Bloodthristy Lady

Bloodthristy Lady
Chapter 11


__ADS_3

"Karena semua orang sudah mengetahuinya, aku akan memperkenalkan diriku"


"Namaku Anna Max, usiaku sekarang sudah 12 tahun, aku lebih muda 6 tahun dari kakak Nathan yang tampan dan aku penyuka pria tampan"


Ucap Anna dengan wajah polosnya. Anak kecil yang tadi berada di genggaman Alex, berlari menuju Anna dan memanggilnya dengan sebutan 'Kakak cantik'


Kedua pahlawan wanita yang kalah dari Anna, mengepalkan tangannya dengan erat, mereka tidak bisa menandingi kekuatan dan kecantikan Anna.


"Jadi ada apa kalian kemari? tidak mungkin untuk menyuruhku bertarung dengan kedua tikus ini kan?"


Ekhem... ekhem... David membisikkan sesuatu pada Anna, namun Anna hanya ber'oh'ria. Lalu dia harus apa? David membisikkan sesuatu padanya lagi.


Aaa...


"Selamat saudara lelaki atau Kak Nathan yang tampan dan tercinta" Ucap selamat dari Anna.


Nathan hanya berdehem, membalas ucapan selamat dari Anna. Anna yang melihat reaksi itu hanya berdecak kesal, tetapi tidak apa-apa...


Sifat Nathan yang seperti itu semakin dia sukai termasuk wajah tampannya. Pujian Anna ini membuat telinga Nathan sedikit memerah, dia tidak bisa lagi menahannya.


Alex dan Axel mengulangi pertanyaan Anna, David membisikkan sesuatu pada Anna, Alex dan Axel.


Woo.. Holy! Ucap Anna serta kedua sahabatnya secara bergantian. Sementara kedua wanita itu bergumam dengan kesal "Kenapa harus berbisik?"


Anna pergi menuju suatu tempat dan muncul kembali ke tempat dimana Nathan serta yang lainnya berada dengan penampilan seperti seorang wanita.


"Apa keuntunganku?" Tanya Anna dengan penampilan yang mengejutkan. Nathan menggerak-gerakkan kantong yang berisi berlian.


Ha...! Anna menutup mulutnya dengan kegembiraan, "👌🏻 Serahkan masalah ini padaku, Alex dan Axel" Kedua wanita yang melihat perubahan Anna terhadap berlian mengejeknya.


"Ternyata wanita materialisme" Cibir fans David.


"Dasar jalang" Umpat fans Nathan.


Dengan senyum polos, lugu, manis dan menggemaskan, Anna membalas "Thank you for the praise, i know that"


Tanpa malu, dia berkata seperti itu. Tetapi kedua wanita dan salah satu pria serta anak kecil yang berada didepan tubuh Alex tidak tau arti dari perkataannya.


"Apa arti perkataannya?" Tanya fans Nathan.


"Terima kasih Untuk pujiannya, aku tau itu! itulah artinya" Jelas Alex.


"You two are fool" Ejek Anna.

__ADS_1


"Lalu tadi?" Tanya fans David.


"Kalian berdua bodoh, itulah yang dia katakan" Ucap Axel dengan menahan tawanya bersama Alex dan David.


APA!? BODOH!? Dasar jalang rendahan, beraninya dia mengatakan diriku bodoh! Nathan menyuruh Alex dan Axel segera pergi.


Hah... hah... Ha.... Emosi mereka berdua akan meledak dalam beberapa saat lagi, sebelum Anna serta Alex dan Axel pergi, Leona, fans Nathan meneriakinya.


"BERHENTI DISANA DASAR JALANG!"


Sambil melangkahkan kakinya, Anna berbalik dan memundurkan langkahnya, menstabilkan langkahnya dengan Alex dan axel lalu membalas.


"As you said" Ucap Anna sambil tersenyum meremehkan.


"I'm a *****, i'm a boss


I'm a ***** and a boss


I'ma shine like gloss" Dia bernyanyi dan mengulangnya hingga 3 kali dengan tatapan meremehkan, lalu saat part terakhir, dia mengedipkan salah satu matanya.


Apa yang dia katakan? Kedua wanita itu tidak mengerti, mereka berbalik menghadap David. David yang mengerti itu menerjemahkannya.


"Seperti yang kamu katakan, aku jalang, aku bos, aku seorang jalang dan bos, aku bersinar seperti berkilau" Terjemah David.


AHHHH.....!


Teriak frustasi mereka berdua. Tunggu, dia baru saja mengaku kalau dia adalah seorang pelacur kan? Hahaha.... Dia tau diri juga.


Ketiga pria serta anak kecil yang melihat perubahan ekspresi mereka menjadi canggung. Sepertinya... mereka tidak mengetahui apa yang dimaksud oleh Anna melalui nyanyiannya!


Beberapa saat kemudian...


Sebenarnya apa yang mereka tunggu disini? David dan Nathan tidak memberitahu rencana mereka berdua pada para wanita.


Adios....


Suara merdu keluar dari mulut Anna yang berada diatas atap, bersama kedua sahabatnya. Dengan masker yang menutupi setengah wajahnya, dia mengacungkan tangan kanannya dan membentuk 👌🏻.


Mereka berhasil, tapi ada apa dengan Anna yang terlihat cemas? Anna menggaruk bagian belakang lehernya yang tidak gatal dan mengalihkan pandangannya.


Dengan tatapan penuh selidik, Nathan berhasil membuat Anna mengatakan apa yang terjadi. "Sebenarnya..."


...Flashback on...

__ADS_1


Dari tatapannya, terlihat Anna sedang berada dalam mood yang sangat baik. Mereka bertiga sudah memakai wujud penyamaran mereka.


Diam-diam Anna menyelinap kedalam suatu tempat yang terlihat sangat mengerikan. Alex dan Axel mengawasi situasi agar tidak menimbulkan masalah kepada Anna.


Dengan mudahnya dia melewati para penjaga, masuk kedalam lorong-lorong, menerobos perbatasan antar ruangan dan sampailah dirinya pada suatu ruangan yang dipenuhi oleh beberapa gadis.


Secara berderet, 3 ruangan yang berada disebelahnya juga terdapat beberapa gadis dengan penjagaan extra didepan ruangan tempat dimana para gadis itu berada.


Whoooosh....! seperti Flash, dia berlari melewati para penjaga hingga tidak bisa dilihat. Para gadis yang berada diruangan itu terkejut dengan kehadirannya.


Ssst... Ia memberi isyarat dengan menaruh jari telunjuknya didepan bibirnya, para gadis pun menurut. Ia menghitung hitungan mundur selama 5 detik.


BRUK! Suara pelan para penjaga itu terjatuh, didengar oleh Anna. Dia keluar dari ruangan dan mengubah para penjaga yang berada didepan 4 ruangan menjadi boneka mayatnya.


Seluruh ingatan dari para boneka mayat telah dilihat oleh Anna. Para gadis melihat dirinya yang masuk kedalam ruangan mereka lagi, dengan penasaran.


Ia membuka jendela yang dilapisi kekuatan anti sihir dengan santainya. Terlihat seberapa tinggi, tempat yang dia tempati hanya dengan melihat dari jendela.


Dia harus memikirkan cara lain, ini tidak semudah yang dia bayangkan. Dalam keheningan atau kesunyian, Anna membawa semua gadis pergi dengannya.


Ia telah memberi sihir pada mereka semua agar tubuh mereka tidak terlihat. Para gadis pun keluar dengan selamat, meski perjalanan mereka penuh ketegangan.


Alex dan Axel menghampiri para wanita, lalu mengantar mereka ke tempat yang aman. Sedangkan Anna, berjalan-jalan disatu tempat.


Seseorang mendorong Anna hingga masuk kedalam suatu gang yang kecil. Tidak hanya dia saja yang bersama Anna, namun temannya yang lain, menonton pertunjukan yang akan diberikan temannya itu.


"Cantik!" Panggil pria yang mendorong Anna. Pria itu mengelap sekeliling bibirnya dengan lidahnya, lalu menggigit bibir bawahnya.


Anna hanya diam saja, tapi setelah pria itu menggigit bibir bawahnya, ia berkata "Kalau mau BAB atau BAK jangan ditahan, lebih baik kamu segera ke toliet, jika tidak, nanti disini kebanjiran kotoranmu"


Seketika pria itu tidak terima dengan ucapan nya terhadap dirinya, karena kesal dia mengeluarkan lidahnya yang satu untuk menakuti Anna.


Dengan santainya, Anna menghajar dirinya didepan teman-temannya. Ck... Seseorang berdecak, dua segera berlari setelah mengambil kantong milik Anna yang mewah.


Hei...! Anna langsung berlari mengejar dirinya dan teman-temannya hingga pergi ke sebuah tempat. Anna merasa familiar dengan tempat ini, namun kapan dia melihatnya?


Untuk mendapatkan tasnya kembali, Anna menghancurkan tempat, dimana orang-orang itu kembali, setelah menghancurkan markas itu dan membunuh semua orang yang ada disana.


Dia mengambil tasnya dan pergi ke kediamannya. Dalam perjalan menuju kediamannya, dia bertemu Alex dan Axel yang melihat kelakuan Anna dan mengatakan jika tempat yang dia hancurkan adalah salah satu markas demon counter yang baru saja dia masuki.


...Flashbak off...


"Sebenarnya... aku menghancurkan salah satu markas tempat dimana para demon counter itu berada" Ucap Anna dengan hati-hati.

__ADS_1


...-TBC-...


__ADS_2