap tajam ke arahku.


Jantungku berdetak dengan cepat, seakan ada sesuatu yang mencekikku sampai jantungku harus bekerja ekstra. Mataku terasa sakit!


Dan dia masih menatapku dengan mata hitamnya. Aku tidak bisa melihat ketiga temanku, aku hanya bisa mendengar suara khawatir mereka dengan tunangan serta kakakku yang baru saja menemukan tempat ini.


...Ada apa denganku?...

__ADS_1


Sepertinya ada yang seseorang yang memegangku tapi dia menarik tangannya. Kenapa!? Kenapa kamu menarik tanganmu?


Apakah aku saat ini terlihat menjijikan? Dia kembali menyentuhku, aku tidak tau siapa yang menyentuhku lalu dirinya memelukku dengan penuh kekhawatiran.


Ah... perasaan ini... aku pernah merasakannya, bau mint yang menyengat, seperti bau orang itu, cintaku. Tetapi sekarang dia sudah tidak ada lagi dan yang berbau mint sekarang ini hanyalah "David?"


Kedua mataku tertutup, tetapi aku tau kalau ini adalah David. Dia menanyakan kondisiku dengan tergesa-gesa, dia sangat khawatir padaku.


Aku bisa menembaknya melalui intonasi suaranya yang berbeda dari biasanya. Dia mulai melepaskan pelukannya dan terkejut melihat mataku yang berdarah meski tertutup.


Ah... itu sebabnya aku merasakan pandanganku berwarna merah saat perlahan aku membuka mataku. Terlihat, mata kananku berwarna biru, seperti warna asli mataku.


Itu meninggalkan kesan yang mencolok kepada penonton. David membersihkan darah yang mengalir melalui kedua bola mataku.


Aku mencekal tangannya, tersenyum dan kemudian menyelam ke dalam air. "ANNA!" Teriak David, Nathan, Axel dan Twelve.


"Tenanglah... Dia ingin menyelesaikan urusannya dengan makhluk yang dia lihat" Ucapnya melihat punggungku yang mulai menjauh dari permukaan.


...NORMAL POV...


"Tapi makhluk apa yang dia lihat? Kenapa Anna terlihat kesakitan saat menunjuk ke tempat itu?" Tanya Axel beruntun, Alex hanya bisa menggelengkan kepala, dia juga tidak tau.


..."Kita hanya harus percaya!"...


...ANNA POV...


Aku sudah mencapai titik tempat dimana makhluk tadi berada, aku tidak melihatnya, tapi kenapa rasa sakit ini bertambah?


"Gadis kecil.." Ada sesuatu yang memanggilku. Aku berbalik, melihat ke sekelilingku, namun disana tidak ada apa-apa.


"Kamu tidak bisa melihatku gadis kecil, tadi hanya kebetulan" Ucapnya dengan suara serak khas seorang pria. Pria? Dimana? Aku terus berkeliling, mencari pria tersebut.


"Kamu benar-benar susah di ajak berbicara" Ucapnya menghela nafas. Batinku bertanya "Siapa?" Makhluk itu menjawab pertanyaanku yang aku tanyakan didalam benakku.


"Aku akan memperkenalkan diriku, saat kamu berhasil menerima tantanganku, apa kamu berani?" Walau perkataannya terdengar ramah, sebenarnya dia sombong jika kalian mendengarkan suaranya.


Aku kembali ke permukaan untuk menghirup nafas, tadi aku berada di kedalaman 50 meter di bawah permukaan laut dan berteriak "AKU BERANI, AKU TIDAK PERNAH TAKUT, SIAPAPUN KAMU, AKU TERIMA TANTANGANMU WALAU AKU TIDAK BISA MELIHATMU!!"


...WTF!?...


...-TBC-...

__ADS_1


__ADS_2