Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 16


__ADS_3

.........


Keheningan berada diantara mereka berlima, yang satunya menatap tajam, yang satunya menatap dirinya dengan senyuman mengerikan.


Sementara, kedua temannya mengalihkan pandangannya dari Nathan dan David (orang yang menatap Anna dengan tajam dan senyuman yang mengerikan)


Anna tersenyum kaku dibalik masker yang dia pakai, terkadang dia menggigit bibir bawahnya karena khawatir. Setelah beberapa saat kemudian, Nathan bertanya


"Darimana?" Tanya Nathan dengan intonasi yang dingin dan suara beratnya. "Dari rumah" Jawab Anna dengan keringat dingin di sekujur tubuhnya.


"Kenapa ada disini?" Tanya David dengan senyum mengerikannya. Anna kembali berkeringat, mendengar pertanyaan yang diberikan oleh David.


"Hanya berjalan-jalan" Jawab Anna dengan santainya. Axel dan Alex menganggukan kepalanya setelah melihat David dan Nathan yang melirik mereka berdua.


"Rasain tuh..." Hina Felicia, yang langsung ditatap tajam oleh mereka berlima sambil menekan kata 'Diam' Keheningan kembali menyelimuti mereka berlima.


Huft... Nathan menghela nafas pasrah dengan adiknya yang bersifat seperti kucing liar. "Jangan aneh-aneh! disini banyak Monsternya" Peringatan yang diberikan oleh Nathan.


Anna menganggukan kepalanya, Felicia yang nyalinya menciut setelah dibentak oleh kelima orang tersebut terkejut, melihat segerombolan kupu-kupu malam.


Anna yang melihat itu, melirik Axel dan Alex, mereka berdua menganggukan kepala setelah melihat lirikan yang diberikan oleh Anna.


"Kakak kamu bisa mengatasinya kan? Aku ingin pergi!" Tanya Anna yang bersiap untuk pergi dari penglihatan Anna bersama Axel dan Alex.


Nathan membalas pertanyaannya dengan deheman, sedangkan David membalas pertanyaannya dengan kecupan di dahi.


"Hati-hati" Mereka berdua mengucapkan kata itu secara bersamaan, begitu pula dengan Anna, Axel dan Alex yang menyuruh mereka semua berhati-hati.


Mereka bertiga berbalik dan melihat beberapa kupu-kupu malam yang menghalangi jalan mereka, Anna mengambil dua pedang yang terlihat tidak berguna.


Felicia dan Leona menahan tawa mereka, melihat Anna yang mengambil pedang yang tidak berguna tersebut. Tetapi melihat Anna yang memutar kedua pedang seperti memutar pensil, mereka menjadi kesal.


Vicent, ayah Anna, telah mengajarinya cara menyalurkan mana pada benda. Ia pun mencoba untuk menyalurkan mananya pada kedua pedang tersebut.


Bayangan berwarna merah dan biru, masing-masing menyelimuti satu pedang. Saat memutar pedang tersebut cahaya yang ada dipasang tersebut ikut berputar dan terlihat seperti lingkaran.

__ADS_1


Anna memotong kupu-kupu malam yang menghalangi jalan mereka dengan mudah, lalu dia mengarahkan jari tengahnya ke arah Felicia dan Leona.


Hahahaha... David, Axel dan Alex tertawa kecil, melihat sifat bar-bar Anna yang secara terang-terangan menghina Felicia dan Leona melalui satu tindakan.


Lebih baik satu kali bertindak daripada mengucapkan 1000 kata yang tidak berguna. Tanpa disadari oleh Nathan dan David...


...Anna, Axel dan Alex masuk ke hutan tersebut lebih dalam untuk mencari sesuatu. Sudah ada puluhan jenis monster yang menghalangi jalan mereka, namun mereka bertiga dapat mengalahkannya dengan mudah.


Sedangkan kamera pengawas telah merekam pertarungan murid akademi lainnya, setelah Nathan dan yang lainnya selesai mengalahkan puluhan kupu-kupu malam.


...•...


...•...


...•...


Alex! Anna melambaikan tangannya dan menaruh tangan satunya didepan bibirnya , menyuruh Alex mendekatinya dengan perlahan dan tidak boleh berisik.


Itu! Axel yang berada disebelah kanan Anna dan Alex yang berada disebelah kiri Anna, melihat apa yang Anna tunjuk.


Apa yang mereka lihat sekarang ini adalah seekor monster dengan wujud sebesar gua yang terlihat sedang dalam proses menjadi sempurna.


Dia memiliki sayap yang sangat berharga, tubuhnya sangat beracun, air liurnya dapat melelehkan apa saja yang dia kenai dan Itu adalah ratu kupu-kupu malam!


Mereka bertiga melihat dengan seksama ulat yang sedang berada dikepompongnya dan akan segera keluar dan menjadi seekor kupu-kupu.


Beberapa menit kemudian, keluarlah sang ratu kupu-kupu malam. Sayapnya berwarna ungu, ah... itu mengingatkan Anna pada salah satu warna favoritnya.


"Kalian berdua carilah yang ingin kalian jadikan sebagai hewan sihir kalian" Suruh anna kepada Axel dan Alex. Mereka berdua pun menuruti perintah Anna.


Sementara, Anna mendekati ratu kupu-kupu malam tanpa satupun senjata. Sang ratu ingin memuntahkan air liurnya pada Anna.


Tetapi sebelum itu, Anna bertanya padanya "Kamu paham dengan bahasaku kan?" Kupu-kupu itu mengepakkan sayap besarnya.


Anna membuka maskernya dan tersenyum bahagia, "Jika kamu ikut denganku, aku akan memberikanmu racun setiap hari" Tawar Anna pada Ratu Kupu-kupu malam.

__ADS_1


...Meow......


Mendengar suara tersebut, Anna berbalik dan melihat kucingnya yang mengikutinya dari tadi. Ratu Kupu-kupu malam sedikit terkejut dengan tawaran dan hewan yang berada disamping Anna memiliki aura misterius yang tidak pernah dia rasakan.


Dia lebih tertarik dengan racun yang akan diberikan oleh Anna setiap hari, ratu itu kembali mengepakkan sayapnya. Anna bertanya, apakah sang ratu lebih menyukai warna merah atau warna ungu?


Kupu-kupu tersebut menjawab dalam bahasa kupu-kupu, dia lebih menyukai warna ungu tetapi suaminya sang raja kupu-kupu malam menyukai warna merah.


Anna tersenyum, ratu tersebut memanggil raja kupu-kupu malam. Seluruh siswa yang melihat raja kupu-kupu malam, terbang diatas mereka ketakutan dengan kekuatannya.


Anna mematahkan ranting kayu yang tajam dan menggores lengannya, kemudian dia memberikan darahnya pada sang raja kupu-kupu malam.


Hanya dengan sedikit darah Anna, raja itu menyukai darah Anna, warna sayapnya yang berwarna merah tua, setelah minum darah Anna menjadi warna merah terang.


Akhirnya kedua pasangan tersebut mengikuti Anna, lalu mengecilkan wujud mereka berdua sehingga terlihat seperti kupu-kupu biasa.


Anna mendatangi Axel dan Alex melalui jejak kaki yang ditinggal oleh mereka berdua. "Apakah sudah selesai?" Tanya Anna dari balik pohon, bersama dengan seekor kucing dan sepasang kupu-kupu.


"Mereka berdua sangat sombong" Ucap Axel yang kelelahan setelah berbincang dengan beast monster yang ingin mereka kontrak.


Tupai? Anna melihat dua tupai yang ingin dijadikan familiar oleh Axel dan Alex. Anna pun mencoba berbincang dengan kedua beast monster kembar tersebut.


Tak selang beberapa menit, Anna mendekati Alex dan Axel lalu memberikan dua buah ramuan yang Anna buat sendiri, agar orang-orang yang berada disekitarnya dapat berbicara dengan hewan selama 30 menit jika mau.


Alex dan Axel pun kembali berbicara dengan kedua tupai kembar tersebut. 25 menit kemudian, setelah Alex dan Axel mencoba berbagai rayuan untuk menggoda kedua tupai tersebut, akhirnya tupai itu menyetujuinya.


Anna menepuk kedua tangannya, memberikan selamat kepada kedua sahabatnya dengan senyum lebarnya. Kedua tupai serta majikannya terkesan dengan senyum cantik milik Anna.


(Masker Anna masih dibuka)


Sedangkan Raja kupu-kupu malam tidak bisa melihat senyuman Anna karena dihalangi oleh satunya yang cemburu.


Anna kembali memakai maskernya, kemudian kembali ketempat dimana dia bertemu Nathan dan yang lainnya. Disana Nathan, David serta yang lainnya membawa monster-monster yang telah mereka kalahkan.


"Kakak untuk apa monster ini?" Tanya Anna mendekati kakak sepupunya. "Apa kakak ingin menjadikan salah satunya sebagai hewan sihir kakak?"

__ADS_1


...-TBC-...


__ADS_2