
...Disisi si anak kembar......
Alex berteduh dari sinar matahari dengan Axel yang dari Tadi hanya bisa mengoceh "Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz" 💢 Nampak, kening Alex mengerut, mendengar ocehan kakaknya yang tidak jelas "Diamlah! lagipula mungkin Anna sudah bertindak"
Axel pun diam, benar juga... Anna bukanlah orang yang bisa berdiam diri meski hanya menunggu 5 menit, pasti dia saat ini sudah melakukan sesuatu yang aneh.
Ia berdiri dari tempatnya berteduh, membersihkan celannaya yang sediiit kotor dengan rumput-rumput menempel di celananya "Lebih baik kita siapkan makanan untuk dirinya... menurutku waktu disini sudah hampir jam makan siangnya"
Seakan terkena sihir, Axel yang biasanya bersikap riang, mengangguk dengan tenang, mendengar pendapat adik yang berbeda beberapa menit darinya.
Kamera yang mengawasi party Anna pun kembali memperlihatkan diri Anna yang sudah berada didepan pintu besar yang terkunci.
Ia Mengambil jarum yang biasa digunakan untuk menjahit, lalu mengotak-ngatik gembok tersebut agar terbuka.
...Tok......
...Tok......
...Tok......
Sebelum masuk, dia mengantuk pintu, tanda sopan santun saat memasuki sebuah ruangan yang bukan miliknya. Creack.... Dia mendorong pintu itu setelah beberapa detik, saja tidak ada jawaban apapun dari balik pintu tersebut.
"Halo?" Wajah polosnya muncul dari celah pintu yang sedikit terbuka. Tidak ada orang? Sebuah ruangan yang lumayan gelap, sunyi, dia hanya bisa mendengar suara jatuhnya air dari atap ruangan itu.
Setelah masuk kedalam ruangan tersebut, pintu pun tertutup, beberapa cahaya muncul dari balik kegelapan. "Hahahaha... ini bohong kan?" Tawanya dengan nada yang mengejek mengedarkan pandangannya ke arah cahaya sambil menghitungnya.
"Gila.... banyak banget...." Ucapnya, melihat satu persatu dari makhluk itu mulai menunjukkan dirinya. Pantas saja ruangan ini sangat luas, jadi.... mereka itu makhluk apa? pikir Anna.
__ADS_1
Gorila? Tidak... Tidak... ini bukan gorila biasa! Wah gila.... bisa-bisanya seseorang menaruh makhluk sebanyak ini di tempat ini. Apakah nasibnya begitu sial sampai dia bertemu dengan gorila yang bisa tinju?
Semoga... saat kembali, wajahnya tidak akan dipenuhi dengan memar memar. "Kalian melawak ya?" Dia memasang sarung tangan hitamnya sambil tertawa dengan tangan yang melambai didepan wajahnya.
Sedetik kemudian, raut wajahnya menjadi datar, "Ini tidak lucu lo..." Wajah yang awalnya terlihat seperti anak kecil sata tertawa sekarang berubah menjadi datar seperti ayahnya.
...HUHUHUHU.....!!!...
Kalian pasti tau suara gorila, maka saat ini adalah saat dimana gorila bertindak agresif. Mereka mulai menyerang, tidak disangka gorila-gorila ini dapat bekerja sama dengan baik, sepeti manusia.
...BUGH! BUGH! BUGH! BUGH! BUGH! BUGH! BUGH!...
"Tinju harus dibalas dengan tinju!" BOOOM!!! Karena pukulan dari salah satu gorila berbenturan dengan tangannya, tangan gorila itu langsung patah.
Entah darimana para gorila yang tersisa mendapatkan sebuah senjata, dari perkiraan Anna, gorila itu dapat menggunakan senjata itu, namun ada satu hal yang tidak mereka tau....
Dari belakang, ada seekor gorila yang memukulnya dengan menggunakan kapak besar yang tajam. Huh? Anna berbalik menghadap gorila itu.
"Maaf ya... tapi ini tidak mempan" Wajahnya seakan mengatakan bahwa mereka itu lemah. Bahkan tidak ada satu serangan yang benar-benar melukainya.
Apanya yang hanya bisa dikalahkan oleh petualang level 35? jelas-jelas Anna dapat mengalahkan mereka tanpa luka. Selesai mengalahkan semuanya, dia mengambil isi dari peti, hasil mengalahkan gorila-gorila itu.
...Peta? Untuk apa?...
...Kembali pada sisi dua bersaudara......
"Bagaimana kalau kita taruhan?" Tantang Axel yang merasa bosan sembari memakan onigiri buatan adiknya. Taruhan apa? "Taruhan... kapan Anna akan kembali!"
__ADS_1
"Aku bertaruh 10 koin emas bahwa Anna akan kembali dalam 10 menit kemudian" Ucap Axel dengan senyum khasnya, menantang adiknya yang sering menang dalam taruhan dengannya.
"Kalau begitu aku bertaruh 10 koin emas, Anna akan kembali tidak ada satu menit lagi" Alex dan Axel saling tersenyum licik, Heh... lihat saja nanti, siapa yang akan menang di pertaruhan kali ini!
...Wusssssssh......
"Babi hutan!?" Tanya Axel dan Alex sembari mengedarkan pandangannya dan berhenti di suatu tempat dengan tatapan diam terpaku.
Huh...? Sesosok yang ditatap oleh kedua nyawa tersebut pun memperlihatkan mata memelas, "Aku lapar...." Sembari memakan onigiri yang dibuat Alex.
"ANNNA!!!! JANGAN MENGAGETKAN ORANG!!!!" Teriak kedua orang yang menatap sesosok wanita dengan nama Anna Max.
HA!? Kalian bisa kaget!? Bukannya seorang psychopath tidak akan terkejut walau didatangi oleh serigala, monster maupun iblis!? Ngaco banget sih mereka berdua.... Batinnya kesal.
"Ok, mana koin emas yang kamu taruhkan?" Pinta Alex kepada Axel. "Iya, iya... nih" Dia memberikan 10 koin emas sesuai yang dia taruhan dengan perasaan kesal.
"Kwaliawn twarwuhwan awpwa?? (Kalian taruhan apa?)" Tanya Anna dengan mulut yang hampir penuh sangka onigiri.
"Kenapa kamu masih seperti anak kecil?" Alex Membersihkan nasi yang berserakan di sekitar bibirnya dengan lembut, sedangkan Axel memberi tau tentang taruhannya dengan Alex.
Selesai memakan smeua onigira yang sudah disisakan oekh kedua saudara itu, dia pun berdiri, merwnggangkan otitnya agar tidak kaku "Mhm.... ayo kita lanjutkan perjalanan kita" Dengan sifat ceria Anna, Dia dapat menambah suasana hangat di antara mereka bertiga.
Melihat Anna yang melangkahkan kakinya, menjauh dari mereka berdua, si kembar itu saling menatap dengan senyum miringnya "Inilah yang namanya..."
"... Istri idaman" Alex menyambung ucapan yang dijeda oleh Axel.
...Kenapa mereka berpikir seperti itu?...
__ADS_1
...-TBC-...