
...ANNA POV...
Aku berjalan menyusuri lorong dimana aku tinggal sambil bernyanyi lagu yang tidak jelas. Ini adalah tradisiku, aku tidak bisa, tidak bernyanyi bahkan hanya sehari saja.
Beberapa menit kemudian, aku tersesat, aku sebenarnya tidak ingin mengakui ini, tapi... Aku buta arah☹ Ini adalah kisahku...
...Neko!...
Panggil seorang pemuda yang berlari ke arahku sambil tersenyum lebar. Namanya adalah Axel dan kembarannya yang selalu santai, bernama Alex.
"Apa kamu tersesat lagi?" Dengan wajah jahilnya, dia menggodaku. '💢Sepertinya anak itu, belum pernah merasakan pukulan mautku' Batinku, kesal dengan perilaku Axel.
"Jangan menggoda Anna lagi, Axel.... Kita harus bergegas karena hari ini adalah waktunya" Lerai Alex yang melihat kakak yang lahir beberapa menit lebih dulu darinya, sudah berlebihan dalam bercanda.
Alex berjalan lebih dulu sebelum diriku dan Axel. Ku hempaskan rambut panjangku ke wajah jelek Axel sambil tersenyum remeh dibalik masker.
...💢...
Tentu itu membuat dirinya kesal, karena aku sangat handal dalam membuat seseorang emosional.
...Semoga cepat menua ya, Axel!...
Batinku tertawa, memikirkan wajah Axel yang kesal saat dia melirik kebelakang, dengan alis yang berkerut karena kesal.
...~...
Sepanjang perjalanan, Axel hanya bisa menatap kesal, aku yang berbincang dengan adiknya.
...Kenapa Anna selalu cantik?...
Pikirnya frustasi, karena kecantikan selalu membuat semua orang terpukau, jika maskerku dibuka. Dia lebih memilih diriku jelek, daripada cantik.
Dengan itu, dia bisa menikahiku, tanpa harus berbagi dengan seseorang. Walau begitu, aku hanya setia dengan satu orang saja...
...Maaf... Aku-...
Berkali-kali, Aku menolak pernyataan cinta Axel dan Alex, tetapi mereka berdua sama sekali tidak pernah menyerah. Mereka berdua telah mengejarku selama 2 tahun diduniaku yang dulu dan 7 tahun diduniaku yang sekarang.
Artinya sudah 9 tahun, aku menolak pernyataan cinta mereka berdua. Aku sama sekali tidak tega, tapi diriku tidak bisa membagikan cinta.
Aku juga tidak ingin menduakan David 《Belum tau, kalau disini perempuan adalah segalanya:v hanya tau jika perempuan bangsawan selalu menggunakan hak nya semena-mena dan membuka harem sendiri》
...《Back to story...
"Kalian sudah bisa belum?" Tanyaku yang sama sekali tidak memperhatikan perkembangan kedua sahabatku. Mereka berdua pun menggelengkan kepala mereka, ini sudah beberapa hari setelah hari pertama mereka berlatih.
Dan semua usaha yang dikerahkan oleh kedua sahabatku, sama sekali tidak memberikan pengaruh apa-apa.
Sebenarnya, Aku sudah berhasil, tapi aku akan merahasiakan ini, mengingat kedua sahabatku adalah orang yang selalu memaksakan diri walau mereka tidak bisa melakukannya.
"Pakai ini, biar kalian tidak akan terpisah" Alex mengeluarkan tiga gelang yang memiliki motif yang sama dan memberikannya kepadaku dan Axel.
Alex memasang gelang itu ditangannya, sambil berkata "Anna adalah orang yang mudah terawat, jadi aku membuat benda ini selagi aku memiliki waktu yang luang"
"Kalian hanya perlu menekan tombol power itu, seperti ini!" Menekan tombol power yang dikatakan, kemudian....
__ADS_1
Muncullah benang transparan yang saling terhubung dengan gelang lainnya. "Kalian paham kan?" Tanyanya dengan senyum tipisnya.
Mereka paham, dengan adanya gelang itu... Aku pasti, tidak akan pernah tersesat, aku hanya perlu mengikuti arah yang diberikan................ dan......
...Aku tetap tersesat_-...
...Kenapa aku selalu tersesat?...
...Jangan-jangan aku dikutuk?...
...Tapi aku sudah mengikuti gelang ini......
...Apa gelang ini rusak?...
...AHHH!!!...
Memikirkannya saja membuatku kesal, sudahlah... mari kita ikuti arah yang diberikan oleh gelang ini saja...
...Mari kita berhitung...
...Ichi (1)...
...Ni (2)...
...San (3)...
...Yon (4)...
...Go (5)...
...*mengendus*...
...HUWAAA!!!! Bau apa ini!?...
...Baunya seperti kotoran kuda saja...
Batinku yang tidak bisa diam, walau hanya beberapa jam saja. Tunggu! Tunggu! Tunggu! Aku sepertinya mengenal bau ini!
...Ini... Ini bau stalker atau tidak orang-orang yang fanatik...
...KYAAAA!!!...
Suara jeritan para gadis yang berasal dari mahasiswa tahun pertama maupun tahun kedua dan ketiga, mulai terdengar heboh.
^^^"Pangeran! Menikahlah denganku!"^^^
Ahh.... Aku menemukan mahasiswa dari akademi yang sama, tapi perkataan dari salah satu gadis, membuatku tertarik. Akupun menarik baju gadis itu dengan lembut dan bertanya tentang Pangeran yang dia maksud.
Keningku mengerut, aku melepaskan gadis itu dan pergi ke tempat yang diarahkan oleh gelang yang diberikan oleh Alex. Entah kenapa aku memiliki sebuah firasat yang sedikit tidak mengenakkan dan berkaitan dengan mereka berdua.
bahkan ketertarikanku pada Pangeran yang sedang dikagumi itu, lenyap seketika setelah aku merasakan firasat itu.
Aku berjalan, tanpa memperhatikan sekelilingku, sesekali aku melirik gelang yang diberikan oleh Alex. Benang yang menghubungkan gelangnya, menuntunku ke arah dalam hutan.
Ya... saat ini, mereka berada di suatu hutan dengan kamera pengawas, yang mengawasi pergerakan para murid, tahun pertama, kedua maupun ketiga.
__ADS_1
Aku tidak tau alasan apa yang diberikan oleh para wali, saat mengirim seluruh murid ke hutan ini. Kami hanya diperintahkan untuk berjalan dan melewati rintangan yang ada.
Bukan hanya akademi, tempat dimana aku sekolah saja. Tetapi Akademi lain pun juga turut ikut serta dalam kegiatan ini dan waktu diberikan secara terpisah antara kelas satu, kelas dua dan kelas tiga.
...Apakah ada maksud yang tersembunyi?...
...Sebenarnya apa yang terjadi?...
Pikirku ditengah-tengah perjalanan sambil bergumam, mengucapkan kata-ada terkutuk sesuai abjad. Info yang diberikan secara mendadak saat pulang dari kelas, membuat beberapa orang frustasi.
...Namun......
...Bukankah semakin misterius, maka permainan akan semakin menarik!?...
Dibalik syal dan kain penutup mataku, aku berkeringat, aku terlalu bersemangat. Memikirkannya saja, membuat jantungku berdebar dengan sangat kencang.
Aku tau wajah apa yang aku buat dibalik syal dan kain ini, wajahku saat ini, menunjukkan bahwa aku...
...Sangat tertarik dengan ini!...
...NORMAL POV...
Disisi lain dari hutan dimana Anna berada...
UHUKK UHUKK!!! Pemuda yang sedang dicari oleh Anna sedang melawan seorang wanita yang tidak kenal.
"Ada apa, Axel, Alex? Apa kehebatan kalian itu hanya sekedar omongan saja?" Wajahnya terlihat sangat menikmati, wajah penderitaan Axel dan Alex yang memuntahkan seteguk darah.
"Ah salah... Salah, seharusnya aku memanggil kalian Zero Nine (09) dan Ten (10)"
...DEGH!!...
..."Bagaimana? Bagaimana dia bisa tau, kode namaku dan Axel!?"...
Pikir Alex yang terkejut dengan ucapan wanita itu dan menatap tajam dirinya. Bukannya takut, wanita itu malah tersenyum psychopath.
"Apakah, kekuatan seorang psychopath hanya begini saja? Sepertinya aku membuang waktuku untuk hal yang tidak berguna" Ia memeluk boneka beruang mengerikan yang tersenyum dengan gigi yang tajam.
Axel yang kesal karena merasa dipermainkan pun berteriak dnegan penuh amarah "SIAPA KAMU!? KENAPA KAMU BISA TAU!?"
Alex mengamati karakteristik wanita itu. Dia bertubuh pendek, mungkin seperti anak berusia 10 tahunan, dia memakai sebuah boneka beruang yang mengerikan dan sepertinya dia menyukai permen.
Karena, wilayah ini, sudah berubah menjadi bagian dari dimensi buatannya dan berubah menjadi taman anak-anak yang penuh dengan warna pink, penuh dengan boneka, permen dan coklat.
...TUNGGU!...
...AKU INGAT DENGANNYA!...
...Ucap Alex dalam hati dengan memasang raut muka terkejut....
..."TWELVE!"...
Mendengar teriakan Alex wanita itu memasang wajah psychopathnya dan berkata...
..."Ara... kamu mengingatku!?"...
__ADS_1
...-TBC-...