Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 15


__ADS_3

Vicent menyerahkan surat rekomendasi dari salah satu akademi kelas atas (setingkat SMA), disana banyak murid yang berasal dari dunia lain seperti Anna serta Axel dan Alex.


Tetapi sebelum masuk kedalam akademi itu, mereka bertiga akan diberikan ujian, tidak banyak anak yang bisa masuk kedalam akademi itu.


Hanya anak-anak yang terpilihlah yang belajar di akademi itu, termasuk Nathan, David dan ayahnya saat dulu. Lalu kenapa? Apakah ayahnya menyuruhnya untuk masuk ke akademi itu?


Baiklah, dia akan menerima tawaran itu setelah lulus di akademi kelas menengah (maksudnya itu kayak lulus SMP)


Mood Anna membaik, namun melihat surat lamaran yang menggunung dan surat lainnya tercampur menjadi satu, itu sukses membuat Anna gemas.


"Lama-lama aku akan gila" Dingin Anna sambil membaca satu persatu surat yang ada.


David membalas ucapannya "Walau kamu gila, aku masih mencintaimu" Ucapnya santai dengan memakan makanan penutup.


"Diam!" Ucap dingin Anna yang kehabisan kesabaran.


Glek! Dengan susah payah Axel, Alex dan David menelan saliva mereka dalam kecanggungan. Anna membaca satu persatu surat dan mengumpulkannya menjadi dua bagian.


Antara surat penting dan surat tidak penting (Maksudnya lamaran) Selesai membagi menjadi dua bagian, entah terbentur meja atau tidak, Anna mengalami amnesia.


Dimana letak surat yang penting? karena lupa dia membaca salah satu surat, kemudian dia mereka surat itu hingga menjadi bola kertas.


Tanpa basa-basi, dia membakar surat-surat tersebut menggunakan sihir api milik ayahnya dan memandang surat-surat yang menjadi abu dengan dingin dan tajam.


Terdapat 16 surat yang penting dan surat-surat itu dibaca oleh Anna kembali. Tidak sampai 5 menit, dia selesai membaca semua surat itu.


...Tok......


...Tok......


...Tok......


David membuka pintu, melihat seorang maid yang membawa suatu surat "Tuan, ada surat dari kerajaan" Ia mengambil barang yang diberikan oleh maid itu dan kemudian memberikannya kepada Vicent, ayah mertuanya.


"Ada apa?" Tanya Anna yang membaca surat penting itu dan memberikannya kepada kakaknya agar kakaknya dapat membantunya dalam mencari kesalahan.


"Ayah harus pergi ke kerajaan" Anna membantu Vicent memakai jubahnya dan mengantarnya pergi.


Sampai diruang kerja ayahnya, dia masuk tanpa permisi, melihat kedua sahabatnya yang membantu Nathan. Karena kelelahan, David berbaring di sofa dan langsung menuju ke dalam mimpinya.

__ADS_1


Anna duduk di kursi besar ayahnya, menunggu kakaknya dan sahabatnya yang akan memberikan dirinya sebuah jawaban. " Tidak ada yang bermasalah, lalu apa permasalahannya?"


Anna melambaikan tangannya, Nathan ke depan meja milik Vicent yang ditempati Anna. "Apa kakak mengerti ini?" Tanya Anna dengan mata yang masih berwarna violet dan rambut silvernya.


Nathan menggelengkan kepalanya, Ck... Anna lupa, kakaknya hanya bisa urusan dalam bidang politik. Anna menunjuk, suatu kalimat didalam kertas yang diberikan maid tadi kepada ayahnya yang membuat Nathan bingung.


Ya... surat penting yang diberikan kepada Nathan adalah surat dari kerajaan yang memanggil Vicent.


"Ini adalah alasan ayah dipanggil! Ada seorang bangsawan yang korupsi, namun membolak-balikkan fakta dan melemparkan masalah ini pada ayah"


"Bukankah paman yang akan menangani masalah bangsawan korupsi itu?" Nathan tidak paham dengan apa yang dimaksudkan oleh adiknya.


"Bukan, perkataan itu hanya untuk mengecoh ayah"


Lalu bagaimana?


Anna melihat Axel dan Alex yang melingkarkan jari telunjuk dan ibu jarinya. "Sudahlah... masalah ini sudah diberitahu oleh Axel dan Alex"


Tunggu, apa maksudnya!? Maksudnya adalah...


...~...


Setelah menjelaskan apa yang dimaksud oleh Anna, Nathan mulai memahami kondisinya. Tetapi dia tidak menyangka jika Axel dan Alex memiliki kecepatan diatas rata-rata.


"Axel, cepat!" Ucap Alex yang menunggu kedatangan Axel bersama Anna. Axel pun berlari, lalu merangkul tubuh Anna dan kemudian pergi ke suatu tempat.


Disaat itu juga, Nathan, David, Nicole, Felicia (Fans David) dan Leona (Fans Nathan) kembali berkelompok setelah sekelasnya membuat kelompok mereka sendiri.


Seluruh siswa yang berada dikelas, dikirim kesuatu tempat yang berpenghuni, mereka harus memburu monster yang ada disana sesuai dengan kemampuan mereka.


Tugas kali ini dilakukan secara berkelompok agar mengetahui, apakah mereka dapat bekerja sama dengan baik atau tidak.


Ditempat lain, dimana Anna, Axel dan Alex berada, mereka tidak sengaja berjumpa dengan lima orang yang berkelompok dengan seragam yang seperti milik kakak sepupu Anna (Nathan).


"Axel dan Alex!" Ucap seseorang dari kelompok tersebut dengan perasaan terkejut. Axel dan Alex yang mendengar itu berbalik, Siapa?


Seketika, kamera pengawas yang mengawasi para murid berganti ke arah Anna dan yang lainnya. Sebenarnya ini adalah uji coba untuk 'pertandingan lima bintang'


Lalu kenapa ketiga orang yang sedang ramai diperbincangkan, ada disana? Para murid lainnya yang berbeda kelas, menonton pertarungan para murid melawan monster.

__ADS_1


Kenapa murid kelas lain tidak? Karena hanya kelas Nathanlah yang terpilih untuk menjadi perwakilan. Siapapun yang mengalahkan monster, pasti mereka akan mendapatkan item di 'item box'.


Maka dari itu, setiap kelas yang akan menjadi perwakilan akan dikirim ke pialu tak berpenghuni, dimana para monster yang tak terhitung jumlahnya berada.


《Back to Anna


...Siapa?...


Kelima orang yang berada sekelompok itu menjadi gugup setelah melihat Axel dan Alex yang menatap mereka. Orang yang tidak sengaja memanggil nama Alex dan Axel pun menjawab


"Kami melihat kalian berdua di koran" Jawab orang tersebut. Kedua insan yang mendengar itu hanya ber'oh'ria.


Dalam sekejap mata, perhatian mereka teralihkan pada seorang gadis berambut hitam dengan mata berwarna merah yang berada dibelakang Axel dan Alex.


"Adik Nathan!" Meski menggunakan masker untuk menutupi wajahnya, mereka dapat mengenal Anna dari mata dan warna rambutnya.


...?'...


Anna melewati tubuh besar Axel dan Alex dan melihat kelima orang yang memanggil dirinya dengan sebutan 'Adik Nathan' Suara halus yang terdengar santai namun dingin dari balik masker, bertanya pada mereka.


"Apa kalian mengenal kakakku?"


Terlihat dari kulitnya yang seputih salju, mata berwarna merah seperti ruby dan rambut hitam yang berkilauan saat terkena sinar matahari, Karakteristik Anna sama seperti yang dibicarakan.


"Kami teman sekelasnya, apa kamu kesini untuk bertemu dengan kakakmu?" Tanya seorang wanita yang terlihat sudah memiliki pria yang dihatinya.


"Kita disini ingin..." Sebelum selesai berbicara, Perkataan Axel dihentikan oleh lirikan tajam yang diberikan oleh Alex, adik kembarnya.


"Kami ingin mencari sesuatu" Ucap Alex, melanjutkan perkataan Axel yang terhenti. Anna hanya diam saja sambil menatap datar sekelompok orang yang ada didepannya.


Tunggu! Kakak!? Dia disini? Di pulau ini? Raut wajah Anna menjadi terlihat ketakutan dan itu hanya bisa dilihat oleh beberapa orang, termasuk Axel dan Alex.


"Kalau begitu kami tidak akan mengganggu kegiatan kalian" Ucap Axel, lalu dia menarik tangan Anna dan pergi menjauh dari kelompok tersebut bersama Alex.


Sebelum pergi terlalu jauh, mereka bertemu dengan Nathan yang berjalan ke arah mereka dari arah dimana mereka bertiga ingin lewati.


...GAWAT! MAMPUS, ADA NATHAN / KAKAK!...


...-TBC-...

__ADS_1


__ADS_2