
Para pahlawan yang mengira jika pekerjaan mereka sudah selesai setelah markas Demon Counter dimusnahkan, tidak tau jika orang yang saat itu, masih mengikuti Nathan.
《Back to Anna
"Dia Anna?" Tanya Nicole yang baru sadar dengan warna mata Anna. David mengangguk, itu adalah penampilannya yang sebenarnya.
Saat Felicia (Fans David) dan Leona (Fans Nathan) datang, Anna senang dan itu merubah penampilannya karena baginya mereka berdua adalah mainan barunya.
Nicole yang mendengar penjelasan David bergedik ngeri terhadap Anna. Nathan, David dan Vicent menyemangati Anna yang menunggu musik dimulai.
Musik dimulai dengan kata-kata, I've been running my mouth around the corner. Alex dan Axel berlari ke arah Anna yang terlihat santai.
Alex menendangnya, dia menghindar dengan melakukan salto ke belakang, Axel mencegahnya saat tangannya masih menempel ditanah dan menahan tubuhnya.
Axel menendang kebawah, namun Anna dengan cepat menahan tendangannya menggunakan kedua kakinya, lalu Anna melemparkan Axel menggunakan kedua kakinya.
Dia berdiri dengan tegak, Alex menyerangnya dengan menggunakan pukulan, tetapi dia dapat menghindari serangan dengan mudah dan memberikan pukulan pada Alex di bagian perutnya.
Giliran Axel yang menyerangnya dari belakang dengan pergelangan tangan kanan yang mencekik lehernya, dengan tubuh yang lentur, dia membalikkan keadaan.
Ia menendang bagian belakang kepala Axel dengan tendangan dan memutar tubuhnya, sekarang leher Axellah yang berada di tangannya.
Dia melemparkan tubuh Axel setelah Alex mendekat dengan tendangan, lalu dia menghentikan tendangan Alex dengan tendangan miliknya.
Tidak disangka, benturan antar serangan yang sama, menyebabkan angin yang berada disekitar menyapu benda-benda hanya dengan sekali serangan.
Dan terlihat diantara tendangan mereka, terdapat petir yang bereaksi pada serangan yang saling berbenturan. Tendangan demi tendangan dikeluarkan oleh Alex.
Bagi Anna, itu bukanlah apa-apa, dia juga mengeluarkan tendangan-tendangan yang dikeluarkan oleh Alex, kemudian dia menendang Alex hingga terpental dan tidak sadarkan diri setelah Axel mengunci pergerakannya dengan memanfaatkan Alex sebagi pijakannya.
Anna berguling melewati celah dibawah ************ Axel dan memukul Axel serta menendangnya hingga tak sadarkan diri.
Pertarungan yang terlihat sengit itu, dimenangkan oleh Anna yang melawan 2 pria sendirian tanpa memiliki luka. Terlihat sekelilingnya yang berantakan karena angin dari benturan serangannya.
Anna hanya menggaruk pipinya yang tidak gatal dan tersenyum lebar dengan wajah tanpa dosanya hingga memperlihatkan gigi pepsodentnya.
David serta Nathan bertepuk tangan atas kemenangannya, tetapi para penonton lainnya yang melihat itu hanya membuka mulutnya tanpa takut dimasuki oleh serangga dan memolototi Anna tanpa berkedip.
Mereka sangat terkejut dengan dirinya yang dapat menuntaskan pria yang sangat kuat. Karena Nathan sudah lama tidak mengukur kekuatannya, dia meminta pada Anna untuk bertarung dengannya setelah beristirahat selama 5 menit.
David memberikan minuman kepada Anna entah dapat darimana. Dia sangat-sangat bangga pada Anna yang dapat melindungi dirinya sendiri.
Dan berharap Anna dapat mengandalkan dirinya saat berada di keadaan yang tidak memungkinkan, walau dirinya lebih lemah daripada Anna.
Anna berulang kali berkata padanya agar tidak berpikir secara berlebihan. Dia akan selalu bergantung pada David untuk memenuhi kebutuhannya dan itu cukup untuk dirinya.
Tidak apa, meski David lebih lemah darinya, dia yang akan melindungi David dari segala bahaya melalui kalung yang dia berikan.
Siapa yang tegang saat membaca bagian pertarungan?🤣 Kalau author sih tahan nafas saat membuat bagian itu.
...~...
__ADS_1
Ayo Anna! Ajak Nathan yang ingin segera bertarung dengan Anna. Alex dan Axel yang tak sadarkan diri, telah diangkut ke tepi arena pelatihan.
"Kakak akan menggunakan setengah kekuatan kakak" Beritau Nathan kepada Anna yang tidak tau tentang kekuatan yang dimaksud oleh kakaknya.
"Apa kamu mau membunuh anakku?" Tanya Vicent, ayah Anna yang mengerti setengah kekuatan yang dimaksud oleh Nathan.
Dia tidak akan bisa menang jika tidak menggunakan kekuatan itu. Anna bertanya kepada ayahnya, kekuatan apa yang dimaksud oleh kakaknya.
Tetapi sebelum menjawab, Nathan memotong pembicaraan dan bilang bahwa pertandingan akan segera mulai.
Felicia dan Leona tersadar, dia baru ingat, kenapa ada suara dj saat pertarungan? Dan mereka melihat bahwa Anna membawa handphone seperti di zaman modern.
"Kamu! Bagaiamana bisa kamu mendapatkan hp?" Tanya Leona dan Felicia secara bersamaan, seakan mengerti Anna bertanya apa kalian seorang reinkarnator?
Felicia dan Leona mengangguk, David memperkenalkan rekannya kepada tunangannya setelah tau arah pembicaraan mereka.
"Aku juga reinkarnator dan mereka berdua juga" Dengan senyuman bak dewi, dia membuat Alex dan Axel yang baru sadar dari pingsannya kembali pingsan.
"Katakan dimana kamu mendapatkan hp!?" Tanya to the point Leona. Nathan kembali memotong pembicaraan dan menyuruh Anna bersiap.
Dengan segera Anna membersihkan mukanya yang terkena pasir hingga terlihat berkilauan dan berdiri santai didepan Nathan yang mengambil ancang-ancang untuk menyerang.
Tidak lupa, dia mengikat rambutnya agar tidak menghalangi penglihatannya. "Apa dia akan baik-baik saja?" Tanya Nicole, teman Nathan serta David, tunangan Anna.
"Entah" Ucap acuh tak acuh David terhadap pertarungan tunangannya. Ha!? Sifatnya berubah drastis! Itulah kata-kata yang ada dibenak Nicole.
"Bukankah dia tunanganmu?" Interogasi Nicole kepada David disaat Anna dan Nathan sudah bertarung. Iya, jawab cuek David.
"Dia khawatir, namun sifat aslinya telah kembali pada dirinya" Jawab Axel sambil menatap pertarungan Anna. Nicole mengangguk paham, saat bersama dengan David, mungkin tadi pertama kalinya dia melihat David manja kepada wanita.
Mungkin sifat acuh tak acuhnya yang menyebabkan pacarnya yang dulu memutuskannya, sebenarnya Davidlah yang memutuskan wanita itu bukan wanita itu yang memutuskannya.
Disaat yang bersamaan Nathan mengeluarkan setengah kekuatan gen iblisnya, semua anggota bangsawan Max memiliki gen iblis.
Hanya Anna yang tidak mengetahui hal tersebut, "AYAH! Apa itu?" Tanya Anna yang sadar bahwa ayahnya tau tentang kekuatan yang dimaksud Nathan.
Sebelum menjawab, mereka semua dikejutkan oleh lingkaran api yang mengelilingi tubuh Nathan. Anna berpikir bagaimana cara menyerang dengan lingkaran disekeliling tubuh kakaknya.
Karena dia sedang berpikir, kewaspadaannya menurun, Nathan yang melihat itu langsung menendang Anna hingga meretakkan dinding arena pelatihan.
KREK!!!
Tidak sampai disitu saja, Anna bangkit dan merasa bahwa kakaknya berada dibelakangnya dan ingin menendang dirinya.
Tetapi dia menendang serangan kakaknya sehingga tubuhnya sedikit terpental. Mereka berdua bertarung dengan gesit hingga tidak terlihat. Namun kakaknya sedikit lebih kuat dari Anna, jadi Anna selalu kalah dari dirinya.
...BRAK!!!...
Tubuh Anna menghantam dinding dengan sangat keras, dia memuntahkan seteguk darah, Vicent, ayah Anna ingin menghentikan pertandingan.
Tetapi dia menghentikan langkahnya, setelah melihat Anna yang berdiri. Dengan kecepatan yang diluar nalar, Anna berada dibelakang tubuh kakaknya, lalu menendang kepala kakaknya hinga membelah dinding yang terhantam tubuhnya terbelah menjadi dua.
__ADS_1
Dia membersihkan darahnya yang membekas di sekitar bibirnya, mata yang awalnya berwarna hitam berubah menjadi merah.
Berbeda dengan sebelumnya, kali ini matanya tidak terlihat bewarna merah yang lembut, sekarang warna merah ini terlihat sedikit liar. Ia tersenyum melihat kakaknya yang bangkit.
...-TBC-...
BIODATA FELICIA
Name: Felicia Ameldha
Race: Human
Age: 17 / 17
Date: 30 - 06 - 1630
Level: 15
Hp: 15.000 / 15.000
Mp: 15.000 / 15.000
Spirit:
Job Skills:
[Summoner]
Skills: ?
Special Skills: ?
-Condition: Healthy-
Vitality: 610 / 610
Magic Power: 420 / 420
Power: 250 / 250
Agility: 100 / 100
Physical Strength: 100 / 100
Dexterity: 75 / 75
Intelligence: 150 / 150
Familiar:
[Chika] Lv. 8
__ADS_1